Kehidupan baru

Di sisi lain, tepatnya di rumah utama keluarga Kail, terlihat tiga anggota keluarga sangat bahagia.

"Akhirnya hama itu keluar juga dari rumah ini. Dari dulu kek dia keluarnya, jadikan Mama tidak perlu menguras tenaga untuk mendidik dia dan Mama juga tidak akan terkena serangan darah tinggi lagi karena terlalu banyak menghadapi dia. Huh, lega rasanya," ucap Beti sembari menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa.

"Mira yang baru dua kali bertemu dia saja sudah mulai naik darah. Apalagi Mama yang selama ini menghadapi dia. Tapi untungnya, dia akhirnya sadar diri juga untuk angkat kaki dari rumah ini. Jujur ya Ma, saat Mira mendengar cerita Mas Julio mengenai Laura, rasanya saat itu juga aku ingin membunuh dia agar segera pergi dari sisi mas Julio dan Mama, sekalian menghilang dari bumi ini karena dunia ini tidak membutuhkan wanita seperti dia. Hidup tapi tidak bermanfaat bagi orang lain, untuk apa? Lebih baik di musnahkan saja. Iya kan Ma?" Beti dengan antusias menganggukkan kepalanya.

"Mama setuju sama kamu. Mama dulu juga ingin menghabisi dia, kalau tidak dengan tangan Mama sendiri setidaknya meminjam tangan orang lain akan Mama lakukan. Tapi suamimu itu yang melarang Mama melakukannya," ucap Beti sembari menunjuk kearah Julio dengan dagunya.

Tatapan Almira kini ia fokuskan kearah Julio sepenuhnya yang membuat laki-laki tersebut kini berdecak kesal.

"Julio melarang Mama melakukannya karena Julio tidak ingin Mama masuk penjara. Memangnya Mama mau menua di penjara dan tentunya Papa akan memusuhi Mama, lebih parahnya lagi Mama akan di ceraikan Papa. Mama mau semua itu terjadi?"

"Ya tidak lah. Baiklah-baiklah Mama akui kalah berdebat denganmu. Tapi yang pasti Mama sekarang bahagia karena sudah tidak ada lagi pengganggu dan benalu di sini. Dan yang lebih membahagiakan lagi, sekarang Mama dapat menantu yang sangat cantik, pintar, anggun dan tentunya menantu Mama ini akan memberikan Mama cucu. Uhhh Mama sudah tidak sabar lagi menunggu bayi mungil di gendongan Mama," ucap Beti yang membuat sepasang suami-istri baru itu saling melempar senyum. Bahkan tanpa rasa canggung, tangan mereka saling bertautan satu sama lain.

"Sabar ya Ma, kita lagi proses. Dan doakan saja semoga cucu yang Mama harapkan hadir di dalam sini," tutur Almira sembari mengelus perut ratanya itu.

"Tentu sayang. Doa Mama pasti akan selalu menyertai kalian. Oh ya, kalian tidak berencana untuk honeymoon gitu?" Keduanya lagi-lagi saling pandang satu sama lain sebelum dengan serempak keduanya menggelengkan kepalanya.

"Untuk saat ini kita berdua tidak kepikiran untuk pergi honeymoon, Ma, mengingat Papa kasih pekerjaan lebih banyak dari biasanya untuk Julio. Jadi Julio harus menyelesaikan pekerjaan yang Papa berikan, setelah itu baru Julio dan Almira akan membicarakan masalah honeymoon ini," jelas Julio. Ia juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba tadi malam sang ayah mengirimkan beberapa email kepadanya dan semua email itu berisi pekerjaan yang harus ia kerjakan. Bahkan sang Papa memberikan batas waktu hanya satu minggu saja untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan itu.

"Papamu itu memang benar-benar ya ishhh bikin Mama greget jadinya. Tidak tau apa jika anaknya ini baru menikah, yang tentunya dia butuh berduaan dengan istrinya sekaligus menjalankan program pembuatan baby agar segera launching tapi malah dia halangi. Huh, kalian tenang saja, Mama nanti akan mencoba membujuk Papa kalian untuk mengurangi pekerjaan Julio atau kalau tidak agar dia menunda pekerjaan-pekerjaan itu," ujar Beti. Kalau sudah begini, memang harus dia yang turun tangan sendiri untuk membujuk sang suami karena ia yakin Julio tidak akan pernah berani melawan perintah Maikel.

Keduanya yang mendengar ucapan dari Beti tampak tersenyum bahagia. Keduanya pun dengan serempak mengucapakan terimakasih kepada wanita paruh baya yang duduk berhadapan dengan mereka.

Sedangkan di apartemen, Laura melangkahkan kakinya dengan lebar menuju ke kamar sebelah, dimana kamar itu merupakan kamar milik Maikel. Saat tangannya ingin bergerak, mengetuk pintu di hadapannya, pintu itu sudah lebih dulu di buka dari dalam sehingga mengurungkan niat Laura tadi.

Maikel yang melihat Laura di depan kamarnya, ia memicingkan salah satu alisnya.

"Ada apa?" pertanyaan itu keluar dari bibir laki-laki paruh baya itu.

"Anu Pa, ini, Laura mau mengembalikan ini ke Papa." Laura menyodorkan sebuah kartu berwarna hitam di hadapan Maikel yang membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.

"Kenapa di kembalikan? Apa kartu itu kurang untukmu?"

"Hah? Kurang? Tidak, kartu ini justru sangat berlebihan untuk Laura, Pa. Laura memang lahir dari keluarga sederhana tapi Laura tidak sebodoh itu untuk tidak mengetahui kartu apa ini. Pa, ini kartu black card. Kartu ini nilainya sangat tinggi, jadi Laura kembalikan ke Papa." Tangan Laura menarik tangan Maikel, lalu ia meletakkan kartu tersebut di telapak tangan laki-laki tersebut. Namun ketika ia berhasil meletakkan kartu tersebut suara Maikel justru membuatnya menganga lebar.

"Ambil lagi atau saya akan tambah dengan kartu yang sama persis dengan kartu ini." Laura menggeleng-gelengkan kepalanya. Ayolah, Laura yang terbiasa hidup sederhana ini dan tak pernah memegang uang jutaan rupiah apalagi sebuah kartu yang di dalamnya terdapat entah berapa nilai nominalnya. Sungguh Laura takut jika dia mengambil kartu itu justru dia menghilangkannya.

"Pa---" Laura ingin mencoba membujuk Maikel, namun sayangnya ucapannya itu di putus terlebih dahulu oleh Maikel.

"Oke kalau begitu akan sa---"

"Baiklah-baiklah, Laura terima kartu ini." Dengan terpaksa Laura mengambil lagi kartu tersebut daripada dirinya di berikan satu kartu black card lagi yang justru akan membuat hidupnya selalu di liputi ke parnoan nantinya.

Maikel tersenyum, tangannya pun kini bergerak mengacak rambut lepek Laura sembari berkata, "Gunakan kartu itu untuk pergi ke salon atau perawatan lainnya. Percantik dirimu, rubah penampilanmu menjadi sebaik mungkin. Karena dengan kamu merubah penampilanmu, berarti kamu saat ini sudah menjalankan misi kamu untuk balas dendam dengan mereka. Dan satu lagi, saya ingin memberitahumu jika besok sampai 3 minggu kedepan saya akan pergi ke Paris. Saya awalnya ingin mengajak kamu tapi karena paspor kamu belum jadi, alhasil kamu akan saya tinggal disini sendirian. Kamu tidak apa-apa kan?" Laura menggelengkan kepalanya.

"Laura tidak apa-apa, Pa. Laura juga ingin mengucapakan banyak-banyak terimakasih ke Papa karena sudah banyak membantu Laura. Sekaligus berterimakasih dengan apa yang sudah Papa berikan kepada Laura, entah itu mulai dari kartu ini sampai baju-baju Laura yang Laura yakini pasti harganya tidak murah," ujar Laura merasa tak enak hati.

"Everything for you, Laura. Kamu sekarang tanggungjawab saya. Jadi saya akan memberikan yang terbaik untukmu. Dan satu lagi, mulai sekarang jangan memanggil saya dengan sebutan Papa karena saya bukan lagi Papa mertuamu," ujar Maikel.

"Lalu? Laura harus memanggil dengan sebutan apa? Tuan?"

"Tidak dengan Tuan juga."

"Terus?" tanya Laura bingung.

"Terserah kamu yang terpenting jangan Papa dan Tuan," ujar Maikel lalu setelahnya ia berlalu dari hadapan Laura yang masih memikirkan panggilan apa yang cocok untuk Maikel.

Terpopuler

Comments

Helen Nirawan

Helen Nirawan

jgn panggil papa ato tuan 🤔🤔, klo gt panggil kakek aj 😁

2024-07-21

2

Quen

Quen

Si laura murahan juga yah sekarang deket deket sama mertuanya yang jelas jelas punya istri terus apa bedanya dia sama si almira

2024-05-01

2

MOMMY

MOMMY

uhhh seru dn asyik deh..../Curse//Curse//Curse//Curse/

2024-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!