“Hei! Kau serius ingin melakukannya? Apakah kau tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Yang mulia kalau ia mengetahuinya? Qingqi! Qingqi!” An Ding berusaha mengejarnya sejak mereka berdua berada di kediaman Xin hingga akhirnya mereka sampai di istana. Xin Qingqi terlihat tidak menghiraukannya dan terus berjalan cepat menuju ruang kekaisaran. Ia tampak serius bahkan ia mengabaikan laki-laki tampan yang ada di istana.
“Hei! Qingqi! Jawab aku! Qingqi!”
An Ding terus mengejar sampai akhirnya ia berhasil meraih tangan Xin Qingqi dan membuatnya berhenti. Xin Qingqi terdengar kesulitan untuk mengatur nafasnya setelah ia berjalan dengan cepat menuju istana. Sifatnya tidak sesantai seperti biasanya. Ia menundukkan kepalanya seolah enggan untuk menatap wajah An Ding di sebelahnya. Kedua tangannya gemetar akan tetapi, ia tetap berusaha untuk focus pada apa yang dilakukannnya saat ini.
An Ding merasa penasaran dengan ekspresi Xin Qingqi sekarang ini. Apa yang membuatnya tidak ingin menatapnya meski ia sudah berada tepat di depannya dan sebenarnya, seberapa besar perasaannya itu terhadap keponakannya yang masih kecil. Ia kemudian menyentuh wajahnya dan menariknya hingga ia mampu menatap wajahnya.
Pada saat itu, An Ding terlihat terkejut, menatap wajah Xin Qingqi yang sedang menangis dengan kedua matanya yang terlihat berbinar karena terlalu banyak air mata yang ditahan olehnya. Saat An Ding melihatnya, ia lantas menutupinya dengan satu tangan dan kemudian perlahan menjauh darinya. Sifatnya yang selalu berbicara, membuat Xin Qingqi merasa malu dengan wajahnya saat ini. Ia tidak biasa melakukannya dan juga tidak pernah bisa menyembunyikan kesedihannya dengan sempurna.
“Jangan melihatku. Aku pasti terlihat sangat jelek.” Ucap Xin Qingqi berusaha untuk tetap tertawa.
An Ding terdiam sejenak. Meski ia sedang menangis, wajah Xin Qingqi terlihat lebih manis dari yang biasanya. Dengan wajah kemerahannya dan kedua matanya yang sembab dan terus mengalihkan perhatiannya, membuat An Ding semakin ingin memilikinya. “Tidak. Kau tidak jelek.” Ucapnya pelan. Lalu, ketika ada beberapa pangeran yang hendak berjalan melewati mereka berdua, An Ding menarik Xin Qingqi menuju sebuah ruangan kosong dan menahannya di sana.
Xin Qingqi begitu terkejut karena tidak tahu alasan mengapa An Ding membawanya masuk ke dalam sebuah ruangan yang kosong. Posisi mereka saat ini cukup dekat dan membuat jantung Xin Qingqi berdegup cukup kencang. Ini pertama kalinya ia melihat wajah An Ding dari jarak yang sedekat ini bahkan kedua mata mereka saling menatap langsung.
An Ding menatap ke bawah. Seketika tubuhnya menjadi membeku begitu melihat Xin Qingqi berada tepat di depan matanya. Seketika, saat itu juga ia langsung menjauh sembari menutupi wajahnya yang memerah. Sementara Xin Qingqi sudah terlihat biasa-biasa saja. Ia bahkan sempat merapikan pakaiannya sejenak kemudian melihat ke arah An Ding yang sejak tadi terus membelakanginya. Ia menjadi heran karena baru kali ini An Ding mengabaikannya dan terus mengalihkan perhatiannya seperti itu. Padahal ia tidak menganggapnya serius akan tetapi, An Ding bersikap seolah-olah ia telah merenggut kesuciannya.
“Hei! Yang mulia! Mau sampai kapan kau mengabaikan ku begitu saja? Aku perlu menghadap Yang mulia kaisar!” celetuk Xin Qingqi.
An Ding langsung menatapnya dengan ekspresi terkejut, “Apa maksudmu? Kau ingin melaporkannya pada Yang mulia kaisar?!” ucapnya dengan keras.
Xin Qingqi menatapnya dengan heran, “Kau ini seperti sedang berpikiran yang aneh-aneh. Apakah kau takut aku melaporkanmu karena telah berbuat tidak senonoh di istana kekaisaran?”
“Me-memangnya aku berbuat salah? Aku tidak pernah melakukannya di sini? Lagipula, mana mungkin ada Wanita yang mau denganku!”
Menyadari wajah An Ding yang semakin merona dan memerah semenjak mereka berdua berada di dalam kamar kosong, seketika Xin Qingqi terpikir sesuatu untuk membuat wajahnya semakin memerah. Ia pun berjalan mendekatinya dan kemudian dari belakang ia menyentuh kedua pundaknya sembari bersandar di punggungnya. Benar dugaannya, wajah An Ding semakin memerah dan bahkan degup jantungnya jauh lebih kencang dari yang sebelumnya. An Ding tampak membeku dengan kedua tangannya yang gemetaran. Sementara Xin Qingqi sangat menyayangkan dirinya tidak bisa melihatnya dari depan.
“Kenapa kau berpikir seperti itu, Yang mulia? Kalau Yang mulia menawarkan, aku mau menemanimu bahkan jadi yang pertama untukmu. Lagipula, meski aku sering menggoda banyak laki-laki, aku tidak pernah kehilangan kesucianku.”
“….”
~o0o~
Selama tubuhnya tak sadarkan diri di dunianya, Xin Huanran terjebak di dalam sebuah dunia asing yang belum pernah dilihat olehnya. Semuanya terlihat sama seperti pemandangan yang ada di kota Shaanxi hanya saja, ada begitu banyak perubahan yang ada di sini. Kota yang terkenal dengan banyaknya pedagang asing yang berdagang di sini dan kota yang dipenuhi dengan bunga Tabebuya yang bermekaran di sana sini, seketika berubah menjadi hitam.
Semuanya terbakar oleh api yang menyala-nyala. Ada begitu banyak darah yang terlihat kemanapun ia mengalihkan perhatiannya. Aroma bunga Tabebuya yang berada di setiap sisi kota berubah menjadi aroma asap yang tidak kunjung hilang. Tanah yang diinjaknya berubah menjadi kering bahkan terbelah oleh api. Ia tidak bisa melihat apapun selain Cahaya merah yang menutupi semua pandangannya. Xin Huanran mencoba untuk berjalan menuju suatu tempat akan tetapi, saat ia memulai langkah pertamanya untuk pergi, tanpa sengaja ia menginjak sebuah plat nama keluarga yang telah hangus terbakar namun, masih ada sisa jejak tulisan yang berada di sana. Xin Huanran pun berinisiatif untuk mengambilnya dan karena penasaran, ia pun mencoba untuk membaca apa yang tertulis di sana.
Ia begitu terkejut bahkan sampai nyaris tidak bisa bernafas. Jantungnya berdetak tidak beraturan bahkan kedua kakinya lemas hingga membuatnya terjatuh. Ia tidak bisa memikirkan apapun lagi saat ia mengambil sebuah plat nama keluarga Xin yang telah hangus terbakar. Ia sama sekali tidak bisa memikirkan apa yang telah terjadi di sini. Ia pun mencoba untuk merangkak secara acak kemudian ia menggali sebuah tumpukan kayu yang berada di dekatnya.
Tepat setelah ia menggali dan mengangkat semua kayunya hingga membuat kedua tangannya berdarah, ia nyaris tidak bisa melakukan dan berkata apapun saat ia melihat mayat seorang Wanita yang dipenuhi dengan darah yang keluar dari perutnya. Wanita ini pastilah Wanita yang sangat dekat dengannya. Hanfu merah muda dengan hiasan bunga Sakura di rambutnya, Wanita ini adalah Ibunya sendiri, Xiao Liufei!
“Kenapa jadi seperti ini? Apa yang telah terjadi? Kenapa semua orang mati?”
Kedua tangan Xin Huanran seketika menjadi gemetar tidak karuan dan tidak bisa berhenti. Wajahnya seketika berubah menjadi pucat dan penuh ketakutan. Ia merasa tidak bisa bergerak dari posisinya saat ini. Rasa takut telah merenggut sebagian dari kesadarannya. Di samping itu, ia juga mendengar suara dentingan pedang dan suara monster yang menggebu-gebu dari berbagai arah. Ia bahkan tidak tahu apa yang akan dilakukan orang-orang istana saat ini. Semuanya terlihat menyeramkan bahkan menakutkan baginya.
“Anak ini telah kehilangan segalanya jadi, apakah aku boleh memakannya?”
Suara mengerikan ini datang dari depan. Terlalu sulit untuk dikatakan sebagai suara manusia dan terlalu tidak mungkin jika ada seekor hewan yang berbicara padanya. Xin Huanran terus menundukkan kepalanya, takut untuk melihat wajahnya begitu ia menghirup aroma darah yang sangat menyengat dari sosok mengerikan di depannya. Ia melihat salah satu kaki dari iblis yang ada di depannya. Iblis ini memiliki sepasang kaki yang bentuknya cukup mengerikan.
Ia memiliki sisik yang tajam dan bentuk kaki yang mirip seperti katak dengan kuku-kuku tajamnya yang runcing seperti pedang. Ada begitu banyak bercak darah yang terlihat. Suara nafasnya begitu dalam dan serak. Ia bahkan merasa bahwa mata monster ini sedang melihat ke arahnya dengan tatapannya yang tajam. Bentuk ini, mirip sekali dengan laki-laki yang membuatnya pingsan tadi. Xin Huanran mulai curiga kalau monster inilah yang telah membunuh semua orang dan menghancurkan semuanya.
“Apakah kau yang melakukannya? Kenapa kau membunuh mereka semua?”
Iblis ini terdiam seketika. Meski ia telah kehilangan semuanya, ia masih bisa berbicara dengan mudahnya seperti itu. Iblis itu semakin mendekatinya dan memperhatikannya dari dekat. Xin Huanran memegang sebuah pisau yang sebelumnya terkubur di dalam tanah kemudian menatap iblis itu dengan penuh amarah dan juga tangisan.
Sosok iblis itu terlihat jauh mengerikan dari dugaannya. Mata besar dengan warna merah menyala dan giginya yang sangat runcing yang telah memakan begitu banyak manusia. Ia memiliki tanduk besar di atas kepalanya dan juga rambut lebat yang memanjang mirip seperti seekor kuda dengan warnanya yang hitam legam dan begitu menakutkan.
“Kenapa kau menatapku dengan seperti itu? Apakah kau marah padaku? Bukankah ini yang kau inginkan?” tanya iblis.
“Siapa yang kau bilang menginginkannya? Mana mungkin aku mau menginginkan semua orang mati di depanku? Aku hanya ingin bayangan kematian mereka semua hilang di depanku! Sudah cukup bagiku merelakan semua orang pergi bahkan keluargaku sendiri!”
Iblis itu terdiam sejenak. “Mengapa kau marah? Mengapa tidak kau katakana saja yang sebenarnya pada semua orang tentang kematian mereka yang begitu dekat? Mereka mungkin bisa lebih berhati-hati dan kau bisa menyelamatkan nyawa semua orang.”
Xin Huanran menggigit bibirnya dan berusaha keras untuk tidak mengatakan apapun di depan iblis. Ia memejamkan matanya sejenak kemudian mengalihkan perhatiannya. “Aku Tarik kembali. Kau bisa memakanku sekarang. Lagipula, aku tidak bisa melakukan apapun untuk menghindari peperangan ini dan aku merasa tidak sanggup untuk menyelamatkan semua orang. Aku akui kekalahanku.”
Iblis itu memperhatikan sejenak, “Orang sepertimu mudah sekali menyerah bahkan kau tidak merasa penasaran darimana datangnya sepasang mata indahmu yang bisa melihat semua yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia.” Iblis itu kemudian mendekat dengan ujung jari kakinya yang hendak menusuk kepala Xin Huanran. “… Kau tercipta dari air mata para dewa yang diturunkan ke bumi. Mereka telah membuat kesalahan yang tidak terampuni hingga posisinya diturunkan menjadi seorang manusia biasa. Karena itulah, semasa sisa hidupmu, kau akan dipenuhi dengan perasaan dendam yang tiada habis-habisnya meski kau telah membunuh semua orang. Karena itu, daripada kau membuat banyak kematian saat kau dewasa nanti, kau sebaiknya ku makan saja!”
Iblis itu bergerak untuk memakannya. Kakinya yang besar hendak memutus kepala Xin Huanran. Dengan keadaan yang semua orang telah mati, tidak aka nada satupun yang bisa menyelamatkannya. Akan tetapi, tiba-tiba ia medengar suara angin yang begitu menenangkan. Sosok di belakangnya lansung menariknya kemudian menebas leher iblis besar yang hendak memakannya.
Sosok iblis yang berdiri di depannya seketika berubah menjadi serpihan abu yang berterbangan ke udara sementara sosok yang berdiri di belakangnya terus memegangi dirinya sembari menutup kedua matanya dengan satu tangan. Ia belum pernah merasakan perasaan yang setenang ini ketika sosok di belakangnya muncul. Kemudian saat ia hendak untuk menghadap ke belakang dan melihat sosok itu, tubuhnya seketika tidak bisa bergerak dan tidak bisa melihatnya.
Sebelum sosok yang menyelamatkannya itu pergi, dia sempat membisikkan sesuatu padanya dengan suara yang terdengar pilu, “Aku tidak akan membiarkanmu dimakan olehnya lagi,”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments