Keputusan

Maikel berdecak saat Laura masih saja diam setelah ia berkata panjang kali lebar. Ia pun juga melepaskan kedua tangannya dari samping pipi Laura.

"Ck, jangan buat saya marah Laura karena kamu tau sendiri jika saya marah bisa saja membahayakan dirimu sendiri. Jadi ambilah keputusanmu sekarang juga, karena sudah tidak ada lagi waktu untuk menunda keputusanmu," ujar Maikel.

Laura tampak menggigit bibir bawahnya, kedua tangannya pun saling bertautan menandakan jika ia masih berada di dalam kebingungan.

Cukup lama kedua orang itu saling terdiam hingga suara lirih Laura terdengar, "Saya tidak memiliki kemampuan apapun untuk membalas perbuatan mereka."

Maikel mengusap wajahnya dengan frustasi. Apakah sedari tadi menantunya itu tidak mengerti dengan apa yang ia bicarakan?

"Sudah saya katakan Laura! Jika saya akan membantu kamu!" ucap Maikel dengan suara penuh dengan penekanan.

"Saya akan membantu kamu membalaskan dendam ke mereka semua. Saya akan mendukung dan memantau kamu dari tindakan jahat mereka saat kamu melakukan aksi balas dendam. Dan semua yang akan kamu lakukan, saya akan selalu mendukungmu, saya akan selalu berada di belakangmu," sambung Maikel. Kadar kesabaran Maikel semakin menipis dan lihat saja nanti jika Laura tak kunjung memutuskan keputusannya, sudah bisa dipastikan laki-laki paruh baya itu pasti akan mengamuk.

Laura yang melihat jika sang ayah mertua sudah mengeluarkan tanduk di kepalanya, ia menelan salivanya dengan kasar sebelum berkata, "Ji---jika saya menerima tawaran Papa untuk membantu saya membalas semua perbuatan mereka, apakah ada syarat yang perlu saya lakukan?"

"Tidak."

"Hah? Tidak? Benarkah? Papa tidak bercanda kan?" tanya Laura dengan tatapan berbinar. Ia sebenarnya masih sangat berat melakukan pembalasan terhadap tindakan sang ibu mertua serta suaminya. Tapi benar apa yang dikatakan oleh Maikel tadi jika dirinya tidak boleh terlalu bodoh hanya karena cinta. Harga dirinya lebih penting dari cinta yang ia miliki. Jadi mungkin keputusan untuk mensetujui tawaran Maikel tidak ada salahnya juga dan mungkin lebih baik. Tapi satu hal yang membuat Laura tak segara mengiyakan tawaran Maikel, tentu karena alasanya adalah sebuah syarat yang akan di berikan Maikel untuknya. Laura tau apa yang akan Maikel berikan nanti kepadanya, semuanya tidaklah gratis. Pasti ada satu atau dua syarat yang laki-laki itu berikan dan harus Laura jalani.

Namun saat ia bertanya justru Maikel menjawab jika dia tidak memberikan satupun syarat kepadanya. Tentu saja Laura tak percaya akan hal itu.

"Apakah wajah saya ini menunjukan jika saya tengah bercanda sekarang?" Laura tentu saja menggelengkan kepalanya. Mana ada orang bercanda tapi wajahnya datar plus dingin seperti itu.

"Ti---tidak. Maaf Pa."

"Berhentilah meminta maaf! Cepat katakan keputusanmu! Ingat saya bukanlah manusia penyabar sepertimu!"

"Ba---baik Pa, Laura menerima tawaran Papa."

"Ck, jika pada akhirnya mensetujui kenapa tidak dari tadi saja jawabnya? Menyebalkan!" ujar Maikel.

"Ma---Anu Pa, berhubung saya sudah mensetujui tawaran Papa. Bolehkah saya tau hal apa yang perlu saya lakukan untuk membalas mereka karena jujur saya belum merangkai rencana apapun di otak saya ini," ujar Laura mengalihkan pembicaraannya yang hampir saja keceplosan meminta maaf untuk yang kesekian kalinya kepada Maikel.

Maikel yang mendengar penuturan dari Laura, diam-diam senyum miring mungil di salah satu sudut bibirnya.

"Saya sudah punya rencana untukmu, kamu mau dengar?" Laura tanpa ragu menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu lebih mendekat sini." Laura menurut saja. Ia semakin mengikis jarak antara dirinya dan sang ayah mertua, bahkan lengan mereka saling menempel satu sama lain.

Dan setelah tidak ada lagi jarak diantara mereka berdua, tanpa Laura sangka jika sang ayah mertua mencondongkan kepalanya tepat di samping telinga. Membisikkan sebuah rencana yang harus Laura lakukan dan rencana dari Maikel itu justru semakin membuat Laura terkejut setengah mati. Bahkan saking terkejutnya, Laura sampai berdiri dari posisi duduknya dengan mata yang terbuka sempurna.

"Pa, saya rasa rencana Papa ini sangat gila. Mana mungkin saya melakukannya," protes Laura.

"Lalu jika bukan dengan cara itu memangnya kamu mau dengan cara apa? Langsung membunuh mereka dengan senjata tajam, begitu? Kalau begitu keenakan mereka Laura. Mereka memang akan mati, tapi mereka tidak akan pernah merasakan rasa sakit yang telah kamu rasakan selama ini. Itu tidak seru sama sekali, Laura dan tidak setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat jika mereka langsung mati begitu saja. Jadi rencana yang sudah saya katakan ke kamu tadi menurut saya itu adalah rencana yang terbaik untukmu," ujar Maikel.

"Tapi Pa---"

"Kenapa? Kamu tidak setuju dengan rencana saya tadi?"

"Bu---bukannya tidak setuju tapi---"

"Pikirkan baik-baik keputusanmu, ingin mengambil rencana yang sudah saya buat atau kamu ingin membuat rencana sendiri. Saya tunggu kabar baiknya di ruang kerja saya. Jika kamu sudah memutuskan, maka segeralah datang menemui saya," ujar Maikel lalu setelahnya ia beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan Laura yang menatap kepergiannya dengan gusar.

Sesampainya Maikel di dalam ruang kerjanya, laki-laki itu langsung merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang berada di dalam ruangan tersebut. Dan dengan helaan nafas, ia mengusap-usap wajahnya, berharap emosinya sedikit mereda. Namun dering ponsel yang begitu nyaring mengganggu ketenangannya.

Maikel meraih ponselnya dan saat ia melihat siapa sang penelepon, ia menghela nafas panjang. Sepertinya hari ini kesabarannya memang lagi di uji. Tapi walaupun begitu Maikel tetap mengangkat telepon itu.

"Kenapa?" Tanya Maikel ketika ponsel genggamannya telah berada di telinga. Salah satu tangannya yang lain pun tak henti-hentinya memijit kepalanya yang terasa berdenyut, pusing.

📞 : "Bagaimana? Apakah tuan Kail yang terhormat ini berhasil menjebak seseorang?"

Maikel mendengus sebal.

"Hentikan omong kosongmu itu."

📞 : "Saya sudah tau semuanya tuan Kail, jadi anda tidak perlu menyembunyikannya lagi. Jadi beritahu saya sekarang, bagaimana hasilnya? Berhasil atau tidak? Jika tidak berhasil sepertinya nyawa anda tengah terancam sekarang." Ucapan dari seseorang di sebrang sana berhasil membuat gigi Maikel bergemlutuk.

"Lucius!" panggilan penuh penekanan itu Maikel berikan kepada seseorang di sebrang sana

📞 : "Ya, saya disini tuan Kail. Ada apa? Apakah anda disana tengah di landa pusing tujuh keliling? Kalau memang begitu, ya derita anda. Selamat menikmati kepusingan anda untuk melakukan rencana-rencana selanjutnya agar target masuk kedalam jebakan. Saya disini akan selalu menunggu kabar bahagia dari anda. Selamat bekerja tuan, salam hormat dari saya," ucap seseorang itu yang diketahui bernama Lucius. Bahkan setelah mengucapkan perkataannya yang tadi, tanpa perasaan dirinya langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Maikel yang memang sudah tak tahan lagi menahan emosinya yang meledak-ledak, ia membanting ponselnya sangat keras hingga menjadi dua bagian.

"Kurang ajar!" erang Maikel sembari menjambak rambutnya frustasi.

Terpopuler

Comments

Anhy Salewa

Anhy Salewa

thor mikael ini siapa knp muda

2024-05-14

0

Hany

Hany

minum kopi dulu thoor,biar lancar nulisnya ☕🥰

2024-01-15

3

Indar

Indar

wah siapa lg lucius🤔🤔 dan ayo laura semangat buat balas dendamnya 💪💪 jgn ragu2 dan bimbang

2024-01-15

4

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!