Pertengkaran

Suara ketukan pintu mengalihkan atensi Maikel dari laptop di depannya. Dan dengan gerakan tangan menutup laptop, ia berkata, "Masuk!"

Tak berselang lama pintu itu terbuka dan menampilkan putranya. Tatapan yang sebelumnya biasa saja seketika menajam melihat raut wajah sang putra tak pernah tersirat akan raut penyesalan.

"Kena---"

"Ceraikan Laura," ucap Maikel memutus ucapan dari sang putra.

Julio menukikkan alisnya.

"Tunggu, apa Pa?"

"Saya yakin kamu tidak tuli sehingga saya tidak perlu mengulangi perkataan saya tadi," ujar Maikel. Ia tau Julio telah mendengar jelas apa yang barusan ia katakan. Jadi ia tidak perlu membuang-buang tenaganya hanya untuk mengulangi perkataan yang sama.

"Papa nyuruh aku bercerai dengan Laura?" Diam, Maikel hanya diam tak memberikan respon apapun atas ucapan dari Julio tadi. Sedangkan Julio, ia tak paham, kenapa ayahnya menyuruh dirinya berpisah dengan Laura. Tidak mungkin kan kalau dia tau semuanya?

Julio kini menggelengkan kepalanya, "Tidak, Julio tidak akan menceraikan Laura."

"Kenapa? Bukannya kamu sudah memiliki wanita lain di luar sana? Jadi untuk apa kamu mempertahankan Laura? Toh bukannya kamu sudah tidak mencintai dia lagi? Kamu juga mempertahankan Laura hanya untuk kamu siksa bukan? Jadi lepaskan dia, biarkan dia bahagia," ujar Maikel.

"Ja---jangan bilang omong kosong, Pa! Aku sama sekali tidak berselingkuh di belakang Laura dan aku juga tidak menyiksa dia!" kilah Julio.

"Kamu pikir saya bodoh, Julio?" Seketika Julio terdiam. Dan keterdiaman Julio justru membuat Maikel menyunggingkan senyum miringnya.

"Saya memang tidak selalu di rumah ini tapi perlu kamu ingat jika semua orang yang ada di dalam rumah ini adalah orang kepercayaan saya. Apapun yang kamu lakukan selama saya tidak ada disini, semuanya terekam jelas melalui orang-orang saya. Bahkan tadi dengan mata kepala saya sendiri, saya melihat kamu justru diam saja dan seolah-olah mendukung aksi Mama kamu yang tengah memukul Laura dengan sangat brutal. Dan apa yang saya lihat tadi sudah membuktikan jika laporan yang selama ini saya terima memang benar adanya," jelas Maikel panjang lebar. Sudah waktunya ia membongkar semua tingkah laku Julio dan Beti di belakangnya. Memang tingkah mereka ketika berada di hadapannya sangat-sangat jauh dari kata buruk. Mereka bahkan memperlakukan Laura seperti ratu. Laura sangat dimanja ketika Maikel berada di tengah-tengah mereka. Maikel bahkan sempat percaya jika hubungan mereka baik-baik saja, hingga di suatu hari, saat dirinya tengah meeting tak sengaja ia melihat Julio tengah bergandengan mesra dengan seorang wanita. Tapi karena saat itu waktunya tidak tepat, Maikel memilih untuk menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk mengikuti Julio bahkan selalu mengawasi putranya itu sehingga ia bisa tau sifat buruk dari Julio dan Beti yang selama ini di tutupi.

Julio yang mendengar penjelasan dari Maikel, kedua tangannya terkepal erat. Ia tak menyangka jika selama ini dirinya selalu diawasi oleh ayahnya. Kalau tau begitu, ia tak perlu susah-susah bermain drama saat berhadapan dengan Maikel. Sungguh memperlakukan Laura layaknya seorang ratu sangat-sangat memuakkan bagi Julio. Dan berhubung semuanya sudah terbongkar, Julio tidak akan menyembunyikan sifat aslinya lagi di hadapan Maikel.

"Oh jadi sekarang Papa sudah tau semuanya? Syukurlah, kalau begitu Julio tidak perlu berpura-pura lagi untuk melakukan drama sialan itu," jawab Julio tanpa memikirkan balasan apa yang akan ia dapatkan berkat dari ucapannya tadi.

BUG!!!

Satu pukulan keras melayang mengenai rahang Julio hingga membuat laki-laki itu tersungkur ke lantai. Ia tak menyadari pergerakan dari Maikel, sehingga ia tak bisa menangkis ataupun mengelak pukulan dari Maikel.

Dan tentu saja Julio, ia sempat terkejut atas tindakan dari sang ayah. Jujur seumur-umur baru kali ini ayahnya bermain fisik kepadanya. Namun pukulan itu bukannya membuat Julio menjadi takut, ia malah terkekeh sembari menatap tepat pada bola mata tajam milik Maikel.

"Papa pukul Julio gara-gara membela wanita sialan itu?!" ucap Julio dengan suara yang meninggi. Emosinya ikut terpancing saat tau ayahnya justru membela Laura bukan dirinya. Padahal laki-laki paruh baya itu tidak tau alasan di balik dirinya berprilaku buruk kepada Laura.

"Sialan!" erang Maikel kembali dengan memberikan satu pukulan kembali di pipi Julio. Posisi tubuhnya pun saat ini menindih tubuh Julio yang terkapar namun masih bisa menampilkan senyum miringnya.

"Saya tidak pernah mengajari kamu untuk merendahkan wanita seperti itu, Julio!" marah Maikel.

"Julio tidak pernah merendahkan seorang wanita jika tidak sesuai fakta yang ada! Papa tidak tau kan alasan kenapa Julio bersikap buruk kepada Laura! Papa tidak tau kan jika Laura tidak bisa mengandung, sedangkan Julio sangat menginginkan seorang keturunan! Laura itu wanita mandul, Pa dan Julio sangat benci wanita yang tidak bisa memberikan suaminya keturunan! Laura juga sangat membosankan! Dia tidak bisa merawat dirinya sendiri! Dia tidak bisa memuaskan Julio diatas ranjang! Dia tidak tau cara menyenangkan Julio! Laura sebenarnya tidak pantas menjadi istri Julio, tapi dia lebih pantas menjadi seorang pembantu!" teriak Julio tepat di depan wajah Maikel. Semua ucapannya tadi adalah unek-unek yang selama ini ia pendam dan sampai akhirnya ia bisa meluapkannya sekarang juga.

Kobaran api amarah di mata Maikel semakin membara, giginya pun bergemlutuk tanda jika ia sudah kehabisan kesabaran.

"Bajingan!"

Bug!!! Bug!!! Bug!!!

Maikel kembali memukul Julio dengan membabi buta. Bahkan saat itu juga jika bisa ia ingin membunuh Julio, tak perduli jika ia akan membusuk di penjara nanti selagi ia bisa membunuh putra sialannya itu. Tapi sayangnya keinginannya itu tak terealisasi kala pintu ruangannya di buka secara paksa oleh seseorang dari luar.

"Astaga. Papa, aku mohon berhenti!" teriak Laura histeris. Ya, orang yang baru masuk itu adalah Laura. Ia tak sengaja mendengar keributan kala dirinya berniat untuk menuju ke kamar ibu mertuanya ketika wanita paruh baya tadi menghubungi dirinya lewat ponsel untuk menemuinya. Tapi kala dirinya melewati ruang kerja milik ayah mertuanya, tak sengaja ia mendengar suara gaduh dari dalam. Dan kebetulan pintu tak tertutup sempurna sehingga ia bisa mendengar samar-samar suara meninggi dari Maikel tadi.

Maikel yang mendengar suara seseorang menghentikan aksinya, tangannya yang tadi ingin mendarat di pipi lebam Julio seketika terhenti di udara. Matanya yang sedari tadi menyorot tajam, kini ia pejamkan hanya sesaat saja sebelum dirinya membuka matanya kembali dan bertepatan dengan itu pula tangannya yang terkepal di udara tadi, ia hantamkan ke lantai tepat di samping wajah Julio dengan sangat kuat.

"Lihat, wanita yang telah kamu rendahkan justru menyelamatkanmu dari malaikat maut!' erang Maikel yang hanya bisa di dengar oleh dirinya dan Julio yang masih memiliki kesadaran itu. Dan setelah mengucapakan perkataanya tadi, Maikel berdiri dari atas tubuh Julio. Lalu ia melangkahkan kakinya, berniat keluar dari dalam ruangan yang terasa pengap itu. Namun saat ia berada di samping tubuh Laura yang tertunduk, ia melirik sekilas sebelum kembali melanjutkan langkahnya.

Sedangkan Laura, saat Maikel sudah benar-benar keluar, ia bergegas mendekati sang suami yang ternyata sudah tak sadarkan diri.

Terpopuler

Comments

Helen Nirawan

Helen Nirawan

lemah lembek ,oon , isss makan tuh cinta biar kenyang , cinta preett

2024-07-21

2

Aprisya

Aprisya

laura kamu terlalu baik,, kenapa kamu bisa jatuh cinta pada laki" modelan kayak suamimu,,

2024-01-13

2

Yunia Afida

Yunia Afida

laura kenapa masih peduli

2024-01-09

1

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!