Diacuhkan

Laura terbangun dari pingsannya. Ia tampak meringis kesakitan kala nyeri di bagian kepalanya masih terasa. Dia pun sempat linglung hingga tatapan matanya menelisik kesekitar. Tempat yang sama saat terakhir kali ia lihat sebelum pingsan menandakan tak ada satupun orang yang menolong dirinya bahkan perduli terhadapnya. Rasa sesak pun kembali memenuhi dada Laura ketika tatapan matanya menatap kearah pintu yang masih tertutup rapat. Memangnya apa yang Laura harapan dari dua orang yang berada di dalam kamar itu? Menolong dirinya? Impossible. Bahkan Beti yang jelas-jelas melihat Laura pingsan dengan darah yang mengalir melewati hidungnya pun hanya cuek saja tanpa berniat berteriak untuk meminta pertolongan kepada orang lain jika memang wanita paruh baya itu benar-benar tak ingin menyentuh Laura.

Laura kini menyembunyikan kepalanya berada di lipatan kedua lengannya. Biarkan Laura menangis guna meluapkan segala kesakitan dan rasa sesak yang mendera hatinya hingga di hari berikutnya, ia menganggap jika kejadian hari ini tak pernah terjadi dalam hidupnya. Walaupun kenyataannya memori menyakitkan itu masih tertinggal di dalam ingatannya yang paling dalam.

...****************...

Proses pemulihan Julio lebih cepat dari yang dokter prediksi sebelumnya. Hanya butuh tiga hari saja tubuh Julio kembali terlihat bugar walaupun masih terlihat sedikit ada bekas lebam di wajahnya. Dan selama masa pemulihan itu pula, Julio tidak pernah mau bertemu dengan Laura. Ia selalu mengusir istrinya itu ketika Laura menemui dirinya dengan diam-diam masuk kedalam kamar mereka, ahhh ralat hanya kamar Julio karena selama ini walaupun mereka berada di dalam kamar yang sama Laura selalu tidur di atas karpet bulu kecuali saat Julio meminta berhubungan kepadanya, pasti laki-laki itu membawa tubuh Laura ke atas ranjang walau pada akhirnya setelah selesai, Laura kembali di tendang untuk tidur di bawah tak perduli seberapa lelahnya Laura dan seberapa dinginnya lantai yang hanya di lapisi karpet bulu itu. Bahkan selama tiga hari itu pula Julio tidak pernah ingin tau Laura tidur dimana, di tempat yang nyaman atau tidak. Julio tidak perduli akan hal itu.

Dan sesuai dengan apa yang dikatakan kepada Laura 3 hari yang lalu, Julio kini telah siap menemui seseorang yang telah menggantikan posisi Laura di dalam hatinya. Senyum di bibirnya pun terus mengembang hingga Beti yang melihatnya ikut tersenyum bahagia.

"Selamat pagi," ucap Julio saat memasuki ruang makan. Disana sudah ada kedua orangtuanya serta Laura yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya. Tak hanya itu saja, sesekali para maid yang kembali di pekerjaan setelah kepulangan Maikel terlihat keluar masuk dengan hidangan di tangan mereka. Jangan tanya setelah Maikel mengetahui semua maid di pecat oleh istrinya tanpa sepengetahuannya dan persetujuannya, terjadi pertengkaran besar diantara suami-istri itu. Bahkan atas kejadian itu, sampai saat ini Maikel tak sudi berbicara kepada Beti meskipun istrinya itu telah memohon-mohon untuk ia maafkan.

"Wahh sepertinya ada yang tengah bahagia nih?" sindir Beti dengan senyum menggodanya kepada sang putra.

"Tentu saja dong, Ma. Hari ini kan hari dimana kebahagiaanku akan di mulai. Jadi tentunya aku sangat senang sekali," ucap Julio tanpa menyadari jika sang ayah tengah menatapnya dengan nyalang.

Sedangkan Laura, ia semakin menunduk dalam. Air matanya pun sudah tak bisa ia bendung lagi, kala mendengar perkataan Julio barusan yang mengatakan jika kebahagiaannya akan segera dimulai, yang orang bodoh sekali pun bisa mengartikan jika selama ini Julio tak pernah bahagia. Dan Laura tau alasan ketidak bahagianya Julio, tentu saja karena dirinya.

Beti mengulas senyum, tangannya pun bergerak untuk mengelus kepala sang putra dengan sayang.

"Apapun yang akan kamu lakukan jika itu bisa membuatmu bahagia maka Mama akan mendukung karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Mama juga," ucap Beti.

"Gila," gumaman itu tentu saja berasal dari sang kepala rumah tangga. Namun sayangnya gumaman itu hanya bisa di dengar oleh pemilik suara. Maikel tak habis pikir dengan istrinya itu, bisa-bisanya dia mendukung tindakan anaknya yang jelas-jelas salah besar. Ia sudah tau niat putranya itu untuk menikah lagi dengan perempuan lain dan hari ini juga perempuan itu akan di bawa ke rumah ini. Dan niatan dari Julio itu sungguh membuat Maikel sangat muak. Ia menganggap Julio tidak pantas melakukan poligami. Bagaimana bisa pantas, memiliki satu istri saja dia tidak becus sama sekali apalagi memiliki lebih dari satu? Dan Maikel tak habis pikir dengan perempuan itu yang mau-mau saja menikah dengan laki-laki kasar serta bermulut tidak bermoral itu. Sungguh Maikel merasa keluarganya telah rusak total sampai ia tidak bisa berpikir untuk bisa memperbaikinya lagi. Jadi lebih baik ia memilih untuk membiarkan semuanya berjalan seperti yang terjadi saat ini hingga suatu saat nanti, ia yakin rumah tangganya yang telah mati akan hidup lagi. Rumah yang selama ini di penuhi pertengkaran dan penyiksaan akan berubah menjadi dipenuhi canda tawa bahagia serta tangis seorang bayi yang mengalir darah keturunan Kail.

"Oh ya, Ma, Pa aku berangkat dulu ya. Udah di tungguin soalnya," ujar Julio sembari mengecup singkat pipi sang ibunda. Lalu setelahnya ia berpindah ke sang ayah untuk ia salami. Namun tidak dengan Laura. Ia tak berpamitan sama sekali kepada istrinya itu. Bahkan untuk sekedar melirik pun tidak.

Laura yang merasa di abaikan pun ia menatap punggung sang suami dengan tatapan pilu.

"Mas, aku masih ada disini. Apa kamu tidak melihatku, Mas? Sampai-sampai kamu hanya bersikap acuh seperti itu? Sungguh sakit sekali, Tuhan," ucap Laura menjerit, mengadu kepada sang pencipta atas penderitaannya.

Beti yang melihat wajah Laura, ia tersenyum miring. Dan tanpa perasaan dirinya berujar, "Emang enak di abaikan begitu saja sama suami sendiri? Bahkan kayaknya dianggap ada saja tidak? Gimana rasanya, sakit atau tidak hmmm? Duhhh kasihan banget sih kamu Laura. Makanya kalau jadi istri itu yang menguntungkan bukan hanya bisa jadi beban saja! Udah mandul, miskin, tidak bisa merawat diri, buluk, nyusahin lagi. Laki mana coba yang tidak berpaling saat mempunyai istri modelannya seperti kamu ini. Saya rasa kalau ada laki-laki yang seperti itu berarti laki-laki itu bodoh."

Ucapan pedas dari Beti tak satupun mendapat balasan dari Laura karena untuk yang kesekian kalinya, perempuan itu hanya terdiam dengan kepala yang tertunduk. Sangat terlihat lemah sehingga Beti dengan seenaknya bisa menginjak-injak harga dirinya, tanpa wanita paruh baya itu berkaca diri jika dirinya memiliki nasib yang sama dengan Laura yang sama-sama diacuhkan oleh sang suami. Lihat saja, Maikel yang telah pergi setelah kepergian dari Julio tadi pun tak berpamitan kepada-nya. Tapi Beti, dia tidak akan pernah sadar diri, dia justru tertawa puas diatas penderitaan yang selama ini Laura jalani.

Terpopuler

Comments

abu😻acii

abu😻acii

bodoh nya kmu laura

2024-08-06

2

Normila Aspul Anwar

Normila Aspul Anwar

bodoh nya c Laura nih,,mikael cerai kn aja c beti beti itu

2024-07-09

1

Anhy Salewa

Anhy Salewa

Laura ini bodoh sekali Bucin

2024-05-14

0

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!