Merasa Frustasi

Kak anterin Daisy dong ke sekolah," ucap Daisy.

"Gak ah, nanti kamu pasti ribet," ucap Nial.

"Gak lah Kak," ucap Daisy.

"Emangnya kenapa mobil kamu?" tanya Ayah Alan.

"Daisy cuma males aja bawa mobil Yah, lagian kan Daisy udah lama gak di anter Kak Nial," ucap Daisy.

"Udah sayang anter aja ya kembaran kamu, mungkin Daisy lagi kangen sama kamu," ucap Bunda Rea.

"Lea ikut dong," ucap Kak Lea.

"Gak ya, kamu di rumah aja. Perut kamu udah kelihatan gitu takutnya nanti kalau keluar rumah malah terjadi sesuatu yang membahayakan buat kamu sama baby-nya," ucap Ayah Alan.

Kak Lea yang mendengar perkataan Ayah Alan pun cemberut dan memajukan bibirnya serta menatap lesu sang Ayah, "Ayah mah gak seru, masa Lea di rumah terus sih. Lea kan juga pengen ngelihat dunia luar gitu," ucap Kak Lea.

"Kamu ke taman belakang aja kalau kamu pengen ngelihat dunia luar," ucap Ayah Alan.

"Bosen," ucap Kak Lea.

"Yaudah, kalau gitu kamu cat aja dinding yang di sebelah kanan biar gak bosen," ucap Ayah Alan.

"Memangnya boleh Yah?" tanya Kak Lea dengan semangat.

"Boleh, tapi kamu tanya sama suami kamu dulu, dia ngizinin kamu gak buat cat dinding," ucap Ayah Alan.

"Gak boleh lah, Kak Noah itu gak bisa ngeliat Kak Lea ngelakuin hal berat bahkan Kak Lea bawa piring aja di ceramahi sama Kak Noah," ucap Daisy.

"Bener pasti gak boleh," ucap Kak Lea.

"Yaudah, kalau gitu gak usah," ucap Ayah Alan.

"Ayah mah Lea itu bosen banget loh di rumah," rengek Kak Lea.

"Ya, terus Ayah harus apa? kan suami kamu yang larang kamu keluar rumah," tanya Ayah Alan.

"Mau ke rumahnya aunty Qilla gak?" tanya Bunda Rea.

"Boleh Bun, nanti biar ketemu sama Elvan," ucap Kak Lea.

"Yaudah, kamu habisin dulu sarapan kamu," ucap Bunda Rea.

"Iya Bun," ucap Kak Lea.

"Sayang, tanya Noah dulu ya," ucap Ayah Alan.

"Gapapa kok Yah, biar Lea ikut aku aja daripada Lea sendirian di rumah kan sebentar lagi kamu, Nial sama Daisy pergi terus aku juga harus ke Qilla buat lihat beberapa bahan makanan yang aku pesen dua hari lalu," ucap Bunda Rea.

"Nial di sini kok Bun gak keluar rumah," ucap Nial.

"Bukannya kamu nganterin Daisy," ucap Bunda Rea.

"Gak Bun, biar Daisy berangkat sendiri," ucap Nial.

"Gak Kak Nial harus anterin Daisy pokoknya, ayo Kak udah aku telat ini," ucap Daisy.

Daisy pun menghabiskan sarapannya dan setelah itu berdiri menghampiri orangtuanya lalu mencium tangan dan pipi Bunda Rea dan Ayah Alan. Daisy menghampiri Nial dan menarik lengan Nial dan alhasil Nial berdiri dengan sigap Daisy menarik Nial hingga keluar rumah.

"Berangkat dulu ya Bunda, Ayah, Kak Lea!" teriak Daisy.

"Iya hati-hati sayang!" teriak Bunda Rea.

"Yaudah, kalau gitu kalau berdua hati-hati ya. Ayah juga mau berangkat," ucap Ayah Alan dan menghampiri bunda Rea lalu mengecup bibir sang istri.

"Ayah sama bunda kalau mesra-mesraan tau tempat dong masa mesra-mesraan di depan Lea sih," ucap Kak Lea.

"Gapapa, kan kamu udah nikah kalau di depan Nial sama Daisy baru gak boleh soalnya mereka kan belum nikah sama belum punya pasangan," ucap Ayah Alan dan menghampiri Lea lalu mengecup kening putri tercintanya.

Disisi lain Nial dan Daisy pun berada di mobil Daisy, "Harusnya kan kamu berangkat sendiri tau gak, mana pake mobil kamu lagi. Males banget Kakak harus nganter padahal masih ngantuk juga," ucap Nial.

"Udah Kak Nial jangan banyak bicara ya lebih baik Kak Nial mengemudi dengan tenang supaya Daisy cepat sampai karena sebentar lagi Daisy telat," ucap Daisy.

"Berasa supir tau gak," ucap Nial.

"Ya, untuk hari ini Kak Nial adalah supir Daisy," ucap Daisy dan Nial hanya memutar malas bola matanya.

Beberapa saat kemudian, mobil yang Nial kendarai pun sampai di sekolah tempat Daisy mengajar, "Makasih ya kembaranku tercinta," ucap Daisy dan mengecup pipi Nial.

"Hiiii geli tau gak," ucap Nial.

"Hehehehe, gapapa dong orang Daisy juga yang cium," ucap Daisy.

"Ini mobil kamu parkir di sekolahan aja atau gimana?" tanya Nial.

"Emangnya Kak Nial mau nunggu Daisy?" tanya Daisy.

"Ya gaklah, aku pulang," ucap Nial.

"Nah, terus kenapa malah parkir di sekolahan?" tanya Daisy.

"Ya, buat kamu pulang nanti," ucap Nial.

"Terus Kak Nial pulangnya pake apa kalau mobilnya aku bawa?" tanya Daisy.

"Aku naik taksi," ucap Nial.

"Oke, kalau gitu Kakak bawa aja mobi Daisy dan nanti pulangnya Daisy minta jemput," ucap Daisy.

"Gak aku ya, nanti pulang sendiri," ucap Nial.

"Gak, pokoknya nanti Kakak jemput Daisy jam 2 siang mungkin nanti Daisy udah selesai kok," ucap Daisy.

Baru saja Nial akan protes pada Daisy, tapi Daisy terlebih dahulu keluar dari mobil dan masuk ke dalam sekolah, "Dasar ya anak itu," gumam Nial.

Nial pun mengedarkan pandangannya ke sekolahan Daisy hingga netranya menatap seseorang yang sepertinya juga tengah menatap mobilnya dan setelah itu ia tersenyum pada salah satu guru yang ada di sana.

"Maudy," gumam Nial.

Ya, perempuan yang sempat menatap mobil yang dikendarai Nial tadi adalah Maudy, tapi selang beberapa saat kemudian Maudy berbicara dengan guru yang juga ada di gerbang.

Maudy memang berada di gerbang bersama dengan beberapa guru dan sangat kebetulan gerbang sekolah tersebut dibuka cukup lebar sehingga Nial dapat melihat perempuan yang sudah ia cari dalam beberapa bulan.

Nial pun berniat untuk keluar dari dalam mobil dan menghampiri Maudy, tapi hal itu terhenti karena gerbang sekolah tersebut tertutup dan Maudy pun masuk ke dalam.

"Gue gak tau harus seneng atau gimana, tapi gue pengen nyamperin Maudy, entahlah ini memang kebetulan atau takdir," gumam Nial.

Nial benar-benar merasa frustasi karena melihat Maudy tadi, meskipun begitu setidaknya ia tau dimana tempat kerja Maudy yang tidak lain satu tempat kerja dengan kembarannya.

Setelah itu, Nial pun mengendarai mobil tersebut dan kembali ke rumah, ia akan menemui Maudy nanti saat ia menjemput Daisy.

Disisi lain, Maudy yang baru saja masuk ke dalam ruang guru pun terkejut saya melihat perempuan yang ia lihat tadi saat mencium pipi seseorang yang ia kenal ya dia adalah Daisy.

Satu lagi fakta bahwa Maudy tadi melihat Daisy mencium pipi Nial saya di dalam mobil bahkan Maudy tadi melihat Nial yang tersenyum pada Daisy dan senyuman tersebut tidak pernah ia lihat sebelumnya dan yang jelas Nial tidak pernah seperti itu pada dirinya.

Yang membuat Maudy bingung adalah sikap Nial, dimana saat Maudy melihat Daisy mengecup pipi Nial, Nial tidak marah justru Nial tersenyum.

Bahkan ini adalah kedua kalinya Maudy melihat Daisy mengecup pipi Nial, yang pertama adalah saat di taman. Ya, orang yang ada di taman waktu itu adakah Maudy, ia melihat dengan jelas bagaimana kejadian di taman saat itu.

.

.

.

Tbc.

Terpopuler

Comments

fhittriya nurunaja

fhittriya nurunaja

lanjutt 💪💪

2024-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 Yakin Kamu?
2 Tunggu!
3 Siapa?
4 Burger
5 Cewek?
6 Biasa
7 Sadar Diri
8 Merasa Bersalah
9 Anterin
10 Jangan Belagu
11 Menghindar
12 Semangat Maudy!
13 Galau
14 Melaporkannya
15 Sanksi
16 Jelas Itu Salah!
17 Beneran Nial?
18 Mimpi Lo Ketinggian
19 Merasa Frustasi
20 Gak Ada Orang?
21 Lo Yakin?
22 Sakit
23 Maudy Bangun!
24 Siapa Mbak?
25 Kamu Suka Maudy?
26 Cantik Ya
27 Ayo Sadar!
28 Salah Paham Apa?
29 Saya Tidak Memiliki Pasangan
30 Kemana Kak?
31 Maksud Ayah?
32 Ini Rumahnya
33 Meminta Restu
34 Melamar
35 Jadi Istri Orang
36 Kamu Sangat Cantik
37 I Love You
38 Mau Jalan-jalan?
39 Ini Istri Saya
40 Kamu Gak Mau?
41 Maksud Bunda?
42 Resign
43 Makan Sendirian
44 Cuma Tidur Sayang
45 Rafiq?
46 Istri Saya Cantik!
47 Itu Siapa Mbak?
48 Seperti Maudy
49 Jawab!
50 Cerai?
51 Sudah Lihatnya?
52 Maudy Sakit
53 Sengaja Apa?
54 Sayang!
55 Ayo, Mbak!
56 Maudy Gapapa?
57 Tujuan Lain
58 Jahat Banget
59 Saingan Gue
60 Sumpah Mbak!
61 Diculik
62 Gak Bisa!
63 Bangun Sayang
64 Udah Sayang
65 Kenapa Mustahil?
66 Candaan Kamu Gak Lucu
67 Sahabat Maudy
68 Takut Kenapa?
69 Istri Kamu?
70 Bunga Mawar Merah?
71 Ngidam?
72 Biar Impas
73 Hutang?
74 Kenapa Berhenti Lagi?
75 Keluarga Kamu Juga Keluargaku
76 Jangan Dengerin
77 Jangan Lihat!
78 Terserah
79 Pak Guntur Siapa?
80 Saingan?
81 Nanti Bapak Jelasin
82 Bapak Gak Salah
83 Jelaskan Ke Kakak
84 Ganteng Banget
85 SELESAI
86 info penipuan
87 Istri Pengganti
88 Cinta Dalam Diam
89 Terjebak Cinta Mafia
90 Menikahi Kakak Sahabatku
91 Assalamualaikum Gus Faiz
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Yakin Kamu?
2
Tunggu!
3
Siapa?
4
Burger
5
Cewek?
6
Biasa
7
Sadar Diri
8
Merasa Bersalah
9
Anterin
10
Jangan Belagu
11
Menghindar
12
Semangat Maudy!
13
Galau
14
Melaporkannya
15
Sanksi
16
Jelas Itu Salah!
17
Beneran Nial?
18
Mimpi Lo Ketinggian
19
Merasa Frustasi
20
Gak Ada Orang?
21
Lo Yakin?
22
Sakit
23
Maudy Bangun!
24
Siapa Mbak?
25
Kamu Suka Maudy?
26
Cantik Ya
27
Ayo Sadar!
28
Salah Paham Apa?
29
Saya Tidak Memiliki Pasangan
30
Kemana Kak?
31
Maksud Ayah?
32
Ini Rumahnya
33
Meminta Restu
34
Melamar
35
Jadi Istri Orang
36
Kamu Sangat Cantik
37
I Love You
38
Mau Jalan-jalan?
39
Ini Istri Saya
40
Kamu Gak Mau?
41
Maksud Bunda?
42
Resign
43
Makan Sendirian
44
Cuma Tidur Sayang
45
Rafiq?
46
Istri Saya Cantik!
47
Itu Siapa Mbak?
48
Seperti Maudy
49
Jawab!
50
Cerai?
51
Sudah Lihatnya?
52
Maudy Sakit
53
Sengaja Apa?
54
Sayang!
55
Ayo, Mbak!
56
Maudy Gapapa?
57
Tujuan Lain
58
Jahat Banget
59
Saingan Gue
60
Sumpah Mbak!
61
Diculik
62
Gak Bisa!
63
Bangun Sayang
64
Udah Sayang
65
Kenapa Mustahil?
66
Candaan Kamu Gak Lucu
67
Sahabat Maudy
68
Takut Kenapa?
69
Istri Kamu?
70
Bunga Mawar Merah?
71
Ngidam?
72
Biar Impas
73
Hutang?
74
Kenapa Berhenti Lagi?
75
Keluarga Kamu Juga Keluargaku
76
Jangan Dengerin
77
Jangan Lihat!
78
Terserah
79
Pak Guntur Siapa?
80
Saingan?
81
Nanti Bapak Jelasin
82
Bapak Gak Salah
83
Jelaskan Ke Kakak
84
Ganteng Banget
85
SELESAI
86
info penipuan
87
Istri Pengganti
88
Cinta Dalam Diam
89
Terjebak Cinta Mafia
90
Menikahi Kakak Sahabatku
91
Assalamualaikum Gus Faiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!