Berhenti atau Bertahan?

"Apa maksud dari ucapan Papa kamu tadi sayang? Apa dia menuduhku yang tidak-tidak? Apa dia membenciku karena aku calon istri keduamu? Dan apa dia juga tidak memberikan restunya kepada kita sayang?" Segala pertanyaan itu meluncur keluar dari bibir Almira. Sungguh dirinya takut jika calon Papa mertuanya itu membenci dirinya.

Julio kini mengelus kepala Almira dengan sayang sembari tersenyum manis kearah perempuan tersebut.

"Jangan khawatir. Sifat Papa memang seperti itu. Dan segala ucapannya tadi tidak bermaksud apa-apa termasuk menuduh kamu merupakan wanita yang tidak-tidak. Dia hanya mengingatkan saja. Toh aku yakin kamu bukanlah wanita yang sama seperti yang di katakan oleh Papa tadi yang artinya kamu lolos menjadi menantu di keluarga Kail."

"Benar apa yang dikatakan Julio, nak. Mas Maikel memang sangat-sangat cuek, dingin dan tegas. Apa yang dia katakan tadi tidak bermaksud jika dia membenci kamu atau bahkan tidak merestui hubungan kalian. Dia merestui kalian, percaya sama Mama," timpal Beti.

"Tapi Ma, kata Papa Maikel tadi, restu dia tergantung dengan restu istri pertama Mas Julio."

"Stttt yang itu jangan dipikirkan lagi. Kalaupun Laura tidak memberikan restunya, kita tetap akan menikah 3 hari lagi. Restu dia tidak penting untuk pernikahan kita, sayang," ujar Julio.

"Tapi bagaimana dengan Papa. Kita memang tidak butuh restu istri pertamamu itu, tapi kita tetap butuh restu Papa Maikel."

"Kan Mama tadi sudah menjamin jika Papa telah merestui kita. Jadi stop jangan pikirkan lagi hal-hal yang membebani pikiran kamu. Dan lebih baik kita memikirkan acara pernikahan kita nanti," tutur Julio yang membuat Almira menghela nafas sebelum dirinya menganggukkan kepalanya. Lalu setelahnya percakapan ketiga orang itu terus mengalir membicarakan acara pernikahan yang akan di adakan lebih cepat dari yang mereka rencanakan. Tentu saja semua itu atas usulan dari Beti. Wanita paruh baya itu sudah tak sabar mendapatkan menantu baru sekaligus ia juga tak sabar ingin segera mendapatkan cucu.

Sedangkan disisi lain, tepatnya di sebuah taman belakang rumah keluarga Maikel, terdapat seorang wanita yang tak lain adalah Laura tengah menangis dalam diam. Sungguh penghianatan yang ia rasakan lebih menyakitkan daripada kekerasan yang sering dia dapatkan. Rasanya ia masih tak ingin percaya, namun sayang, bukti sudah di depan matanya.

Senyum kecut pun kembali ia perlihatkan saat dirinya terngiang-ngiang akan sebuah ucapan yang suaminya ucapkan.

"Restuku tidak penting katanya, hahaha, kenapa sangat lucu sekali," gumam Laura dengan tawa hambarnya. Ya, dia tadi setelah mendapat perintah dari Maikel, ia memang pergi ke kamar. Namun dirinya kembali keluar saat mendengar dentuman suara bantingan pintu dari arah ruang kerja sang Papa mertua. Laura yang tak tau jelas penyebab Maikel bisa semarah itu, dirinya memilih untuk memastikannya sendiri, sekaligus ia juga akan memastikan keadaan sang suami baik-baik saja atau tidak, mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, Julio hampir meregang nyawa saat menghadapi Maikel yang tengah emosi, alhasil Laura mengkhawatirkan suaminya itu. Namun ketika dirinya sampai di anak tangga yang terakhir, tak sengaja ia mendengar percakapan antara ketiga orang itu yang justru semakin memperdalam luka yang sudah menganga di dalam hati Laura. Ia yang sudah tak tahan mendengarkan semuanya, ia memilih untuk pergi dan berakhirlah dia berada di taman ini.

"Apakah aku masih kamu anggap istri kamu, Mas? Atau memang selama ini aku tidak pernah kamu anggap ada?" tanya Laura kepada angin yang ia anggap sebagai Julio.

"Aku tau, aku bukanlah wanita sempurna, aku juga bukan wanita yang seperti kamu inginkan. Tapi aku juga ingin kamu hargai sebagai istri kamu, Mas. Aku hanya ingin kamu melihatku, Mas. Jika tidak mau melihat wajahku setidaknya lihat perjuanganku yang selama ini aku lakukan untuk mempertahankan rumah tangga kita. Aku yang selalu menerima segala hinaan, segala cacian, segala penyiksaan dan perbuatan lainnya yang sering Mama atau bahkan kamu sendiri berikan kepadaku, itu semua aku lakukan hanya demi pernikahan kita. Tapi segala perjuanganku justru tidak berharga di matamu. Jika di perbolehkan, aku saat ini ingin menagih semua janji yang telah kamu ucapkan dulu kepadaku. Janjimu yang selalu ingin bersamaku hingga akhir hayatmu. Janjimu yang mengatakan akan selalu mencintai dan menyayangiku selamanya. Janjimu yang akan selalu menerima kekuranganku dan berusaha untuk melengkapinya. Dan masih banyak lagi janji-janji yang telah kamu ucapkan dulu kepadaku. Tapi kemana semua janji manismu itu, Mas?! Kemana perginya janji itu?!" ucap Laura diakhiri dengan ia berteriak. Untung saja posisi taman ini lumayan jauh dari rumah keluarga Kail, jadi bisa di pastikan teriakan yang dilakukan oleh Laura tak di dengar oleh siapapun. Toh kalaupun ada yang mendengar teriakannya, mereka juga tidak ada yang akan perduli sekalipun mereka adalah maid ataupun para bodyguard di rumah itu.

"Kamu ingkar Mas, kamu pembohong!" teriak Laura kembali dengan derai air mata yang semakin deras membasahi pipinya. Di siang hari ini dan ditemani oleh puluhan bunga matahari, Laura meluapkan segala kegelisahan, segala kesakitan ataupun unek-unek yang selama ini ia pendam sendiri.

"Aku benci kamu, Mas! Sungguh aku membencimu!" sambung Laura diakhiri dengan kepalanya yang tertunduk dalam, wajahnya pun ia tutupi dengan kedua telapak tangannya dan juga sebagian rambutnya yang menjuntai, turut membantu dirinya menyembunyikan kesedihan mendalam yang Laura rasakan. Apakah ini sudah saatnya untuk dirinya menyerah atas perjuangan yang selama 5 tahun lebih ini ia lakukan sendiri demi rumah tangganya? Atau dia masih akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya yang sebenarnya sudah hancur itu untuk ia rakit kembali agar kembali utuh? Tapi jika dirinya memilih untuk tetap bertahan, apakah mental dan fisiknya masih akan tetap kuat, mengingat bertambahnya satu orang yang akan menginjak-injak harga dirinya serta menyiksanya? Dan jika ia memilih untuk bertahan apakah ia sanggup melihat kemesraan Julio dan Almira yang tentu saja akan di umbar secara langsung di depan matanya? Karena seperti yang dikatakan oleh Julio tadi jika restunya tidak penting yang berarti pernikahan itu masih tetap berlanjut walaupun ia melakukan segala cara untuk mencegahnya. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang perlahan muncul dan memenuhi pikiran Laura. Namun hal itu justru semakin membuat Laura bingung ingin memutuskan melanjutkan atau tidak pernikahan toxic ini. Hingga sebuah tepukan di bahunya bersamaan dengan suara seseorang berhasil menyadarkan Laura dari segala banyaknya pikiran di otaknya.

"Sudah saatnya kamu bangkit dan membalas semua yang telah mereka lakukan kepadamu. Jangan takut untuk membalasnya karena jika kamu memerlukan bantuan, maka saya akan membantumu."

Terpopuler

Comments

Aprisya

Aprisya

demi kewarasan mentalmu laura,, ayo tujukkan kalo kamu itu wanita kuat dan pertahankan harga diri kamu,, siapa kira" orang yang akan membantu laura..?

2024-01-13

4

Entin Fatkurina

Entin Fatkurina

ayo laura, waktunya kamu balas dendam pada suamimu dan mertuamu. jangan sia2kan bantuan dari orang yang menemuimu.

2024-01-13

2

Yunia Afida

Yunia Afida

papa mikael bakal bantu tu ayo laura lepasin dan berubah dirimu jadi lebih baik tunjukkan kamu bisa cantik sikses

2024-01-13

2

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!