Kunci Ingatan

...⦆⦈⦇⦅...

Caron melirik Canoa yang terdiam menatap layar ponselnya. Pandangan mata sang adik tampak gusar, bahkan pertanyaan yang diajukan Lalita tak terdengar olehnya.

Caron menepuk pundak Canoa yang duduk di sampingnya membuat sang adik tersentak dan memandangnya penuh tanya.

“Ya, Bang? Ada apa?”

Canoa melirik sekitarnya yang hening dan segera menyimpan ponselnya. “Maaf, tadi aku kehilangan fokus.”

Lalita mengerutkan keningnya. “Apa yang kamu pikirkan, Canoa? Tidak biasanya.”

Canoa hanya tertawa kecil dan kembali minum teh di dalam cangkirnya. “Hal biasa, Kak. Tidak perlu khawatir.”

Lalita menganggukkan kepalanya dan memulai kembali perbincangan dengan Caron dan Laister.

Sementara itu Canoa berusaha mengabaikan ponselnya yang kembali berdering menandakan pesan masuk.

Suasana makan malam bersama dua bersaudara Flowlax itu berjalan lancar. Keduanya segera pulang bersama pesawat mereka menjelang tengah malam. Caron melirik Canoa yang sejak makan malam hanya banyak diam.

“Sampai jumpa lagi, Lacrymos bersaudara! Jika butuh bantuan jangan lupa hubungi kami!”

Caron dan Canoa menganggukkan kepalanya, begitupun dengan Laister yang mengangguk sopan dan menutup pintu pesawatnya. Caron dan Canoa menatap pesawat yang terbang menjauh dan mulai menghilang di gelapnya langit malam.

Lihat! Dia melamun lagi. Batin Caron melirik Canoa yang berjalan sambil melamun di sampingnya.

Cukup aneh melihat Canoa yang biasanya ribut menanggapi candaan Lalita tiba-tiba terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Terlebih sang adik tampak cemas dan selalu melirik sekitarnya seolah sedang menghindari sesuatu.

“Aku ke kamar dulu ya, Bang. Selamat malam, Bang.”

Caron menganggukkan kepalanya dan menatap punggung Canoa yang menjauh. Pria muda itu melirik Veistar yang setia menunggu perintahnya.

Veistar menganggukkan kepalanya setelah mendengar perintah Caron dan segera menuntun tuan mudanya itu menuju kamarnya.

...***...

Caron kembali jalan-jalan di halaman mansion keluarga Lacrymos dan menatap bunga-bunga yang berada di sekitar halaman. Sikap aneh Canoa kembali menguasai pikirannya.

Apa itu ada hubungannya dengan pesan yang sang adik dapat? Atau justru pesan itu berisi sebuah ancaman? Caron sibuk dengan pikirannya dan tak menyadari sebuah benda datang menghantamnya.

“Tuan Muda! Awas!”

Bomm

Suara ledakan itu bergema di sekitar mansion Lacrymos, membuat para pelayan dan penjaga mansion keluar menuju halaman mansion.

Canoa yang sedang berada di kamarnya segera keluar dan tersentak menatap Caron yang berada di dalam perisai pelindung milik Veistar.

“Caron Sayang, jaga adikmu baik-baik, ya? Jangan biarkan mereka menjatuhkan kita!”

Caron segera memegang kepalanya saat beberapa ingatan hadir dan berputar di benaknya bak kaset rusak. Veistar yang melihat hal itu segera mendekat ke arah Caron dan menatap tuan mudanya yang berkeringat.

“Tuan Muda! Apa Anda terluka?”

Caron menggelengkan kepalanya, sedangkan Canoa segera mendekat dan jongkok di depan kursi roda Caron.

“Kenapa, Bang?”

Manik navy Caron menatap ekspresi khawatir di wajah Canoa. Jemari tangan Caron mengelus puncak kepala Canoa, membuat sang adik terdiam di tempatnya.

Mata coklat terang itu memandang senyum di wajah Caron yang sedang menahan rasa sakit pada kepalanya.

“Jangan khawatir! Semua baik-baik saja! Adikku … yang cantik!”

Hal yang terakhir Caron ingat adalah wajah kaget Canoa dan seruan Veistar yang segera menahan tubuhnya agar tidak menyentuh tanah.

...***...

Caron membuka matanya dan menatap savana di depannya. Pria muda itu melirik dirinya yang bisa berdiri dengan kedua kakinya dan merasakn rerumputan di bawah kakinya.

“Woah! Aku bisa berjalan! Hahaha … hah … aku merindukan sensasi ini. Saat telapak kakiku merasakan berbagai permukaan benda, tapi di mana ini?”

Caron menatap sekitarnya. Tak ada siapa pun selain dirinya dan angin yang menemani. Savana itu tampak sepi.

“Halo … apa ada orang? Kenapa aku bisa di sini? Apa aku mati lagi? Jika iya, sayang sekali. Masih banyak yang ingin aku lakukan.”

Caron kembali berjalan dan menyusuri savana di depannya. Tiba-tiba beberapa layar hologram berwarna biru muncul di depannya dengan kunci tampak menonjol di tengah layar hologram.

Caron menatap kaget layar hologram yang menampilkan berbagai memori yang hilang dari benaknya.

“Apa ini ingatanku? Dikunci? Itu artinya harus ada pemicunya agar ingatan-ingatan  ini bisa bangkit!”

Caron menatap layar-layar hologram yang terus bermunculan di depannya. Ada begitu banyak informasi yang terkunci di dalam benaknya.

“Jadi ini alam bawah sadarku, ya? Menarik! Aku harus segera mencari pemicu untuk bisa membuka kunci ingatan ini.”

Mata navy Caron menatap salah satu layar hologram yang menampilkan ingatan saat kecelakaan empat tahun lalu. Caron memegang kepalanya dan hanya mendengar suara-suara ledakan saat kecelakaan itu terjadi.

Mata navy Caron menatap wajah ketakutan Canoa di dalam layar hologram dan mengepalkan tangannya.

“Aku akan pastikan! Mereka yang sudah mendatangkan luka ke keluarga kita … akan mendapat pembalasan!”

...***...

Canoa menatap wajah Caron yang terbaring di depannya. Pria muda itu tampak tenang dalam tidurnya.

Apa mungkin Abang mendapat ingatannya? Batin Canoa mengingat tingkah Caron sebelum pemuda itu pingsan. Canoa melirik Veistar yang berdiri tenang di samping tempat tidur Caron.

“Terima kasih atas gerak cepatmu, Veistar.”

Veistar mendongak dan memandang Canoa yang meletakkan kepalanya di atas tempat tidur Caron. Pria muda dengan mata perak itu tersenyum dan membungkuk hormat ke arah Canoa.

“Jangan berterima kasih, Nona Muda. Saya hanya melakukan tugas saya.”

Veistar menghentikan kalimatnya dan menatap wajah tertidur Caron. “Saya juga tidak bisa membiarkan Tuan Muda terluka di depan saya.”

Canoa menganggukkan kepalanya dan kembali menggenggam jemari tangan Caron. Canoa tersentak saat melihat kelopak mata Caron yang perlahan terbuka. Mata navy itu mengerjap menatap langit-langit kamarnya.

“Bang Caron? Abang baik-baik saja? Ada yang sakit?”

Caron menatap wajah Canoa dan tersenyum tipis. Pemuda itu bangkit dari baringnya dibantu oleh Veistar.

“Apa ingatan Abang kembali?” Caron menatap Canoa yang kembali bertanya kepadanya.

“Ya, hanya sedikit. Aku butuh pemicu agar ingatanku kembali.”

Canoa menggenggam erat kedua tangannya. Kejadian yang terjadi dengan Caron ini pernah terjadi lima tahun sebelumnya. Saat itu Canoa lah yang menjadi korbannya dan Caron adalah orang yang melindunginya.

“Apa yang Abang ingat?” Caron menatap Canoa yang sedikit pucat dan mengerutkan keningnya.

“Kejadian saat kita kecelakaan. Hanya sepenggal, seperti suara ledakan.”

Canoa dan Veistar terdiam, keduanya saling lirik dan kembali memandang Caron yang sibuk berpikir.

Ada yang aneh dengan reaksi Canoa. Batin Caron kembali menatap Canoa yang kini menggenggam erat jemari tangannya.

“Ada yang kamu sembunyikan dariku, Canoa? Apa ada pesan yang kamu terima dari seseorang?”

Canoa menganggukkan kepalanya dan melirik Veistar yang berdiri tenang di samping tempat tidur Caron.

“Siapa?”

Canoa menggenggam kedua tangannya erat dan menarik nafas panjang. “Menurutku … menurut kami … dia orang yang berkaitan dengan kecelakaan keluarga kita, Bang.”

...⦆⦈⦇⦅...

Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya ... Aku menunggu komentar kalian .... 🌺

Episodes
1 Kesempatan Kedua
2 Mencari Informasi
3 Menjalin Komunikasi
4 Flowlax
5 Serangan Pembuka
6 Rencana Pertama
7 Menuju Arah Baru
8 Kunci Ingatan
9 Rencana Perubahan
10 Rozittyo
11 Janji Masa Lalu
12 Hati ke Hati
13 Teror Tengah Malam
14 Aerance Organization
15 Pertemuan Tiga Keluarga
16 Pertemuan Tiga Keluarga (2)
17 Jalan-jalan
18 Tersembunyi dibalik Badai
19 Sahabat Lama?
20 Firasat Precognition
21 Ledakan Pesawat
22 Gelang Pelindung
23 Tiga Sisi Hati
24 Fakta yang Sebenarnya
25 Serpihan Jiwa
26 Kembali Sadar
27 Portal Teleportasi
28 Kata-kata Penenang
29 Alat Penyadap
30 Anak yang Terbuang
31 Menjadi Keluarga
32 Tiga Tetua Pusat
33 Silat Lidah Caron
34 Teknologi Baru Engyna
35 Keyakinan dan Tekad
36 Pertemuan Berujung Bencana
37 Sulung Lacrymos Kembali
38 Kaki yang Bergerak
39 Pemikiran Bersama
40 Dua Kekuatan yang Bereaksi
41 Curahan Hati Raimound
42 Rasa Curiga dan Gelisah
43 Pekerja Baru
44 Mutasi Mutan Erchi
45 Tim Penyerang
46 Serangan Gabungan Caron-Veistar
47 Bisikan Setan
48 Serangan di Mansion Lacrymos
49 Kecemasan Caron
50 Isi Hati Canoa
51 Perlindungan Saudara
52 Pesan si Bungsu
53 Hati yang Kacau
54 Sebuah Perubahan
55 Rapat Penentuan
56 Panggilan Penyusup
57 Sebuah Tantangan
58 Menuju Daratan
59 Serangan dari Daratan
60 Akhirnya Bertemu
61 Satu Hama Kalah
62 Keluarga Yang Kacau
63 Hitam yang Berakhir
64 Bunga Perpisahan
65 Sankyu!
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Kesempatan Kedua
2
Mencari Informasi
3
Menjalin Komunikasi
4
Flowlax
5
Serangan Pembuka
6
Rencana Pertama
7
Menuju Arah Baru
8
Kunci Ingatan
9
Rencana Perubahan
10
Rozittyo
11
Janji Masa Lalu
12
Hati ke Hati
13
Teror Tengah Malam
14
Aerance Organization
15
Pertemuan Tiga Keluarga
16
Pertemuan Tiga Keluarga (2)
17
Jalan-jalan
18
Tersembunyi dibalik Badai
19
Sahabat Lama?
20
Firasat Precognition
21
Ledakan Pesawat
22
Gelang Pelindung
23
Tiga Sisi Hati
24
Fakta yang Sebenarnya
25
Serpihan Jiwa
26
Kembali Sadar
27
Portal Teleportasi
28
Kata-kata Penenang
29
Alat Penyadap
30
Anak yang Terbuang
31
Menjadi Keluarga
32
Tiga Tetua Pusat
33
Silat Lidah Caron
34
Teknologi Baru Engyna
35
Keyakinan dan Tekad
36
Pertemuan Berujung Bencana
37
Sulung Lacrymos Kembali
38
Kaki yang Bergerak
39
Pemikiran Bersama
40
Dua Kekuatan yang Bereaksi
41
Curahan Hati Raimound
42
Rasa Curiga dan Gelisah
43
Pekerja Baru
44
Mutasi Mutan Erchi
45
Tim Penyerang
46
Serangan Gabungan Caron-Veistar
47
Bisikan Setan
48
Serangan di Mansion Lacrymos
49
Kecemasan Caron
50
Isi Hati Canoa
51
Perlindungan Saudara
52
Pesan si Bungsu
53
Hati yang Kacau
54
Sebuah Perubahan
55
Rapat Penentuan
56
Panggilan Penyusup
57
Sebuah Tantangan
58
Menuju Daratan
59
Serangan dari Daratan
60
Akhirnya Bertemu
61
Satu Hama Kalah
62
Keluarga Yang Kacau
63
Hitam yang Berakhir
64
Bunga Perpisahan
65
Sankyu!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!