Menghilang

Beti terlihat gelisah di ruang tamu dengan sesekali dirinya menatap kearah pintu utama rumah tersebut.

"Papa belum pulang juga, Ma?" tanya Julio yang baru turun bersama istri barunya.

Beti menolehkan kepalanya kearah sumber suara. Lalu ia menggelengkan kepalanya sebagai belasan atas ucapan dari sang putra.

"Mama coba hubungi masih tidak bisa?" kini giliran Almira yang bertanya. Namun lagi dan lagi Beti menggelengkan kepalanya dengan lesu.

"Astaga, Papa sebenarnya kemana sih? Sudah terhitung 3 minggu setelah pernikahan Julio dan Almira, Papa tidak ada kabar sama sekali. Pihak perusahaan pun juga tidak ada yang mau membuka suara tentang keberadaan Papa," ucap Julio yang ikut pusing memikirkan hilangnya sang Papa selama ini. Tak tau saja mereka jika Maikel saat ini tengah sibuk di luar negeri. Ya, Maikel tidak memberikan kabar apapun kepada keluarganya. Seluruh karyawannya, supir dan orang kepercayaannya pun ia suruh untuk tutup mulut. Bahkan ia telah mengganti nomor teleponnya, memang seniat itu Maikel berusaha menghindari keluarganya terutama Beti.

"Mungkin Papa saat ini tengah melakukan perjalanan bisnis. Dan gara-gara itu pula beliau belum bisa memberi kabar ke kita saking sibuknya," timpal Almira.

"Kalau dia memang sedang perjalanan bisnis biasanya dia pulang dulu sebelum berangkat untuk mengambil pakaian dan bersiap. Tapi selama tiga minggu belakangan dia tidak ada kabar sama sekali," ucap Beti dengan bibir yang mengerucut.

"Apa yang di katakan istri Julio tadi ada benarnya juga, Ma. Di dalam dunia bisnis, ada saatnya kita berada di dalam situasi yang begitu sulit entah itu ada problem atau hal lainnya yang harus segera kita atasi. Dan karena situasinya sudah tidak kondusif, makanya tak jarang kita langsung pergi begitu saja tanpa pamit kepada keluarga, seperti Papa sekarang ini. Jadi Mama tenang saja ya, yakinlah Papa akan baik-baik saja dimanapun beliau berada dan Papa juga tidak akan pernah mengkhianati Mama. Dan daripada Mama terus galau seperti ini, gimana kalau Mama sama Almira pergi ke mall saja untuk refreshing?" Almira tampak sumringah mendengar tawaran dari sang suami.

"Ide Mas Julio bagus tuh, Ma. Kita nyalon bareng, shopping tas, baju, sepatu dan lainnya. Almira jamin setelah pulang dari shopping nanti Mama tidak akan galau lagi. Lagian walaupun Papa saat ini entah berada di mana tapi beliau masih mentransfer uang ke Mama, jadi Mama harus memanfaatkan uang itu untuk menyenangkan diri Mama sekaligus untuk mempercantik diri biar saat Papa nanti pulang beliau langsung klepek-klepek deh sama Mama. Gimana? Mama mau kan?" Beti tampak berpikir sejenak. Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh menantunya itu. Walaupun Maikel tidak ada, uang dia masih terus mengalir ke rekeningnya setiap bulan. Dan uang itu harus ia manfaatkan sebaik mungkin untuk mempercantik diri agar Maikel semakin terpikat dengannya.

Dengan berpikir cukup matang akhirnya Beti memutuskan untuk mensetujui ide Julio tadi.

"Baiklah kalau begitu Mama setuju. Almira tunggu Mama siap-siap dulu sebentar," ucap Beti yang tentu saja diangguki setuju oleh Almira. Kepergian Beti tadi disusul oleh Almira yang akan bersiap-siap setelah mengantar suaminya sampai di depan rumah untuk berangkat bekerja.

Dan kini mereka telah berada di salah satu mall terbesar di Jakarta. Kedua tangan mereka pun sudah memegang beberapa paper bag hasil belanjaan mereka tadi.

"Ma, ke toko perhiasan yuk. Almira pengen beli kalung baru," ujar Almira excited yang dibalas anggukkan oleh Beti tak lupa senyum pun menghiasi bibirnya.

Kini keduanya telah memasuki sebuah toko perhiasan. Senyum keduanya pun terus mengembang melihat jajaran perhiasan emas, perak, sampai ke perhiasan berlian tersusun rapi di dalam etalase kaca.

Mata keduanya pun terus menelusuri deretan perhiasan itu, hingga tak sengaja mata Almira melihat kearah lain di sisi toko perhiasan itu. Ia tampak mengerutkan keningnya saat matanya itu menangkap postur tubuh dari seseorang yang berada di depan sana.

"Kok orang itu postur tubuhnya mirip sama Laura. Apa jangan-jangan itu Laura lagi," gumam Almira yang sayangnya ucapannya itu masih bisa di dengar oleh Beti walaupun sangat samar. Namun karena ia penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sang menantu, ia menolehkan kepalanya kearah Almira sembari berkata, "Almira, ada apa?"

"Ma, coba lihat ke sana deh. Ke perempuan yang rambutnya sepinggang terus di gerai, pakai dress warna blue sky itu," ujar Almira yang tentu saja dilakukan oleh Beti. Wanita paruh baya itu mengikuti instruksi yang diberikan oleh menantunya.

"Dia? Kenapa memang?" tanya Beti.

"Mama ngerasa gak sih kalau orang itu adalah Laura?" Pertanyaan itu justru mendapat gelak tawa dari Beti.

"Dia? Laura? Mustahil. Laura saat ini sudah menjadi gelandangan Almira. Dia tidak mungkin bisa menginjakkan kakinya ke mall ini apalagi sampai memasuki toko perhiasan. Dan apa kamu tidak ingat saat dia masih menjadi istri Julio, tampilan dia sangat-sangat kampungan hanya memakai daster kemana-mana. Sedangkan perempuan disana penampilannya sangat anggun, brand yang dia kenakan saja dari brand ternama, sangat-sangat berbanding terbalik dari penampilan Laura. Lagian uang darimana, sampai dia merubah penampilannya seperti orang-orang kaya seperti kita ini. Jadi sudah Mama pastikan jika dia bukan Laura, tapi orang lain yang mungkin mirip dengan perempuan murahan itu. Sudahlah, daripada memikirkan wanita sialan itu lebih baik kita fokus ke tujuan awal kita kesini," ujar Beti kembali fokus dengan beberapa perhiasan disana sembari sesekali ia menunjuk perhiasan yang sekiranya menarik minatnya.

Sedangkan Almira, ia masih memfokuskan dirinya menatap kearah seseorang yang ia yakini dia adalah Laura. Sampai saat perempuan itu sedikit menyampingkan kepalanya sehingga memperlihatkan sebagian wajahnya, tebakan Almira semakin terbukti. Namun saat dirinya ingin memberitahukan jika orang di sebrang sana adalah Laura kepada Beti, wanita paruh baya itu justru memberikan instruksi kepadanya agar tak mengganggu dirinya. Alhasil Almira kembali membungkam bibirnya, namun tidak dengan tatapan matanya yang saat ini terus mengarah ke Laura. Hingga tanpa ia duga-duga, terlihat seorang laki-laki dari luar mendatangi Laura. Laki-laki itu tampak mengelus kepala Laura dengan sayang, keduanya pun sesekali saling melempar senyum di bibir mereka kala keduanya saling bertatapan satu sama lain. Namun bukan itu hal terpenting yang berhasil membuat Almira hampir terkena serangan jantung. Melainkan Almira di buat shock bukan main saat dirinya kenal betul siapa laki-laki yang saat ini berdiri disamping Laura.

"Tidak. Ini pasti aku cuma sedang halu saja. Apa yang aku lihat sekarang hanya bayangan saja bukan kenyataan. Ayo Almira sadarlah," batin Almira ia pun sesekali mengerjabkan matanya, berharap apa yang ia lihat saat ini segera hilang.

Namun sayang bukannya menghilang, justru objek penglihatannya semakin jelas. Dan saat itulah Almira percaya jika apa yang ia lihat saat ini adalah nyata bukan hanya khayalannya saja. Sehingga saat kedua orang itu keluar dari toko perhiasan, Almira segara berlari mencoba menyusul kedua orang tersebut tanpa peduli dengan panggilan Beti.

Terpopuler

Comments

Anhy Salewa

Anhy Salewa

hahahaahha

2024-05-14

0

Yunia Afida

Yunia Afida

semangat laura

2024-01-23

0

Entin Fatkurina

Entin Fatkurina

makin seru ceritanya, karena penuh misteri, tetap semangat yeni cantik.

2024-01-22

1

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!