Nial saat ini tengah memeriksa beberapa barang yang akan digunakan untuk latihan nantinya dan tak lama setelah memeriksa beberapa persenjataan yang akan digunakan nanti, Nial memilih kembali ke asrama terlebih dahulu dan setelah itu ia memutuskan pergi ke lapangan untuk latihan sore bersama yang lainnya.
Beberapa jam setelah latihan, Nial kembali beristirahat dan bersiap-siap kembali ke asrama, namun saat akan pergi tiba-tiba Brandon datang dan menghampirinya.
"Nial, ini ada titipan dari Bunda lo," ucap Brandon dengan memberikan bingkisan dari Bunda Rea.
Nial pun segera mengambil bingkisan dari bunda Rea tersebut, "Thanks ya," ucap Nial.
"Sama-sama Al, kalau gitu gue balik ke lapangan dulu," ucap Brandon dan diangguki Nial.
Nial pun berjalan menuju asrama, namun baru saja ia menuruni tangga yang ada di dekat lapangan tiba-tiba seseorang menabraknya dan membuat bingkisan sang Bunda Rea berikan tadi jatuh dimana isinya adalah beberapa pakaian, Nial pun segera mengambil pakaiannya dan memasukkan kembali ke dalam paper bag.
Setelah itu, Nial berniat pergi tanpa melihat siapa yang menabraknya. Tapi, sayang orang yang menabraknya tersebut justru menahan tangan Nial dan hal itu membuat Nial berhenti lalu membalikkan tubuhnya menghadap orang yang menabraknya tadi.
"Maaf," ucap orang tersebut yang merasa bersalah karena kecerobohannya membuat pakaian Nial berserakan tadi.
"Tunggu! kamu lagi," ucap orang tersebut saat melihat Nial.
Nial mengerutkan keningnya karena melihat orang di hadapannya itu yang sepertinya pernah bertemu dengannya.
"Kamu lupa, aku yang waktu itu kamu tolongin di Bus," ucap orang tersebut.
Nial cukup heran dengan orang tersebut yang seolah-olah mengenal dirinya, ia lebih memilih untuk pergi meninggalkan orang tersebut, tapi lagi-lagi orang tersebut menahan tangannya dan berdiri tepat di hadapan Nial.
"Aku perempuan yang kamu tolong waktu di Bus, terus aku juga yang mau traktir kamu karena udah bantu aku waktu itu," ucap Maudy yang merupakan perempuan yang ditolong Nial waktu di Bus.
Nial hanya menatap Maudy dan tanpa mau merespon apapun yang dikatakan Maudy, "Kamu beneran lupa sama aku? Kamu gak inget aku?" tanya Maudy.
"Kita tidak sedekat itu, jadi jangan menggunakan aku kamu," ucap Nial.
"Oh, jadi ceritanya kode nih biar kita bisa lebih dekat. Yaudah kenalin nama aku Maudy," ucap Maudy.
'Maudy? Tunggu, bukannya Maudy itu nama yang di omongin Patrick kemarin?' tanya Nial dalam hati.
Maudy mengulurkan tangannya, tapi diacuhkan begitu saja oleh Nial dan Nial lebih memilih untuk berlalu meninggalkan Maudy.
"Huh, ditinggal lagi deh," gumam Maudy dan berlari menghampirinya Nial.
"Nama kamu Nial bukan, waktu itu aku denger perempuan itu manggil kamu Nial," ucap Maudy yang berusaha mengakrabkan diri dengan Nial.
Tapi, Nial cuek tanpa mempedulikan Maudy karena bagi Nial itu hanya buang-buang waktu, "Kamu lagi sariawan ya atau kamu habis cabut gigi kok gak ngomong sih?" tanya Maudy.
"Bisa pergi gak, anda itu mengganggu tau," ucap Nial dan setelah itu ia masuk ke dalam asrama.
"Eh, udah sampe asrama ternyata," ucap Maudy.
"Apaan sih Maudy, kok jadi agresif gini, gak boleh agresif Maudy nanti yang ada Nial nya gak mau loh. Tapi, kalau Nial tau siapa aku dia juga gak bakal mau sih, orang miskin kayak aku mah gak pantes buat siapa-siapa," gumam Maudy.
Setelah itu, Maudy pun pergi dari asrama tersebut. Sedangkan, disisi lain Nial saat ini bersama dengan Elvan.
"Cie, Kak Nial lagi deket sama cewek nih, uhuy akhirnya ya Kak gak jomblo lagi," goda Elvan.
Sebenarnya Elvan tadi selesai latihan langsung pergi ke kantin dan saat ia keluar dari kantin, netranya tidak sengaja melihat Nial yang datang bersama dengan seorang perempuan lebih tepatnya Maudy.
Padahal Elvan tau jika Nial ini salah satu pria yang sulit untuk dekat dengan perempuan sebab itu saat melihat Nial bersama seorang perempuan tentu saja Elvan heboh dan sejak tadi saat bertemu dengan Nial, ia selalu menggoda Nial.
Nial sendiri tidak mau ambil pusing dengan godaan yang di berikan Elvan karena baginya itu hanya angin lalu dan tidak penting tentunya.
"Kak Nial, harus ubah sikap kak Nial karena takutnya nanti calon Kakak iparnya Elvan bakal pergi soalnya dia gak betah sama kak Nial yang terlalu dingin dan cuek ini. Elvan aja hampir gak sanggup waktu pertama kali kenal sama Kak Nial," ucap Elvan.
"Pergi, mau Kakak bilangin ke uncle Ryan kalau kamu di sini cuma gosip terus," ucap Nial.
"Kak Nial mah ancamannya selalu kayak gitu," ucap Elvan.
"Makanya pergi, kalau gak kakak bilang ke uncle Ryan sekarang ya!" ancam Nial.
"Eh! jangan dong Kak, yaudah Elvan diem aja deh. Eh gak deh, Elvan ke kamar aja. Dadah Kak Nial, salam ya kak buat calon Kakak iparnya Elvan eh maksudnya buat Kak Maudy!" ucap Elvan dan berlari meninggalkan Nial.
"Dasar," gumam Nial dan berjalan menuju kamarnya dengan beberapa rekan sesama tentara.
"Habis darimana aja lo?" tanya Bian.
"kayak gak tau aja lo, dia tadi habis ketemu sama cewek tadi dia," ucap Yudha.
"Cewek? Beneran? siapa ceweknya?" tanya Bian.
"Itu loh siapa sih, Maudy kalau gak salah yang anaknya penjual burger keliling," ucap Yudha.
"Oh, yang cantik itu ya. Tapi, sayang keluarganya termasuk keluarga yang kurang dalam hal ekonomi," ucap Bobby.
"Iya, gue juga kasihan. Tapi, setau gue dia baru aja lulus, malahan dia jadi lulusan terbaik loh," ucap Yudha.
"Oh iya, emangnya dia jurusan apa?" tanya Bian.
"Setau gue dia itu ngambil jurusan pendidikan deh, tapi gue tau pastinya," ucap Yudha.
"Lumayan nih si Nial bisa dapet pasangan calon guru, kayak Adek lo si Daisy, dia kan juga guru," ucap Bobby.
"Iya, cepet deh halalin sebelum diembat sama orang lain. Gue denger-denger sih Maudy ini salah satu perempuan cantik di desa pelabuhan ini makanya banyak yang naksir dan pengen dia dijadiin istri," ucap Bian.
"Bener, bahkan dulu ada sersan yang naksir sama Maudy. Padahal udah punya pasangan, tapi untung aja Maudy nolak tuh orang," ucap Yudha.
"Kapan lo mau lamar Maudy? besok? yaudah ayo kita ke rumahnya Maudy, gue temenin deh gimana?" tanya Bobby.
"Kalian dari tadi ngomong gak penting banget, buat apa gue ngelamar orang yang gak gue kenal," ucap Nial.
"Masa sih gak kenal, tapi kok tadi gue liat dari jendela kalau lo sama dia jalan bareng," ucap Bian.
"Dia nya aja yang ngajak ngobrol, gue gak tau dan gak peduli sama dia," ucap Nial dan memilih untuk pergi ke kamar mandi yang ada di ujung lorong lantai tersebut.
"Gimana kalau kita jodohin dia sama Maudy aja?" tanya Bobby.
"Boleh, gue gak suka juga kalau Maudy dideketin sama si komandan tua itu, padahal udah punya 4 anak, tapi masih aja cari gadis," ucap Yudha.
"Setuju, tapi Nial gimana? dia itu orangnya peka banget sama tindakan kita terus dia juga sudah buat di deketin?" tanya Bian.
"Kalau masalah itu sebenarnya gampang, asalkan kita semua harus kerjasama," ucap Bobby.
"Yaudah, berarti kita bakal deketin Nial sama Maudy ya," ucap Yudha dan diangguki Bobby serta Bian.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,,
2024-01-02
1