...⦆⦈⦇⦅...
Caron menatap air mancur bercampur cairan hijau di bawahnya. Semua orang menunggu dengan tegang hasil dari rencana tuan muda Lacrymous itu.
Lalita melirik Caron yang tersenyum dari atas kursi rodanya, sedangkan para tetua Flowlax menunggu dengan tenang.
Apa ini berhasil? Itu ledakan yang cukup besar. Batin Lalita menyipitkan matanya menatap ke arah laut di bawah mereka.
Laister dan Canoa yang berada di luar juga menunggu dengan cemas. Air mancur itu cukup menghambat pemandangan mereka.
Semua orang terdiam saat menatap asap hijau yang hadir di antara air dan menguap ke atas. Mata ruby Laister menatap cairan hijau yang menggenang dan mulai bercampur dengan air laut.
Tuan muda keluarga Flowlax itu berseru senang dan merangkul bahu Canoa yang juga senang rencana mereka berhasil.
Semua yang ada di pesawat berseru senang saat melihat rencana itu berhasil dan mereka berhasil membasmi semua mutan aneh erchi yang berjumlah dua puluh di bawah pulau Pygena F.
Syukurlah. Rencana ini berhasil! Batin Caron tersenyum kecil dan menatap Canoa yang tertawa dalam rangkulan Leister.
Lalita mengangguk ke arah para tetua di layar hologram saat komunikasi video itu berakhir. Nona muda keluarga Flowlax itu memandang Caron yang duduk santai di atas kursi rodanya.
“Tuan Muda Caron.”
Caron menoleh ke arah Lalita yang mendekat ke arahnya dan membungkuk hormat. “Terima kasih atas rencana hebatnya, Tuan Muda Caron. Saya senang Anda mau membantu menyelesaikan masalah wilayah kami.”
Caron menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “Tidak masalah, Nona Muda Lalita. Saya hanya menyampaikan ide yang ada di pikiran saya. Senang rasanya rencana ini berhasil.”
Lalita menganggukkan kepalanya dan melirik Veistar yang membungkuk hormat kepadanya.
“Hmm … bagaimana kalau kita ubah panggilan nama kita?”
Laister dan Canoa yang baru saja sampai di dalam pesawat mendongak memandang Lalita yang sedang asik berbicara dengan Caron.
“Ya. Sebutan Tuan Muda dan Nona Muda terlalu formal. Bagaimana kalau kita mulai memanggil nama masing-masing? Apa kamu keberatan, Caron?”
Caron tertawa kecil dan menerima uluran tangan Lalita. Sementara itu kedua adik mereka tersenyum menatap hubungan keduanya yang kembali membaik, termasuk Veistar yang berdiri sopan di belakang keduanya.
Selamat Tuan Muda. Anda sudah menuju ke arah baru. Batin Veistar menatap Caron yang sedang mengusap puncak kepala Canoa yang langsung memeluknya.
...***...
Kabar tentang pembasmian monster yang menyerang lift tanah di bawah pulau Pygena F itu mulai dibicarakan masyarakat. Termasuk berita tentang rencana Tuan Muda Lacrymos yang memiliki andil besar dalam pembasmian tersebut.
Caron menatap koran dan berita hologram yang menampilkan tentang proses pembasmian tersebut dan Lacrymos mendapat bagian besar dalam kesuksesan rencana tersebut.
Langkah awal yang cukup untuk menutup mulut orang-orang. Batin Caron tersenyum sambil menatap dua pulau Pygena di kejauhan.
Veistar yang tadinya berada di belakang Caron pamit ke dalam mansion hendak mengambil tambahan teh untuk tuan mudanya itu.
Caron kembali berusaha mengingat memori tubuhnya. Samar-samar pemuda itu menangkap ada sosok yang hendak melukainya dan pesan-pesan penuh ancaman yang di dapatnya beberapa hari sebelum kecelakaan tersebut.
Aku harus menyelidiki tentang kecelakaan itu sendiri. Bisa jadi pelaku ada di sekitar dan menunggu waktu untuk menjatuhkan kami berdua. Batin Caron menyandarkan punggungnya pada kursi roda di belakangnya.
Mata navy Caron menatap langit senja di atasnya. Ada beberapa pesawat hitam besar yang lalu-lalang antara pulau Pygena L dan pulau Pygena E.
Aku belum bertemu pemimpin dari pulau Pygena E. Seperti apa mereka? Batin Caron melirik bendera ungu yang berkibar ditiup angin.
