"Kenapa gak suka? Kakak mau marah? marah aja Caca gak takut," tanya Caca, dengan menantang ke arah Maudy.
"Huh, Kakak kan udah bilang kalau Kakak gak punya uang," ucap Maudy.
"Kakak kalau punya uang juga gak akan kasih ke Caca kalaupun dikasih juga gak banyak," ucap Caca.
"Kita ini ini serba kekurangan, Ca. Jadi kamu harus pahami situasi keluarga kita," ucap Maudy.
"Udah tau kita serba kekurangan, tapi Kakak malah kuliah yang jelas-jelas buang uang tau," ucap Caca.
"Tapi, Kakak kuliah dengan beasiswa dan kakak kerja untuk biaya hidup Kakak," ucap Maudy.
"Harusnya Kakak gak usah kuliah dan Kakak kerja aja untuk keluarga kita, lihat sekarang Kakak udah lulus. Tapi, belum kerja-kerja, sia-sia aja Kakak kuliah," ucap Caca.
"Kakak udah berusaha, Ca. Kakak udah lamar kerja di beberapa sekolah, tapi Kakak belum dapat kabar dari mereka," ucap Maudy.
"Iya, karena Kakak b*doh. Kakak dapat beasiswa karena Kakak miskin bukan karena Kakak pinter tau," ucap Caca.
"Caca!" bentak Maudy.
Maudy kelepasan membentak Caca karena marah saya Caca mengatakan hal tersebut yang membuat kepercayaan diri Maudy turun seketika.
"Harusnya yang meninggal itu Kak Maudy bukan Kak Chelsea!" bentak Caca dan pergi dari rumah.
"Astaga, aku keceplosan. Maafin Kakak Ca," ucap Maudy yang merasa bersalah karena membentak Caca.
"Bapak mau ke Rumah Pak Samsir?" tanya Maudy saat melihat Bapak Ruslan akan keluar rumah
"Iya, Pak Samsir mau mancing jadi Bapak ikut, siapa tau nanti Bapak dapat ikan buat makan besok," ucap Bapak Ruslan dan diangguki Maudy.
Maudy pun memasak bubur untuk Ibu dan setelah itu mengantarkannya ke kamar Ibu.
"Maafin, Maudy ya Bu karena gak bisa banggain Bapak sama Ibu. Benar kata Caca harusnya Maudy gak kuliah dan kerja aja, kalau seandainya Maudy udah kerja dari dulu pasti Maudy gak bakal bingung harus nyari kerja sekarang ini karena nyatanya kuliah tinggi pun sulit mendapatkan pekerjaan walaupun nilai Maudy memuaskan," ucap Maudy.
.
Malam harinya Maudy berada di kamar dan mempelajari materi perkuliahan agar ia tidak lupa bagaimanapun ia adalah calon guru jadi harus belajar lagi mengenai ilmu pengetahuan, saat tengah mempelajari beberapa materi tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menampilkan Bapak Ruslan dengan wajah khawatir.
"Kenapa Pak kok Bapak kayak khawatir gitu?" tanya Maudy.
"Tadi Caca bilang ke kamu gak dia mau kemana?" tanya Bapak Ruslan.
"Gak Pak, kenapa emangnya sama Caca?" tanya Maudy.
"Caca belum pulang sampai sekarang," ucap Bapak Ruslan dan membuat Maudy terkejut.
"Bapak yakin Caca belum pulang?" tanya Maudy.
"Iya, dia belum pulang. Bapak takut Caca kenapa-napa," ucap Bapak Ruslan.
Maudy merasa bersalah karena Caca belum pulang karena bagaimanapun juga semua ini salah Maudy karena sudah bertengkar dengan Caca tadi. Seandainya saja mereka berdua tidak bertengkar pasti saat ini Caca ada di rumah.
"Kalau gitu Maudy keluar dulu ya Pak cari Caca," ucap Maudy.
"Tapi, ini udah malam," ucap Bapak Ruslan.
'Apa Bapak khawatir sama Maudy? Maudy seneng banget,' ucap Maudy dalam hati
"Gapapa Pak, mungkin Caca ada di rumahnya Lita," ucap Maudy.
"Yaudah, hati-hati ya. Maaf Bapak gak bisa nyari Caca soalnya Bapak besok ada pesanan," ucap Bapak Ruslan.
"Iya, gapapa kok Pak, kalau gitu Maudy cari Caca dulu ya Pak," ucap Maudy.
Maudy pun pergi dari rumah untuk mencari keberadaan sang Adik, Maudy memutuskan untuk pergi ke rumah Lita salah satu sahabat Caca.
Sesampainya Maudy di depan rumah Lita, ia pun mengetuk pintu dan selang beberapa saat Lita pun membukakan pintu.
"Kak Maudy," ucap Lita yang terkejut melihat Kakak dari sahabatnya berada di depan rumahnya malam-malam.
"Lita," panggil Maudy.
"Eh iya, ada apa Kak?" tanya Lita, yang baru saja sadar akan lamunannya tadi.
"Ta, Caca nya ada di rumah kamu gak?" tanya Maudy.
"Caca? Gak tuh Kak, malahan dari tadi Lita udah coba hubungi Caca soalnya tadi Caca sempet mau bilang ke sini, eh tapi sampai sekarang gak datang-datang makanya Lita hubungi dia jadi ke sini atau gak," ucap Lita.
"Kalau seandainya Caca hubungi kamu, kamu kabari Kakak ya," ucap Maudy.
"Caca kenapa memangnya Kak? dia kabur lagi?" tanya Lita.
"Ya, gitulah. Kamu tau sendiri gimana Caca," ucap Maudy.
Ya, Lita sudah tau mengenai sifat keras kepala Caca bahkan Lita juga tau bagaimana sikap Caca pada Maudy karena Caca sendiri yang bercerita pada Lita dan setelah itu Lita selalu bercerita pada Maudy karena bagaimanapun apa yang dilakukan Caca itu salah apalagi pada Maudy yang merupakan Kakak kandungnya.
"Kalau gitu Kakak pergi ya," ucap Maudy.
"Iya Kak, hati-hati," ucap Lita.
Maudy pun menyusuri sepanjang jalan pelabuhan berharap bertemu sang Adik, "Kamu kemana Ca?" tanya Maudy pada dirinya sendiri.
"Caca," gumam Maudy.
Maudy melihat Caca yang berada di pinggir pantai dan duduk di salah satu pohon tumbang yang ada di sana.
Maudy pun berlari ke arah Caca, "Kamu kemana aja dari tadi Kakak nyariin kamu?" tanya Maudy saat ia sudah berada di hadapan Caca.
"Bukan urusan Kakak, ngapain sih Kakak nyariin Caca," ucap Caca.
"Kamu tau gak Bapak dari tadi khawatir sama kamu," ucap Maudy.
"Caca gak peduli, lebih baik Kakak pergi sekarang," ucap Caca.
"Gak, Kakak gak akan pergi sebelum kamu pulang. Kamu gak tau apa kalau Bapak itu bener-bener khawatir sama kamu," ucap Maudy.
"Nih Caca bilangin ke Kak Maudy ya kalau Caca gak mau pulang dan Caca gak mau di ganggu sama satu lagi Caca yang peduli," ucap Caca dan mendorong Maudy hingga Maudy terduduk diatas pasir pantai.
"Huh, sebenarnya apa mau kamu, Ca?" tanya Maudy.
"Mau Caca itu Kak Maudy pergi dari sini," ucap Caca.
"Ca, tolong ngertiin Kakak, maksudnya Bapak, Bapak benar-benar khawatir banget sama kamu," ucap Maudy.
"Bacot!" bentak Caca dan berlari meninggalkan Maudy.
Beberapa saat kemudian, Maudy yang berlari mengikuti Caca sejak tadi pun kehilangan jejak Caca.
"Astaga, Ca," gumam Maudy.
Ia merasa gagal menjadi Kakak karena Adik kandungnya sendiri membencinya bahkan Adiknya berharap ia yang menggantikan Chelsea untuk meninggal.
Saat tengah bergelut dengan pikirannya tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nama Lita di sana.
^^^Halo, ada apa Lit?^^^
Kak, ini Caca ada di rumah Lita, dia nangis Kak dan kayaknya dia udah tidur deh.
^^^Huh, syukurlah. Dia baru sampai atau udah dari tadi, Lit?^^^
Baru kok kak, gak sampe 5 menitan.
^^^Yaudah deh Ta, kalau gitu Caca hari ini di rumah kamu dulu deh ya biar aman dan Kakak bakal jemput Caca kalau keadaannya udah stabil.^^^
Iya Kak.
Maudy pun memutuskan sambungan telepon tersebut dan menatap sekelilingnya, dimana ternyata ia berada di tempat pengepul ikan.
"Kok aku bisa ada di sini ya," gumam Maudy dan berniat pergi dari tempat tersebut.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,
2024-01-03
1
Rika Astuti
lanjut
2024-01-03
1