Sunyi.
Kuil dewi peramal itu berada tepat di atas bukit Yi. Setelah Xin Huanran berusaha untuk melepaskan kelemahannya dan Xiao Xinshu yang berusaha membantunya, mereka akhirnya sampai di depan kuil.
Terlihat dari depan, kuil itu tampak berantakan sekali dengan begitu banyak dedaunan kering yang berada dimana-mana. Suara gemericik air terus terdengar hingga memenuhi seluruh halaman kuil yang begitu luas. Lapisan kayu yang melapisi pilar-pilar dalam kuil tampak rontok dan beberapa ada yang sudah dimakan oleh rayap. Tumpukan kayu terlihat memenuhi jalan menuju kuil dan juga tampak terlihat sebuah pohon yang sudah kering dan mati.
“Aku sudah mengatakannya bukan? Kuil ini terlihat bobrok karena tidak ada satupun yang mengurusnya! Aku bahkan sampai terkejut melihat penampakannya yang semakin terlihat hancur karena tidak ada satupun penyembah yang ada di sini.” Ucap Xin Huanran sembari membuka penutup matanya.
“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melepasnya?” tanya Xiao Xinshu, terkejut melihatnya.
Xin Huanran menunjukkan ekspresinya yang terlihat kebingungan pada Xiao Xinshu seolah hal yang sangat buruk akan menimpanya jika ia membuka penutup mata yang berikan padanya. “… Ada apa dengan Yang mulia? Aku tidak akan kenapa-napa. Gerbang besar di belakang kita menjadi dinding pembatas antara siluman dengan kuil ini.” Xin Huanran menunjuk ke arah pilar kembar berwarna merah yang berdiri kokoh di belakang mereka berdua.
Sampai saat itu, Xiao Xinshu masih tidak bisa melihat siluman-siluman yang telah mengerumuni mereka seperti semut. Yang dilihatnya hanyalah hutan biasa dengan pemandangan senja yang baru saja terjadi. Pohon-pohon yang ada di sana bergerak sesuai dengan arah angin yang menjauhi mereka. Sampai saat itu terjadi, Xiao Xinshu menjadi sangat heran mengapa Xin Huanran bertindak biasa-biasa saja saat berada di halaman kuil ini.
“Apakah itu tandanya kau sudah menyerah untuk melihat mereka? Meski aku tidak bisa melihat sesuatu yang kau lihat saat berada di sini, setidaknya aku pernah merasakannya. Wujud mereka semua begitu mengerikan sampai-sampai rasanya ingin menghilang saja dari dunia ini. Iya kan?” tanya Xiao Xinshu sembari menatapnya dengan serius.
Xin Huanran tampak terkejut mendengar kata-kata ini. Ia terdiam sejenak, memperhatikan sisi lain yang tidak pernah ditunjukkan oleh Xiao Xinshu pada semua orang. Ia tidak sepenuhnya berpikir seperti itu. Ia memikirkan tentang seseorang yang ada di istana pangeran yang sudi untuk berbicara dengannya. Rasanya tidak pernah ada seseorang yang seperti itu di sekitarnya. Xiao Xinshu ini, agak sulit untuk mengungkapkan emosinya.
Tak berselang lama, Xin Huanran tersenyum seperti anak-anak sebayanya yang bisa tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Mereka itulah, anak-anak yang sangat Bahagia dan mendapatkan segalanya. “Jangan khawatir, Yang mulia. Aku akan baik-baik saja. Lagipula, aku sudah terbiasa.”
“Itu mereka! Anak-anak dari Shaanxi! Tangkap mereka!” teriak seseorang dengan suara keras dan tegas, memanggil para pasukannya yang memakai baju zirah dan pedang yang ada di belakang punggung mereka.
Suara ini dan Gerakan melingkar dari pasukan asing, jelas-jelas membuat Xiao Xinshu dan Xin Huanran merasa terkejut setengah mati. Belum lagi pedang runcing yang mereka hunuskan dengan sebuah alasan yang belum mereka ketahui. Keduanya saling bergerak membelakangi dan memasang kesan waspada terhadap orang-orang ini. Ada sebuah tanda yang menandakan orang itu berasal dari negara lain. Mereka yang memiliki tato kecil berbentuk burung elang di tangan kanan mereka merupakan orang-orang yang berada di negara Shibuye. sedangkan, seseorang yang memiliki batu giok merah berbentuk angsa yang mereka sambungkan pada ujung dari pegangan pedang mereka, orang-orang inilah yang berasal dari negara Shaanxi.
“Sepertinya tanpa sengaja keberadaan kita tercium oleh mereka. Bagaimanapun akhirnya, aku harus melindungi Yang mulia. Kalau dia sampai terluka, sudah pasti harga diri keluarga Xin akan lenyap dan aku akan dibunuh oleh Ayahku!” batin Xin Huanran. Ia tidak bisa membayangkan apa yang harus ia lakukan di tengah situasi yang seperti ini. Melawan lima puluh orang pasukan dari negara Shibuye bukanlah hal yang mudah dilakukan apalagi dengan hanya menggunakan pisau belati yang ada di tangannya.
“Situasinya benar-benar gawat dan diluar perkiraan. Haruskah aku memanggil siluman untuk melawan mereka? Ah! Tidak mungkin! Kalau aku melakukannya dan ada yang mengintip lalu membocorkannya, sama saja merusak nama baik keluarga Xin yang sudah dibangun oleh Kakek secara susah payah sampai mengorbankan Ayah yang masih muda untuk pergi ke medan perang! Ahh! Apa yang harus kulakukan? Kalau saja dia bukan Putra mahkota, pasti sudah aku tinggalkan dia!” batin Xin Huanran lagi yang berdebat secara tidak langsung dengan dirinya.
“Apa yang kalian inginkan dari kami?!” tanya Xiao Xinshu secara tiba-tiba dan nyaris membuat jantung Xin Huanran terlepas dari tempatnya.
“Ah! Tidak! Bagaimana kalau mereka tahu kau ini adalah Putra mahkota? Sudah jelas mereka akan membunuhmu! Harusnya aku peringatkan dia sejak awal! Di tambah lagi, meski ia sudah memakai pakaian biasa, dia masih terlihat menawan dan berkarisma seperti anggota Kerajaan yang lain!” batin Xin Huanran menahan jengkelnya.
Pemimpin pasukan mereka tertawa mendengar penawaran ini. Satu-satunya orang yang tidak menghunuskan pedangnya ke arah mereka adalah orang ini yang sejak tadi bersikap seperti orang yang tidak berguna dengan hanya menonton pasukannya bergerak. Dia juga yang sebelumnya meneriaki para pasukannya ketika menemukan mereka berdua saat berada di dalam kuil.
“Terlihat biasa saja.” Gumam Xin Huanran.
“Biar aku perjelas lagi! Apapun yang ada di sini, semua berada di bawah kendaliku. Aku bisa melakukan apa saja pada kalian berdua bahkan aku bisa memasak kalian sebagai hidangan makan malam.” Ucap laki-laki ini dengan senyumnya yang lebih ke arah seperti seseorang yang memiliki gangguan jiwa.
“Orang macam apa yang mau memakan anak laki-laki yang tidak pernah menuruti perkataan Ayahnya? Lagipula, dia tidak pernah mandi dan selalu memakan makanan tanpa mencuci wadah dan tangannya lebih dulu. Orang jorok seperti dirinya hanya akan membuat wabah penyakit yang suatu saat akan menghancurkan dunia jika seseorang memakan sedikit saja dari dagingnya.”
Suara ini terdengar sangat familiar di telinga Xin Huanran dan Xiao Xinshu. Dia datang bersama dengan beberapa pasukannya yang jumlahnya tidak terlalu sedikit. Bahkan rasanya semua hutan ini dipenuhi oleh lautan manusia yang memakai baju zirah dan membawa pedang di atas punggung mereka. Bau darah tercium dari arah sana. Bahkan para siluman yang sebelumnya mengepung mereka seolah mempersilahkan orang itu untuk tetap berjalan maju tanpa perlu dihalangi oleh mereka.
Ketika sosoknya mulai terlihat, saat itulah para pasukan Shibuye mulai ketar-ketir melihat penampakan Xin Lianshi dengan wajah senyumnya yang terlihat menyeringai dan tatapan dinginnya yang hanya mengarah pada Xin Huanran saja. Dari sanalah, Xin Huanran langsung tahu bahwa dirinya akan mendapatkan masalah yang lebih besar daripada menjadi sandera bagi orang-orang ini.
~o0o~
“Ah! Akhirnya selesai! Untunglah pembunuhan ini bukanlah karena kutukan Putri sulung.”
“Benarkah?”
Saat Xin Qingqi baru saja keluar dari ruang kekaisaran, ia disambut oleh An Ding yang berdiri di samping sebuah pilar istana dengan tatapannya yang terlihat sedang memastikan sesuatu. Xin Qingqi berkedip beberapa kali. Ia merasa terkejut dan untuk sesaat ia merasa bingung dengan kehadiran orang ini. Ia lupa siapa Namanya dan ia juga lupa kapan mereka bertemu. Karena itulah, Xin Qingqi hanya bisa tertawa saat melihat keberadaan An Ding tepat di depannya.
“Siapa ya?”
“Hah?!”
An Ding memasang wajahnya yang terlihat tidak percaya dengan pertanyaan yang pertama kali diajukan oleh Xin Qingqi saat keduanya bertemu disaat-saat seperti ini.”K- kau yakin melupakannya? Apakah kau tidak mengenalku?! Aku ini pangeran ke-12, An Ding! Semua orang mengenal ku dan mereka tahu orang seperti apa aku ini! Bagaimana mungkin kau tidak tahu tentangku?!”
Xin Qingqi terdiam sejenak seakan mencoba untuk mengingatnya lagi. Namun, saat ia sedang mencobanya, ia malah langsung menjawab, “Tidak. Aku pikir kau salah orang dan mana mungkin aku bisa menghafal puluhan pangeran yang ada di istana pangeran? Sangat tidak masuk akal, bukan?”
Karena terus dibuat kesal oleh keluguannya yang menurutnya itu sangat di sengaja, An Ding akhirnya menyerah. Ia segera membalikkan badannya dan berkata, “Sudahlah! Lupakan yang sudah kukatakan! Lagipula aku tidak membutuhkannya!”
“Uhh, sepertinya Yang mulia saat ini sedang kesal. Bagaimana kalau aku menghiburmu?” ucap Xin Qingqi dengan nadanya yang terdengar mengejek sembari mengedipkan sebelah matanya.
Kemudian dengan tegas dan sedikit berteriak, An Ding menjawab, “Aku tidak membutuhkannya! Sebaiknya kau pergi saja dari istana ini dengan segera!”
Xin Qingqi kemudian berlari menghampirinya dan berjalan tepat di belakangnya. Dengan ekspresinya yang terlihat sedang bermain-main, ia mencoba mengipasi dirinya dengan kipas tangannya yang memiliki corak burung angsa pada bagian tengahnya. “Bagaimana kalau Yang mulia menemaniku sampai rumah? Yang mulia tahu sendiri kalau Wanita itu tidak boleh berjalan-jalan seorang diri, kan?”
“Untuk apa aku melakukannya? Lagipula kau memiliki kekuatan untuk melawan mereka.”
Xin Qingqi menghela nafasnya kemudian menjawab, “Bagaimana mungkin aku menggunakannya? Kekuatanku itu hanya bisa digunakan untuk para siluman dan monster saja. Tidak mungkin aku melakukannya pada manusia? Bisa-bisa tubuh mereka akan hancur berkeping-keping karena kekuatanku yang luar biasa.”
“Kalau begitu bagus, bukan? Mereka jadi tidak berani macam-macam denganmu.”
“Yang mulia ini sangat tidak bisa diajak bicara santai, ya? Kalau begitu, aku jadi terpaksa menggunakan cara yang lain.”
Tiba-tiba Xin Qingqi berjalan di sebelahnya kemudian memeluk lengan kirinya dan menariknya agar ia bisa berjalan lebih cepat lagi. Perasaan yang datang tiba-tiba ini, seketika membuat jantung An Ding menjadi berdebar-debar. Wajahnya memerah dan ia merasa tidak bisa menolak tawaran ini. An Ding mencoba untuk melepas tangannya akan tetapi, melihat wajah cantik Xin Qingqi yang terlihat sangat jelas ketika ia meihatnya dari atas, membuat An Ding seketika merasa terpesona dan mengurungkan niatnya untuk membuang Xin Qingqi jauh-jauh darinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments