Sadar Diri

Seorang pria tengah berlari sendiri di lapangan dekat asrama, saat tengah berlari tiba-tiba seorang perempuan datang dan berada di hadapannya sehingga membuat pria tersebut berhenti agar tidak menubruk tubuh perempuan tersebut.

"Ada apa?" tanya pria tersebut.

"Ini, tadi Bapak titip makanan pesanan sersan Brandon, ini makanannya," ucap Maudy.

Nial pun mengambil makanan tersebut, "Makanannya udah dibayar sama Brandon kan?" tanya Nial.

"Iya udah kok," ucap Maudy.

Setelah itu, Nial pun meninggalkan Maudy, Maudy yang melihat hal itu pun terkejut ia pikir Nial akan basa basi dengannya, tapi ternyata tidak.

"Namaku Maudy kalau nama kamu siapa?" tanya Maudy.

"Kau mengejar ku hanya menanyakan namaku, aku tau kau pasti sudah tau namaku kalau kau tidak tau tanya ke bapakmu dia tau namaku," ucap Nial dan ia benar-benar pergi meninggalkan Maudy.

"Aku tau siapa nama kamu, Nial bukan. Tapi, aku ingin kamu yang mengatakannya sendiri," gumam Maudy, yang melihat punggung Nial yang semakin menjauh.

'Maudy Maudy, ingat kata bapak. Nial itu dari keluarga terhormat sedangkan kamu cuma dari keluarga miskin yang berjualan burger keliling gak cocok sama Nial,' ucap Maudy dalam hati.

Maudy pun pergi dari tempat tersebut dan pulang karena sebentar lagi ia harus berjualan, "Sudah berapa kali Bapak bilang jangan dekat dengan Sersan Nial," ucap Bapak Ruslan.

"Maksud Bapak apa?" tanya Maudy.

"Kamu tadi menemui Sersan Nial bukan," ucap Bapak Ruslan.

"Tadi Maudy ke sana kan ingin mengantarkan pesanan dari sersan Brandon," ucap Maudy.

"Tapi, kamu berbicara dengan Sersan Nial bukan," ucap Bapak Ruslan.

"Iya, karena Maudy menitipkan pesanan Sersan Brandon pada sersan Nial," ucap Maudy.

"Mulai sekarang kamu jangan bertemu lagi dengan sersan Nial, Bapak kan udah bilang ke kamu kalau kamu dan sersan Nial itu beda derajatnya," ucap Bapak Ruslan.

"Iya Pak, Maudy tahu itu," ucap Maudy.

"Karena sikap b*doh kamu keluarga kita yang harus menerima akibatnya," ucap Bapak Ruslan.

"Maksud Bapak apa? Maudy gak ngerti? Kenapa keluarga kita harus menerima akibatnya? Apa terjadi sesuatu?" tanya Maudy.

"Iya, Bapak dilarang berjualan di dekat tempat militer lagi sama Bu Nanda karena kamu dekat dengan sersan Nial," ucap Bapak Ruslan.

"Bu Nanda istri dari komandan Ade?" tanya Maudy.

"Iya, pokoknya mulai sekarang kamu harus menjauh dari sersan Nial, inget Maudy kita ini gak cocok jika bersanding dengan sersan Nial. Dia punya segalanya, banyak perempuan yang lebih kaya, pintar dan tentunya cantik dari kamu yang lebih pantas bersanding dengan Sersan Nial, kalau kamu yang dekat dengan sersan Nial nanti yang ada Sersan Nial dan keluarganya jadi malu," ucap Bapak Ruslan.

Ucapan Bapak Ruslan tentunya membuat hati Maudy sakit, bagaimana bisa seorang ayah mengatakan hal yang begitu menyakitkan bagi anaknya.

"Kenapa Bapak bilang kayak gitu? Pak, jodoh itu gak ada yang tau, siapa tau Maudy emang berjodoh sama sersan Nial? Lagipula sebelum Bapak mengingat Maudy akan derajat Maudy dan sersan Nial, Maudy sudah sadar terlebih dahulu," ucap Maudy.

"Bagus kalau kamu udah sadar terlebih dahulu karena sersan Nial lebih pantas dengan mbak Kyra yang memiliki segalanya," ucap Bapak Ruslan.

"Mbak Kyra? siapa Pak?" tanya Maudy.

"Mbak Kyra itu anaknya kapten Alvin, dia lebih pantas dengan Sersan Nial karena Mbak Kyra berasal dari keluarga berkecukupan sama seperti keluarga sersan Nial. Lagipula keluarga sersan Nial dan Mbak Kyra sudah kenal bahkan bersahabat sejak lama. Bapak dengar juga dari beberapa tentara kalau sersan Nial dijodohkan dengan Mbak Kyra, mereka lebih cocok dibandingkan kamu dan keluarga kita Maudy," ucap Bapak Ruslan.

"Maudy paham apa yang Bapak maksud, maafin Maudy sudah berpikir diluar batas," ucap Maudy.

"Bapak gak nyalahin kamu, Sersan Nial memang seorang yang dibilang sempurna dalam segala hal, kamu gak salah kalau suka sama Sersan Nial. Tapi, kamu juga harus ingat jika kamu dan Sersan Nial berbeda," ucap Bapak Ruslan.

"Iya Pak," ucap Maudy.

"Yaudah, kamu ke kamar dulu tadi Ibumu belum makan," ucap Bapak Ruslan.

"Iya Pak, Maudy ke kamar dulu ya Pak," ucap Maudy dan masuk ke dalam kamar Bapak dan Ibunya.

Saat masuk ke dalam kamar tersebut Maudy melihat Ibunya yang terbaring lemah di kasur, "Ibu mau makan capcay?" tanya Maudy, pada Ibunya yang bernama Aini.

Aini hanya mampu berkedip dan bergumam tidak jelas karena ia mengalami stroke sudah lebih dari 7 tahun dan hanya bisa berbaring di kasur, awal mula Aini mengalami stroke karena kakak Maudy yang bernama Chelsea hamil diluar nikah dan mengalami kecelakaan saat pergi bersama sang kekasih lalu meninggal dunia 7 tahun lalu dan sejak saat itu Aini mulai mengalami stroke.

Keluarga Maudy hanya mampu melakukan pengobatan herbal karena tidak terlalu mahal berbeda jika ke rumah sakit yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Saat ini Maudy tinggal dengan Bapak, Ibu dan adik perempuannya yang bernama Caca.

"Maudy salah ya bu kalau suka sama sersan Nial?" tanya Maudy, pada sang Ibu yang terbaring lemah di kasur.

Beberapa saat kemudian, Maudy pun menyuapi sang Ibu dengan makanan yang tadi ia masak.

"Kenapa Bu? gak enak ya masakannya Maudy?" tanya Maudy, karena Ibu memuntahkan makanannya padahal baru beberapa suap.

Ibu bergumam pelan dan Maudy mendekatkan telinganya pada bibir Maudy, "Apa Bu?" tanya Maudy.

"A-asin," gumam Ibu.

"Asin," ucap Maudy.

Maudy pun mencicipi masakannya dan benar saja makanan yang tadi ia masak ternyata asin, "Tapi, perasaan tadi Maudy cicipi gak asin, kok sekarang asin ya," gumam Maudy.

"Maudy buatin bubur ya," ucap Maudy.

Maudy pun keluar sebentar dan melihat sang adik yang sudah duduk di lantai, "Apa sih kak kalau masak gak enak gitu asin lagi," ucap Caca, yang tengah makan mie instan yang ia buat

"Kamu kan yang udah masukin garam ke masakan kakak," ucap Maudy.

"Enak aja, jangan asal ngomong ya. Kalau gak bisa masak yaudah jangan asal nuduh gitu," ucap Caca.

"Kamu marah karena kakak gak ngasih kamu uang buat main sama temen kamu kan," ucap Maudy.

Maudy dan Caca memang tidak akur terutama setelah kepergian Chelsea anak pertama Bapak dan Ibu, apalagi Caca yang selalu menghabiskan uang untuk kesenangannya sendiri dan membuat Bapak sampai memiliki hutang di bank. Caca memang dekat dengan Chelsea dan ia selalu mendapatkan uang dari Chelsea, tapi setelah kepergian Chelsea, Caca merasa kehilangan sosok Kakak yang sangat ia sayangi.

Sedangkan, dengan Maudy, Caca merasa tidak suka karena ia menilai Maudy sok pintar hingga kuliah karena beasiswa apalagi hidup keluarga mereka yang serba kekurangan.

Maudy sendiri tau jika Caca tidak suka dengannya dan selalu membuat masalah padanya, dulu Caca pernah memecahkan kaca jendela tetangga dan menuduh Maudy yang melakukannya hingga akhirnya Maudy harus ganti rugi.

Lalu untuk kali ini ia juga yakin jika Caca yang melakukannya karena tadi saat Bapak makan capcay buatannya tidak ada masalah bahkan Maudy juga memakan capcay nya, aneh bukan jika capcay yang sama itu berubah jadi asin saat Maudy pergi mengantarkan pesanan.

.

.

.

Tbc.

Episodes
1 Yakin Kamu?
2 Tunggu!
3 Siapa?
4 Burger
5 Cewek?
6 Biasa
7 Sadar Diri
8 Merasa Bersalah
9 Anterin
10 Jangan Belagu
11 Menghindar
12 Semangat Maudy!
13 Galau
14 Melaporkannya
15 Sanksi
16 Jelas Itu Salah!
17 Beneran Nial?
18 Mimpi Lo Ketinggian
19 Merasa Frustasi
20 Gak Ada Orang?
21 Lo Yakin?
22 Sakit
23 Maudy Bangun!
24 Siapa Mbak?
25 Kamu Suka Maudy?
26 Cantik Ya
27 Ayo Sadar!
28 Salah Paham Apa?
29 Saya Tidak Memiliki Pasangan
30 Kemana Kak?
31 Maksud Ayah?
32 Ini Rumahnya
33 Meminta Restu
34 Melamar
35 Jadi Istri Orang
36 Kamu Sangat Cantik
37 I Love You
38 Mau Jalan-jalan?
39 Ini Istri Saya
40 Kamu Gak Mau?
41 Maksud Bunda?
42 Resign
43 Makan Sendirian
44 Cuma Tidur Sayang
45 Rafiq?
46 Istri Saya Cantik!
47 Itu Siapa Mbak?
48 Seperti Maudy
49 Jawab!
50 Cerai?
51 Sudah Lihatnya?
52 Maudy Sakit
53 Sengaja Apa?
54 Sayang!
55 Ayo, Mbak!
56 Maudy Gapapa?
57 Tujuan Lain
58 Jahat Banget
59 Saingan Gue
60 Sumpah Mbak!
61 Diculik
62 Gak Bisa!
63 Bangun Sayang
64 Udah Sayang
65 Kenapa Mustahil?
66 Candaan Kamu Gak Lucu
67 Sahabat Maudy
68 Takut Kenapa?
69 Istri Kamu?
70 Bunga Mawar Merah?
71 Ngidam?
72 Biar Impas
73 Hutang?
74 Kenapa Berhenti Lagi?
75 Keluarga Kamu Juga Keluargaku
76 Jangan Dengerin
77 Jangan Lihat!
78 Terserah
79 Pak Guntur Siapa?
80 Saingan?
81 Nanti Bapak Jelasin
82 Bapak Gak Salah
83 Jelaskan Ke Kakak
84 Ganteng Banget
85 SELESAI
86 info penipuan
87 Istri Pengganti
88 Cinta Dalam Diam
89 Terjebak Cinta Mafia
90 Menikahi Kakak Sahabatku
91 Assalamualaikum Gus Faiz
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Yakin Kamu?
2
Tunggu!
3
Siapa?
4
Burger
5
Cewek?
6
Biasa
7
Sadar Diri
8
Merasa Bersalah
9
Anterin
10
Jangan Belagu
11
Menghindar
12
Semangat Maudy!
13
Galau
14
Melaporkannya
15
Sanksi
16
Jelas Itu Salah!
17
Beneran Nial?
18
Mimpi Lo Ketinggian
19
Merasa Frustasi
20
Gak Ada Orang?
21
Lo Yakin?
22
Sakit
23
Maudy Bangun!
24
Siapa Mbak?
25
Kamu Suka Maudy?
26
Cantik Ya
27
Ayo Sadar!
28
Salah Paham Apa?
29
Saya Tidak Memiliki Pasangan
30
Kemana Kak?
31
Maksud Ayah?
32
Ini Rumahnya
33
Meminta Restu
34
Melamar
35
Jadi Istri Orang
36
Kamu Sangat Cantik
37
I Love You
38
Mau Jalan-jalan?
39
Ini Istri Saya
40
Kamu Gak Mau?
41
Maksud Bunda?
42
Resign
43
Makan Sendirian
44
Cuma Tidur Sayang
45
Rafiq?
46
Istri Saya Cantik!
47
Itu Siapa Mbak?
48
Seperti Maudy
49
Jawab!
50
Cerai?
51
Sudah Lihatnya?
52
Maudy Sakit
53
Sengaja Apa?
54
Sayang!
55
Ayo, Mbak!
56
Maudy Gapapa?
57
Tujuan Lain
58
Jahat Banget
59
Saingan Gue
60
Sumpah Mbak!
61
Diculik
62
Gak Bisa!
63
Bangun Sayang
64
Udah Sayang
65
Kenapa Mustahil?
66
Candaan Kamu Gak Lucu
67
Sahabat Maudy
68
Takut Kenapa?
69
Istri Kamu?
70
Bunga Mawar Merah?
71
Ngidam?
72
Biar Impas
73
Hutang?
74
Kenapa Berhenti Lagi?
75
Keluarga Kamu Juga Keluargaku
76
Jangan Dengerin
77
Jangan Lihat!
78
Terserah
79
Pak Guntur Siapa?
80
Saingan?
81
Nanti Bapak Jelasin
82
Bapak Gak Salah
83
Jelaskan Ke Kakak
84
Ganteng Banget
85
SELESAI
86
info penipuan
87
Istri Pengganti
88
Cinta Dalam Diam
89
Terjebak Cinta Mafia
90
Menikahi Kakak Sahabatku
91
Assalamualaikum Gus Faiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!