Anak Itu

Hari libur pertama setelah 3 minggu lebih berada di Luxus Resort yang harusnya dinikmati dengan santai atau bermalas-malasan, justru membuat Olivia tidak tenang. Olivia memikirkan bagaimana dirinya harus bersikap di depan Dante.

 

“8 Jam kerja dikurangi 1 jam istirahat. Tapi biasanya admin kitchen itu selalu lembur sampai malam. Kalau tiap malam aku melihat Dante pulang masuk kamar jam 11 malam… Itu artinya…… Bisa jadi aku harus bekerja 10 sampai 14 jam satu office sama dia. Huaaaaa…! Ini gak bisa dibiarin!” Ucap Olivia saat dirinya tengah membaca map yang diberi chef Nomnom. Dirinya uring-uringan di dalam kamar.

 

Tok Tok Tok…! Olivia terkejut ada seseorang mengetuk pintu kamarnya. Pintu itu segera dibuka Olivia untuk mengetahui siapa yang datang ke kamarnya.

 

Ceklek…

“Nana? Ngapain pakai ketuk pintu? Kan kamu tahu aku naruh kunci aku di sepatu kets aku,” tanya Olivia menunjuk sepatu nya yang memang sengaja dia taruh di luar.

 

“Hihihii…” Nana segera melangkah ke dalam kamar. “Kan hari ini kak Oliv libur. Siapa tahu aja kak Oliv bawa cowok ke dalam. Hihihiii… bercanda kak,” ujar Nana sambil melepas sepatu hak tingginya.

 

“Cowok yang mana satu? Emang kamu pernah lihat aku deket sama cowok di resort ini? Enggak Kan?” Olivia kembali duduk di bednya. Begitu pun dengan Nana. Nana merebahkan tubuhnya di bed sambil menscroll ponselnya.

 

“Enggak juga sih. Makanya cari kak… Karyawan disini kan gajinya lumayan lumayan tuh. Luxus…, salah satu resort terbaik di negara kita. Pasti gak main-main gajinya. Atau kak Oliv udah punya pacar makanya gak mau sama karyawan disini?” Tanya Nana santai. Olivia sudah terbiasa dengan pertanyaan Nana yang extreme dan nyeleneh. “Aku gak apa loh kalau kak Oliv mau ajak cowok ke kamar kita. Asal info dulu ke aku. Biar kakak puas. Hihihiii… Kita kan manusia punya hasrat,” ucap Nana masih sibuk memandangi layar ponsel.

 

“Kamu ni aneh. Secretary kitchen keluar katanya gara-gara gitu-gituan dan kamu yang lapor. Mungkin kamu kali yang mau gitu - gituan juga. Bilang aja ke aku biar kamu puas. Aku juga gak pa-pa kamu pakai kamar ini. Asal info dulu ke aku,” balas Olivia santai. Padahal dalam hatinya sedikit kesal kalau ada yang berbicara topik yang mengandung privacy.

 

“Benarkah…? Kakak serius?” Nana terbangun dari bednya dan mendaratkan pantatnya ke bed Olivia.

 

Olivia pun kaget dengan reaksi yang diberikan Nana. Dirinya yang asal menanggapi ucapan Nana justru ditanggapi Nana dengan girang.

 

“Nah kan… kan…” Olivia terbangun dan mulai duduk. “Cowok yang mana mau diajak kesini?”

 

“Chef Dante…” celetuk Nana dengan tatapan mata berbinar-binar.

 

Ada rasa yang aneh dirasakan Olivia. Perasaannya terasa runtuh mendengar jawaban Nana.

 

“Gilak aja! Gak mungkinlah aku sama chef Dante. Hehehe,” ucap Nana membuat Olivia lega menghembuskan nafas.

 

“Terus sama siapa?” tanya Olivia.

 

“Sama kak Don. Assistant training manager kita disini.” Jawaban Nana itu membuat mata Olivia terbelalak tidak percaya.

 

“Don? Don yang jemput aku di bandara itu?” tanya Olivia supaya tidak salah tebak.

 

“Tepat sekali,” jawab Nana tersenyum malu-malu. “Hehehee… Gak dapat chef Dante tapi dapat kak Don juga gak masalah.”

 

“Enggak lagi gila kan kamu? Dia itu assistant training manager hloh! Kamu gak lagi kesambet kan?” Olivia memegang kening Nana. “Enggak ah! Gak mau kalau berurusan sama orang HRD. Bisa-bisa gak selesai training aku ntar.” Olivia kekeh dengan pendiriannya.

 

“Please deh kak Oliv… pokoknya aku gak akan nyusahin kak Oliv. Lagian kak Oliv setiap hari jarang di kamar. Pagi bangun berangkat kerja, siang balik bentar buat tidur, terus sore kerja lagi sampai malam. Apalagi jadi sekretaris chef Dante… nanti kakak akan lebih sibuk lagi. Keluar masuk pulau sama chef Dante buat beli bahan kitchen, ikut chef Dante meeting, ngechek setiap outlet restaurant di pulau. Ada 7 outlet… Kakak harus ngekor ngikutin chef Dante,” bujuk Nana membuat Olivia terdiam mengingat isi job deskripsi yang dibacanya. Secara garis besar, begitulah ringkasannya.

 

Andai saja dulu aku gak ketemu Dante. Atau andai saja cowok yang ku temui bukan Dante. Pasti akan beda ceritanya saat ini. Mau disuruh lembur jungkir balik pun sama Dante seharian pasti gak pa-pa. Penyesalan emang selalu diakhir… pikir Olivia dalam benaknya.

 

“Aku janji gak akan bawa-bawa nama kakak. Please…” Nana memelas menunjukan ekspresi memohon.

 

“Ya udah. Tapi jangan sebut nama ku ke kak Don kalau aku kasih izin. Pokoknya kalau aku balik kamar, kamar harus rapi dan aku gak mau lihat hal-hal yang aneh,” ujar Olivia disambut senyuman lebar oleh Nana.

 

“Hehehee… Makasih ya… Aku bisa janji kalau cuma itu doang,” sambung Nana.

 

Libur sehari akhirnya berakhir. Olivia harus bergegas masuk kerja kembali. Mulai hari ini dia memakai seragam baru. Rok selutut dengan atasan batik.

 

Ceklek… Olivia membuka pintu office Dante. Saat ini masih jam 7.30 pagi. Meski jam kerja mulai jam 8, Olivia berangkat lebih. Dia tidak mau kejadian hari pertama bersama chef Nomnom terulang.

 

Olivia memperhatikan meja kerjanya yang bertumpuk kertas invoice. Ada belanjaan peralatan kitchen dan bahan makanan. Melihat laptop yang masih mati, dia nyalakan dan memasukan password yang tertera di pojok laptop.

 

Karena ruangannya tidak ada sekat dengan Dante, Olivia bisa melihat kalau meja kerja Dante saat ini tidak rapi. Dia pun berinisiatif  membersihkan meja Dante dengan kertas tissue yang ada di ruangan itu. Olivia juga menata kertas-kertas agar tidak terlihat berserak.

 

Tapi tiba-tiba saja tangannya dicekal seseorang dari belakang. Jantung Olivia berdegup lebih cepat mengetahui orang itu adalah Dante.

 

“Jangan sentuh meja saya. Duduk saja di kursimu,” ucap Dante membuang tangan Olivia kasar.

 

Sangat tidak terduga. Olivia cepat-cepat kembali ke mejanya dan menenagkan diri. Dia bahkan tidak berani melirik atau menoleh ke arah Dante lagi.

 

Dante pun heran kenapa Olivia bisa ada di ruangannya. Dia pun segera menelpon seseorang untuk mengetahui hal itu.

 

“Hallo, Selamat pagi, Nomnom,” ucap Dante yang bisa didengar Olivia. “Kamu bilang akan mencarikan pengganti sekretaris saya. Kenapa anak itu ada di ruanganan saya?” tanya Dante sambil menatap dimana Olivia duduk.

 

Olivia yang kesal dengan ucapan Dante itu tidak mau menoleh sedikit pun. Dia berpura-pura menyibukan diri dengan mengechek email.

 

“Chef, waktu itu chef Dante bilang terserah saya. Ya jadi saya pilih Olivia. Lagi pula bu Tyas juga merekomendasikan Olivia. Jadi… ya saya setuju. Memang ada apa, chef? Apa Olivia telat masuk kerja? Mungkin sebentar lagi dia datang. Hari pertama waktu masuk di cold kitchen juga gitu,” jelas chef Nomnom membuat Dante melihat arlojinya. Masih pukul 7.45. Olivia pun sudah ada di depan pandangannya.

 

“OK, baiklah,” jawab Dante yang kemudian menutup ponselnya.

 

Olivia merasa tidak nyaman dengan situasi pagi ini. Olivia bisa merasakan kalau Dante sepertinya tidak suka dengan keberadaannya di ruangan itu.

 

Tiba-tiba saja ponsel Olivia bergetar, rupanya ada pesan masuk dari chef Nomnom. Olivia pun segera berdiri dan berjalan menuju meja kerja Dante. Tatapan datar. Tidak suka. Begitulah yang dilihat Olivia dari wajah Dante.

 

“Chef, saya izin keluar. Chef Nomnom minta saya mendata bahan makanan apa saja yang perlu diorder,” ucap Olivia. Saat ini dia benar-benar kesal. Tekanan darah sedang merayap naik susah diturunkan. “Chef Dante Alexander, nama saya Olivia. Chef bisa panggil saya Olivia atau Oliv. Bukan anak itu. Saya punya nama Olivia. Mohon bimbingannya selama 2 bulan kedepan. Saya permisi keluar. Terimakasih,” ucap Olivia.

 

To Be Continued….

Like, Comment, Masukan ke Favorite dan Vote nya ya kakak - kakak... Ini sangat membantu author. Terimakasih 😘

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

Audrey Chanel

Audrey Chanel

kpn kembaliin uangnya🤨

2024-07-05

0

CL

CL

Oliv tidak konsisten, sdh selama itu masa belum juga dikembalikan uang 40 Jt.
Kalau sdh niat mengembalikan, kesempatan pasti ada.

2024-05-28

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!