Episode 3

Beberapa hari kemudian. Keadaan Xin Huanran berangsur-angsur membaik. Ia setidaknya mampu berjalan lagi meski tidak begitu jauh. Sewaktu kakinya masih terbungkus perban, secara diam-diam ia menggunakan kedua kakinya untuk berjalan meski, ia sempat merasakan sakit yang cukup parah setelah ia melakukannya. Bagaimanapun, ia merasa penasaran dengan kelanjutan cerita sewaktu Xiao Xinshu berkunjung ke rumahnya. Ia juga merasa penasaran kemana ia pergi setelah kejadian itu berlangsung begitu cepat.

“Oh! Huanran! Aku pikir kau akan terus-terusan berada di atas Kasur dan bermalas-malasan di sana.” Su Lian begitu terkejut melihat kedatangan Xin Huanran yang sudah bisa berjalan. Baginya ini seperti meledek akan tetapi, wajah Su Lian memang terlihat mencemaskannya. Saat itu, seperti biasa Su Lian langsung memeluk lehernya hingga membuatnya sampai tercekik.

“Ya, selamat untukmu. Kau sudah bisa berjalan lagi.” Li Yangchu datang dari arah belakang kemudian memberikan sebuah apel untuknya. Li Yangchu yang baru saja selesai berlatih menyempatkan diri untuk bertemu dengan Xin Huanran begitu ia mendengar suara kehebohan yang datang dari Su Lian.

“Ya, baguslah, setidaknya aku tidak lagi merasa bosan terus-terusan berada di kamar.” Ucap Xin Huanran sembari meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan. Akan lucu sekali kalau berita ini sampai terdengar di telinga para petinggi bangsawan. Bisa-bisa ia akan ditertawakan terus-menerus sampai telinganya pecah.

“Hei! Huanran! Apakah kau masih mampu berlatih panahan denganku? Ayo kita latihan sekarang selagi kakimu sudah pulih!” ucap Su Lian dengan antusias.

“Jangan sembarangah menyuruhnya, Ran’er masih perlu istirahat sampai ia benar-benar pulih.” Lanjut Li Yangchu.

“Kak Chu, aku baik-baik saja. Sungguh!” gumam Xin Huanran yang merasa kalau saat ini dia sedang dikasihani.

“Ran’er, sebaiknya kau beristirahat saja. Jangan terlalu memaksakan dirimu. Jenderal pasti tidak ingin melihatmu terluka.”

“Yah, selama tidak ada yang memberitahukannya, aku akan baik-baik saja di sini.” jawab Xin Huanran dengan nada yang tertekan.

“Ah, aku lupa. Manajer istana pangeran sudah memberitahukannya pada keluarga Xin bahwa Tuan muda mereka terluka akibat jatuh dari pohon.” ucap Su Lian yang seketika langsung membuat Xin Huanran membeku.

“Cih! Yang benar saja! Siapa yang menyarankan hal itu?!” bentak Xin Huanran yang wajahnya mulai terlihat ketakutan dan pucat.

Su Lian terdiam karena kebingungan. “Memangnya apa yang akan terjadi? Kau tidak akan mati kan, Huanran?” tanyanya.

“Ah, tidak! Kalau ini sampai terdengar ke telinga Ayah, bisa-bisa aku akan dipukul habis-habisan karena mengganggu Yang mulia putra mahkota.” ucapnya dengan lesu.

“Ah? Kau terjatuh dari atas pohon karena mengganggunya?” tanya Li Yangchu dengan ekspresinya yang terlihat terkejut sembari menatap ke arahnya.

Xin Huanran berkedip beberapa kali, “Mengapa memangnya? Lagipula, apa yang membedakan kami berdua? Dia hanya terlihat seperti anak keecil biasa menurutku.” jawabnya dengan santai.

Dengan keras, Li Yangchu langsung memegang pundak Xin Huanran dan memaksa dirinya untuk melihat ke arahnya. Saat ini, Li Yangchu tampak sangat serius. Berbeda dengan Li Yangchu yang biasanya terlihat santai dan tidak mempedulikan masalah apapun. Namun, untuk urusan Putra mahkota seperti Xiao Xinshu ini, tampaknya ini adalah hal yang sangat serius bagi Li Yangchu.

“Kau! Apapun yang kau lakukan nanti, jangan coba-coba untuk mendekatinya secara langsung seperti kemarin! Akan berbahaya jika kau tetap bersikeras mendapatkan perhatiannya dan kami pun juga tidak tahu apa yang akan terjadi jika itu sampai terjadi!” ucapnya dengan nada membentak.

Xin Huanran tediam selama beberapa saat, menatap kedua mata Li Yangchu yang dipenuhi rasa dendam dan amarah ketika ia menyebut putra mahkota dalam kalimatnya. Apalagi, Li Yangchu mengatakannya sambil mencengkram kedua bahunya dengan begitu kuat. Kesan ini, semakin memperjelas bahwa ada sesuatu yang tidak di sukai oleh Li Yangchu dari sosok Xiao Xinshu yang selama ini di rumorkan.

“Kak Chu, itu sakit.” Xin Huanran menatap bahu kirinya yang dicengkram oleh Li Yangchu dengan begitu kuat seakan ingin memutuskan lengannya.

Menyadari hal itu seketika membuat Li Yangchu tampak terkejut dan langsung melepaskan cengkramannya. “Ah, maaf. Aku tidak sengaja.” Ucapnya sembari menundukkan kepala kemudian perlahan dia berbalik membelakanginya seolah ia merasa bersalah karena telah melakukannya. “… aku hanya ingin mengatakan ini padamu. Apapun yang terjadi, jangan coba-coba untuk mendekati Yang mulia lagi. Kami di sini semua mengkhawatirkan tentang keselamatanmu. Kalau sudah selesai, aku permisi.”

Li Yangchu akhirnya pergi dengan tatapan yang sama seperti tadi. Ini adalah kali pertama Xin Huanran melihat tatapan membenci dan amarah yang meluap-luap milik Li Yangchu yang selama ini selalu terlihat santai dan tidak mempedulikan masalah yang ada di sekitarnya. Ia tidak terlalu pemdiam akan tetapi, jika rasa keadilan melintas dikepalanya meski hanya seat, ia pasti akan menuntaskannya tanpa perlu mengangkat pedang dan mengancam seseorang agar patuh pada perintahnya.

“Mengapa kak Chu tiba-tiba seperti itu? Apakah dia sedang memiliki masalah yang tidak ingin di dengar oleh siapapun?” tanya Su Lian berdiri di sebelahnya.

Xin Huanran hanya bisa menghela nafas begitu ia tidak lagi melihat punggung Li Yangchu yang perlahan menjauhinya. “Aku tidak tahu. Sepertinya dia salah meminum obatnya.”

“Yang mulia! Bencana besar akhir-akhir ini terjadi secara perlahan. Para rakyat mengeluh mengalami kekeringan yang parah dan gagal panen yang nyaris terjadi di semua lahan mereka. Kejadian ini menambah daftar masalah yang belakangan ini terjadi di negara ini semenjak dua tahun yang lalu.” Ucap seorang Menteri yang membawakan laporan untuknya.

Dengan cepat, Xiao Jinwu menatapnya dengan dingin kemudian bertanya, “Kau tidak sedang menghubungkan kejadian ini dengan Putraku kan?”

“T, tentu tidak Yang mulia. Saya hanya menyampaikan pesan dari rakyat yang menunggu keputusan Anda.” Ucap Menteri yang seketika berubah menjadi pucat dan ketakutan saat melihat Xiao Jinwu yang terlihat sangat marah padanya.

Setelah kejadian itu, Xiao Jinwu terlihat semakin kurus dari biasanya. Ia juga terlihat kurang tidur dan dapat disimpulkan bahwa ia mengalami insomnia yang berkepanjangan hingga kantong matanya begitu terlihat dari kejauhan. Para Menteri mulai terlihat cemas dengan keadaan Xiao Jinwu saat ini. Jika Xiao Jinwu jatuh sakit, tidak mungkin Xiao Xinshu yang akan melanjutkannya. Tentu mereka takut padanya bahkan hanya sekedar menatap matanya. Tampaknya, masalah tentang kutukan ini tidak bisa diabaikan dalam waktu yang lama.

Xiao Jinwu menghela nafasnya kemudian berkata kembali, “Baiklah, yang selanjutnya. Sebutkan apa keluhanmu!” ucapnya sembari menutup wajahnya dengan telapak tangannya yang basah karena berkeringat.

Menteri pertahanan yang ada di depannya tampak lebih mencemaskan tentang kesehatannya. Ia menjadi sangat ragu untuk mengatakan keluhan Masyarakat padanya. Masalah pertahanan di negara Shaanxi saat ini memang sedang tidak stabil, “… Negara Shibuye tampaknya sudah melakukan pergerakan. Mereka mulai menjarah harta para penduduk miskin yang hidup di wilayah pinggiran negara Shaanxi dan kemungkinan, mereka akan memulai perang sekali lagi.”

“Haah, lagi-lagi negara itu. Aku sudah bosan mendengarnya. Apa sebaiknya kita ledakan saja negara itu hingga hancur berkeping-keping, ya?” ucap Xiao Jinwu yang berhasil mengejutkan semua Menteri di sana. Seketika mereka pun langsung terdiam dan membeku di tempat. Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan ini terkecuali seseorang yang baru saja memasuki ruangan itu.

“Yang mulia! Tidak seru jika membiarkan mereka semua mati dalam sekejap. Kita harus mengadakan perang sekali lagi untuk membuat mereka kapok karena berani macam-macam dengan negara ini.”

Suara yang tampak tidak asing dan terdengar sangat berat karena kebiasannya dalam berteriak di medan pertempuran, membuat Xin Lianshi mendapat begitu banyak perhatian atas kehadiarannya. Punggungnya tampak gagah dan perkasa. Pundaknya yang lebar, membawa sebuah pedang besar dan rambutnya terkibas oleh angin lembut yang berhembus dari depan pintu ruang kaisar begitupun juga dengan jubah hitamnya yang terkibar yang menambah kesan kewibawaannya ketika ia memasuki ruangannya.

“Jendral Xin! Kapan kau datang? Apakah ada masalah di medan perang sana?” tanya Xiao Jinwu yang langsung terlihat antusias begitu melihat kehadirannya.

Sembari melipat tangannya dengan santainya ia menjawab, “Putraku terjatuh dari atas pohon dan kakinya terkilir. Kejadiannya sudah lima hari yang lalu tetapi manajer istana pangeran baru memberitahukanku sekarang.”

Xiao Jinwu tertawa sejenak, “Maafkan aku atas kinerja istana pangeran yang begitu lambat.”

“Tidak! Letak kesalahannya bukan pada kinerja istana pangeran yang lama tetapi,..” sembari memegang sebuah gelas beling, dengan menahan amukannya Xin Lianshi memecahkannya hingga berkeping-keping, “… Ini adalah kesalahan Putraku yang keras kepala! Padahal aku sudah memperingatkannya untuk tidak seenaknya memanjat pohon yang liar!”

“Wah, aura jahatnya muncul.” Gumam Xiao Jinwu.

Xin Lianshi menghela nafasnya sebentar sebelum berkata, “Tadi aku sempat mendengar permbicaraan kalian mengenai wilayah Shibuye yang mulai macam-macam dengan negara ini dan bencana kekeringan yang belakangan ini sering terjadi. Aku harap, para Menteri yang ada di sini tidak mengaitkannya dengan Yang mulia Putra mahkota. Kalau kalian berani mengaitkannya,..” Xin Lianshi kemudian menatap para Menteri dengan tatapan membunuh sembari berkata dengan dingin, “Aku akan memenggal kepala kalian satu persatu.”

Seketika para Menteri di sana langsung memegang leher mereka seakan takut dengan ancaman yang diberikan. Seolah tidak terjadi apapun, wajah Xin Lianshi kembali tersenyum ceria saat menghadap Xiao Jinwu kemudian berkata dengan nada yang kedengarannya sedang gembira, “Baiklah, Yang mulia. Izinkan saya untuk pergi menemui Putra saya. Saya akan pamit undur diri.”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!