Gak Ada Orang?

# Flashback On #

Maudy yang baru saja selesai membeli beberapa bahan makanan untuk ia masak dan dijadikannya bekal saya kerja agar menghemat uangnya pun tertarik saat melihat anak-anak yang bermain di taman.

"Aku udah lama di sini, tapi gak pernah ke taman. Coba ke taman kali ya, tapi mau ngapain juga aku ke taman," gumam Maudy.

Maudy pun berjalan menuju taman, tapi langkahnya terhenti karena seseorang yang berjalan dan menabrak punggungnya.

"Heh, orang miskin kalau jalan-jalan tuh minggir dong," ucap perempuan tersebut yang tak lain adalah Bilqis.

"Maaf kak, saya tidak lihat kalau Kakak jalan di belakang saya," ucap Maudy.

"Kakak-kakak emangnya gue Kakak lo apa, tapi gue ogah ya jadi kakak lo, gak level tau gak," ucap Bilqis dan pergi terus memanggil nama seseorang yang sangat Maudy kenal.

"Kak Nial!" panggil Bilqis dengan cukup keras.

Maudy yang mendengar nama yang begitu tidak asing itupun penasaran dan berniat untuk mengikuti Bilqis, tapi sayang lagi-lagi kesialan menimpa dirinya dimana bola yang dimainkan anak-anak yang ada di lapangan mendarat tepat di kepalanya.

"Maaf Kak, Tio gak sengaja," ucap anak kecil yang berada di hadapan Maudy yang bernama Tio.

"Iya gapapa kok, ini bolanya. Tapi, lain kali hati-hati ya," ucap Maudy dan diangguki Tio.

"Terima kasih Kakak cantik," ucap Tio.

"Iya, sama-sama," ucap Maudy.

Setelah membersihkan beberapa tanah yang ada di kepalanya, Maudy pun berjalan menuju tempat yang Bilqis datangi tadi, tapi ia tidak melihat Bilqis dan justru melihat tiga orang yang dimana dia orang ia kenal.

'Bukannya itu Bu Daisy sama Sersan Nial, mereka punya hubungan ya kok Bu Daisy memeluk Sersan Nial,' ucap Maudy dalam hati.

Beberapa saat kemudian, Maudy dapat melihat Daisy yang mengecup pipi Nial, setelah melihat itu Maudy pun tersenyum lalu memilih pergi dari tempat persembunyiannya dan kembali ke kos-kosannya.

Maudy sudah mundur sejak ia memilih untuk menjauh dari Nial, jadi ia rasa keputusannya sudah benar dan ia tidak perlu ragu lagi.

# Flashback Off #

"Kenapa Bu Maudy?" tanya Daisy.

"Saya tidak apa-apa kok Bu Daisy, mungkin kurang tidur saja jadi agak pusing," ucap Maudy.

"Lebih baik Bu Maudy istirahat aja dulu," ucap Daisy.

"Iya Bu, terima kasih," ucap Maudy.

"Iya, sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu soalnya ada kelas," ucap Bu Daisy.

"Iya Bu, silahkan," ucap Maudy.

Setelah itu, Daisy pun pergi dan Maudy yang melihat kepergian Daisy pun tersenyum, "Memang sih Bu Daisy sangat cocok dengan sersan Nial, apalagi mereka dari keluarga yang berkecukupan dan sama-sama dari keluarga tentara. Benar kata Bapak, aku harus sadar diri dengan posisiku," gumam Maudy dan memutuskan untuk kembali ke mejanya.

"Bu Maudy kenapa?" tanya Bu Farah.

"Saya tidak apa-apa kok Bu," ucap Maudy.

"Tapi, muka Bu Maudy pucat sekali, lebih baik Bu Maudy ke UKS," ucap Bu Farah.

"Tapi, saya sebentar lagi ada kelas Bu," ucap Maudy.

"Untuk masalah itu gampang yang penting Bu Maudy sehat dulu ya, ayo saya antarkan Bu Maudy ke UKS," ucap Bu Farah.

"Tidak perlu Bu saya bisa sendiri kok," ucap Maudy.

"Yasudah kalau begitu hati-hati Bu," ucap Bu Farah.

"Iya Bu, saya permisi," ucap Maudy dan pergi dari ruang guru dan menuju ruang UKS.

"Ada apa Bu Maudy?" tanya Bu Laras yang menjadi penjaga UKS.

"Bu saya sangat pusing apa Bu Laras bisa periksa saya sebentar atau berikan resep obat," ucap Maudy.

"Saya periksa dulu ya Bu," ucap Bu Laras dan diangguki Maudy.

"Bu Maudy udah berapa lama gak makan?" tanya Bu Laras.

"Maksud Bu Laras apa? saya terakhir kali makan ya tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah," tanya Maudy.

"Apa sakit Bu?" tanya Bu Laras dan menekan perut Maudy.

Maudy pun merintih kesakitan saya Bu Laras menekan perutnya, "Bahkan saya tidak terlalu keras menekan perut Bu Maudy, saya sarankan Bu Maudy ke rumah sakit karena takutnya kram perut yang Bu Maudy alami semakin parah. Saya akan berikan surat keterangan ke kepala sekolah, jadi Bu Maudy tidak perlu khawatir untuk itu," ucap Bu Laras.

"Tidak perlu Bu, saya masih bisa kok," ucap Maudy.

"Untuk saat ini Bu Maudy memang bisa, tapi dalam jangka waktu beberapa saat Bu Maudy akan merasakan sakit perut yang teramat jika tidak segera ditangani Dokter yang ahli atau gak setidaknya Bu maudy harus di infus," ucap Bu Laras.

"Saya sudah hubungi Pak Dino untuk mengantar Bu Maudy, lebih baik Bu Maudy segera ke rumah sakit dan setelah Bu Maudy sembuh baru Bu Maudy bisa kembali mengajar," ucap Bu Laras.

"Terima kasih Bu Laras," ucap Maudy.

"Iya sama-sama Bu," ucap Bu Laras.

.

Siang harinya Nial sudah berada di sekolah Daisy padahal Daisy belum menghubunginya, tapi mobil Daisy yang dikendarai Nial sudah bertengger manis didepan sekolah tersebut.

Ya, Nial sengaja datang terlebih dahulu karena ingin melihat seseorang yang tadi pagi ia temui, siapa lagi jika bukan Maudy. Tepat jam 2 siang siswa siswi sekolah tersebut mulai keluar dan selang beberapa saat kemudian guru-guru pun ikut keluar.

Nial sendiri menunggu Daisy dengan tenang karena memang Daisy juga sempat memberitahukan pada Nial jika ia akan terlambat.

Kurang lebih 20 menit Nial menunggu hingga Daisy keluar dengan beberapa guru dan pintu gerbang pun di tutup, Nial mengerutkan kening melihat hal itu.

"Kok gerbangnya di tutup, gue belum lihat Maudy keluar dari sekolah," gumam Nial.

Nial menoleh saat melihat Daisy yang sudah duduk di sampingnya, "Ayo Kak kita pulang," ajak Daisy.

"Sekolahnya kok udah tutup?" tanya Nial.

"Iya lah Kak, kan udah gak ada orangnya makanya di tutup," ucap Daisy.

"Gak ada orang?" tanya Nial.

"Iya, kenapa emangnya Kak?" tanya Daisy.

"Gak kenapa-napa juga sih kok tumben aja tutupnya cepet," ucap Nial.

"Kayaknya biasanya juga gitu deh tutupnya cepet soalnya sekolahnya kan lumayan sat set sat set gitu," ucap Daisy.

"Apa coba sat set sat set," ucap Nial.

"Hehehehe, ya pokoknya itu," ucap Daisy.

"Jadi, udah gak ada orang lagi di dalam," ucap Nial, untuk memastikan kembali.

"Iya, udah gak ada lagi orang kecuali satpam sih tentunya buat jaga sekolah," ucap Daisy.

"Kenapa sih kak kok tumben tanya gitu? terus Kakak juga aneh soalnya tiba-tiba datang padahal tadi aja gak mau," ucap Daisy.

"Yaudah, kalau gitu Kakak gak mau lagi anterin kamu," ucap Nial.

"Eh, jangan dong Kak," ucap Daisy.

"Udah, sekarang kita pulang," ucap Nial.

"Oke," ucap Daisy.

.

.

