"Keterlaluan, saya ingin meminta maaf pada Pak Ruslan karena kelakuan Istri saya," ucap komandan Ade.
"Saya harap Bu Nanda mendapatkan sanksi meskipun Bu Nanda adalah Istri komandan Ade, tapi tetap saja apa yang dilakukan Bu Nanda merugikan orang lain," ucap Nial.
"Iya, saya akan mencari sanksi yang bisa membuat Istri saya menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi," ucap komandan Ade.
"Saya harap begitu," ucap Nial.
"Kalau begitu kami permisi komandan," ucap Bobby.
"Iya, terima kasih karena sudah memberitahukannya pada saya," ucap komandan Ade.
"Lo gak keluar?" tanya Bian, saat melihat Nial yang masih berada di tempatnya.
"Kalian keluar aja dulu, ada hal pribadi yang mau gue bicarain sama komandan Ade," ucap Nial.
"Oke deh," ucap Bian.
"Ada apa, Sersan Nial?" tanya komandan Ade, setelah semua orang pergi sehingga saat ini yang tersisa hanya Nial dan komandan Ade.
"Saya ingin memberikan masukan mengenai sanksi yang di terima Istri komandan," ucap Nial.
"Apa itu?" tanya komandan Ade.
"Bagaimana kalau Istri komandan Ade di asingkan ke pulau B," ucap Nial.
Mendengar ucapan Nial, komandan Ade pun terkejut, "Tidak bisa Sersan Nial, apa yang dilakukan Istri saya belum masuk ke dalam kategori hukuman orang yang di asingkan," ucap komandan Ade.
"Istri anda termasuk ke dalamnya, anda pasti tau bukan mengenai uang yang hilang saat acara peresmian," ucap Nial.
"Iya, bukankah itu ulah salah satu anggota perempuan dan dia juga sudah dihukum," ucap komandan Ade.
"Tidak ada anggota perempuan yang masuk ke dalam ruangan keuangan dan yang bisa masuk serta memiliki kuncinya adalah Istri komandan Ade, di sana ada cctv bukan dan ternyata Bu Nanda tidak tau jika di sana ada cctv. Ini adalah rekaman bagaimana Bu Nanda mengambil uang tersebut dan menaruh uang tersebut ke tas milik anggota perempuan tersebut," ucap Nial.
"Untuk apa istri saya seperti itu?" tanya komandan Ade, ia benar-benar terkejut melihat bagaimana rekaman cctv tersebut.
"Sangat sederhana, alasannya adalah karena anggota perempuan tersebut mendekati saya padahal dia hanya bertanya mengenai jadwal acara selanjutnya karena saat itu dia sakit," ucap Nial.
"Saya tidak tau lagi harus berbuat apa, kalau memang sanksi yang harus diambil Istri saya diasingkan maka saya pun menerimanya karena memang apa yang dilakukan Istri saya cukup fatal," ucap komandan Ade.
"Iya komandan, tapi komandan tidak perlu khawatir karena Istri komandan tidak akan sendirian selama diasingkan," ucap Nial.
"Maksud Sersan Nial? apa Freya anak saya juga akan diasingkan?" tanya komandan Ade.
"Tidak, anak komandan tidak ikut campur dalam kasus ini sehingga dia tidak perlu di hukum, tapi mungkin dia hanya perlu diberi peringatan saja," ucap Nial.
"Kalau, apa maksud Sersan Nial tadi yang mengatakan jika Istri saya tidak sendirian saat diasingkan?" tanya komandan Ade.
"Karena ada salah satu anggota perempuan yang harus diasingkan juga," ucap Nial dan tersenyum sinis.
"Apa kesalahan yang dilakukan anggota tersebut?" tanya komandan Ade.
"Dia telah menjebak saya untuk masuk ke dalam kamar anak komandan, tapi untung saja saya segera sadar dan pergi dari sana. Setelah saya selidiki ternyata anggota tersebut juga suruhan dari Istri komandan," ucap Nial.
"Saya sangat malu sekarang, saya akan menerima semua sanksi yang akan diberikan pada Istri saya," ucap komandan Ade.
"Memang seharusnya begitu," ucap Nial.
"Berapa lama sanksi tersebut?" tanya komandan Ade.
"Komandan pasti tau bukan minimal pengasingan," ucap Nial.
"Iya, 2 tahun," ucap komandan Ade.
"Nanti saya akan sampaikan kasus ini ke majelis hakim dan sekaligus merekomendasikan sanksinya, kalau begitu saya permisi," ucap Nial.
Nial pun keluar dari ruangan tersebut, "Gimana?" tanya Bobby.
Ternyata rekan-rekannya tidak pergi dari sana, mereka justru berdiri dan menunggu di depan ruangan komandan Ade.
"Kalian tenang aja, Istrinya komandan Ade bakal dapat sanksi yang sesuai dengan kesalahannya," ucap Nial.
"Di gantung aja deh," ucap Yudha.
"Langsung mati dong," ucap Bobby.
"Biarin, orang kayak gitu mah pantes mati, jahat banget menindas orang lemah apalagi warga di sekitar yang gak tahu apa-apa," ucap Yudha.
"Atau gak kita ceburin ke laut aja nih biar hiu nya kenyang," ucap Bian.
"Ide bagus," ucap Nial.
"Sadis amat," ucap Brandon.
"Gue gak bisa ngebayangin deh gimana jadi Maudy, pasti dia sedih banget," ucap Bian.
"Iya, gue juga. Gue kadang kalau lihat Maudy itu kasihan gitu, dia cantik bahkan bisa dibilang untuk wajahnya cukup menarik lah bagi laki-laki, tapi kehidupannya berbanding terbalik dengan dengan wajahnya yang sepertinya kurang menarik," ucap Bobby.
"Gak ada yang tau gimana nasib seseorang, gue doain semoga Maudy sukses nantinya," ucap Bian.
"Terus Maudy juga semoga dapat jodoh yang baik contohnya kayak gue," ucap Yudha yang membuat Nial menatap tajam pada sang sahabat.
"Kenapa lo ngelihatin gue kayak gitu?" tanya Yudha saat melihat Nial yang melihatnya juga.
"Lo mah ga peka Dha, si Nial cemburu tau gak kalau Maudy sama lo," ucap Bian.
"Gak jelas," ucap Nial dan berlalu meninggalkan rekan-rekannya.
"Oh jadi Nial suka Maudy ya!" teriak Yudha.
"Gak jelas lo pada!" teriak Nial.
"Gengsi banget tuh orang," ucap Yudha.
"Namanya juga Nial si gengsian, nanti kalau di ambil Yudha beneran marah!" teriak Bian.
"Ambil aja, gue gak akan marah. Dia bukan milik gue, jadi gue gak peduli," ucap Nial.
"Yakin lo? kalau gue bilang, gue tahu dimana Maudy sekarang lo bakal diem aja?" tanya Yudha.
"Lo tau Maudy dimana?" tanya Nial.
"Katanya tadi lo tadi gak peduli dan gak bakal marah kalau gue deket sama Maudy kan, berarti gue masih ada kesempatan buat dapatin Maudy," ucap Yudha.
Nial hanya menatap Yudha dan memutuskan untuk pergi, "Kan dia marah, dia itu kayaknya mulai ada rasa sama Maudy. Tapi, namanya juga Nial, gengsinya tinggi banget," ucap Bian.
"Kok bisa ya nial suka sama Maudy?" tanya Bobby.
"Maksud lo?" tanya Brandon.
"Maksud gue gini ya, lo perhatiin deh semua perempuan yang ada di sekitar Nial itu cantik-cantik banget gak ada yang zonk deh pokoknya bahkan status keluarga mereka juga bisa dibilang bukan dari keluarga sederhana atau keluarga biasa-biasa aja. Tapi, bisa-bisanya Nial suka sama Maudy yang berasal dari keluarga sederhana bahkan wajahnya pun lebih cantik perempuan yang deket sama Nial daripada Maudy, itu sih yang jadi pertanyaan gue," ucap Bobby.
"Namanya juga jodoh, jadi gak ada yang tahu. Lagian Maudy cantik kok," ucap Yudha.
"Maudy itu menarik, kalau cantik sih gue juga setuju sama Bobby," ucap Bian.
"Ya, itu sih lebih ke selera masing-masing aja sih, udah deh jangan bahas Maudy lagi," ucap Brandon dan diangguki lainnya.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,,
2024-01-06
1
dekk du
semangat up nya Thor,,,
2024-01-06
1
fhittriya nurunaja
gak sabar nungguin maudy ketemu sama nial bakal gimana ya???
up lagi thor semangat
2024-01-06
2