"Gila sih ya si Nial itu, yang galau dia. Tapi, kita yang kena imbasnya," ucap Bian.
"Bener banget, bayangin aja kita udah lari 50 putaran dan dia minta tambah lagi," ucap Bobby.
"Kayaknya kita harus bantuin Nial deh biar kita gak kena imbasnya kayak gini," ucap Bian.
"Susah," ucap Yudha.
"Susah, maksudnya?" tanya Bian.
"Gue udah tanya-tanya ke temen sama beberapa orang yang kenal deket sama Maudy, tapi mereka gak tahu Maudy kerja dimana. Mereka cuma tahu kalau Maudy kerja di kota udah itu aja," ucap Yudha.
"Terus gimana dong ini?" tanya Bian.
"Yaudah, kita nikmati aja. Udah kita ke lapangan lagi tuh lihat si Nial ngelihatin kita berasa mau dikuliti gue," ucap Bobby.
.
Sudah dua bulan berlalu dan saat ini Nial pun akan kembali ke kota karena ia dan rekan-rekannya sudah selesai melakukan tugas di daerah pelabuhan dan selanjutnya daerah tersebut akan diganti oleh tim lain dan besok pagi Nial dan rekan-rekannya akan kembali ke kota.
"Untuk hari ini kita bebas dong mau ngapain aja," ucap Bobby.
"Iya bebas, tapi setelah latihan sore nanti," ucap Bian.
"Okey," ucap Bobby.
"Mau ke rumahnya Maudy lo?" tanya Bian.
"Gak," jawab Nial.
"Bohong banget, gue tau kok dari Maudy gak kelihatan sampe sekarang lo ke rumahnya Maudy terus, kan udah dibilangin kalau Maudy itu udah kerja di kota," ucap Bian.
"Iya Bian, Nial tau. Tapi Nial kan pengen tau Maudy itu kerjanya dimana biar bisa di apelin gitu kalau Nial udah pulang ya gak," ucap Yudha.
"Apa sih gak jelas lo pada," ucap Nial.
"Halah, gitu aja pake malu segala," ucap Yudha.
"Nial, pacar kegatelan lo tuh datang sama calon mertua lo juga," ucap Bobby.
"Hah siapa?" tanya Nial dan membalikkan badannya.
"Gak anak, gak Ibu sama aja," ucap Bian.
"Males banget gue," ucap Nial.
"Pasti lo di suruh temenin Freya buat latihan menembak deh," ucap Bobby.
"Ya, apalagi kalau gak olahraga," ucap Nial.
"Eh! sersan Nial udah selesai ya urusannya. Kebetulan banget ya ini saya mau minta tolong buat ajarin Freya naik sepeda motor ya soalnya Freya kan belum bisa naik sepeda motor terus juga kemarin komandan Ade udah beli sepeda motor, tapi kan sayang kalau gak kepake soalnya Freya gak bisa sepeda motor," ucap Bu Nanda.
"Suruh orang lain aja Bu Nanda, soalnya saya juga gak terlalu mahir dalam menggunakan sepeda motor," ucap Nial.
"Tapi, kata komandan Ade, sersan Nial itu yang terbaik loh," ucap Bu Nanda.
"Jangan percaya karena itu cuma gosip. Saya gak bisa bawa sepeda motor, kalau begitu saya permisi," ucap Nial dan pergi dari tempat tersebut begitupun dengan rekan-rekannya.
"Ish, kok gagal lagi sih Ma," ucap Freya.
"Semua ini pasti gara-gara Maudy, padahal dia udah pergi, tapi sersan Nial tetep aja gak ngelirik kamu," ucap Bu Nanda.
"Mama beneran udah nyuruh Maudy keluar kan?" tanya Freya.
"Udah dong Frey, Mama udah ancam Maudy kalau dia gak segera pergi dari sini maka keluarganya akan Mama usir, berani-beraninya dia deketin calon menantu Mama yaitu Sersan Nial, pokoknya Sersan Nial itu hanya untuk kamu sayang," ucap Bu Nanda.
"Saya tidak salah dengar bukan," ucap Nial.
Bu Nanda dan Freya terkejut saya mendengar suara tersebut dan mereka berdua pun menatap Nial dan beberapa tentara lainnya, "Sangat tidak tau diri sekali anda Bu Nanda, siapa anda sampai melakukan hal seperti itu? apa hanya karena anda Istri dari komandan Ade yang memiliki kekuasaan atas wilayah ini makanya anda seperti itu?" tanya Nial dengan tegas dan membuat semua orang yang ada di sana merinding.
"Se-sersan Nial salah dengar, tadi itu saya tidak mengatakan hal tersebut, untuk apa juga saya mengancam Maudy supaya pergi dari sini," ucap Bu Nanda.
"Oh, jadi Bu Nanda mengancam Maudy untuk pergi dari sini," ucap Nial.
"Saya tidak melakukan hal itu Sersan Nial," ucap Bu Nanda.
"Tapi, tadi anda sendiri yang mengaku telah mengancam Maudy dan menyuruhnya pergi dari sini," ucap Bobby.
"Sa-saya tidak bilang begitu kok," ucap Bu Nanda.
"Dengan sikap anda yang menjadi gugup seperti ini sudah sangat jelas dan dapat di pastikan jika Bu Nanda sudah menyalahgunakan kekuasaan komandan Ade," ucap Nial.
"Lagipula di sini masih ada cctv yang akan menunjuk bagaimana kelakuan anda selama ini," ucap Bobby.
"Saya akan segera melaporkannya pada komandan Ade," ucap Bian.
Nial dan yang lain pun pergi, "Ma, gimana ini? nanti kalau sersan Nial gak mau sama Freya," tanya Freya.
"Sekarang kita jangan mikir itu, kita harusnya mikir gimana kalau Papa kamu tau, Mama gak mau ya jika semua fasilitas kita di cabut," ucap Bu Nanda.
Ya, sebenarnya Yudha sudah curiga dengan sikap Bu Nanda dari jauh-jauh hari, namun karena ia masih tidak yakin makanya ia hanya mencari beberapa informasi mengenai Bu Nanda dan tentunya ia terkejut karena Bu Nanda sudah semena-mena terhadap masyarakat bahkan Bu Nanda sudah merampas beberapa tanah milik masyarakat dan menjadikannya tanah miliknya sejak dulu di mana salah satunya adalah rumah milik keluarga Maudy.
Yudha berencana akan mengatakannya pada yang lainnya sebelum tugas berakhir, tapi sepertinya ia harus mengungkapkan semuanya sekarang.
"Sebenarnya ada yang mau gue bicarain," ucap Yudha.
"Apa?" tanya Bian.
Yudha pun memberikan beberapa bukti tindakan semena-mena Bu Nanda, "Kenapa lo gak bilang soal ini?" tanya Nial.
"Gue belum yakin soal ini, makanya gue gak mau gegabah buat bilang ke kalian," ucap Yudha.
"Dengan adanya bukti ini, kita bisa buat Bu Nanda kena hukuman. Ayo kita ke ruangan komandan Ade," ucap Bobby.
Disisi lain setelah semua bukti sudah di dapat, Nial dan rekan-rekannya menuju ruangan komandan Ade.
"Selamat siang komandan," sapa mereka.
"Selamat siang juga Sersan Nial, Sersan Bobby, sersan Bian dan Sersan Yudha," jawab komandan Ade.
"Ada apa ya kalian ke sini? bukannya besok kalian akan kembali ke kota ya. Apa ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya?" tanya komandan Ade.
"Iya, kami ingin membicarakan mengenai Bu Nanda," ucap Nial.
"Memangnya ada apa dengan Istri saya?" tanya komandan Ade.
Nial pun mulai menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh Bu Nanda dan tentu dengan bukti cctv dimana saat Bu Nanda berbicara dengan Freya serta bukti cctv di rumah dinas saat Maudy memohon pada Bu Nanda agar keluarganya tidak di usir. Bukan hanya itu, Nial juga membeberkan fakta mengenai sikap arogan Bu Nanda terhadap masyarakat.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments