"Kak Lea mau jalan-jalan gak?" tanya Nial, pada Kak Lea yang masih bergelut dengan selimutnya.
"Gak mau ah, Kakak masih ngantuk tau. Kamu jalan sendirian aja deh," ucap Kak Lea.
"Yaudah, kalau gitu Nial bilang ke Kak Noah dulu ya kalau Kak Lea gak ikut olahraga pagi soalnya tadi Kak Noah yang ngasih kabar ke Nial buat ngajak Kak Lea jalan-jalan pagi," ucap Nial.
Lea yang mendengar nama sang suami pun langsung mengubah posisinya jadi duduk, "Yaudah bentar, ini Kakak mau siap-siap dulu," ucap Kak Lea.
"Tadi katanya gak mau masih ngantuk, kok sekarang Kak Lea malah mau ikut," ucap Nial.
Ya, Nial tau pasti Kakaknya itu akan ikut jika mendengar ancaman dari Nial yaitu memberitahukan semuanya pada Kak Noah dan nantinya Kak Lea akan di ceramahi bahkan Kak Noah akan menyuruh orang rumah buat mengurung Kak Lea.
"Ck, gak usah sok gak tahu deh kamu," ucap Kak Lea.
"Oke, Nial tunggu diluar ya," ucap Nial.
Setelah itu, Kak Lea pun keluar dari kamar dan menghampiri Nial yang berada di luar rumah, "Loh Daisy juga ikut," ucap Kak Lea.
"Iya Kak, tadi Kak Noah mau kasih Daisy imbalan kalau Daisy nemenin Kak Lea," ucap Nial.
"Imbalan apa lagi?" tanya Kak Lea.
"Gak tau, tanya aja sama orangnya," ucap Nial.
"Kamu di kasih apa sama Kak Noah?" tanya Kak Lea.
"Ada deh Kak, itu rahasia antara Daisy sama Kak Noah. Udah sekarang ayo kita olahraga pagi," ucap Daisy.
Mereka bertiga pun mulai berjalan mengelilingi kompleks dan memutuskan berhenti di taman, "Kak Lea coba olahraga pakai alat olahraga yang ada di taman," ucap Nial.
"Berat," ucap Kak Lea.
"Belum juga di coba udah bilang berat aja Kak Lea ini, coba dulu Kak," ucap Nial.
"Ish, kamu mah," ucap Kak Lea.
Meskipun begitu, Kak Lea tetap melakukan apa yang dikatakan Nial, "Kamu pulang Kakak malah tersiksa tau gak," ucap Kak Lea.
"Nial cuma ikut apa kata Kak Noah aja kok," ucap Nial.
"Alasannya Kak Noah terus," gumam Kak Lea dan masih dapat di dengar Nial, tapi Nial tidak meresponnya dan tersenyum mendengarnya.
Kak Lea pun mencoba beberapa alat olahraga yang ada di taman, bukan hanya Kak Lea saja, tapi Nial dan Daisy juga mencoba alat olahraga yang ada di sana dan setelah di rasa cukup mereka bertiga pun istirahat dan duduk di kursi yang ada di sana.
Saat tengah istirahat tiba-tiba seorang perempuan datang dan memanggil nama Nial.
"Kak Nial!" panggil seorang perempuan.
Lea, Nial dan Daisy pun menatap perempuan tersebut, "Yaelah si kuku kuda nil datang," gumam Daisy.
"Hai Kak Nial, udah lama ya Kak Nial gak kelihatan, oh iya gimana kabar Kak Nial?" tanya perempuan tersebut.
"Siapa ya?" tanya Nial dengan wajah datar.
"Kakak nih bercanda aja deh, tapi bagus juga sih kalau Kakak gak tau nih orang," ucap Daisy dan perempuan tersebut hanya menatap Daisy tanpa mau merespon perkataan Daisy.
"Kak Nial lupa sama Bilqis?" tanya Bilqis.
Ya, perempuan yang datang dan menyapa Nial tadi adalah Bilqis.
"Bukan lupa, tapi gak tau," ucap Nial.
"Udah sana pergi deh, lo di sini ganggu tau gak," ucap Daisy.
"Daisy jangan kasar-kasar," ucap Kak Lea.
"Dia ganggu tau gak Kak," ucap Daisy.
"Kenapa ya Bilqis kok ke sini?" tanya Kak Lea.
"Bilqis mau nyapa Kak Nial kok Kak, soalnya kan Bilqis udah lama gak ketemu sama Kak Nial," ucap Bilqis.
"Siapa sih dia Kak? Nial gak tau" tanya Nial.
"Kamu lupa sama Bilqis anaknya Om Riko," ucap Kak Lea.
"Oh anaknya Om Riko, iya inget kok sekarang," ucap Nial.
"Jahat banget deh Kak Nial lupa sama Bilqis," ucap Bilqis.
"Lah kamu bukan keluarga saya buat apa juga saya inget-inget," ucap Nial.
"Yaudah, kalian gitu gimana kalau Kak Nial jadiin Bilqis keluarganya Kak Nial biar Kak Nial inget terus sama Bilqis," ucap Bilqis.
"Gak usah mimpi ya, gue gak bakal restui lo sama kembaran gue," ucap Daisy dan memeluk Nial.
"Gak boleh gitu Daisy, tapi kali ini Kakak setuju sama kamu. Kakak juga gak setuju kalau Nial sama Bilqis," ucap Kak Lea, yang masih duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Kenapa kok gak setuju? harusnya Kak Lea sama Daisy itu bangga karena Kak Nial bakal punya calon yang sempurna kayak Bilqis. Lagian banyak banget lo yang ngejar-ngejar Bilqis dan Bilqis malah tertariknya sama Kak Nial," ucap Bilqis.
"Mimpi lo ketinggian," ucap Nial.
"Kak Nial kok gitu sih," ucap Bilqis.
"Gue juga pilih-pilih kali dan orang itu bukan lo," ucap Nial yang mulai menggunakan lo-gue.
"Udah sana pergi, lo itu merusak mata gue tau gak," ucap Daisy.
"Ck, kapan-kapan Bilqis ke rumah Kak Nial ya siapa tau Kak Nial udah berubah pikiran, dadah," ucap Bilqis dan setelah itu pergi dari sana.
"Tuh orang emang ya kurang kerjaan banget," ucap Daisy.
"Bener, Kakak juga aneh kok bisa dia kayak gitu," ucap Kak Lea.
"Udah gak usah di bahas lagi, sekarang mau istirahat atau pulang soalnya udah mulai siang ini?" tanya Nial.
"Pulang aja deh, Kakak udah capek," ucap Lea dan diangguki Nial.
"Ini kamu mau peluk aku terus?" tanya Nial pada Daisy karena memang sejak tadi Daisy tidak melepaskan pelukannya.
"Hehehehe, lupa," ucap Daisy lalu mengecup pipi kanan Nial.
"Untung kembaran sendiri," gumam Nial.
Tanpa mereka sadari seorang perempuan melihat bagaimana Daisy memeluk Nial bahkan Daisy mengecup pipi Nial, perempuan tersebut pun tersenyum setelah itu pergi dari tempatnya.
Disisi lain, Kak Lea, Nial dan Daisy pun kembali ke rumah dan saat sampai di rumah mereka dapat melihat sebuah mobil terparkir rapi di halaman rumah.
"Itu bukannya mobil uncle Alvin," ucap Kak Lea.
"Iya, pasti ada Kyra deh, aaaah Daisy udah kangen banget sama Kyra," ucap Daisy dan berlari ke dalam rumahnya.
"Kakak kadang bingung deh, Daisy itu kembaran kami atau Kyra sih kok lebih deket sama Kyra," ucap Kak Lea.
"Kan Nial jarang di rumah kak, makanya Daisy lebih akrab sama Kyra," ucap Nial.
"Kyra juga jarang mampir kok, tapi buktinya Daisy deket banget sam Kyra," ucap Kak Lea.
"Sifatnya Nial sama Kyra mungkin yang beda, Kyra orangnya ramah dan Nial tertutup," ucap Nial.
"Ya, itu salah satunya, yaudah yuk masuk," ucap Kak Lea.
Merek berdua pun masuk ke dalam rumah dan benar saja di ruang tamu sudah ada Alvin, Sivia, Gilang dan Kyra. Bahkan saat ini Kyra tengah duduk di karpet bersama Daisy dan saling bercerita.
"Gimana sayang kabar kamu?' tanya Sivia setelah memeluk Kak Lea.
"Baik aunty," ucap Kak Lea.
"Selamat ya atas kehamilan kamu, aunty seneng dengernya makanya ini aunty sekeluarga datang buat ucapin selamat," ucap Aunty Sivia.
"Terima kasih aunty udah datang," ucap Kak Lea.
Sedangkan Nial duduk di samping Gilang, "Gimana kuliahnya?" tanya Nial.
"Susah Kak," ucap Gilang.
"Makanya sok sih ngambil S2," ucap Nial.
"Bukan sok kak, tapi emang pengen aja dulu. Eh taunya susah," ucap Gilang.
"Terus mau berhenti?" tanya Nial.
"Ya, gak lah Kak, yang ada Gilang di ejek sama Kak Kyra terus dimarahin Mama sama Papa," ucap Gilang.
"Yaudah, kalau gitu kamu semangat jangan ngeluh terus," ucap Nial.
"Namanya juga capek Kak," ucap Gilang.
"Makanya jangan ngeluh biar gak capek, kalau ngeluh terus capeknya kerasa," ucap Nial.
"Siap Kak," cap Gilang.
"Oh iya, ini undangan buat lo sekeluarga," ucap Uncle Alvin dan memberikan sebuah undangan pada Ayah Alan.
"Undangan apa?" tanya Ayah Alan dan mengambil undangan tersebut.
"Kyra mau nikah!" ucap Bunda Rea, karena sengaja melirik undangan yang di berikan Uncle Alvin pada Ayah Alan.
"Iya Aunty," ucap Kyra.
"Kok gak sama Kak Nial sih," protes Daisy.
"Gak mau ya gue sama Nial, soalnya gue udah suka sama orang lain," ucap Kyra.
"Yaaah, padahal Daisy setuju banget loh kalau lo sama Kak Nial," ucap Daisy.
"Gue sama Nial itu cuma sahabat udah itu aja," ucap Kyra.
"Betul, gue juga gak mau sama Kyra," ucap Nial dan mendapatkan tatapan tajam dari Kyra.
"Akhirnya ya calon menantu Aunty bakal nikah, Aunty seneng deh dengernya," ucap bunda Rea.
"Bunda setuju kalau Kyra nikah sama orang lain?" tanya Daisy.
"Bunda sih setuju-setuju aja, lagian dari awal bunda sama ayah gak pernah menuntut Nial harus sama Kyra kan dan bunda juga serahkan semuanya sama Nial apalagi dia cowok, dia udah tau apa yang terbaik untuk dirinya dan pasangannya nanti," ucap bunda Rea.
"Huhuhu, sedih soalnya lo bukan calon kakak ipar gue, tapi gue tetep doain supaya lo sama keluarga lo nanti bahagia ya," ucap Daisy dan memeluk Kyra.
"Lebay banget lo, lagian lo kan udah tau siapa calon gue," ucap Kyra.
"Ya iya sih, tapi gue pikir lo sama dia gak bakal langgeng," ucap Daisy.
"Kapan-kapan ajak Joshua ke sini kayaknya Joshua udah lama banget gak ke sini," ucap Bunda Rea.
"Iya, Aunty. Tapi, nanti ya setelah Kyra nikah soalnya Joshua lagi sibuk di kantor," ucap Kyra.
"Iya, gapapa kok," ucap Bunda Rea.
Semua orang memang sudah tau jika Kyra sudah memiliki pasangan bernama Joshua bahkan kekasih Kyra tersebut beberapa kali ikut saya kumpul keluarga, tapi meksipun begitu Bunda Rea masih sering memanggil Kyra dengan sebutan calon menantu.
"Kyra udah mau nikah, terus Nial kapan?" tanya Uncle Alvin.
"Kalau masalah itu gampang uncle, nanti kalau udah ada bakal Nial kenalin kok ke semua orang," ucap Nial.
"Katanya Elvan, Kak Nial lagi deket sama salah satu cewek yang ada di daerah pelabuhan ya," ucap Gilang.
"Jangan percaya sama Elvan, dia itu sesat orangnya," ucap Nial.
Untung saja Gilang percaya, tapi, tidak dengan Kyra. Seperti saat ini, dia menatap tajam pada Nial.
"Kenapa?" tanya Nial.
"Siapa ceweknya kok gue gak lo kasih tau sih?" tanya Kyra.
"Mau ngasih tau apa coba, orang emang gak ada kok," ucap Nial.
"Beneran?" tanya Kyra.
"Iya, gak ada," ucap Nial.
"Awas aja kalau sampe lo bohong," ucap Kyra.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Marlin priyama Marlin
ayo donk next
2024-03-03
0
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,
2024-01-08
1