Bab 4. Risau

Di tempat lain, setelah di jemput sang sopir Axel terus memikirkan sosok gadis yang membuatnya tak dapat berfikir jernih itu.

"Anda baik-baik saja Tuan?" Tanya Bagas melihat Axel yang nampaknya lain dari biasanya.

"Apa kamu tahu Gas, aku menemukan sesuatu yang sangat menarik." Ucap Axel melihat jalan yang tadi dia lewati.

Kosan gadis itu masih nampak sepi, seulas senyum tergambar indah di bibir Axel. Axel kembali mengingat permen yang di berikan oleh Ariana dalam saku celananya yang masih tersisa satu.

Axel membuka bungkus permen itu dan melahapnya penuh nikmat, namun bayangannya justru tertuju pada gadis yang memiliki bibir manis yang sudah membuatnya hampir gila itu.

Bagas yang berada di bagian belakang kemudi menjadi sangat takut di buatnya, ekspresi Axel agaknya sudah membuat bulu kunduk Bagas berdiri semua.

'Apa dia masih Tuan muda yang dulu?' Tanya Bagas dalam hati, karena dia tidak mungkin berani menanyakan hal itu langsung pada Axel.

.

.

.

Ariana demam selama tiga hari tiga malam, Arkana juga merawat Ariana dengan baik. Ariana benar-benar merasa bahagia. Bila boleh memilih dia lebih baik merasakan sakit dan mendapatkan perhatian dari sang kakak.

"Katanya sahabat kamu akan datang menjenguk siang nanti." Tutur Arkana yang tengah mengompres Ariana penuh sayang.

"Yui ya?" Tebak Ariana, Arkana menganggukkan kepalanya. Siapa lagi bila bukan dia? Karena ke 3 mahluk lucnat yang selalu bersama Ariana saat ini memilih untuk menginap di kediaman itu bersama dengan Arkana dan Ariana.

"Ngapain dia ke sini?" Sindir Jojo tidak suka, Arkana yang memang sudah mengetahui maksud Jojo tersenyum simpul meski tak menjawab apapun.

"Mau minta tas baru lagi kayanya." Tambah Sensen tak kalah pedas berkomentar.

"Atau pinjam uang lagi buat bayar sks?" Tambah lagi Elen, Arkana yang melihat kekompakan sahabat adiknya itu hanya terkekeh geli.

"Berisik! Sana keluar gue mau bochan!" Usir Ariana hingga ketiga sahabatnya akhirnya keluar dari kamar Ariana bersama dengan Arkana.

Ariana diam-diam memikirkan ucapan 3 sahabatnya, memang bukan pertama kalinya Yui meminjam tas, atau uang kepadanya. Bahkan wanita itu juga sering menjelek-jelekannya di belakang. Namun Ariana terus bersikap sabar dan memaafkan tingkah tak terpuji itu.

Benar saja, pada siang harinya Yui datang berkunjung, dia nampak menangis dan memeluk Ariana dengan air mata palsunya.

"Kok bisa sakit si?" Tanya Yui dengan penuh perhatian.

"Gak papa kok, mungkin karena lagi musim flu aja." Jawab Ariana tersenyum lebar seperti biasanya.

"Oh iya, Ariana apa aku boleh pinjem uang?" Tanya Yui dengan mata berbinar penuh harap.

Di balik pintu nampaknya ada 3 manusia yang tengah mendengarkan percakapan itu, sedangkan satu manusia yang memperhatikan tiga adik sahabatnya yang memiliki sifat posesif sama sepertinya.

"Tuh kan benar, apa gue bilang tadi!" Elen mengepalkan tangannya merasa kesal.

"Pengen gue masukin ke got rasanya tuh tikus!" Gerutu Jojo merasa sangat kesal.

"Ide yang bagus, sebelum Ariana sembuh mendingan kita buat tuh mahluk babak belur!" Tambah Sensen, ketiganya menganggukkan kepala setuju.

Ariana yang melihat Yui yang nampak sangat kasihan itu akhirnya mengambil beberapa uang dari dompetnya, dia memberikan sekitar 20 lembar uang berwarna merah pada Yui.

