Perempuan itu Datang

Laura tampak mondar-mandir tak jelas di ruang tamu. Ia gugup sekaligus takut dengan apa yang akan terjadi dengan nasibnya selanjutnya. Ia juga takut jika Julio memang benar-benar memiliki wanita lain selain dirinya.

"Tidak. Mas Julio tidak akan pernah setega itu kepadaku. Dia tidak akan mengkhianati pernikahan kita. Ya, dan aku yakin dia saat ini keluar hanya untuk mencari perempuan yang memang mau ia ajak bersandiwara dengannya nanti. Dia tidak benar-benar mencintai perempuan yang akan dia ajak kesini karena aku sangat yakin hatinya masih penuh dengan namaku," batin Laura yang kekeuh percaya jika Julio masih mencintainya.

Beti yang berada di satu ruangan yang sama dengan Laura, ia sangat muak melihat menantunya itu tidak bisa diam sejak kepergian Julio tadi.

"Heh, wanita sialan! Sampai kapan kamu akan mondar-mandir seperti itu? Lagi cosplay jadi setrika kamu hah? Duduk sekarang sebelum saya seret kamu," perintah Beti tak terbantahkan. Laura yang sudah mendapatkan ancaman dari sang ibu mertua, ia tak bisa menolak lagi. Dirinya kini berniat mendudukkan dirinya disalah satu sofa di sana. Namun belum juga tubuhnya mendarat, suara Beti kembali terdengar.

"Siapa yang suruh kamu duduk di situ?! Duduk dibawah! Kamu tidak pantas duduk di sofa mahal milik saya. Kamu pantasnya duduk di lantai tanpa alas apapun." Laura sempat memejamkan matanya, mencoba untuk bersabar lalu setelahnya ia menuruti apa yang di perintahkan oleh ibu mertuanya. Sebenarnya hal ini bukan kali pertama dia duduk lesehan ketika bersama dengan ibu mertuanya bahkan suaminya sendiri. Sudah sering dia mendapat perlakuan seperti ini dengan alasan karena Laura lebih pantas menjadi pembantu yang tentunya seorang pembantu hanya pantas berada di bawah majikannya bukan berdampingan. Tentu saja Laura yang selalu menerima perlakuan mereka, tak bisa menolak dan ia terus melakukan apa yang ibu mertuanya dan suaminya inginkan.

"Nah gitu dong. Anjing pintar," cemooh Beti kemudian dirinya kembali memfokuskan pada televisi yang menyala di hadapannya. Hingga suara seseorang mengalihkan perhatian Beti maupun Laura.

"Kenapa kamu duduk disitu?!" Suara bariton dari laki-laki yang saat ini berdiri di samping Laura, membuat wanita muda itu menengadahkan kepalanya.

"Halah mas, biarin aja sih. Toh dia sendiri yang mau. Lagian lebih baik memang dia duduk disitu karena kalau dia duduk di sofa mahal kita, yang ada sofa kita nanti kotor lagi," ucap Beti yang sayangnya hanya diabaikan begitu saja oleh Maikel.

Laki-laki itu masih fokus menatap Laura sebelum berkata, "Berdiri dan duduk di sofa!"

Perintah tegas itu tak langsung di lakukan oleh Laura. Wanita muda itu justru menundukkan kepala dengan mata yang melirik kearah Beti yang saat ini tengah melototi dirinya.

"Saya bilang pindah posisi sekarang juga, Laura!" Suara Maikel semakin meninggi yang mengakibatkan Laura gelagapan sendiri.

"Iy---" Belum sempat Laura menjawab, lagi-lagi suara Beti terdengar.

"Mas, kenapa kamu memaksa dia sih? Biarkan saja apa susahnya?!" protes Beti tak terima. Ayolah ia lebih suka melihat Laura menderita.

"Shut up!" bentak Julio yang tentunya ia tujukan kepada istrinya.

Dan bertepatan dengan bentakan itu, terdengar langkah kaki yang mendekati mereka bertiga.

"Ada apa ini?" pertanyaan itu membuat kedua wanita yang ada disana mengalihkan pandangannya kearah belakang Maikel. Sedangkan Maikel, ia memejamkan matanya dengan kedua telapak tangannya mengepal erat.

"Ya ampun sayangnya Mama," ujar Beti heboh. Ia bahkan berdiri lalu mendekati Julio dan seorang perempuan yang berada disamping sang putra.

Sedangkan Laura, ia tertegun. Tenggorokannya terasa tercekat saat melihat pemandangan menyakitkan yang berada tak jauh darinya.

"Ma---mas," panggil Laura sangat lirih, hanya dia dan Maikel yang dapat mendengar suaranya. Ia tak percaya jika Julio benar-benar membawa perempuan lain ke rumah ini.

Disisi lain, Beti langsung memeluk sang putra yang tentunya dibalas oleh Julio sembari ia kembali mempertanyakan kenapa sang ayah tadi sempat berteriak hingga suaranya terdengar sampai keluar rumah, "Ma, ada apa?"

Beti melepaskan pelukannya, ia menatap sang putra dengan gelengan kepala, tak lupa senyum manis pun ia tampilkan.

"Tidak ada apa-apa. Tadi hanya ada kesalahpahaman sedikit saja tapi semuanya sudah selesai. Ahhh ya ampun Mama hampir lupa menyapa calon menantu Mama," ucap Beti yang kini berpindah kearah seorang perempuan dengan mini dress yang menempel di tubuhnya.

"Hay Ma, apa kabar?" ucap perempuan tersebut sembari bersalaman dengan Beti.

"Tentu saja baik sayang. Kamu sendiri bagaimana? Baik kan? Julio tidak menyakiti kamu kan selama ini?" Perempuan itu menggelengkan kepalanya.

"Tidak Ma. Mas Julio sangat baik kepadaku bahkan sangat perhatian," balasnya sembari menatap kearah Julio yang dibalas oleh laki-laki itu dengan senyum lembutnya bahkan salah satu tangannya bergerak untuk mengusap kepala perempuan tersebut.

Segala interaksi itu tentu saja di saksikan oleh sepasang mata yang menatap penuh luka. Laura yang sudah tidak tahan lagi, ia mendekati ketiga orang yang ada disana meninggalkan Maikel yang saat ini tengah duduk santai sembari menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Syukurlah kalau begitu. Oh ya, ayo duduk sayang, sekalian Mama ke---" Belum selesai Beti berkata, ucapannya lebih dulu di putus oleh seseorang yang datang tak di undang.

"Mas, aku mau bicara sama kamu." Tatapan ketiga orang itu langsung terfokus kearah Laura yang baru bergabung. Namun ada satu tatapan mata yang membuat Laura risih. Tatapan itu berasal dari perempuan yang dibawa oleh suaminya.

Perempuan itu tampak menatap Laura dari atas sampai bawah dengan salah satu alisnya yang terangkat.

"Dia siapa sayang? Kenapa memanggilmu dengan sebutan Mas? Jangan bilang perempuan ini adalah istri kamu?" ucap perempuan itu yang terlihat ragu mengklaim jika Laura yang akan menjadi madunya.

Beti kini menatap sinis Laura namun ia tetap menjawab pertanyaan yang di layangkan oleh calon menantunya itu, "Memang. Wanita ini adalah istri pertama Julio. Sangat bodoh bukan calon suamimu itu memilih seorang istri."

Perempuan itu tanpa ragu, ia menganggukkan kepalanya, mensetujui ucapan dari Beti tadi.

"Untuk hal ini, aku mengaku jika kamu memang bodoh Mas. Kamu yang tampan, kaya, dan sempurna seperti ini memilih istri seperti seorang pembantu. Bahkan dia tau jika akan ada tamu yang datang, tapi dia sama sekali tidak mempersiapkan penampilannya. Lihatlah dia hanya memakai daster kucel, mana dibagian bahunya sobek lagi. Rambutnya, sangat-sangat lepek, dan wajahnya astaga sangat buluk. Penampilan dia sama sekali tidak mencerminkan jika dia pantas bersanding dengan kamu. Pantas saja kamu pernah mengatakan kepadaku jika kamu sangat malu jika mau mengajak keluar istri kamu ini. Dan aku sekarang paham sekarang maksud dari ucapan kamu itu. Ternyata modelan istri kamu ini sama seperti pembantu, ahhh ralat lebih tepatnya seperti gembel."

Ucapan itu berhasil menusuk relung hati paling dalam milik Laura. Sungguh wanita muda itu tak percaya bahwa orang yang baru bertemu dengannya sudah berhasil menginjak-injak harga dirinya. Ia bahkan sempat berpikir, apakah memang dirinya di lahirkan hanya untuk ditindas dan di rendahkan oleh orang lain seperti ini? Jika memang begitu, apakah boleh Laura menyesal sudah di lahirkan di dunia ini? Dan apakah boleh Laura menyerah sekarang?

Terpopuler

Comments

Susana Sobalena

Susana Sobalena

satu kata bodoh.

2024-09-26

0

Anhy Salewa

Anhy Salewa

sy yg emosi lait Laura ini

2024-05-14

1

MOMMY

MOMMY

laura bukan hanya bodoh tapi penakut dn minder..makan itu vhintamu laura

2024-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!