Bel berbunyi dengan nyaring memekakkan telinga. Dengan kesal Kelvin menghampiri pintu dan mengintip siapa yang datang.
"Alia?" bingung Kelvin. Tapi seketika wajahnya berubah sumringan. Ia membuka pintu dengan semangat empat lima.
Ceklek
Pintu terbuka, Alia langsung menerobos masuk dengan langkah cepat. "Mana Uwais?" tanya Alia dengan tampang marah.
"Kamu kok marah sih, Al?" tanya Kelvin bingung.
"Bagaimana aku tidak marah? Orang tua Uwais sudah menghubungi polisi untuk mencarinya," sahut Alia kesal.
"Terus?" Kelvin sama sekali tidak peduli dengan kekhawatiran wanita di hadapannya.
"Jadi benar, Uwais ada di sini bersama Lo?" Alia kembali melanjutkan pencariannya di setiap sudut kamar. Ia menemukan Uwais terbaring di ranjang yang ada di kamar tamu.
"Untuk apa kamu melakukan ini, Vin? Gue mohon hentikan semua ini. Lo hanya akan membahayakan diri Lo sendiri," jelas Alia.
Ia kemudian menepuk-nepuk pipi Uwais mencoba menyadarkan pria itu. Tapi sama sekali tidak berhasil. "Lo apakan Uwais, Vin? Sampai dia tidak sadar seperti ini?" Alia semakin di buat kesal oleh pria aneh di hadapannya.
Kelvin hanya diam mendengar ocehan Alia. Baginya suara itu menjadi musik merdu di telinganya. Mengambil sebatang rokok lalu menikmatinya dengan santai.
Sikap Kelvin semakin memancing emosi Alia. "Lo benar-benar gila, Kelvin!" maki Alia sambil melempar bantal ke arah Kelvin.
Kelvin tetap tidak goyah. Ia malah tersenyum nakal pada Alia agar wanita itu semakin kesal padanya. "Lo mau masuk penjara? Lo mau mati di tangan Tuan Bram saat dia berhasil tahu kalau Lo lah pelaku yang sebenarnya?" teriak Alia mengingatkan.
Kelvin tetap diam sambil menikmati rokoknya.
"Lo gila, Kelvin? Gue benci pria seperti Lo!" Sambung Alia lepas kendali.
Kelvin akhirnya meletakkan rokoknya dengan keras di atas meja sehingga menimbulkan bunyi yang nyaring. Alia berubah menjadi ciut melihat Kelvin berubah kesal padanya. Jarak mereka semakin dekat tapi Alia berusaha mundur untuk menjauhi Kelvin.
"Silahkan Lo benci sama gue, silahkan! Selama ini aku selalu mencoba mendekati Lo tapi apa yang gue terima. Penolakan! Sekuat apa pun gue berjuang untuk mendapatkan Lo tapi tetap saja tidak bisa meluluhkan hati Lo. Hanya ada Uwais, Uwais dan Uwais?" kata Kelvin sambil maju perlahan menghampiri Alia.
"Gu-gue minta maaf, Vin. Gue tahu, gue salah. Tapi jangan lakukan ini, ku mohon!" lirih Alia ketakutan. Ia sudah tidak bisa mundur lagi. Tubuhnya benar-benar montok bersandar di dinding.
"Gue nyerah untuk mendapatkan Lo, Al. Gue nyerah mencoba membahagiakan Lo dengan diriku sendiri. Makanya gue mencoba membahagia Lo melalui cowok yang Lo suka. Dengan melihat Lo bahagia pasti akan membuat aku bahagia. Tapi cowok yang Lo suka ini malah udah kawin bersama wanita lain." Kelvin terus mengoceh, matanya mulai berembun menandakan betapa hancurnya hatinya saat ini.
Alia tercengang mendengar penjelasan Kelvin yang mengatakan pria yang ia cintai sudah menikah. "Bagaimana mungkin? Kemarin gue datang ke rumahnya, tapi Tante Izati sama sekali tidak mengatakan apapun tentang hal ini," ucap Alia tidak percaya dengan ucapan Kelvin.
"Kalau aku bohong sama kamu ... untuk apa aku membawa Uwais ke sini. Aku hanya tidak ingin kamu sedih dan kecewa. Aku akan pastikan pria yang kamu cintai tidak menjadi milik orang lain. Harusnya kamu berterima kasih sama aku, bukan malah sebaliknya!" Kelvin mendekati Alia dengan sorot mata penuh hasrat.
"Lo mau apa, Vin? Jangan macam-macam sama gue! Kalau tidak aku akan bunuh diri!" Ancam Alia mengeluarkan pisau dari dalam tasnya.
Ia tahu begitu cintanya Kelvin padanya sehingga pria itu tidak ingin menyakitinya sedikit pun. Tapi tidak untuk sekarang. Kelvin sudah terlalu menginginkan Alia.
"Seharusnya kamu memberiku sedikit saja imbalan. Aku sudah bersusah payah melakukan semua ini hanya untuk kamu," Kelvin mendekati Alia dengan wajah yang menyeramkan.
"Gue mohon, Vin. Jangan lakukan itu, kalau Lo tetap melakukan itu maka gue selamanya tidak akan menemui lo lagi." ancam Alia, tapi Kelvin tetap pada keinginannya untuk menyantap Alia.
Sebelum Kelvin berhasil mendekatinya, Alia sempat share lokasi pada Izati.
*
*
*
Hana sama sekali tidak bisa tenang, ia mondar-mandir di dalam kamar khawatir dengan keselamatan suaminya. Ia bingung harus melakukan apa untuk membantu mencari keberadaan Uwais sementara dia juga sangat minim kenalan.
Tiba-tiba pintu di buka oleh Mbak Surti yang ingin menyampaikan sesuatu padanya. "Tuan Muda udah ketemu, Non." Ujar Mbak Surti dengan gembira.
"Oh, yah. Syukur lah." Hana akhirnya bisa bernafas lega.
Sementara itu di lantai bawah. Bram segera mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki lokasi Alia. Memang belum jelas tapi mereka yakin jika Alia berniat untuk menyampaikan dimana keberadaan putranya sekarang.
"Mommy ikut, Dad." Izati memohon pada suaminya.
"Nggak perlu, Mommy tunggu di rumah aja yah." Bram bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan oleh anak buahnya.
Izati terduduk lemas. Ia khawatir pada keselamatan putranya dan kini ia juga khawatir pada gadis pilihannya. Ia berhutang Budi pada Alia karena sudah mau membantu mencari keberadaan Uwais.
"Semoga kalian baik-baik saja," gumam Izati berdoa.
*
*
*
"Periksa CCTV gedung ini! temukan anak saya tanpa mengganggu kenyamanan orang lain." Bram sudah sampai di gedung apartemen dimana Kelvin tinggal.
Anak buahnya berkerja dengan cepat. Mereka sudah menemukan beberapa potongan CCTV yang mencurigakan. Pihak gedung apartemen terpaksa membuka akses untuk Bram dan anak buahnya masuk ke unit yang mereka mau. Bram sudah terkenal dengan kekejamannya. Meskipun tampak santai tapi dia orangnya tegas.
"Buka cepat!" perintah Bram. Agar tidak menggangu orang lain. Bram hanya membawa beberapa anak buahnya yang terpercaya dan telaten.
Mereka sudah berhasil membobol masuk, segera mencari keberadaan Uwais dan samar-samar mendengar teriakan seseorang.
"Jangan!"
Suara itu jelas terdengar oleh mereka. Mencari di mana sumber suara itu. Bram mendapati Kelvin berusaha memperkosa Alia. Meskipun bajunya sudah compang-camping tapi wanita itu masih berusaha melawan.
"Om Bram!" seru Alia berlari menghampiri Bram lalu bersembunyi di balik punggung pria paruh baya itu. "Tolong aku, Om." lirihnya.
Kelvin tampak bingung dan kaget dengan kedatangan Bram dan anak buahnya secara tiba-tiba tanpa dia ketahui. "Bagaimana kalian bisa masuk?" Kelvin tampak geram.
Bram tidak habis pikir. Ternyata teman terdekat putranya sendiri yang berani berurusan dengan nya. "Jadi dia dalang dari semua ini,"
"Iya, Om. Kelvin terobsesi pada Uwais makanya dia tidak terima jika Uwais sudah menikah," sahut Alia berbohong.
Kelvin menatapnya nyalang. Wanita yang di cintainya memfitnahnya begitu kejam. Ia bukan seorang g*y yang menyukai sesama sejenis. Buktinya ia masih berusaha memperkosa Alia tadi.
"Berani Lo mem-" Kelvin menghampiri Alia untuk memberi perhitungan tapi langkahnya di hentikan oleh Bram.
"Selangkah kamu maju maka nyawamu melayang detik ini juga," Bram menodongkan pistol ke kepala Kelvin.
Pria itu sama sekali tidak takut mati. "Om harus ingat, dia bukan wanita baik-baik seperti yang Om pi-"
DORRR
Satu tembakan bergema seisi ruangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Dhe K
penyelesaian masalah yg mudah.
dorrr
2024-02-11
2