...⦆⦈⦇⦅...
Insting bertahan hidup manusia selalu hadir. Bagaimanapun keadaannya, manusia pasti akan mencari cara untuk bertahan hidup dengan menggunakan barang-barang yang ada di sekitar mereka.
Satu hal yang hadir di ingatan Caron adalah, awal dari kemunculan virus Erchi yang menyebabkan ketiga pulau Pygena ini hadir.
Kesalahan teknologi? Mutasi dari virus ciptaan para ahli? Atau justru senjata biologis yang awalnya diciptakan demi kemenangan dalam perang?
“Tuan Muda kita akan segera sampai di pulau Pygena E.”
Caron menganggukkan kepalanya ke arah Veistar yang berdiri di belakangnya dan kembali menatap tiga pulau Pygena di bawahnya.
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju pulau Pygena E yang berada di sebelah barat pulau Pygena L. Tiga pulau yang menjadi satu-satunya tempat bertahan umat manusia yang tersisa.
Canoa yang duduk di samping Caron menatap wajah serius Caron. Sejak serangan yang diterima Caron beberapa waktu yang lalu, pria muda itu semakin sibuk dan terus mengurung diri di dalam kamarnya.
Kamar Caron yang baru berada dekat dengan ruang latihan khusus keluarga Lacrymos, karena itulah saat Caron tidak ditemukan di dalam kamarnya pemuda itu pasti berada di ruang latihan.
Canoa hanya tidak ingin Caron memaksakan dirinya demi mendapatkan kekuatannya kembali.
Namun, jika Canoa terlalu ikut campur dan mencegah Caron melakukan semua yang diinginkannya. Canoa takut, Caron kembali menjauh darinya. Canoa tidak ingin sendirian lagi.
“Apa yang kamu pikirkan sampai seserius itu, Canoa?” Canoa tersentak dan mendongak menatap Caron yang menunggu jawabannya.
Menggelengkan kepalanya, Canoa tersenyum canggung dan menatap daratan gersang di bawahnya dari jendela pesawat. “Tidak ada, Bang.”
Caron menatap senyum canggung di wajah Canoa dan kembali menatap langit biru diluar jendela pesawat.
“Kamu tahu, Canoa. Seseorang pernah berkata kepadaku untuk tidak menyimpan semua pikiran negatif kita sendiri. Semakin kita memupuk perasaan negatif itu di dalam diri, maka suatu saat perasaan itu akan meledak dan melukai semua orang.”
Canoa tetap diam dan menggigit bibirnya dalam diam. Wanita muda itu menyadari maksud kalimat Caron dan menunggu pria muda itu melanjutkan kalimatnya.
“Aku tahu perbuatanku di masa lalu tidak termaafkan dan membuat hubungan kita renggang, tapi Canoa jangan pernah ragu untuk bertanya kepadaku. Aku … tidak akan menampar atau melukaimu jika pertanyaan yang kamu ajukan melukai hatiku. Aku tidak akan melakukannya, sungguh!”
Caron kembali menatap ke arah Canoa yang menatap Caron dengan pandangan tak terbaca.
“Jangan kembangkan perasaan negatif itu di dalam dirimu! Jangan biarkan pikiran-pikiran itu menghantarkan prasangka buruk yang bisa membuat kita renggang lagi. Kamu paham maksudku, bukan?”
Canoa menganggukkan kepalanya, sedangkan Veistar yang berdiri di belakang keduanya tersenyum dan merasa bangga dengan kalimat yang dikeluarkan Caron. Jemari Caron mengusap puncak kepala Canoa.
“Aku tidak masalah kamu ikut campur dengan kegiatanku, Canoa. Terkadang aku terlalu sibuk dengan pikiranku dan mengabaikan sekitarku. Aku sadar selama beberapa hari ini kamu tampak ragu untuk mendekatiku. Kamu hanya perlu datang, mengetuk pintu kamar dan menyampaikan omelanmu seperti yang dulu kamu lakukan.”
Canoa dan Veistar tersentak mendengar kalimat terakhir Caron. Seperti yang dulu Canoa lakukan? Apa itu artinya Caron mengingat sesuatu?
“Anda mengingat sesuatu, Tuan Muda?” Caron menoleh ke arah Veistar dengan tatapan bingung.
“Itu adalah kebiasaanku setahun sebelum kita kecelakaan, Bang. Aku selalu datang dan mengomel kalau Abang melewati makan siang atau makan malam.”
Caron kembali menatap Canoa yang tersenyum kecil. Jadi, perasaan hangat dan berdebar yang hadir di dalam hatinya ini karena salah satu kunci ingatannya tentang masa lalu sudah terbuka? Akan tetapi, kenapa Caron tidak melihat keping ingatan itu bermain di dalam benaknya?
...***...
“Selamat datang di mansion Engyna, Tuan Muda dan Nona Muda Lacrymos.”
Caron dan Canoa memandang kepala pelayan keluarga Engyna yang sudah menunggu mereka di halaman mansion.
Mata navy Caron menatap dua orang pria yang keluar dari mansion Engyna. Rambut pirang yang bersinar terkena cahaya matahari dan mata lilac serta orchid yang menatap keduanya hangat.
“Selamat datang, Tuan Muda Caron dan Nona Muda Canoa. Apa perjalanan kalian menyenangkan?”
Canoa dan Caron menganggukkan kepalanya dan tersenyum sopan menjawab pertanyaan dari tuan muda kedua keluarga Engyna, Ryan Stound Engyna.
Di belakang sang Tuan Muda kedua yaitu tuan muda pertama keluarga Engyna, Raimound Archyon Engyna hanya diam dan menganggukkan kepalanya saat mata orchidnya bertemu dengan mata navy Caron.
“Mari Tuan Muda Caron dan Nona Muda Canoa. Keluarga Flowlax sudah datang beberapa setengah jam yang lalu.”
Caron hanya diam dan mengamati dua punggung tuan muda keluarga Engyna tersebut.
Saat pandangan matanya bertemu dengan mata orchid Raimound, Caron merasakan pria muda seolah menatap menembus jiwanya. Tatapan yang sangat waspada.
“Hei Caron, Canoa! Kalian lama sekali datangnya. Apa yang kalian berdua lakukan? Terlambat bangun? Pertengkaran saudara? Adu mulut di pagi hari?”
Dua bersaudara Lacrymos itu mendongak dan menatap Lalita yang melambaikan tangan ke arah mereka dari atas meja ruang pertemuan tersebut, sedangkan Laister tersenyum canggung sambil meminta maaf atas perkataan blak-blakan saudarinya.
Rayn dan Raimound melirik ke arah Caron yang hanya diam sambil tersenyum tipis mendengar kalimat Lalita.
Dia tidak marah? Benarkah dia sudah berubah? Batin Raimound melirik Caron dari sudut matanya.
Sepertinya rumor kalau tuan muda Caron berubah itu benar ya. Batin Rayn tersenyum tipis dan mempersilahkan Canoa dan Caron untuk mengambil tempat duduk.
Mata navy Caron menelisik aula pertemuan di depannya, elegan dan minimalis. Layar hologram berwarna perak segera hadir di depan mereka.
Raimound segera menepuk pelan meja di depannya dan tak lama sebuah lonceng kecil berwarna perak muncul di pinggir meja tempat masing-masing orang duduk.
“Identifikasi identitas? Apa ini perlu?” Lalita bersuara dan menatap Raimound yang menganggukkan kepalanya. Mata orchid itu kembali menatap Caron yang hanya diam mengamati kejadian di depannya.
“Ada orang baru yang bergabung dengan kita. Sudah pasti kita harus memastikan identitasnya agar apa yang kita diskusikan ini tidak bocor keluar.”
Lalita dan Laister melirik Caron yang duduk tak jauh dari mereka. Meja berbentuk lingkaran itu memudahkan mereka saling menatap satu sama lain. Canoa melirik Caron yang sudah menekan lonceng perak di depannya.
“Tidak perlu khawatir, Tuan Muda Raimound.”
Sebuah layar hologram muncul di belakang kursi tempat Caron duduk dan menampilkan identitasnya sebagai keluarga Lacrymos. Mata orchid Raimound menyipit menatap senyum di wajah Caron.
“Saya tahu Anda hanya bermaksud baik dan saya juga tidak ada niat buruk untuk datang ke mansion ini.”
Canoa yang duduk di samping Caron menatap Raimound dengan wajah tegang, sedangkan Raimound yang mendengar tanggapan Caron tersenyum miring.
“Benarkah? Lalu bisa Anda sampaikan, alasan Anda tiba-tiba tertarik untuk datang ke tempat kumuh ini, Tuan Muda Caron?”
...⦆⦈⦇⦅...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya 🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments