Pertengkaran 2

Tentu saja pertengkaran yang memicu wajah Julio menjadi babak belur membuat heboh satu rumah. Beti yang awalnya ingin melabrak Laura karena tak kunjung menemuinya, ia urungkan kala ia melihat sang menantu berteriak meminta tolong. Ia yang merasa kepo tentu saja mendekati Laura dan betapa terkejutnya dia saat melihat tubuh putra kesayangannya itu terkapar tak berdaya.

Beti tentu saja panik seketika dan saat itu juga ia menyuruh salah satu anak buah Maikel menelepon dokter pribadi keluarga Kail, sedangkan dirinya, ia langsung menuduh Laura lah sang pelaku yang menghajar putranya sampai babak belur. Tentu saja Laura langsung mengelak atas tuduhan yang di berikan oleh sang ibu mertua. Lagian mana bisa dirinya melawan suaminya, apalagi sampai memukul Julio hingga tak sadarkan diri sedangkan dia melawan dengan suara saja nyalinya sudah menciut. Dan tak hanya itu saja Laura juga menjelaskan apa yang ia lihat tadi. Tentu saja semua itu tak langsung di terima oleh Beti. Wanita paruh baya itu tak percaya suaminya yang terlihat begitu sayang dengan sang putra dengan teganya dia menghabisi anaknya sendiri dan terus menuduh Laura lah sang pelaku. Entah menantunya itu melakukan pemukulan itu dengan tangannya sendiri atau membayar orang lain, Beti tidak perduli akan hal itu karena baginya tetap Laura lah pelakunya. Dan tentu saja penjelasan yang Laura berikan berujung sia-sia bahkan dirinya langsung di usir dan di suruh menjauh dari suaminya sendiri.

Laura ingin sekali menolak karena dirinya ingin menemani Julio sampai dia sadar. Namun seretan dari dua laki-laki berbadan kekar yang diperintahkan oleh Beti, mampu membuat Laura tak berkutik. Ia pasrah kala di seret keluar dari dalam kamarnya.

Dan disinilah Laura berada, di taman belakang rumah yang sering ia jadikan tempat untuk menumpahkan segala kesedihan yang selama ini ia rasakan. Laura menangis tanpa suara dengan tatapan yang memandang lurus hamparan bunga matahari di depannya.

Dan tanpa Laura sadari, sedari tadi dirinya sampai di taman tersebut ada sepasang mata yang mengawasi dirinya dari atas balkon lantai dua. Seseorang itu menatap lekat kearah Laura dengan sesekali menyesap sebatang nikotin yang berada di sela jarinya.

"Bodoh," ucap orang tersebut setelah menghembuskan asap rokok yang memenuhi rongga mulutnya. Tatapannya pun masih lekat menatap Laura hingga suara pintu di barengi suara langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa mendekati dirinya, membuat seseorang itu memutar bola matanya malas. Tanpa melihat siapa yang datang terlebih dahulu, ia sudah tau seseorang yang saat ini berdiri di belakangnya.

"Mas!" panggilan penuh nada tinggi terasa berdenging masuk kedalam indra pendengaran Maikel yang masih berada di posisinya sebelumnya. Dan ya, orang yang sedari tadi memperhatikan Laura adalah ayah mertuanya.

Maikel tak menjawab, ia masih terdiam hingga membuat Beti merasa sebal.

"Mas!" panggil ulang Beti bahkan tangannya ikut bergerak, membalik tubuh Maikel. Dan berhasil, dirinya saat ini telah berhadapan dengan suaminya.

Maikel merespon hanya dengan salah satu alisnya yang terangkat.

"Orang yang memukul Julio sampai babak belur itu bukan kamu kan Mas?" Maikel diam, tak mau menjawab ucapan dari sang istri karena ia sangat yakin Laura pasti sudah menceritakan semuanya kepada istrinya itu.

Sedangkan Beti, ia menghela nafas lega. Hidup beberapa tahun dengan Maikel membuat dirinya paham dengan sikap suaminya yang sangat irit bicara dan beberapa kode yang sering suaminya itu lakukan, salah satunya ya diam seperti ini saat di tanyai. Dan keterdiaman itu biasanya diartikan dengan sesuatu yang baik. Sehingga Beti bisa menyimpulkan jika Maikel tidak melakukan apa yang telah Laura tuduhkan kepadanya tadi.

"Huh, benar kan apa kataku tadi jika kamu tidak mungkin memukuli anak kamu sendiri. Laura itu benar-benar pandai sekali bersandiwara. Padahal dia sendiri yang dengan kurang ajarnya melakukan KDRT kepada suaminya sendiri, ehhh bukannya mengakui malah bersilat lidah dan melemparkan kesalahannya kepadamu. Sialan memang perempuan gila itu. Berani-beraninya mengadu domba kita. Awas saja nanti, aku akan kasih dia pelajaran! Menyebalkan. Kenapa sih Julio tidak menceraikan dia saja? Padahal tidak ada yang bisa dibanggakan dari perempuan mandul itu," celoteh Beti.

"Saya juga berpikiran kenapa Julio tidak menceraikan dia saja? Padahal di luar sana masih banyak perempuan lain yang menginginkan dia." Beti yang mendapat respon dari sang suami apalagi pemikiran mereka berdua sama tampak terlihat excited menanggapi ucapan dari Maikel.

"Nah, benar kan. Perempuan di luar sana juga banyak yang lebih baik dari Laura. Harusnya Julio sadar dan segara bercerai saja daripada bertahan dengan perempuan sialan itu yang benar-benar tidak berguna sama sekali, malah menambah beban saja," ujar Beti gregetan sendiri dengan putranya itu.

"Benar, harusnya Julio memang sadar dan segara melepas Laura. Lalu setelah itu menghalalkan selingkuhannya daripada terus berbuat zinah, memalukan," ucap Maikel yang dengan seketika membuat anggukan di kepala Beti yang sedari tadi ia lakukan untuk menimpali ucapan dari Maikel seketika berhenti. Tatapan matanya pun berpindah hingga saling bertatapan dengan mata tajam sang suami.

"Tunggu, apa tadi? Selingkuhan? Siapa yang selingkuh? Laura?"

"Tidak perlu bertingkah seolah-olah kamu tidak tau semua hal busuk yang putramu itu lakukan. Bahkan wanita yang menjadi selingkuhan putramu merupakan wanita pilihanmu sendiri, yang kamu kenalkan 3 bulan yang lalu. Jadi tanpa perlu saya sebutkan siapa nama dari wanita itu, kamu tentu saja sudah tau bukan? Dan satu lagi, pelaku yang telah memukul putra kesayanganmu itu bukan Laura melainkan saya, Maikel Federico Kail."

Beti begitu terkejut saat suara lantang sang suami yang mengakui perbuatannya memasuki pendengarnya. Namun ia tetap saja menggeleng-gelengkan kepalanya, menyangkal fakta yang ada.

"Tidak. Tidak mungkin kamu melakukan hal itu, Mas. Aku tau seberapa sayangnya kamu dengan Julio jadi tidak mungkin kamu memukul Julio sampai pingsan! Kalaupun iya, apa alasan kamu melakukannya? Apa gara-gara wanita sialan itu? Apa saja yang telah dia lakukan sampai kamu terhasut dengan mulut berbisanya itu?!"

"Stop! Jangan pernah menuduh Laura melakukan hal yang tidak bisa dia lakukan! Tindakan yang telah saya lakukan terhadap putramu tidak ada kaitannya sama sekali dengan Laura. Dia tidak pernah menghasut saya seperti yang kamu tuduhkan tadi. Tapi semua yang telah saya lakukan murni karena keinginan saya sendiri! Saya sudah muak dengan kelakuan putra kamu! Dan saya juga sangat muak dengan sikap kamu!" ujar Maikel sembari menunjuk tepat di wajah Beti. Dan karena ia tak ingin kehilangan kontrol sehingga menyakiti seorang wanita, Maikel memilih untuk pergi dari hadapan Beti.

Sedangkan Beti, ia menggeram keras setelah Maikel meninggalkan dirinya.

"Arkkhhhhhhh! Semua ini gara-gara wanita sialan itu! Laura! Awas saja kamu! Aku pastikan kamu akan hancur!" tutur Beti dengan kobaran api kebencian yang terlihat jelas di dalam matanya.

Terpopuler

Comments

Helen Nirawan

Helen Nirawan

bini gini di pasar byk , buang aj ke jurang , cerai in , ish gk penting

2024-07-21

2

Aprisya

Aprisya

eeeaallaahhh kenapa semua kesalahan dituduhkan pada laura,, dasar mak lampir

2024-01-13

5

Yunia Afida

Yunia Afida

apakah si beti nikah ama maikel itu di beti jebak ya

2024-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Satu garis merah
2 Hutang
3 Maikel
4 Papa Mertua
5 Pertengkaran
6 Pertengkaran 2
7 Fakta Untuk Laura
8 Diacuhkan
9 Perempuan itu Datang
10 Almira
11 Berhenti atau Bertahan?
12 Luapan perasaan
13 Keputusan
14 Melawan
15 Keputusan akhir
16 Akhir dan Permulaan
17 Rumah Sementara
18 Kehidupan baru
19 Menghilang
20 Pertemuan Laura dan Almira
21 Aduan Laura
22 Kembali hanya Membawa Luka
23 Minta maaf
24 Kembali
25 Fakta menyayat hati
26 Tekat Membalas
27 Melawan Julio
28 Keterkejutan Julio
29 Keributan Pertama
30 Tantangan
31 Mencoba untuk Menggoda
32 Aksi Beti
33 Terjawablah sebuah rahasia
34 Art baru
35 Menyusun rencana
36 Beraksi
37 Ketahuan
38 Hukuman Untuk Beti
39 Ketahuan
40 Alasan Laura
41 Terungkapnya Identitas
42 Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43 Pertemuan Beti dan Lucius
44 Keputusan Maikel
45 Dia Melindungimu
46 Mencoba Mendapatkan Hati
47 Siapa Sosok Wanita itu?
48 Olivia Jasmine Kail
49 Alasan Menikah dengan Beti
50 Secret!
51 Kedekatan Laura dan Lucius
52 Jebakan
53 Kemurkaan Maikel
54 Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55 Alasan dan Permintaan Maaf
56 Kabar bahagia dan rencana
57 Tidak sesuai ekspektasi
58 Peringatan!
59 Penelusuran
60 Kobaran api tak terlihat
61 Perlahan terbalaskan
62 Timbal balik
63 Perlahan tapi pasti
64 Awal Kehancuran
65 Pengawasan
66 Hasil
67 Tuduhan
68 Menjadi Penguntit
69 Rencana Licik Beti
70 Pilih kasih
71 Mengetahui rencana
72 Aksi Almira
73 Pertengkaran kecil
74 Berita dan Rencana
75 Penyelidikan again
76 Penyerangan
77 Laki-laki pengganti
78 Rencana di mulai
79 Jebakan Batman
80 Rencana berhasil
81 Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82 Kekhawatiran Almira
83 Berita dan Kehebohan
84 Surprise dari Beti
85 Satu langkah lagi
86 Pesta Kehancuran
87 Berita menyakitkan untuk Beti
88 Semua kebusukan Beti terungkap
89 Pembalasan untuk Beti
90 Penjelasan untuk Maikel
91 Perkembangan kasus
92 Adu mulut
93 Pertengkaran Julio dan Almira
94 Pengusiran
95 Detik-detik
96 Terbongkar
97 Fakta menyakitkan
98 Akhir Hubungan Julio dan Almira
99 Hancurnya Julio
100 Akhir Balas Dendam
101 Berbeda Nasib
102 Menagih Janji dan Kontraksi
103 Renesmee Dianna Kail
104 Posesif
105 Kilasan Masa Lalu
106 Rencana Jahat
107 Kejutan Kecil-kecilan
108 Keadaan Beti
109 Keinginan Laura
110 Kekhawatiran Laura
111 Proses Melahirkan Beti
112 Kebencian Beti
113 Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114 Keputusan untuk Bayi yang Malang
115 Tak Perduli
116 Fakta Mengejutkan
117 Akan segara di mulai
118 Tamu tak diundang
119 Bukti
120 Drama
121 Mengikuti alur
122 Ide licik Laura
123 Mulai pergerakan
124 Pinjol
125 Terkuak identitas
126 Terungkapnya Dalang
127 Keadaan Beti
128 Penagih
129 Terungkap
130 Akhir dari Anggun
131 Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132 Berbelit-belit
133 Flashback
134 Terungkap
135 Hukuman
136 Menjalin masa hukuman
137 Tersadar
138 Berdamai
139 Ulah Lucius (End)
140 Pengumuman!
141 Cerita Baru!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Satu garis merah
2
Hutang
3
Maikel
4
Papa Mertua
5
Pertengkaran
6
Pertengkaran 2
7
Fakta Untuk Laura
8
Diacuhkan
9
Perempuan itu Datang
10
Almira
11
Berhenti atau Bertahan?
12
Luapan perasaan
13
Keputusan
14
Melawan
15
Keputusan akhir
16
Akhir dan Permulaan
17
Rumah Sementara
18
Kehidupan baru
19
Menghilang
20
Pertemuan Laura dan Almira
21
Aduan Laura
22
Kembali hanya Membawa Luka
23
Minta maaf
24
Kembali
25
Fakta menyayat hati
26
Tekat Membalas
27
Melawan Julio
28
Keterkejutan Julio
29
Keributan Pertama
30
Tantangan
31
Mencoba untuk Menggoda
32
Aksi Beti
33
Terjawablah sebuah rahasia
34
Art baru
35
Menyusun rencana
36
Beraksi
37
Ketahuan
38
Hukuman Untuk Beti
39
Ketahuan
40
Alasan Laura
41
Terungkapnya Identitas
42
Permintaan Lucius dan Amukan Julio
43
Pertemuan Beti dan Lucius
44
Keputusan Maikel
45
Dia Melindungimu
46
Mencoba Mendapatkan Hati
47
Siapa Sosok Wanita itu?
48
Olivia Jasmine Kail
49
Alasan Menikah dengan Beti
50
Secret!
51
Kedekatan Laura dan Lucius
52
Jebakan
53
Kemurkaan Maikel
54
Terungkapnya Sebuah Kebenaran
55
Alasan dan Permintaan Maaf
56
Kabar bahagia dan rencana
57
Tidak sesuai ekspektasi
58
Peringatan!
59
Penelusuran
60
Kobaran api tak terlihat
61
Perlahan terbalaskan
62
Timbal balik
63
Perlahan tapi pasti
64
Awal Kehancuran
65
Pengawasan
66
Hasil
67
Tuduhan
68
Menjadi Penguntit
69
Rencana Licik Beti
70
Pilih kasih
71
Mengetahui rencana
72
Aksi Almira
73
Pertengkaran kecil
74
Berita dan Rencana
75
Penyelidikan again
76
Penyerangan
77
Laki-laki pengganti
78
Rencana di mulai
79
Jebakan Batman
80
Rencana berhasil
81
Kejutan Bertubi-tubi untuk Basuki
82
Kekhawatiran Almira
83
Berita dan Kehebohan
84
Surprise dari Beti
85
Satu langkah lagi
86
Pesta Kehancuran
87
Berita menyakitkan untuk Beti
88
Semua kebusukan Beti terungkap
89
Pembalasan untuk Beti
90
Penjelasan untuk Maikel
91
Perkembangan kasus
92
Adu mulut
93
Pertengkaran Julio dan Almira
94
Pengusiran
95
Detik-detik
96
Terbongkar
97
Fakta menyakitkan
98
Akhir Hubungan Julio dan Almira
99
Hancurnya Julio
100
Akhir Balas Dendam
101
Berbeda Nasib
102
Menagih Janji dan Kontraksi
103
Renesmee Dianna Kail
104
Posesif
105
Kilasan Masa Lalu
106
Rencana Jahat
107
Kejutan Kecil-kecilan
108
Keadaan Beti
109
Keinginan Laura
110
Kekhawatiran Laura
111
Proses Melahirkan Beti
112
Kebencian Beti
113
Kembali Ke Penjara Bawah Tanah
114
Keputusan untuk Bayi yang Malang
115
Tak Perduli
116
Fakta Mengejutkan
117
Akan segara di mulai
118
Tamu tak diundang
119
Bukti
120
Drama
121
Mengikuti alur
122
Ide licik Laura
123
Mulai pergerakan
124
Pinjol
125
Terkuak identitas
126
Terungkapnya Dalang
127
Keadaan Beti
128
Penagih
129
Terungkap
130
Akhir dari Anggun
131
Terbongkarnya satu rahasia Maikel
132
Berbelit-belit
133
Flashback
134
Terungkap
135
Hukuman
136
Menjalin masa hukuman
137
Tersadar
138
Berdamai
139
Ulah Lucius (End)
140
Pengumuman!
141
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!