Bab 20. Dibalik Layar

"Aish, aku tunggu kabar baiknya. Hari ini Bos tidak mengirim makanan, dia memberi ini." Benar, yang datang adalah Bagas. Kakak kandung dari Elen.

Bagas hapal betul dengan sikap Jojo, meski terkesan nakal dan ugal-ugalan. Jojo memiliki batas dalam sebuah hubungan, Bagas cukup tenang saat mengetahui bila Jojo ternyata menyukai adiknya sendiri.

"Kak.." Elen hendak meminta tolong, namun bagas lebih memilih pergi meninggalkan mereka.

"Mulai sekarang, kita pacaran!" Paksa Jojo, Elen menganga mendengar ucapan Jojo.

"Loh kok gitu? Gue... huf..." Bibir Elen kembali di bungkam oleh bibir Jojo yang lembutnya melebihi marsmellow.

"Yaudah, ayo nikah!" Ajak Jo, sebelumnya dia memang sudah menghubungi Bagas dan meminta restu dari kakak kandung Elen. Dia tahu bila Elen mungkin tak akan mau di ajak pacaran.

"Idih, jangan ngada-ngada dong!" Elen hendak kabur namun lengannya di cegah oleh Jojo.

"Nikah atau aku perawa*nin?" Mata Elen melotot mendengar ucapan prontal Jojo yang tak di filter dulu apalagi kena bintang akibat ucapan vul*gar.

"Gak mau!" Elen berteriak dan menghentak-hentakkan kakinya sebagai tanda protes.

"Gak mau apa?" Tanya Jojo lagi, Elen sadar mungkin Jojo sekarang tengah di landa galau.

"Aku bukan perempuan kaya gitu Jo, aku tahu kamu selama ini punya banyak pacar. Jo, lo sebaiknya istigfar! Gue gak mau di jadikan pelampiasan." Sanggah Elen cepat, dia tahu bagaimana pergaulan brutal Jojo di luar pergaulan mereka berempat.

Selain karena Jojo setiap hari selalu tidur di kelas itu semua bukan tanpa alasan, Jojo tidur tentu saja karena mengantuk. Setiap malam Jojo jarang tidur dan selalu bermain dengan salah satu geng yang sangat terkenal di kota itu, gelarnya yang merupakan sebagai raja jalanan sudah cukup terkenal di kalangan para pembalap.

Jojo mendesah kesal mendapatkan penolakan itu, dia menatap dua manik coklat Elen yang sangat menggoda. Bukan Elen yang menjadi pelampiasan, melainkan para wanita itulah pelampiasan Jojo.

Pria bernama Ahmar Jordan itu memiliki panggilan Jojo setelah bergabung dengan geng Ariana dan teman-temannya. Berbeda dengan Sensen yang sudah kenal Ariana dan Elen cukup lama, Jojo baru mengenal mereka saat dia masuk kampus di Universitas tersebut.

.

.

.

Sore itu hujan melanda kota Bandung, sesosok wanita berpenampilan pria nampak tengah menunggu jemputan di sebuah halte.

Di belakangnya nampak seorang pria dengan keadaan perut ter-perban namun mengeluarkan darah dari kemejanya. Wanita itu adalah Elen, Elen merasa tidak tenang saat pria itu duduk di sana.

Sebuah mobil tiba-tiba melaju dengan kecepatan super tinggi dan sebuah genangan air di hadapan Elen nampak memuncrat, pandangan Elen langsung tertuju pada luka pria itu. Elen langsung berdiri di hadapan pria itu dan melindunginya dari cipratan air.

Sontak rambut merah pria itu dan matanya yang berwarna biru terang membuat Elen ngeri seketika. Pria itu menatap Elen dengan lekat hingga sebuah bus akhirnya tiba dan beberapa orang terlihat turun dan menyenggol tubuh Elen. Elen terpeleset akibat licin, hingga.

Bruk!

Elen mengedipkan matanya saat merasakan benda asing menempel di bibirnya, itu adalah bibir pria itu yang menempel di bibir Elen tanpa sebuah kesengajaan.

Itulah pertemuan pertama antara Elen dan Jojo, meski tanpa ucapan akibat Elen yang langsung berlari memasuki bus akibat malu, serta Jojo yang menganggap itu hanya sebuah kecelakaan.

Jojo sangat yakin bila ciuman itu pasti tidak di hitungan, sah. Karena pelakunya sesama pria, namun berbeda dengan Elen yang selalu terbayang kejadian mengejutkan itu.

Semakin berjalannya waktu, Elen dan Jojo kembali di pertemukan saat Jojo mengalami keterlambatan masuk OSPEK akibat kurang tidur. Elen dan dua temannya juga sama terlamabat, dan di sanalah suka dan duka mereka bermula.

Kejadian yang menimpa Elen dan Jojo hanya di ketahui mereka berdua saja, serta tuhan yang menjadi saksinya. Namun sosok Elen yang penyabar, pendiam dan selalu melakukan banyak sekali trobosan itu sudah membuat Jojo jadi gila dan selalu teringat kejadian yang menimpanya dulu.

Hingga Jojo akhirnya sering bergonta-ganti wanita agar dapat merasakan hal yang dapat mendebarkan dadanya. Namun sayang, semuanya selalu gagal bahkan Jojo sempat berpikir bila dirinya merupakan seorang g4y yang menyukai sesama jenis.

.

.

.

"Oke, kita pacaran!" Akhirnya keputusan berat di ambil oleh Elen agar dapat kabur dari Jojo. Jojo tersenyum senang dan membiarkan Elen berlari menjauhinya.

Di sisi lain, Ariana mendapatkan telepon dari Axel yang mengajaknya bertemu di sebuah cafe.

Sensen juga nampak sudah melancarkan modusnya pada penjaga kantin, meski dia adalah sosok janda namun di mata Sensen 'janda lebih menggoda' hal itu juga yang membuatnya sangat jatuh hati pada salah satu penjaga kantin dari tim pemadam kelaparan itu.

Ariana pergi meninggalkan Sensen, dia berjalan kaki pada sebuah cafe yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari kampus.

"Kak Axel di mana ya?" Ariana celingukan setelah sampai di cafe yang sangat sepi, bahkan saking sepinya Ariana berpikir bila dirinya sudah nyasar, hanya nampak dua orang penjaga wanita di tempat itu.

"Maaf Nona, tapi cafe ini sudah tutup." Seorang penjaga cafe menghentikan langkah Ariana. Ariana tertegun dan memilih balik kanan meninggalkan cafe tersebut.

"Siapa gadis itu? Kenapa kamu membiarkannya masuk?" Salah satu penjaga cafe lainnya menegur orang yang tadi memberi saran pada Ariana.

"Sudahlah, kamu jangan terlalu berlebihan. Kita juga tidak boleh membuat pelanggan yang lain tersinggung dan menghormati pelanggan terhormat." Tutur penjaga yang menegur Ariana.

Hujan juga mulai turun, Ariana berdiri di depan cafe itu karena hujan yang agak deras. Ariana menatap layar ponselnya yang mati akibat kehabisan batrai.

"Kalo sial emang gak bisa kompromi dulu ya?" Gerutu Ariana menatap jalanan yang mulai basah dan genangan air mulai terlihat.

"Kenapa gadis itu belum pergi juga?" Seorang penjaga cafe keluar dan menatap Ariana dengan tatapan menghina.

"Heh bocah, kamu jangan jadi gelandangan di sini ya!" Bentak penjaga cafe itu, Ariana mengangkat alisnya.

"Pergi kamu!" Sosok penjaga itu hendak mendorong tubuh Ariana, dengan santainya Ariana bergeser hingga penjaga itu nampak oleng.

Bryuur!

Penjaga itu terhempas pada jalanan yang di penuhi genangan air, Ariana ingin tertawa melihat kebodohan penjaga itu. Sesosok pria nampak berdecak saat menyaksikan hujan yang kian lebat, dia menatap ke bawah cafe dan langsung terbelalak.

"Dasar gadis sialan!" Maki penjaga cafe itu dengan sorot mata menghina, Ariana terkekeh dan menggelengkan kepalanya tidak perduli.

"Ya ampun, padahal sudah aku peringatkan sejak tadi." Gumam penjaga cafe lainnya yang berada di dalam sana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!