“Apa yang Anda pikirkan, Tuan Muda?” Caron berbalik menatap Veistar yang datang dengan troli berisi teh dan beberapa camilan.
“Kamu kenal dengan pemimpin Pygena E, Veistar?”
Veistar yang hendak menuangkan teh itu mengerutkan kening dan menganggukkan kepalanya.
“Anda dulu juga berteman dengan mereka, Tuan Muda. Mereka seumuran dengan Anda. Orang-orang baik seperti Nona Muda Lalita dan Tuan Muda Leister.”
Caron menatap senyum di wajah Veistar dan mulai minum teh di cangkirnya. Orang-orang baik seperti Lalita dan Leister? Itu artinya dirinya kembali memutus hubungan dengan sekutu terbaik yang dirinya punya.
Caron menghela nafas dan kembali menatap langit di atasnya. Pria muda itu mengerutkan keningnya saat menatap mata crimson yang berada dekat dengan wajahnya.
“Hai, Caron! Apa yang kamu pikirkan?”
“Wahh!”
...***...
“Mohon maaf atas sikap tidak sopan Kakak saya, Bang Caron.”
Laister memohon maaf kepada pria yang satu tahun lebih tua darinya itu, sedangkan Caron menganggukkan kepalanya dengan jantung yang berdetak kencang.
Canoa yang berada di sana hanya tersenyum kecil menatap wajah pucat Caron. Dirinya yang menyambut dua bersaudara Flowlax itu hanya tersenyum kecil saat Lalita mendekat ke arah Caron yang larut dalam pikirannya.
“Aku tidak menyangka kamu sekaget itu.”
Caron mendelik ke arah Lalita yang duduk di depannya. Veistar dengan segera menuangkan teh untuk Lalita serta Leister. Pria muda itu kembali berdiri di belakang Caron sambil menunggu perintah selanjutnya.
“Kamu muncul seperti hantu, Lalita. Bagaimana aku tidak kaget menatap mata crimson itu!”
Lalita hanya tertawa kecil dan memandang langit senja di atasnya. Pemandangan yang indah dan menenangkan.
“Memangnya apa yang Abang pikirkan? Wajah Abang sangat serius.” Caron melirik ke arah Canoa yang duduk di sampingnya.
“Hmm … aku hanya penasaran dengan pemimpin dari Pygena E.”
Semua kepala yang ada di sana memandang penuh tanya ke arah Caron. Alasan apa yang mendasari rasa ingin tahu pria muda itu tentang pemimpin Pygena E.
“Hmm … mereka orang baik kok. Kenapa?”
Caron melirik Lalita dan kembali memandang pulau Pygena E di kejauhan.
“Hanya penasaran. Mereka mengambil bagian di bidang teknologi, bukan?”
Canoa menganggukkan kepalanya. Sejak pulau mereka berada di atas langit. Orang-orang dari wilayah Pygena E terus berpacu dengan waktu menciptakan teknologi yang membantu mereka bertahan hidup.
Apa mereka bisa menciptakan kamera pengintai lebih kecil, ya? Seingatku kamera pengintai di dunia masih dalam ukuran yang besar. Batin Caron menatap kue kering di depannya.
“Kamu berpikir serius lagi, Caron!”
Lalita kembali bersuara dan membuat fokus pikiran Caron pecah. Pria muda itu hanya menatap kesal Lalita dan mulai menyambung percakapan dengan nona muda Flowlax itu.
Canoa yang melihat Caron kembali menjadi dirinya yang dahulu, tidak bisa menyembunyikan perasaan senang di dalam hatinya. Canoa dan Laister hanya menyimak pembicaraan sulung di masing-masing keluarga mereka itu.
Saat Canoa hendak bersuara sebuah pesan masuk di ponselnya. Tidak ada yang memperhatikan kerutan yang hadir di wajah Canoa. Ketiganya sedang sibuk berbicara, bahkan Veistar sedang sibuk menatap pesawat di atasnya.
Canoa mulai membuka pesan tanpa identitas di ponselnya dengan perasaan yang tak menentu.
190xxxxxxxxx
⇝ Hai … sepertinya kalian hidup bahagia?
⇝Bagaimana kabarmu, Cantik? Aku tak sabar melihat air matamu lagi! Pasti menyenangkan!
⇝ Caron jugasehat untuk saat ini. Benarkan?
...⦆⦈⦇⦅...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya 🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments