"Nona diamlah! kami hanya ingin mendandani anda"
"Tapi untuk apa? Ini sudah malam. Aku mau tidur" Renata terus memberontak pelan
"Nona kami mohon menurut lah. Jangan persulit hidup kami"
"Nona, Tuan Radika sudah menunggu anda di hotel"
"Sekertaris Jo? Memangnya ada acara apa? Kenapa aku harus di dandani?"
"Malam ini Tuan Radika mendapatkan jamuan makan malam dari Kolega besarnya di salah satu hotel berbintang. Dan anda diminta untuk menemaninya ke acara jamuan tersebut"
"Anda yakin Kak Dika memintaku untuk menemaninya?"
"Iya Nona. Jadi jangan perlambat pekerjaan mereka"
"Baiklah"
Akhirnya Renata pun menurut saja pada dua MUA yang mendandaninya hingga selesai.
"Astaga" Renata tersentak kaget saat menatap tubuhnya di depan cermin.
"Anda kenapa nona?"
"Apa ini benar tubuhku?"
"Ya"
"Aku masih tak percaya kenapa aku bisa berubah seperti ini?"
"Nona.. anda itu memang sangat cantik. Jadi mulai sekarang, lebih baik anda merubah penampilan anda agar Tuan Radika semakin menyayangi anda nona"
Benarkah? Apa dengan merubah penampilan Kak Dika akan menyayangiku selayaknya Seorang suami yang menyayangi istrinya?
Aku memang tak yakin cara ini akan berhasil. Tapi tidak ada salahnya kan jika aku mencobanya dulu.
Sekretaris Jo segera membawa Nona mudanya masuk ke dalam mobil. Sekitar 15 menit kemudian mereka sampai di sebuah hotel berbintang di mana tempat perjanjian jamuan makan malam itu diadakan.
Renata berjalan pelan didampingi dengan sekretaris Jo dan beberapa Bodyguard di belakangnya. Sangat anggun dan menawan hingga membuat semua mata menatapnya kagum kearahnya.
Wah.. Cantik sekali
Cantiknya wanita itu..
Ini sih bidadari..
Beberapa seruan, celotehan, dan pujian terdengar sampai ke telinga Renata. Senang? Jelas ia merasa senang karena mendapat pujian dari banyak orang. Membuat dirinya hanya menyunggingkan senyum manis untuk mereka.
Deg
Namun rasa senang itu seketika berubah menjadi rasa kecewa karena orang yang ia tuju tidak menatapnya sama sekali. Jangankan untuk menyapa, meliriknya saja tidak dilakukan oleh Radika.
Renata akhirnya hanya berdiam diri ditempat ia berdiri tanpa berani untuk mendekati suaminya.
"Tuan, apa wanita ini istri anda?" tanya salah satu kolega.
"Ya, dia istri saya" jawab Radika sembari melingkarkan tangan di pinggang Renata dan mendekapnya posesif.
"Wah.. Anda benar-benar tidak salah pilih istri. sangat-sangat cantik"
Radika hanya tersenyum menanggapi pujian koleganya. Yang ia lakukan justru di luar dugaan. Tanpa rasa malu dan tanpa canggung, Radika malah mencium kening Renata dengan mesra.
Ciuman yang sekolah penuh kasih sayang dan cinta yang tersimpan di dalamnya. Membuat siapapun pasti akan mengartikan kecupan singkat itu sebagai bukti serta tanda cinta dari sang suami kepada istrinya.
"Tuan, anda benar benar membuat saya merasa iri"
Radika yang mendapatkan pujian Karena kecantikan istrinya pun hanya bisa menampilkan senyum sepanjang acara berlangsung. Bahkan hingga acara tersebut selesai.
Begitupun dengan Renata. Ia juga terus tersenyum senang hingga pulang kembali ke Mansion.
"jangan kau pikir dengan merubah penampilanmu, kau bisa mengambil hatiku. Hhh... Dasar wanita sialan! Karena bagiku mau berdandan atau tidak, kau tetaplah wanita buruk rupa!"
Deg
Bibir yang masih melengkung ke atas seketika berhenti dan tak lagi menampilkan senyum dan keramahan.
"Kenapa kak Dika jahat sekali kepadaku?" Batin Renata teriris. Dia hanya bisa menangis sesenggukan di dalam kamarnya.
Dia tak menyangka takdir hidup akan terbalik dengan cepat. Baru saja dirinya merasakan manisnya dijunjung tinggi bak seorang putri, kini ia malah merasakan bagaimana direndahkan bak tumpukan sampah busuk.
...****************...
Hari demi hari dilalui Renata seperti biasa. Mendapatkan hinaan, cacian, bahkan siksaan sudah menjadi pelengkap hidupnya selama menjadi istri dari seorang CEO.
Di weekend ini Renata berniat untuk mengajak Moana jalan-jalan. Karena sang pengasuh sedang mengambil cuti, mereka pun hanya pergi berdua. Tak ada pengawalan sama sekali di sana, karena Radika memang tak begitu memikirkan Putri semata wayangnya.
Saat mereka sedang asyik berjalan di mall. Tiba-tiba datanglah segerombolan orang-orang yang tengah berlari melewatinya dengan cepat. Sepertinya mereka ingin menyerbu big sale yang baru saja dibuka pada toko di ujung ruang tersebut.
Namun bukan itu yang menjadi permasalahan utama. Karena Renata tidak siap dengan keadaan sekitar, akhirnya ia dan Moana pun tersungkur jatuh ke lantai.
Suara tangis Moana begitu kencang dan menggema hingga terdengar ke telinga wanita paruh baya yang sedang makan siang di resto dekat lokasi kejadian tersebut.
"Moana" teriak wanita paruh baya tersebut yang ternyata adalah nyonya Sarah.
Melihat cucu kesayangannya terjatuh, ia berlari dan mengambil Moana dari dekapan Renata. Kemudian Nyonya Sarah menimang-nimang Moana dan mencoba untuk menenangkan tangisnya.
Namun yang terjadi bukannya tambah diam, Moana malah semakin terisak dan histeris. Sepertinya terjadi sesuatu pada tubuh bocah kecil itu.
"Kau harus bertanggung jawab dengan semua kejadian ini Renata" Seru Nyonya Sarah sembari pergi meninggalkan Renata dengan segala kebingungan dan ketakutan yang luar biasa.
Tak ingin hanya berdiam diri, Renata pun mengikuti Nyonya Sarah hingga ke rumah sakit. Alangkah terkejutnya dia saat dokter mengatakan bahwa tangan Moana mengalami kegeseran tulang ringan.
Meskipun sang dokter mengatakan ini tidaklah kenapa, tapi baginya ini adalah masalah yang sangat serius.
Tubuhnya sudah berkeringat dingin saat melihat Radika yang berjalan ke arahnya.
Saling berhadapan namun hanya diam. Renata tahu jika amarah sedang menguasai hati suaminya. Hal itu sangat terlihat jelas dari sorot mata yang menatapnya tajam. Tatapan mata yang seolah ingin menguliti mangsanya.
"Titip Moana Ma"
"Kamu mau ke mana?"
"Aku akan memberikan pelajaran kepada wanita yang tidak tahu diri ini"
"Terserah padamu"
Deg
Tubuh Renata membeku, jantungnya seolah berhenti Berdetak saat mendengar jawaban dari Nyonya Sarah.
Bagaimana tidak? Biasanya Nyonya Sarah lah yang selalu membela dan melindunginya meskipun tidak secara gamblang. Tapi mengapa untuk kali ini dia malah diserahkan begitu saja pada putranya yang kejam?
Apa Nyonya Sarah begitu marah padaku?
Renata hanya bisa pasrah saat tangannya di tarik paksa dan di seret masuk ke dalam kamar. Dirinya sangat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Seperti biasa, penderitaan akan dimulai lagi dengan siksaan kejam dari suaminya.
Tanpa pikir panjang Renata pun langsung menghampiri Radika yang sudah duduk nyaman di sofa kamar itu. Ia segera berjongkok di lantai, mensejajarkan dirinya tepat di depan kedua kaki Radika yang sudah terbuka.
Dan...
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
mertua dan anaknya sama2 gak punya hati
2024-06-25
1
宣宣
ibu sama anak sama saja....
2024-05-11
0
宣宣
kayak nya Dika ada dendam tersembunyi pada Nata .....
2024-05-11
0