Akhir dan Permulaan

Tepat 2 hari setelah acara pernikahan itu dilakukan, Julio, Almira bahkan Beti baru kembali ke rumah. Entah selama dua hari itu mereka ada dimana, Laura tak peduli. Saking tak pedulinya dia, sampai-sampai ia tak menyambut kedatangan mereka.

Laura terus duduk anteng sembari menikmati secangkir coklat panas dan siaran televisi di hadapannya.

Kebetulan sekali ketiga orang itu melewati ruang keluarga alhasil mereka melihat Laura tengah bersantai ria. Ingatlah, mereka tidak suka melihat Laura dalam ketenangan. Sehingga dengan kobaran api kemarahan, Beti, selaku nyonya di rumah itupun mendekati Laura dengan langkah lebarnya.

Tanpa aba-aba, Beti langsung menjambak rambut Laura dengan cukup kuat membuat Laura sampai mendongakkan kepalanya.

"Apa-apaan kamu hah? Berani-beraninya ya kamu santai disini dengan secangkir coklat hangat seperti ini?! Sudah berasa menjadi nyonya di rumah ini kamu hah?! Baru saja ditinggal 2 hari sudah berulah seperti ini! Dasar wanita miskin! Kembali ke habitat kamu sekarang! Menyingkir dari sofa mahal saya! Kamu tidak pantas berada disini!" Jambakan itu Beti gerakkan hingga berhasil membuat Laura yang sedari tadi diam menjadi pusing. Ia memejamkan matanya sesaat sebelum dengan kasar dirinya menyentak tangan Beti sampai jambakan itu terlepas. Tak sampai disitu, Laura mendorong tubuh Beti hingga tubuh wanita paruh baya tersebut terjungkal.

"Mama!" Teriak Julio dan Almira secara serempak. Keduanya bergegas mendekati Beti, membantu wanita paruh baya tersebut untuk berdiri.

Tatapan nyalang Laura dapatkan dari sang suami.

"Beraninya kamu melawan Mama saya!" geram Julio sembari melangkahkan kakinya mendekati Laura. Dan saat tangannya sudah melayang, ingin menampar wajah Laura, belum juga telapak tangannya mendarat di pipi kusam Laura, tangannya itu justru lebih dulu di cekal dengan erat.

"Jangan pernah tangan kotormu ini menyentuh pipi saya! Kamu tidak berhak lagi melukai saya entah secara fisik maupun mental!"

Plak!!!

Semua orang terkesiap saat satu tamparan keras Laura berikan kepada Julio. Keterkejutan mereka tak sampai disitu saja tapi di tambah terkejut saat tangan Julio di bawa ke belakang punggung laki-laki itu, untuk mengunci pergerakan Julio.

"Satu tamparan ini tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu perbuat selama ini! Dan perlu kamu ingat, ahhh tidak hanya kamu saja melainkan wanita tua itu juga harus mengingat jika apa yang saya lakukan ini hanya sebagai pemanasan saja. Jadi bersiaplah jika nantinya saya akan bersikap lebih kepada kalian semua yang sudah memberikan luka batin maupun fisik kepada saya. Saya akan membalas perlakuan kalian 2 kali lipat dengan apa yang kalian lakukan sebelumnya!" ucap Laura. Jangan harap dia akan diam seperti dulu lagi yang dengan bodohnya menerima begitu saja perlakuan orang yang menindasnya.

"Beraninya kamu mengancam kita! Apa kamu kira kita akan takut dengan ancaman kamu, Hah? Jangan harap! Walaupun saya keluarga baru disini tapi saya akan melindungi dan berpihak kepada suami dan Mama Beti dari ancaman wanita gila sepertimu!" Tatapan mata nyalang Laura berpindah kearah madunya. Senyum miring pun turut menghiasi wajahnya.

"Tidak ada ancaman di dalam ucapan saya, melainkan sebuah peringatan! Karena perlu kalian tau jika Laura yang kalian kenal dulu sudah mati! Dan Laura yang saat ini berada di hadapan kalian adalah Laura versi dia yang tidak akan pernah memaafkan kesalahan orang lain begitu saja. Jika orang itu melukai dirinya sampai meneteskan darah walaupun setetes saja, Laura ini akan membalasnya berpuluh-puluh kali lipat dari darah yang dia keluarkan! Dan untuk kamu, Almira. Apakah kamu yakin jika suamimu ini memang benar-benar mencintai kamu? Apa kamu tidak curiga jika dia menikahi kamu bukan karena murni dia mencintaimu melainkan dia hanya menjadikan kamu sebagai alat pembuat anak untuknya?"

"Berhentilah bicara omong kosong Laura! Mas Julio tidak mungkin seperti itu!" teriak Almira tak terima.

"Oh ya? Tapi sayangnya sudah ada contoh sebagai gambaran jika kamu nantinya tidak bisa mengandung buah hati laki-laki bejat ini. Kamu nanti jika tidak bisa memberikan keturunan, kamu akan di buang, di campakkan, di khianat, di siksa bahkan di suruh bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk cek, apakah kamu mandul atau tidak. Dan jika hasilnya kamu tidak mandul maka mereka tidak akan pernah percaya yang ujung-ujungnya kamu akan di salahkan dan akan mendapatkan siksaan dari dua manusia gila ini! Ucapan saya ini bukan untuk mengadu domba kamu dengan Julio ataupun Beti tapi hanya meningkatkan saja. Jika kamu tidak mendengarnya, saya juga tidak masalah asalkan jangan menyesal di kemudian hari seperti Laura yang dulu," ujar Laura panjang kali lebar. Lalu setelah mengatakannya, Laura mendorong tubuh Julio dan melepaskan kuncian tangan tersebut.

"Dan untuk kamu, Julio. Saya akan mengabulkan permintaanmu dulu. Kamu ingin bercerai dengan saya bukan? Maka saya penuhi keinginanmu saat ini juga." Laura melempar surat perceraian mereka berdua tepat mengenai wajah Julio.

"Sialan! Wanita yang tidak memiliki sopan-santun! Syukurlah jika kamu memenuhi keinginan saya karena saya juga sudah muak memiliki istri yang tidak berguna sama sekali sepertimu ini!" ujar Julio lalu dengan cepat ia mengambil berkas perceraian itu dan juga bolpoin yang sempat terlempar cukup jauh darinya. Dan tanpa berfikir dua kali, Julio menandatangani berkas tersebut kemudian dengan cara yang sama seperti yang Laura lakukan kepadanya, ia melempar berkas tersebut. Namun sayangnya berkas itu tak mengenai sasaran karena dengan gesit Laura menghindar.

"Sudah kan?! Kalau begitu pergi kamu dari sini!" Ucap Beti dan seakan-akan ia mendapatkan tambahan kekuatan, ia langsung menarik tangan Laura untuk keluar dari rumah tersebut. Laura yang mendapat perlakuan seperti itu pun ia menjadi geram dan dengan sekali sentak saja cekalan Beti lepas dari tangannya.

"Jangan pegang-pegang!" sentak Laura yang cukup mengagetkan Beti. Wanita paruh baya itu pun sampai memundurkan langkahnya.

"Saya bisa keluar dari rumah ini sendiri tanpa kamu seret seperti anjing!" imbuh Laura. Lalu setelahnya ia melangkahkan kakinya, benar-benar meninggalkan rumah tersebut. Namun ketika ia berada di tengah-tengah perjalanan, teriakan Beti kembali terdengar hingga membuatnya berhenti sejenak.

"KAMU MEMANG ANJING LAURA! KAMU PANTAS MENDAPATKAN SEMUA YANG TELAH KITA LAKUKAN KEPADAMU! DAN SELAMAT BERSENANG-SENANG DI LUAR SANA! SELAMAT MENJADI GELANDANGAN LAURA! SAYA TUNGGU PENAMPIL BARU KAMU DI LAMPU MERAH! HAHAHA!" gelak tawa yang menggelegar terdengar setelah ucapan dari Beti tadi. Bahkan saat Laura menolehkan kepalanya, ia bisa melihat bukan hanya Laura, Julio, Almira saja menertawakannya melainkan beberapa maid pun juga ikut tertawa.

Laura yang melihat hal itu bukannya ia tambah marah, melainkan dia tersenyum kearah orang-orang tersebut sebelum ia berteriak, "JANGAN SAMPAI UCAPANMU KEMBALI KEPADAMU! JIKA SAMPAI HAL ITU TERJADI, MAKA SAYA AKAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG AKAN MENERTAWAKANMU, SAMA SEPERTI KAMU MENERTAWAKAN SAYA SAAT INI! DAN PERLU KALIAN INGAT, JIKA KALIAN SEMUA JUGA HANYA MENUMPANG DI RUMAH INI YANG SEWAKTU-WAKTU KALIAN JUGA BISA DI USIR DARI SINI! TOLONG SELALU INGAT SATU FAKTA ITU!"

Setelah mengucapakan perkataanya tadi, Laura cukup mengabaikan teriakan orang-orang gila di belakang sana. Biarkan saja para anjing itu menggonggong, Laura tak akan perduli lagi.

Terpopuler

Comments

Anhy Salewa

Anhy Salewa

ayo Laura lawan

2024-05-14

0

Entin Fatkurina

Entin Fatkurina

waooooow keren kamu laura, tunjukkan pesonamu.

2024-01-19

2

Hany

Hany

thoor kenapa ya,novel ini,selalu hilang di rak saya,mulai pagi saya cari gak ada,ini sy buka profil authoor,baru ketemu dan Uda up sejak pagi rupanya,kenapa bisa begitu ya,bingung saya

2024-01-18

3

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!