"Cukup gak? Aku belum di kasih lagi sama kakak." Ucap Ariana tersenyum tulus, Yui menganggukkan kepalanya.

"Yah, masih kurang si sebenernya. Tapi gak papa deh, nanti aku cari dari orang lain buat tambahannya." Ucap Yui memeluk Ariana.

'Dasar bego! Gampang banget si nipu lo!' Gertak Yui dalam hati, dia juga langsung pamit undur diri setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.

Para mahluk durjana juga mulai berhamburan pergi dan nampak pura-pura tengah bermain game, bagi mereka Ariana adalah adik mereka yang harus mereka jaga, melihat ada siluman seperti Yui membuat ketiganya berkomplot untuk membuat pelajaran berharga pada wanita itu.

.

.

Di tempat lain, setelah 3 hari berturut-turut Axel menunggu Ariana di depan halte bus setiap sore dan pergi ke tempat anak-anak belajar saat siang hari, Axel tidak menemukan Ariana sama sekali.

Hati Axel menjadi sedikit tidak tenang, di tambah saat dirinya menyentuh kening gadis itu dia merasakan bila gadis itu tengah demam.

Axel bingung harus bagaimana sekarang, selain itu Axel juga di pusingkan dengan tingkah sahabtanya yang terus memohon, hingga akhirnya Axel menyetujui keinginan Arkana untuk bertemu hari minggu mendatang, meski hanya setuju bertemu saja dan tidak setuju untuk menjaga adiknya.

Axel akhirnya pulang ke rumahnya dan kembali kecewa berat, Axel tidak pernah di buat orang menunggu dan bersabar sebelumnya. Dan saat ini demi bertemu atau sekedar melihat saja Axel harus menunggu ber jam-jam dan selalu berakhir sia-sia.

Sedangkan di lain sisi, Yui nampak sudah mengenakan sebuh pakaian yang sedikit terbuka, Yui menatap pantulan dirinya di depan cermin yang sudah nampak sangat cantik.

Seorang pria juga nampak di bawah kostannya sudah menunggu, dia adalah Deren. Deren tersenyum penuh arti saat melihat Yui menggunakan baju yang dia berikan.

"Mangsa baru." Gumam Deren dan bibir yang sebisa mungkin tersenyum ramah dan hangat.

"Kamu cantik Yui, aku suka sekali." Ucap Deren membukakan pintu mobilnya untuk Yui, Yui masuk ke dalam mobil tersebut dan tersenyum bangga.

Deren akhirnya membawa Yui pada sebuah club malam yang cukup terkenal di kota tersebut, club itu sendiri adalah milik Deren dan Deren setiap minggunya selalu mengadakan pesta meriah di setiap club yang dia miliki.

Suara musik yang menghentak keras langsung merasuki telinga, Deren membawa Yui ke pojok runagan tersebut di mana ruang VIP berada.

"Minum apa?" Tanya Deren dengan tatapan memuja, Yui tersenyum menggoda dan menggelengkan kepalanya.

"Aku gak pernah minum kaya gini, apa mau memilihkannya untuk ku?" Tanya Yui dengan wajah manis yang dia buat untuk memikat.

"Kamu sangat cantik Yui, boleh kan kalo aku cium kamu?" Bisik Deren di telinga Yui dengan erotisnya.

"Heem, aku gak pernah ciuman." Gumam Yui polos, memang Yui adalah seorang gadis yang sangat polos di bidang percintaan. Meski dia sangat ulung dalam menipu Ariana, namun hanya Ariana saja yang bisa tertipu dengan kedok Yui tersebut.

Deren meraih tengkuk Yui dan mengecup bibir Yui sekilas, Yui menutup matanya saat bibir miliknya bersentuhan dengan bibir Deren.

"Bibir mu nikmat sayang." Bisik Deren, dia memberikan kode pada pelayan untuk membawakan satu botol minuman beralkohol. Deren menuangkannya pada dua sloki berbeda.

"Ayo minum sayang." Ucap Deren meneguk minuman itu, Yui juga melakukan hal yang sama. Deren tersenyum penuh arti dan membawa Yui ke dalam pelukannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!