“Ayah! Bisakah kau mengatakan sesuatu yang lebih lembut lagi? Apakah kau tidak ingin menyelamatkanku?”
“Untuk apa menyelamatkan seorang anak yang hanya menjadi beban keluarga? Kau bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu setelah ini?”
Seketika Xin Huanran menelan ludahnya sembari memegang lehernya begitu menatap wajah dan mendengarkan jawaban dari Xin Lianshi padanya. Dia memang memiliki sepasang orang tua yang keduanya memiliki sifat berbeda. Ayahnya, Xin Lianshi memiliki sifat tegas dan tanpa ampun akan membunuh musuh bebuyutannya dan para penjahat yang ada di luar sana sementara ibunya Xiao Liufei memiliki sifat yang lembut dan penyayang. Untuk itulah, Xin Huanran lebihb nyaman ketika ia berada di dekat Ibunya dari pada harus bertemu dengan Xin Lianshi di tempat yang seperti ini.
“Haha! Jadi kau adalah Ayah dari anak ini? Kalau begitu, aku terpaksa harus menyanderanya sebagai jaminan untukmu.”
Pemuda yang tadi langsung menarik tangan Xin Huanran dan memaksanya untuk berdiri di sebelahnya. Orang ini memiliki rencana licik untuk melarikan diri dari tempat ini dengan memanfaatkan dirinya. Meski begitu, Xin Huanran merasa ragu Xin Lianshi akan memberi jawaban yang berlawanan dengan keinginannya.
“Ayah pasti akan menyelamatkanku.” Batinnya penuh harap.
“Bawa saja dia.” Jawab Xin Lianshi dengan lantang dan tidak bertanggung jawab hingga membuat Xin Huanran mengalami serangan jantung mendadak. Ia begitu tidak percaya, Ayahnya sendiri akan menumbalkan dirinya dibandingkan dengan Xiao Xinshu. Tapi, kalau ia menjadi dirinya, ia akan lebih baik mengorbankan keluarganya dibandingkan harus mengorbankan pewaris Kerajaan yang berikutnya.
“Tapi itu kejam sekali.” Batin Xin Huanran sembari menangis dalam hati.
Pemuda itu tertawa kemudian menatap Xin Lianshi dengan meremehkan. “Sungguh kau ini Ayah yang sangat tidak bertanggung jawab pada anakmu sendiri. Bagaimana kalau aku terpaksa harus membunuhnya saat aku berhasil keluar dari sini? Apakah kau tidak takut pedangku ini akan menembus tubuh kecilnya ini?” cibirnya.
Xin Lianshi menghela nafasnya kemudian berkata, “Silahkan kau dan pasukanmu boleh pergi dari sini akan tetapi, tinggalkan anak laki-laki yang ada di sebelahnya. Sebaiknya kau lakukan dengan cepat karena aku ini mudah untuk berubah pikiran.”
“Ah! Jenderal! Apakah ini akan baik-baik saja? Mengapa Anda tidak menawarnya lebih dulu?” tanya seseorang yang ada di belakangnya.
“Biarkan dia mengalami kejadian yang mungkin terjadi saat perang. Aku yakin dia bisa kembali dengan selamat setelah ini.” Jawabnya.
“Tolong jangan keras-keras. Aku bisa mendengarnya. Meski itu kenyataannya, aku juga merasa paling tersakiti di tempat ini.” Batin Xin Huanran sembari memejamkan matanya dan melirik ke samping.
“Eh? Tunggu sebentar! Mengapa kedua mata anak ini terlihat berbeda?” pemuda itu memperhatikan wajah Xiao Xinshu yang menurutnya terlihat familiar dan sangat berbahaya. Gossip mengenai putra mahkota yang memiliki satu pasang mata iblis telah menyebar luas hingga ke negara Shibuye meski warga sipilnya masih tidak mengetahui apa penyebab Yang mulia Kaisar menyembunyikan putra mahkota dari dunia luar.
Setelah terus memperhatikannya selama berapa saat hingga membuat Xiao Xinshu berkeringat sangat banyak begitupun dengan Xin Huanran yang takut terbunuh jika sesuatu yang buruk terjadi pada Xiao Xinshu. Wajah Xiao Xinshu itu mudah diingat jika mereka melihatnya dari kedua matanya yang memiliki warna berbeda. Semua pasukan dari negara Shibuye juga ikut memperhatikan sementara Xin Lianshi tampak geram dengan mengepalkan tangannya.
“Ah! Aku ingat! Jangan-jangan kau ini adalah-
Belum sempat ia mengatakan kalimatnya, tiba-tiba sebuah pedang menusuk tepat pada bagian jantungnya hingga membuat darahnya tercecer dimana-mana. Pemuda itu seketika langsung terdiam dengan kedua matanya yang terbelalak, menatap darahnya sendiri yang menetes di tanah. Tangannya pun langsung melepaskan Xin Huanran dari cengkraman ya sementara, orang yang melakukannya ternyata adalah Xin Lianshi sendiri yang sudah menunjukkan ekspresi jengkelnya.
“Aku sudah bilang, aku ini mudah untuk berubah pikiran akan tetapi, kau dengan santainya masih terlihat di depanku. Terimalah kematianmu yang sia-sia ini!” ucap Xin Lianshi sembari mengibaskan pedangnya dari darah yang membekas.
Begitu Xin Huanran bergerak untuk menyerang, beberapa pasukan dari Shaanxi datang untuk membantu dan menyerang orang-orang Shibuye yang ada di sana. Mereka membuat semuanya mati dengan berlumuran darah hingga membuat kuil milik dewi peramal ini menjadi semakin mengerikan. Selain sampah dedaunan kering yang ada dimana-mana, perang juga membawa darah untuk menakut-nakuti siapapun yang berkunjung ke tempat ini dengan bekas darah yang mungkin akan membekas selamanya di tempat ini.
“HOEKK!”
Menghirup aroma darah yang amis dan warnanya yang meninggalkan trauma dalam dirinya, tanpa sengaja Xiao Xinshu memuntahkan semua isi perutnya begitu Xin Lianshi selesai berurusan dengan mereka. Pemandangan baru ini membuat Xin Huanran merasa sangat terkejut dan langsung berlari menghampirinya. Sebelumnya, pakaian Xin Huanran juga berlumur dengan darah milik pemuda yang menahannya tadi. Tentu kehadirannya menambah parah keadaan Xiao Xinshu yang tidak tahan dengan baunya.
Xin Huanran mengeluarkan sebuah kantong kecil yang ada di dalam pakaiannya kemudian melihat isinya yang penuh dengan pil obat berwarna hitam. Dulu pernah ada orang baik yang memberikannya obat penenang ini saat ia membantu seorang kakek tua membawakan barang-barangnya. Kakek tua itu mengatakan kalau ia akan membutuhkannya suatu saat nanti. Ditambah, kakek misterius itu tahu tentang kelebihan dari kedua matanya yang bisa melihat segalanya yang mustahil dilihat oleh manusia.
Perlahan, Xin Huanran memberinya obat dan minum. Xiao Xinshu tampak seperti seseorang yang mendapatkan serangan panik dan ia baru mengetahui kalau darah berlebih, bisa membuatnya mual seperti ini. Ia pikir Xiao Xinshu sudah terbiasa melihat dirinya yang mampu melihat siluman-siluman itu sedang memakan siluman lain sejak dua tahun lalu. Akan tetapi, ia menyimpulkan bahwa pemandangan nyata seperti ini masih terlalu baru untuknya. Ia mungkin tidak akan pergi ke medan perang jika melihat darah seperti ini saja sudah membuatnya gemetaran setengah mati.
~o0o~
“Yang mulia! Yang mulia!”
Dengan berteriak dan berlari memasuki ruangannya, kasim itu terlihat pucat dan berkeringat. Ia juga terlihat ketakutan seperti sedang mencemaskan sesuatu yang telah terjadi. Xiao Jinwu yang sedang melihat beberapa lembar kertas dokumen pun juga terlihat terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba dan terburu-buru. Akan tetapi, semua ini masih menyangkut mengenai etika seseorang ketika mereka hendak bertemu dengan pemimpin negara mereka.
“Mengapa kau datang tetapi tidak mengetuk pintunya lebih dulu?” tanya Xiao Jinwu sembari menatapnya dengan dingin.
Dengan sadar, kasim itu langsung membungkuk dan mengucapkan permintaan maafnya, “Maafkan saya, Yang mulia karena telah melanggar etika saat akan bertemu dengan Anda. Akan tetapi, saya memiliki berita darurat yang tidak bisa saya tolak untuk segera memberitahukannya pada Yang mulia.”
Xiao Jinwu menghela nafasnya. Sembari menaruh kuasnya kembali pada tempatnya, ia bertanya, “Lalu apa berita daruratnya? Apa ini menyangkut perang dengan negara Shibuye?”
“Bukan itu Yang mulia. Ada berita yang lebih gawat lagi.” Ucap kasim dengan sangat sopan.
“Lalu? Apa berita daruratnya sampai membuat seseorang lupa kalau ia ingin bertemu dengan pemimpin negaranya?” balas Xiao Jinwu yang terlihat masih marah dengan kejadian beberapa saat lalu.
Dengan wajahnya yang pucat dan ketakutan, kasim itu berusaha untuk menjawab, “Yang mulia Putra mahkota, dia tiba-tiba menghilang! Kami sudah mencarinya kemanapun akan tetapi, kami tidak berhasil menemukannya.”
Xiao Jinwu begitu terkejut mendengar berita ini sampai-sampai ia harus menjatuhkan kuasnya dan memasang ekspresi pucat yang terlihat sangat tidak percaya. Anak laki-lakinya yang memiliki sepasang mata iblis pasti akan menjadi target bagi seseorang yang terobsesi pada sihir gelap. Tentu ia akan menjadi incaran terlebih lagi, saat ini pengamanan di istana pangeran begitu longgar sehingga memungkinkan siapapun untuk menyelinap masuk ke dalam istana untuk menghancurkannya.
Xiao Jinwu langsung berdiri dari posisinya kemudian dengan wajahnya yang terlihat jengkel dan penuh amarah yang meluap, ia berkata, “Periksa semua orang yang ada di istana pangeran! Jangan biarkan siapapun pergi dari sana!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments