Bab 2. Gadis Aneh

Yui nampak terkekeh mendengar sindiran pedas itu, memang itu juga tujuan Yui. Yaitu, membuat Ariana terlambat masuk kampus.

"Udah ah, nanti malah telat lagi masuk pelajaran pertama. Rugi gue kalo sampe telat!" Ucap Ariana terkekeh aneh, ketiga sahabatnya sudah tahu pasti ada sesuatu yang kini di rencanakan oleh Ariana, apa lagi melihat senyum aneh Ariana itu. Yui nampak mengangkat bibir atasnya meremehkan sifat Ariana yang di matanya hanya sebuah hal kecil saja itu.

"Berhentilah membuat onar! Kita pernah membakar ruang olah raga tapi nyatanya gak dapat peringatan sama sekali tuh." Ucap Jojo yang sudah kesal dengan sikap acuh tak acuh orang-orang di sana. Bahkan dia ingat bila saat itu, sebelum mereka membakar ruang olah raga mereka mematikan alat kebakaran otomatis yang terpasang. Ruang olah raga juga terlalap habis, namun tak ada peringatan sama sekali.

Mereka berjalan dan berpisah ke fakultas masing-masing, Ariana masuk ke fakultas ekonomi bersama ke 3 sahabat durjananya, sedangkan Yui masuk ke dalam fakultas keguruan.

"Eh, gue heran sama lu dah! Ngapa lu masih temenan sama si Yui. Jelas-jelas dia gak se-idiologi dengan kita, ya gak?" Tanya Sensen pada kedua sahabatnya.

"Yoi bro! Gue setuju banget!" Tambah Jojo yang memang sangat tidak suka dengan wajah berkedok siluman rubah itu, selain hanya memanfaatkan saja, Yui sama sekali tidak terlihat sebagai seorang teman sama sekali.

"Kalian tahu apa para pria! Aku ini gadis tulen, pera*wan ting-ting yang juga perlu teman perempuan." Ungkap Ariana menjitak kedua sahabatnya, mereka pada akhirnya tertawa bersama.

Elen yang memiliki sifat lebih pendiam di bandingkan yang lainnya memang sangat tidak suka dengan keberadaan Yui yang sering mengganggu itu, sangat dapat di pastikan bila setiap masalah yang timbul itu pasti berakar dari Yui. Sebagai seorang pengamat, Elen memang sangat senang bersahabat dengan mereka semua.

Itulah kumpulan 4 durjana yang kadang memiliki akal di luar manusia normal, Ariana, Jojo, Elen, dan Sensen. Keempatnya selalu kompak melakukan apapun, membuat onar bersama, di keluarkan dari kampus juga bersama, bahkan mereka juga berasal dari jurusan dan kelas yang sama.

.

.

.

Tak berapa lama kemudian seorang guru filsafat masuk kelas mereka, Ariana sudah melancarkan aksi pertamanya. Dia menaruh banyak permen karet di kursi Dosen tersebut.

Dosen itu nampak mendelik ke arah Ariana, namun pelajaran tetap berlangsung. Hingga dengan sengaja saat sang Dosen memberikan tugas, Ariana menyalakan api di sudut ruangan, dia membakar banyak kertas hingga memicu alat kebakaran otomatis bekerja.

Alhasil semua tugas yang sudah di kerjakan basah kuyup, begitupun dengan sang Dosen yang sudah basah akibat tingkah Ariana. Semua teman sekelasnya kesal pada Ariana, tapi di antaranya juga justru hanya tertawa melihat kegilaan gadis itu.

Memang sangat banyak yang menyukai Ariana, karena dia cantik dan baik. Yah, pada intinya Ariana adalah gadis polos yang sangat mudah di manfaatkan.

Keberadaan tiga durjana di samping Ariana memang sangat membantu hidup Ariana, selain mereka bisa menyingkirkan orang yang memiliki maksud jahat dari samping Ariana, ketiganya juga selalu melakukan hal yang kompak bersama gadis itu.

Karena kesal, Dosen itu akhirnya menghubungi wali Ariana. Mendengar kabar tersebut Ariana menjadi sumeringah. Namun nahas, yang datang bukanlah sang kakak melainkan hanya asistennya saja.

.

.

.

"Nona, sebaiknya anda berhentilah berbuat onar dan kembali ke rumah." Ucap pria itu dengan sangat tegas.

"Wali gue itu abang gue! Ngapain lu yang ke sini!" Bentak Ariana, 4 orang pengawal nampak bersama asisten pribadi kakaknya itu.

"Nona, cobalah mengerti. Tuan melakukan ini juga demi kebaikan anda." Ucap pria itu memberikan aba-aba pada anak buahnya untuk membawa Ariana pergi.

"Jangan sentuh gue!" Bentak Ariana dan memilih berlari dengan air mata berlinang, ke empat pengawal itu tak tinggal diam dan berlari mengejar Ariana.

Gerbang kampus saat itu sudah tertutup, Ariana menaiki gerbang yang tingginya 5 meter itu dengan mudah, dia melompat dan pergi meninggalkan kampus tersebut. Namun agaknya keempat pengawal itu juga menyusul Ariana dengan kecepatan penuh.

Ariana berlari sekuat tenaga hingga sampai di pinggir jalan raya, Ariana memberhentikan sebuah mobil mewah dan langsung membuka pintu bagian belakang.

Ariana sangat yakin bila mobil tersebut adalah taksi online, hingga membuatnya berani melakukan hal berbahaya seperti tadi.

.

.

.

Beberapa menit lalu, seorang pria nampak tengah mendesah kesal akibat ban mobilnya yang bocor, selain itu sebuah bisnis penting kini tengah menungguinya.

"Sialan! Bagas, apa ban serepnya sudah habis?" Tanya pria itu pada supirnya.

"Sudah habis tuan, hari ini begitu sial bagi kita." Ucap Bagas menghela nafas panjang.

"Tuan, bagaimana bila saya pesankan taksi online saja?" Tanya Bagas memberi sebuah saran pada Bosnya.

"Kamu lupa kalo aku alergi tempat yang pernah di duduki perempuan hah?" Pekik pria itu, benar dia sangat anti pada mahluk yang di sebut perempuan.

Haphephobia adalah penyakit yang di derita pria tersebut, pria itu bernama Axelsen Devanka. Axel adalah seorang raja bisnis di antara para raja, dia sangat terkenal di segala penjuru dunia. Karena semua teknologi yang dia ciptakan merupakan keajaiban yang dapat menolong banyak orang.

Haphephobia sendiri adalah gangguan pada seseorang yang akan merasakan ketakutan berlebih saat di sentuh seseorang, bahkan Axel akan merasakan gatal di tempat yang tersentuh oleh orang tersebut. Gangguan itu hanya berlaku pada perempuan, hal itu mampu membuat sang ayah merasa cemas dengan masa depan putranya.

Hingga beberapa menit lamanya Axel menunggu, hingga akhirnya dia mengikuti saran yang di ajukan oleh sang sopir.

Bagas yang merupakan sang sopir langsung menaruh kain di atas jok mobil yang akan di tumpangi sang bos, dia juga dengan sangat teliti memberikan obat pada tuannya untuk berjaga-jaga.

Axel berangkat menunju tempat yang sudah dia janjikan, hingga sebuah kejadian yang sangat di luar nalar manusia terjadi.

Seorang gadis dengan pakaian dan tas basah tiba-tiba memberhentikan mobilnya, nampak pula beberapa pria mengejarnya. Gadis itu juga langsung nyelonong masuk pada mobil yang Axel tempati.

"Nebeng ya om!" Ucap gadis itu yang tidak lain adalah Ariana. Axel nampak memasang sifat waspada namun tanpa di sengaja Ariana menyentuh tangan Axel hingga mata Axel seketika membulat.

"Jangan angker gitu dong mukanya. Memeberi tumpangan pada wanita cantik adalah rezeki anak sholeh loh Om." Ucap lagi Ariana tanpa rasa berdosa.

"Jalan Pak!" Ucap Axel, ada yang aneh dengan dirinya kala itu. Dia sama sekali tidak merasakan apapun kecuali dadanya yang berdegup lebih cepat dari biasanya.

Terpopuler

Comments

Mas Sigit

Mas Sigit

inilah jodohnya axel

2023-12-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!