.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Naufal Affiq

Naufal Affiq

aku suka dengan ceritanya thor

2024-01-08

1

dekk du

dekk du

Thor nggk ada niat crazy up lagi,,,
kok kayak nya kurang puas ya Thor,,,😂

2024-01-08

1

Eko Sujatno

Eko Sujatno

lanjutken Thor,,,,

2024-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 Yakin Kamu?
2 Tunggu!
3 Siapa?
4 Burger
5 Cewek?
6 Biasa
7 Sadar Diri
8 Merasa Bersalah
9 Anterin
10 Jangan Belagu
11 Menghindar
12 Semangat Maudy!
13 Galau
14 Melaporkannya
15 Sanksi
16 Jelas Itu Salah!
17 Beneran Nial?
18 Mimpi Lo Ketinggian
19 Merasa Frustasi
20 Gak Ada Orang?
21 Lo Yakin?
22 Sakit
23 Maudy Bangun!
24 Siapa Mbak?
25 Kamu Suka Maudy?
26 Cantik Ya
27 Ayo Sadar!
28 Salah Paham Apa?
29 Saya Tidak Memiliki Pasangan
30 Kemana Kak?
31 Maksud Ayah?
32 Ini Rumahnya
33 Meminta Restu
34 Melamar
35 Jadi Istri Orang
36 Kamu Sangat Cantik
37 I Love You
38 Mau Jalan-jalan?
39 Ini Istri Saya
40 Kamu Gak Mau?
41 Maksud Bunda?
42 Resign
43 Makan Sendirian
44 Cuma Tidur Sayang
45 Rafiq?
46 Istri Saya Cantik!
47 Itu Siapa Mbak?
48 Seperti Maudy
49 Jawab!
50 Cerai?
51 Sudah Lihatnya?
52 Maudy Sakit
53 Sengaja Apa?
54 Sayang!
55 Ayo, Mbak!
56 Maudy Gapapa?
57 Tujuan Lain
58 Jahat Banget
59 Saingan Gue
60 Sumpah Mbak!
61 Diculik
62 Gak Bisa!
63 Bangun Sayang
64 Udah Sayang
65 Kenapa Mustahil?
66 Candaan Kamu Gak Lucu
67 Sahabat Maudy
68 Takut Kenapa?
69 Istri Kamu?
70 Bunga Mawar Merah?
71 Ngidam?
72 Biar Impas
73 Hutang?
74 Kenapa Berhenti Lagi?
75 Keluarga Kamu Juga Keluargaku
76 Jangan Dengerin
77 Jangan Lihat!
78 Terserah
79 Pak Guntur Siapa?
80 Saingan?
81 Nanti Bapak Jelasin
82 Bapak Gak Salah
83 Jelaskan Ke Kakak
84 Ganteng Banget
85 SELESAI
86 info penipuan
87 Istri Pengganti
88 Cinta Dalam Diam
89 Terjebak Cinta Mafia
90 Menikahi Kakak Sahabatku
91 Assalamualaikum Gus Faiz
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Yakin Kamu?
2
Tunggu!
3
Siapa?
4
Burger
5
Cewek?
6
Biasa
7
Sadar Diri
8
Merasa Bersalah
9
Anterin
10
Jangan Belagu
11
Menghindar
12
Semangat Maudy!
13
Galau
14
Melaporkannya
15
Sanksi
16
Jelas Itu Salah!
17
Beneran Nial?
18
Mimpi Lo Ketinggian
19
Merasa Frustasi
20
Gak Ada Orang?
21
Lo Yakin?
22
Sakit
23
Maudy Bangun!
24
Siapa Mbak?
25
Kamu Suka Maudy?
26
Cantik Ya
27
Ayo Sadar!
28
Salah Paham Apa?
29
Saya Tidak Memiliki Pasangan
30
Kemana Kak?
31
Maksud Ayah?
32
Ini Rumahnya
33
Meminta Restu
34
Melamar
35
Jadi Istri Orang
36
Kamu Sangat Cantik
37
I Love You
38
Mau Jalan-jalan?
39
Ini Istri Saya
40
Kamu Gak Mau?
41
Maksud Bunda?
42
Resign
43
Makan Sendirian
44
Cuma Tidur Sayang
45
Rafiq?
46
Istri Saya Cantik!
47
Itu Siapa Mbak?
48
Seperti Maudy
49
Jawab!
50
Cerai?
51
Sudah Lihatnya?
52
Maudy Sakit
53
Sengaja Apa?
54
Sayang!
55
Ayo, Mbak!
56
Maudy Gapapa?
57
Tujuan Lain
58
Jahat Banget
59
Saingan Gue
60
Sumpah Mbak!
61
Diculik
62
Gak Bisa!
63
Bangun Sayang
64
Udah Sayang
65
Kenapa Mustahil?
66
Candaan Kamu Gak Lucu
67
Sahabat Maudy
68
Takut Kenapa?
69
Istri Kamu?
70
Bunga Mawar Merah?
71
Ngidam?
72
Biar Impas
73
Hutang?
74
Kenapa Berhenti Lagi?
75
Keluarga Kamu Juga Keluargaku
76
Jangan Dengerin
77
Jangan Lihat!
78
Terserah
79
Pak Guntur Siapa?
80
Saingan?
81
Nanti Bapak Jelasin
82
Bapak Gak Salah
83
Jelaskan Ke Kakak
84
Ganteng Banget
85
SELESAI
86
info penipuan
87
Istri Pengganti
88
Cinta Dalam Diam
89
Terjebak Cinta Mafia
90
Menikahi Kakak Sahabatku
91
Assalamualaikum Gus Faiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!