Episode 8

Seorang laki-laki bangsawan Kerajaan Shaanxi diizinkan untuk pergi meninggalkan istana. Akan tetapi, peraturan ini tidak berlaku pada para putri dan selir-selir Kerajaan yang masih tinggal di istana Phoenix. Mereka diharuskan untuk menjaga kesetiannya dengan kaisar dengan tidak berkeliaran keluar. Beberapa dari anggota istana beralasan bahwa Wanita-wanita akan menjadi target para penculik yang ada di luar sana dan kemudian mereka juga akan dijual ke rumah penghibur.

Dengan memanfaatkan kesempatan ini, Xiao Xinshu mengambil arah gerbang belakang istana dan pergi menuju Kuil dewi peramal yang waktu lalu memunculkan sosoknya dalam mimpinya. Kuil Huanxin berada diantara bangunan-bangunan tua Shaanxi. Akan tetapi, karena tidak pernah diperbolehkan untuk pergi keluar oleh Ayahnya sejak kecil, ia menjadi buta arah. Tidak tahu dimana tujuannya berada.

Saat itu ibukota tampak ramai dengan orang-orang yang berjalan-jalan melewatinya. Tidak ada seorangpun yang bisa mengenali wajahnya yang tertutup oleh tudung hitamnya dan rambutnya yang sengaja dibuat berantakan. Semakin banyak orang di sekitar sini, semakin membuat Xiao Xinshu menjadi kebingungan. Ia terlibat dorong-dorongan dengan beberapa orang yang tampaknya sedang terburu-buru. Bahkan bagi dirinya, untuk berjalan sedikit saja tampaknya sangat sulit untuk dilakukannya.

Saat ia tidak bisa bergerak lagi karena suasana yang membuatnya sesak, seseorang muncul dari dalam kerumunan yang ada di depannya. Kemudian, dengan mudahnya orang itu menarik tangannya keluar dari kerumunan orang-orang yang sedang berkumpul. Xiao Xinshu sempat kesulitan untuk menyamakan kecepatannya dalam berlari melewati barisan orang-orang. Akan tetapi, tidak berselang lama setelahnya mereka berdua akhirnya berhasil keluar dari keramaian itu dan berlari menuju tempat yang sepi seperti sebuah gang yang terhimpit oleh dua bangunan besar di kanan dan kirinya.

“Haah, hampir saja aku mati kehabisan nafas.” Ucap seorang anak laki-laki yang telah membawanya pergi. Ia terlihat kelelahan dan kehabisan nafas. Saat Xiao Xinshu telah selesai membenarkan posisinya, ia baru tahu bahwa yang menariknya pergi dari tempat tadi adalah Xin Huanran.

“Bukankah seharusnya kau berada di istana? Mengapa kau bisa ada di sini?” tanya Xiao Xinshu penasaran dengan keberadaannya yang tiba-tiba.

Sembari penyeka keringat yang ada di dahinya dan menatap Xiao Xinshu dengan wajahnya yang terlihat kelelahan, Xin Huanran tampak mencoba menghiburnya dengan menunjukkan senyumnya yang terlihat kekanak-kanakan. “Ayahku menculik ku saat aku sedang tertidur. Lalu, saat bangun tiba-tiba saja aku berada di rumahku sendiri. Saat ini, Kak Chu dan Lian pasti sedang mencari keberadaan ku saat ini yang tiba-tiba menghilang.”

~o0o~

Sementara itu,…

“Xin Huanran tiba-tiba menghilang! Bagaimana ini kak Chu! Padahal dia sudah berjanji untuk berlatih denganku!” Su Lian sangat terkejut melihat keberadaan Xin Huanaran yang tidak berada di kamarnya. Ia lantas melaporkannya pada Li Yangchu yang sebenarnya juga tidak mengetahuinya.

Sembari mengalihkan perhatiannya, Li Yangchu menjawabnya dengan nada kebingungan, “Ah,, bagaimana ya? Aku juga tidak mengetahui keberadaanya.”

Wajah Su Lian tiba-tiba berubah menjadi cemas seolah sedang memikirkan sesuatu yang terkesan sangat mengerikan. “Bagaimana kalau Huanran diculik lalu dijual oleh penjahat? Ah, bisa saja dia tertangkap oleh siluman yang ada di taman belakang istana seperti kejadian kemarin?! Ahh! Aku sungguh tidak bisa memikirkan apapun saat ini! Bagaimana ini kak Chu?! Apakah kita harus mencarinya?”

Li Yangchu hanya terdiam. Satu-satunya yang paling dihindarinya saat ini adalah celotehan Su Lian yang selalu berpikiran buruk ketika seseorang yang dikenalnya bahkan yang sudah dekat dengannya menghilang. Li Yangchu bahkan tidak tahu darimana Su Lian mendapatkan pemikiran buruk seperti tadi.

“Apa yang bisa aku lakukan saat ini? Aku yakin saat ini ia sedang bersenang-senang di Ibukota. Untuk apa mencemaskannya? Dia bisa melindungi dirinya sendiri.” Jawab Li Yangchu tanpa menatap ke arahnya.

“Yangchu benar. Dia bisa melindungi dirinya sendiri. Lagipula, aku telah melatihnya beberapa keahlian bela diri untuknya.”

Seseorang tiba-tiba memasuki pembicaraan mereka berdua. Siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa familiar dengan suaranya yang berat dan serak. Orang ini tentu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Xin Huanran bahkan berani untuk mengatakan bahwa ia telah memberikannya beberapa keahlian bela diri untuk melindungi dirinya sendiri. Siapa lagi jika orang itu bukanlah Xin Lianshi yang datang menggunakan baju zirahnya seperti akan berperang melawan musuh.

“Jenderal, ada apa dengan baju zirah itu? Apakah perang akan kembali terjadi?” tanya Li Yangchu memperhatikannya selama beberapa saat.

“Aku akan pergi ke wilayah perbatasan. Sepertinya, wilayah Shibuye kembali melakukan penyerangan. Mereka ini memanglah keras kepala. Aku jadi ingin membunuh pemimpin mereka.” Jawab Xin Lianshi dengan nadanya yang terdengar kesal.

“Ah, negara itu rupanya. Aku mendengar kalau mereka telah meningkatkan kekuatan militernya. Jenderal harus berhati-hati karena perang tidak seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.” Ucap Li Yangchu.

“Baiklah, aku akan mengingatnya.” Jawabnya sembari berjalan meninggalkan mereka berdua. Kemudian saat ia tiba-tiba teringat sesuatu, Xin Lianshi kembali menolehkan perhatiannya ke arah mereka berdua kemudian melanjutkan, “Kalau kalian menjadi Ran’er, saat ini ia sedang berada di rumahnya sendiri. Kemarin malam aku menculiknya dan membawanya pulang. Mungkin akan sangat lama baginya untuk kembali ke istana pangeran karena aku sudah melarangnya.”

Su Lian tampak terkejut dan langsung berkata, “Kenapa jenderal membawanya pulang? Aku jadi tidak bisa berlatih dengannya.” Su Lian seketika menjadi cemberut sembari memalingkan wajahnya dari tatapan Xin Huanran.

Xin Lianshi menjawab, “Karena Liufei merindukannya. Itu saja yang bisa ku jawab saat ini.”

~o0o~

“Haah, aku tidak bisa membayangkan keadaan mereka berdua tanpa keberadaan ku. Su Lian pasti akan malas untuk makan dan berlatih sementara kak Chu pasti akan kalah dalam melawan gurunya sendiri. Aku sungguh dibutuhkan di istana itu sebagai penyemangat mereka berdua.” Ucap Xin Huanran dengan nadanya yang terdengar sedang menyombongkan diri.

“Tidak mungkin seperti itu. Memangnya kau ini dewa yang menyenangkan semua orang?” balas Xiao Xinshu sembari memakai tudungnya kembali.

“Wah, itu akan sangat melukai perasaanku kalau kau memperjelasnya lagi.” Jawab Xin Huanran sembari memperhatikan Xiao Xinshu yang tampak berusaha menyembunyikan keberadaannya dari semua orang dengan memakai tudung yang nyaris menutupi setengah dari wajahnya.

“Dengan pakaian seperti itu, kemana kau akan pergi? Memangnya seorang Putra mahkota diperbolehkan untuk pergi?” lanjut Xin Huanran.

“Bukan urusanmu! Aku mau pergi!” ketus Xiao Xinshu sembari melangkah meninggalkannya.

“Hei! Yang mulia! Izinkan aku untuk ikut bersamamu! Saat ini aku bosan sekali. Yang mulia ingin pergi kemana? Aku akan menemanimu!” ucap Xin Huanran dengan nadanya yang terdengar sangat antusias.

“Sudah kubilang ini bukanlah urusanmu!” bentak Xiao Xinshu.

Mendengarnya membuat Xin Huanran merasa kalau ia harus menghela nafasnya. Ia berhenti sejenak kemudian dengan mengusap kepalanya sediri ia berkata, “Yang mulia pasti buta arah. Yang mulia ingin pergi ke suatu tempat akan tetapi, Yang mulia sendiri tidak tahu dimana dan seperti apa tempat yang sedang Yang mulia tuju. Kalau Yang mulia sampai tersesat dan tidak tahu jalan pulang lalu terpaksa menjadi gembel di jalanan, aku akan merasa sangat bersalah sekali pada negara ini. Mereka jadi tidak memiliki penerus untuk melanjutkan pemerintahan negara ini.” Cibir Xin Huanran yang sepertinya telah berhasil mendapatkan perhatiannya.

Xiao Xinshu yang berhenti sejenak, mencoba untuk memikirkannya kembali. Melihat Xin Huanran yang mampu melihat siluman-siluman yang mengelilinginya kemarin, sepertinya Xin Huanran memiliki darah seorang pendeta di dalam dirinya. Ia pasti mengetahui siapa dewi peramal itu dan dimana letak kuilnya berada.

Kemudian dengan menghela nafasnya, dengan tidak senang Xiao Xinshu menoleh ke arahnya lalu menjawab, “Baiklah aku izinkan kau untuk ikut denganku.”

Seketika, Xin Huanran terlihat sangat antusias dan langsung berlari menghampirinya dengan ekspresi senangnya. “Yang mulia tidak akan kecewa dengan mengajakku bersamamu. Aku pasti akan memberitahu semua hal yang aku ketahui.” Ucapnya.

Tiba-tiba Xiao Xinshu menghentikan langkahnya disusul oleh Xin Huanran yang sudah mendahuluinya. Xin Huanran menoleh ke arahnya dengan kebingungan mengapa Xiao Xinshu tiba-tiba menghentikan langkahnya. “Ada apa?” tanya Xin Huanran mencoba mencairkan suasana.

Ada sesuatu yang sangat diketahui oleh Xiao Xinshu semenjak kejadian kemarin. Alasan mengapa Xin Huanran mampu menghilangkan siluman-siluman yang waktu itu mencoba mempengaruhi dirinya dan apakah Xin Huanran merupakan sosok anak laki-laki yang diceritakan oleh Huanqin saat dirinya terjebak di alam mimpi.

Xiao Xinshu menarik nafasnya kemudian ia bertanya, “Aku hanya akan mengatakannya satu kali. Sebaiknya kau pasang telingamu dengan benar.” Xiao Xinshu memberi jeda selama beberapa saat, mencoba memikirkan apa resikonya jika ia bertanya mengenai hal ini padanya. Akan tetapi, rasa penasarannya ini semakin membuatnya ingin segera membuka mulutnya pada Xin Huanran yang sudah menunggunya.

“Apakah kau ini, bisa melihat siluman dan semua hal yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa?”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!