Bumbu Bumbu Menipu

Bab 2_Bumbu Bumbu Menipu

“Iyessss! Akhirnya kamu mau juga aaaa hahaha!” Suara di kamar semakin gaduh dengan tepukan tangan Mei yang kegirangan.

 

“Eitssssss, tunggu dulu… Siapa bilang aku mengiyakan?”

 

Kalimat Oliv itu disambut gelak tawa dari luar kamarnya.

 

“Huahahahaa!”

 

Mei segera mencubit paha Olivia dari balik selimut. Mulutnya menganga kesakitan. “Auuu?”

 

“Jangan maju mundur gini, dong Ol! Hangus ntar 40 juta kita. Mereka nguping obrolan kita nih. Tuw lihat kelihatan bayangannya dari jendela,” bisik Mei kembali mencubit Olivia. Wajah Mei kembali frustasi menghadapi Olivia.

 

“Auw! Iya Iya… Jangan nyubit terus dong. Ntar kalau memar memar terus Dante ill feel lihat aku gimana…?” Oliv bersikap sok jual mahal menggoda Mei. Keduanya melirik ke arah jendela memastikan gerak-gerik orang-orang di luar kamar yang sedang menguping.

 

“Hihihi… Iya Iya… sorry. Tapi udah setuju kan kalau kamu mau ketemu Dante?” Mei memastikan agar dirinya tidak dikelabuhi.

 

“I-Yes! Jangan kuatir,” Olivia menyenggol lengan Mei dengan lengannya. Senyum Olivia yang merekah itu menenagkan pikiran Mei. “Setelah dapat uangnya segera kamu bayar uang semesternya tuh. Kegeprek lagi tuh ntar kamu khilaf buat jalan ke Thailand,” pinta Olivia menasihati. Mei hanya mengangguk angguk menanggapi ucapan Olivia.

 

Akhirnya…… IPhone keluaran terbaru bisa terbeli juga…… Harus segera ku atur penerbangan Oliv ke Labuan Bajo. Semakin cepat aku atur, semakin cepat aku dapat uang taruhan. Yes! Oh God… Sorry Oliv. Maafin temen mu ini yang butuh handphone baru. Hihihii… batin Mei tersenyum lebar penuh kepalsuan.

 

Keduanya berlanjut mengobrol tentang penerbangan ke Labuan Bajo. Daftar barang yang harus dibawa pun keduanya diskusikan dan dicatat. Olivia yang tidak tahu niat asli Mei menggunakan hasil uang taruhan, cukup bersemangat karena dia berfikir ke arah positif membantu temannya itu demi membayar kuliah.

 

“Sunblock aku yang 50spf udah habis. Harus beli nih sebelum ke Bajo. Apalagi ya perlengkapan penting yang harus dibawa?” tanya Olivia mengetuk-etuk penanya.

 

“Kalau sunblock beli aja disana. Minta Dante beliin buat kamu. Mungkin Dante juga akan bawa. Kan kalian bisa sharing. Cuma 3 malam 4 hari kan… Gak akan butuh banyak-banyak amat,” menasihati tanpa mau dibuat ribet karena Mei tahu dirinya harus membatu Olivia untuk mempacking.

 

“Em… Kan gak nyaman minta-minta sama orang yang belum aku kenal, Mei…” sambung Oliv. “Flight ticket, hotel, makan udah dia yang tanggung. Masa skincare dia juga harus nanggung? Kan kasihan, Mei...”

 

“Nanti aku chat Dante. Don’t worry. Soal skincare, body care, face care… Yang berhubungan dengan itu, Dante will take care! Okay Oliv…… Pokoknya jangan kuatir,” sambung Mei memberi saran tanpa memberi solusi.

 

Drttt Drrttt Drrrttt… Ponsel Olivia bergetar. Panggilan masuk dari kakaknya. Karena lagi tidak mood setelah obrolan terakhir dengan kakaknya, Olivia hanya membiarkan ponselnya itu bergetar.

 

“Kok gak diangkat?” tanya Mei.

 

“Lagi capek aku, Mei. Ending obrolan aku sama kak Vivi itu pasti saling memojokkan. Jadi kapan flight ticketnya dikirim sama Dante?” tanya Olivia mengganti topik obrolan.

 

“Besok,” jawab Mei mengejutkan Olivia. “Terus lusa kamu terbang deh.” Semakin syok Olivia dibuat oleh Mei. Tapi bagi Mei, semakin cepat Olivia ketemu dengan Dante, semakin cepat uangnya ditransfer ke rekeningnya. “Yang ngatur libur kita kan karyawan penghuni sebelah. Mereka  kan senior dan supervisor kita. Hehehee…” sambung Mei cekikikan. Olivia masih terbengong – bengong  kalau rencana temannya itu akan segera terlaksana.

 

_____________

 

Akhirnya setelah persiapan yang serba dadakan, Olivia sampai juga menginjak bandara Labuan Bajo. Dirinya dijemput oleh mobil hotel tempat dirinya akan menginap selama 4 hari ke depan bersama Dante.

 

“Huft… kenapa aku gugup ya?? Apa aku balik aja ya? Kayanya ini gak bener deh ketemu orang dari kenalan online sampai check in ke kamar hotel---" Gumam Olivia dengan dirinya saat dirinya sudah berada di dalam lift hotel.

 

Tiiinnggg! Pintu lift terbuka. Tepat di hadapannya kamar nomor 405 membuat Olivia menarik nafas dalam. Dirinya tidak habis pikir bisa sampai bertindak sejauh ini menemui laki-laki yang dikenalkan temannya lewat salah satu aplikasi online dating. Banyak pertanyaan bermunculan di kepalanya.

 

“Tapi kalau aku balik… Mau pakai tiket apa coba? Flight tiket nya kan dibelikan sama dia--- Hmmm Kenapa jadi nervous gini sih?”

 

Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Olivia menarik tas kopernya keluar dari lift. Dia berdiri menatap kamar nomor 405 itu. Segudang pertanyaan terus menghantam benaknya.

 

Kamu pikir gampang nyari laki-laki yang mau diajak nikah diusia ku yang udah kepala 3 ini? Oliv… Oliv… Kamu ngatain kakak cari sana cari sono cari sini… Emangnya gampang? Kamu aja masih belom laku setelah putus sama ex kamu tuh! Padahal udah hampir 3 tahun!... Ingat--- Tahun ini kamu masuk usia 26 tahun, Oliv. Ibarat lampu trotoar di Indonesia, itu udah warna kuning. Diharapkan hati-hati. Kamu juga harus cari pengganti mantan kamu itu… Emangnya kamu mau nanti kalau ketemu papasan sama dia masih sendiri dan dia udah sama orang baru?? Dikira gak bisa move on loh sama dia nanti. Ucapan kak Vivi melintas dibenak Oliva.

 

“Dasar kak Vivi! Dia pikir semuanya bisa dibandingin sama lampu trotoar? Lampu trotoar saja kadang ada yang error atau rusak! Hmm…. Positive thinking aja--- Siapa bilang aku belum move on? Masih single bukan berarti belum move on sama sonoh! Laki-laki gak punya pendirian itu! Aku cuma lebih selective  dalam memilih! Okaayyy tenang… Gak boleh banyak mikir aneh aneh… Enjoy!” Wajah tegang Olivia mulai tersenyum sambil menatap kamar di depannya.

 

“By the way… Kamar Dante apa di sebelahku ini ya?” Gumam Olivia dengan perasaan lebih tenang. Dia menatap nomor kamar di sebelahnya. “Semoga orangnya sebaik dan semanis kayak yang dibilang Mei.”

 

Tanpa ragu lagi, Olivia membuka kamar nomor 405 itu. Kamarnya cukup luas dengan pemandangan laut biru dengan beberapa kapal. Sinar matahari nampak cerah menembus dinding kaca kamar itu. Rasa tegang dalam diri Olivia semakin mereda. Dirinya tersenyum lebar sambil berjalan ke teras menikmati hembusan angin.

 

“Labuan Bajo... Gak nyangka aku bisa sampai sini. Di hotel Bintang 5. Seluxury ini… Secantik ini… Thanks God… I’m so happy! Semoga ini awal yang baik bersama Dante,” ucap Olivia  mulai menutup matanya. Lebih tenang. Bau air laut itu membuat Olivia menghirup dalam dalam. Segar! Tidak ada polusi “Surga bagian Timur Indonesia. Wish me luck" ucap Olivia mengangkat kedua tangan dan menyilangkan jari telunjuk dan tengah🤞yang berarti semoga harapannya terkabul.

 

 Selagi menunggu laki-laki yang belum pernah dia tatap secara langsung itu, Olivia membuka kopernya dan menata di lemari. Tidak banyak baju. Dirinya hanya akan menginap 3 malam, setelah itu dia akan kembali dengan kesibukannya. Sepatu, sandal, make up, baju dan peralatan mandi sudah tertata rapi di tempatnya. Saatnya mandi untuk menghilangkan rasa lelah setelah perjalanan jauh.

 

Tung Ting Tung…… Tung Ting Tung……

Baru saja selesai mumbuka baju dan melilitkan handuk, ponselnya berbunyi. Rupanya kak Vivi.

 

“Tumben dia nelpon jam segini? Video call lagi? Biasanya kalau nelpon jam – jam malam,” gumam Oliv. “Ya, Halo, kak?” sapa Olivia mendudukan pantatnya di ujung bed

 

“Hallo Liv…  Dimana nih? Gak ada jadwal training ya? Libur?” tanya kak Vivi memperhatikan pemandangan di belakang Olivia. Seperti bukan kamar yang biasanya Olivia tempati.

 

“Em... Iya. Liburan sama Mei,” Olive berfikir cepat. Kalau mau menipu kakaknya itu pasti ujung-ujungnya akan ketahuan. “Mei ajak aku liburan ke Labuan Bajo. Cuma 4 hari disini. Sambil cari refrensi tempat training selanjutnya, kak. Kan tempat training ke-dua setelah Bali, aku mau ke Bajo. Kebetulan banget kan si Mei ajak aku ke sini,” mencoba menjelaskan dengan bumbu bumbu menipu.

 

To Be Continued...

Belum juga ketemu Chef Dante, Oliv udah menebar bumbu-bumbu tipu menipu duluan. Duh!

Like, Comment, Masukan ke Favorite dan Vote nya ya kakak - kakak... Ini sangat membantu author. Terimakasih 😘

 

Terpopuler

Comments

❤️👻it’s me

❤️👻it’s me

Omo? Mei Kamu meresahkan

2024-05-26

1

Sri Astuti

Sri Astuti

Mei ini yg tipu teman..

2024-01-16

1

Sri Astuti

Sri Astuti

ih Mei.. setega itu sama teman demi hp baru.. moga Oliv ga knapa napa

2024-01-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!