...PERHATIAN⚠️...
...Judul cerita yang awalnya "Bosku adalah Suamiku", telah berganti judul menjadi "The Perfect Marriage", karena perubahan alur cerita yang sungguh membuat tercengang. Semua isi cerita ini, hanya fiksi belaka. Jangan menyangkut-pautkan dengan kejadian di real life, walaupun memang ada....
...****************...
Di besok harinya, di keluarga Wirangga, sepasang suami-isteri tengah menunggu anak-anak mereka untuk segara turun dari kamar.
"Papa yakin kalau Hana menerima permintaan kita?" tanya wanita paruh baya, Naena Syaranura. Wanita berdarah Amerika yang menikah dengan pengusaha kaya, Diego Michiels Wirangga. Di pernikahan mereka, Diageo dan Naena di karuniai 4 orang anak laki-laki.
"Good morning, Mom and Dad!" sapa seorang anak laki-laki yang baru saja turun dan berlari mendekati meja makan.
"Good morning to, baby." sapa Mama Naena dengan mengecup kening Putra bungsunya, Gara Alexander Wirangga. Bocah berusia 10 tahun, yang sudah duduk di bangku Sekolah Dasar.
"Di mana Kakak-kakak mu, Son?" tanya Papa Diego yang menatap Putra bungsunya. Pria yang sudah berusia setengah abad itu begitu masih tampak gagah, tampan, dan masih mempesona di saat kala muda.
"Kak Bryan, Kak Darren, dan Kak Kevin masih-"
"Kami datang."
Mama Naena menoleh dan tersenyum dengan kedatangan ketiga Putra tampannya, Kevin hanya memasang raut wajah datar dan duduk di sebelah sang Papa. Papa Diageo menatap Putra yang tampak berbeda dari biasanya.
"Kamu kenapa?"
Kevin menoleh. "Aku baik-baik, Pa."
"Maksud Papa bukan itu, Nak." celetuk putra ketiga dari Naena dan Diego, "Kenapa kamu masih begitu berantakan seperti tidak di urus. Benarkan, Pa?" tambahnya dengan wajah tengil. Darren Hayes Wirangga, remaja laki-laki berusia 15 tahun yang memiliki sikap tengil namun begitu penyayang dan peka. Remaja yang sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama yang begitu tampan dan cool, Papa Diego begitu memuji hasil kerja kerasnya selama bertempur dengan Mama Naena.
"Kak Kevin butuh istri," sahut pria yang lebih dewasa dengan raut wajah menggoda Kakak laki-lakinya, Bryan Emerson Wirangga. Pria yang hanya berbeda 3 tahun dari Kevin, yang saat ini sudah sukses menjadi Dokter Umum di perusahaan keluarganya sendiri.
Kevin melirik tajam kepada ketiga Adiknya yang begitu hobi menggoda dirinya. "Diam lah! Menganggu saja!" kesal Kevin membuat Gara melirik dan tertawa ringan.
"Kakak sudah tua, Kakak harus cepat mencari istri!"
Mama Naena mendelik mendengar ucapan Putra bungsunya. "Kamu masih kecil tapi sudah pandai berbicara ya? Cepat habiskan sarapannya, kalian harus cepat ke sekolah!" tegur Mama Naena membuat bocah 10 tahun itu seketika diam.
Kevin kembali memasang wajah datar dan menatap sarapan paginya dengan tidak minat. "Ya, aku memang sudah membutuhkan istri, tapi-"
"Kevin," panggil Papa Diego, Kevin menoleh menatap sang Papa dengan bingung. "Kamu hari ini pulanglah cepat. Kita akan pergi ke kediaman sahabat Papa,"
"Aku tidak ikut?" tanya Darren dengan Gara yang mengangguk. Bryan memutar matanya malas dan menyentil dahi kedua Adiknya.
"Kalian masih kecil! Di rumah saja,"
"Pa, aku sedang sibuk. Lain waktu-"
"Papa dan Mama tidak menerima penolakan apapun, Kevin!" potong Mama Naena membuat Kevin menghela napas panjangnya.
"Hanya makan malam?" tanya Kevin dengan raut wajah yang kembali datar. Dirinya benar-benar tidak berniat untuk pergi ke acara manapun, dan Kevin begitu menghindari acara makan malam dengan sahabat orang tuanya.
"Iya, hanya sebentar saja." jawab Papa Diego yang begitu berharap bahwa Kevin bisa di ajak bekerjasama kali ini. Kevin menaruh alat makannya dan mengangguk.
"Baiklah, hanya sebentar dan tidak lebih. Aku pergi,"
...****************...
"Ma, kenapa aku tidak boleh bekerja?" tanya Hana tidak mengerti, karena Mama Yura dan Papa Aiden begitu kompak melarang dirinya untuk keluar hari ini.
"Sudah kamu menurut saja, Hana." jawab Papa Aiden dengan mengelus rambut sang Putri. Melihat sikap kedua orang tuanya yang berbeda dari biasanya, membuat Hana mulai menaruh curiga.
"Mama dan Papa punya rencana apa?" tanyanya dengan curiga. Papa Aiden dan Mama Yura saling berpandangan.
"Kamu ingat kan dengan Om Diego dan Tante Naena?" tanya Mama Yura membuat Hana terdiam sejenak, lalu mengangguk sebagai jawabannya.
"Mereka akan datang untuk makan malam. Ayo bersiap-siap, mereka akan datang sebentar lagi." kata Mama Yura yang belum ingin memberitahukan niatnya kepada sang Putri. Mama Yura memberikan sebuah dress berwarna biru muda tanpa lengan yang begitu indah di mata Hana.
"Tapi, Ma-"
"Demi Mama dan Papa," sela Papa Aiden yang begitu berharap lebih kepada sang Putri. Hana menghela napas panjang, bila sudah seperti ini bagaimana caranya Hana menolak permintaan kedua orang tuanya.
"Baiklah, aku akan bersiap-siap."
Mama Yura dan Papa Aiden tersenyum hangat. "Terima kasih banyak. Mama akan memanggil mu, bila mereka sudah tiba."
Hana menatap kepergian kedua orang tuanya dan beralih menatap dress indah di tangannya. "Setelah makan malam, aku harus mengurus pengunduran diri di Wirangga Team."
Hana bergegas bersiap-siap dan memoles wajah cantiknya dengan sedikit make-up tipis. Sedang di lain sisi, Papa Aiden dan Mama Yura menyambut kedatangan kedua sahabat mereka dengan penuh suka cita.
"Selamat datang di rumah ku, Diego." sapa Papa Aiden membuat Papa Diego tertawa ringan.
"Kamu ternyata masih sangat tampan seperti dulu," pujinya berhasil membuat Papa Aiden menggelengkan kepalanya.
"Kamu juga tidak banyak berubah," katanya dengan tangan yang masih berjabat, "silahkan masuk dan ...?"
Papa Diego melirik ke arah Putra sulungnya, "Dia Kevin O'Leary Wirangga, Putra sulung ku."
Kevin mendekat dan berjabat tangan dengan orang tua di hadapannya dengan wajah datar dan hanya sedikit senyum. "Selamat malam, Tuan dan Nyonya Blezynski,"
Tunggu? Marga mereka Blezynski?! batin Kevin yang langsung terkejut setelah menyadari sesuatu.
Papa Aiden tersenyum hangat. "Kamu sungguh tampan seperti Diego," Kevin tersadar dan hanya tersenyum setipis benang.
"Silahkan masuk, aku akan memanggil Putri ku untuk segara turun." Mama Yura bergegas menuju kamar Putrinya, Kevin hanya menatap rumah besar nan megah tersebut dengan hati yang tak menentu.
Hanaruka Blezynski? Apa yang mereka rencanakan untuk ku dan Hana? batin Kevin tak mengerti.
Mereka duduk dan tak lama pelayan datang untuk memberikan segelas minum dan cemilan. "Oh, di mana kedua Putra mu, Aiden?" tanya Papa Diego membuat Papa Aiden tersenyum.
"Mereka sedang gym," jawabnya dengan lugas. Tak lama, suara hentakan high heels yang begitu menggema, membuat atensi mereka semua mengarah ke arah tangga. Kevin memilih untuk tidak menoleh dan sibuk mengatur degup jantungnya, karena melihat kecantikan perempuan yang menjadi sekretaris nya itu dari pantulan kaca.
Sangat cantik, batinnya dengan menyungging senyum.
Hana tersenyum hangat ke arah mereka semua dan duduk berdampingan di sebelah Mama Yura. Hana hanya tertunduk saat menyadari bahwa ada pria lain di antara mereka. Hana mulai gugup dan semakin menaruh curiga dengan kedua orang tuanya sendiri. Hana berusaha untuk berpikir positif, bahwa ini hanyalah makan malam biasa tanpa wacana apapun.
"Sangat cantik," puji Papa Diego dengan Mama Naena yang mengangguk setuju. Kevin hanya diam dan memuji kecantikan Perempuan di hadapannya dalam diam.
"Sebelum kita makan malam, ada hal yang ingin kami sampaikan kepada kalian berdua." Kata Papa Aiden secara tiba-tiba membuat rasa gugup Kevin dan Hana begitu membuncah.
Papa Aiden mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. "Leluhur dari Keluarga Blezynski dan Wirangga membuat sebuah permintaan terakhir mereka untuk cucu mereka nanti."
Kevin semakin di buat penasaran dengan kalimat selanjutnya dari pria paruh baya di hadapannya. Hana yang mulai penasaran, langsung menadah ke arah sang Papa.
"Sayang, maafkan Papa karena kamu harus menikah dengan Putra sulung dari Keluarga Wirangga."
DEG ....
Wirangga? Nama itu? batin Hana yang semakin di kejutkan dengan siapa pria di hadapannya.
"Kamu!" seru Hana membuat kedua keluarga tersebut terkejut. Kevin hanya diam menatap perempuan yang terkejut karena dirinya.
"Hana! Duduk kembali," tegur Mama Yura membuat Hana langsung mendudukkan dirinya kembali.
"Pa, maksud Papa apa?!" tanya Hana tidak mengerti. Papa Aiden menghela napas panjang.
"Nak, Papa dan Mama tidak bisa menolak permintaan terakhir dari Leluhur. Kamu harus menikah dengan Kevin, untuk memenuhi permintaan terakhir mereka." jelas Papa Aiden membuat tubuh Hana seketika bergetar menahan tangis.
"Dad, don't joke!"
"Kami tidak bercanda, Nak. Kalian sudah di jodohkan sejak kecil, dan usia kalian saat ini sudah matang untuk ke jenjang pernikahan." sahut Papa Diego dengan Papa Aiden menanggapi sebuah anggukan.
Hana menghapus air matanya dan menatap Kevin dengan amarah yang terlihat membara. "Kenapa tidak Kak Yoshi saja di nikahkan! Kenapa harus aku?!"
Hana langsung pergi begitu saja dengan air mata, yang membuat Kevin menjadi tegang.
"Hana!"
"Tuan, biar saya yang menyusul Hana." ujar Kevin menawarkan diri. Papa Aiden dan Mama Yura menghela napas dan mengangguk. Setalah mendapatkan izin, Kevin bergegas menyusul Hana ke taman belakang.
Kevin sebenarnya juga terkejut dengan ucapan keluarganya, yang mengatakan perjodohan antara dirinya dengan Hana. Tetapi rasa terkejut lenyap karena melihat kecantikan yang begitu membuat Kevin seketika diam terpaku. Tidak menyangka bahwa dirinya akan di jodohkan, dan biasanya Kevin berusaha dengan banyak alasan untuk menolak tawaran makan malam, kencan buta, ataupun rencana dari kedua orang tuanya.
Tetapi entah mengapa, kali ini Kevin menurut dan tidak menolak ajakan kedua orang tuanya. Kevin menatap punggung Hana yang bergetar karena menangis membelakangi dirinya.
"Saya tahu kamu terkejut," Kevin langsung menyelipkan jas nya di antara bahu jenjang Hana.
"Sedang apa kamu di sini? Pergi!" Usir Hana dengan suara parau. Kevin bergeming melihat wajah Hana yang sudah dibasahi air mata. "Aku bilang pergi!"
"Tidak,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments