17. (REVISI) Tak Dianggap

Dari pagi, keluarga Wijaya sudah sibuk menyiapkan keperluan untuk datang ke pesta. Malam ini keluarga mereka memang diundang untuk hadir di acara ulang tahun Nyonya keluarga Salim, salah satu istri pengusaha kaya di Jakarta. Lily tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia sibuk berbelanja barang-barang mahal untuk dijadikan kado. Tak lupa pula membeli pakaian branded untuk ia pakai nanti malam, tentu saja dengan membawa serta Rani.

"Rani, Rani," panggil Lily pada Rani yang sedang duduk di ruang ganti VIP sebuah butik ternama. Kedua tangan mama mertua Rani itu membawa beberapa helai gaun. "Menurut kamu bagus yang mana?"

Lily kemudian berdiri di depan Rani, menunjukkan pakaian itu satu persatu. Rani menilai dengan serius, meski ia tak begitu mengerti tentang fashion.

"Menurut Rani bagus yang putih Mi," ujar Rani sembari menunjuk salah satu gaun. "Bentuknya sederhana, tapi elegan."

"Oh ya?" Lily menimbang-nimbang. "Tapi kok kelihatannya terlalu sederhana ya Ran? nggak kelihatan mereknya, nanti dikira nggak mahal lagi,"

"Hmm.." Rani kemudian menunjuk sebuah gaun berwarna merah merona dengan tulisan brand yang ditulis besar-besar. "Kalau begitu yang itu saja Mi,"

"Ih, selera kamu norak banget, masa yang mereknya segede gajah begitu. Nggak elegan, lah!"

Rani menghela napas panjang. Terus dia harus bagaimana? Pada akhirnya Rani memilih untuk tidak berkomentar apa-apa. Lagipula Mama mertuanya itu sudah sibuk dengan pilihannya sendiri.

"Karena bingung milih, Mami jadi beli semuanya deh," Lily bertopang dagu saat melihat deretan angka nol di struk pembayaran. "Tapi ini termasuk murah lo Ran, belum sampai lima ratus juta,"

Rani menelan ludah. Sebegitu mudahnya kah orang kaya menghabiskan uang mereka? Sementara mama mertuanya itu membawa dua puluh lima tas belanja, Rani hanya membawa dua kantong saja. Satu berisi pakaiannya sendiri dan satu lagi untuk Ruby.

***

"Ayo cepat, kita udah telat nih!" Lagi-lagi Mama mertua Rani adalah yang paling heboh. Pilihan gaun yang ia pakai malam ini adalah gaun khusus yang hari ini baru datang dari Prancis. Gaun hasil belanja di butik bersama Rani tadi sama sekali tak tersentuh. Sedangkan Rani memakai gaun yang tadi ia beli bersama Lily.

"Mama! Mama!" selama perjalanan, Ruby terus mengoceh dengan menggemaskan. Rani merasa senang. Gadis kecil itu terlihat cantik sekali dengan gaun yang ia pilih.

Mobil berhenti di depan sebuah gedung tinggi. Mereka berlima segera turun dari mobil. Para wartawan yang melihat kedatangan keluarga Wijaya langsung menyerbu, memotret dari segala sisi.

"Fotonya dari angle kiri saja," ujar Lily. Salah satu alasannya memakai pakaian terbaik juga karena ini. Ia tak suka jika portal-portal berita mengunggah fotonya yang jelek.

Rani berjalan melewati kerumunan wartawan itu dengan kepala agak tertunduk. Ia tidak terbiasa dengan hal itu. Ia tak peduli lagi dengan angle foto. Yang jelas, ia ingin segera pergi dari sana sesegera mungkin.

"Jeng Susi..Selamat Ulang Tahun," Lily berlari ke pelukan seorang wanita yang menjadi tokoh utama pesta ini. Ia adalah Susi Salim, Nyonya dari keluarga Salim yang berulang tahun hari ini.

"Jeng Lily.. Terimakasih sudah datang.. Eh, siapa ini? Menantu mu yang baru ya?"

"Halo Tante," Rani mencium pipi Nyonya Salim kanan dan kiri. "Selamat ulang tahun Tante,"

"Terimakasih ya, senang sekali loh kamu bisa datang ke sini. Kalau dilihat-lihat, kamu itu agak hitam manis, ya? Beda sekali dengan Ratih,"

Rani tersenyum. Seperti biasa, orang-orang selalu membandingkan dirinya dengan Ratih. Ia menebak-nebak apakah sebentar lagi nyonya-nyonya lain akan ikut membahas topik itu.

"Iya, lumayan berisi juga. Kalau Ratih kan langsing sekali ya," dugaan Rani tepat sasaran. Umpan telah dipasang, satu ikan menyambar. Tinggal menunggu ikan lain datang.

"Ratih dulu juga lebih tinggi kan ya? Pokoknya dia itu seperti bidadari banget cantiknya. Sayang sekali ya anak secantik itu harus meninggal duluan.."

Ikan kedua, batin Rani. Ia sudah tak mau terlalu pusing memikirkan perkataan mereka tentangnya. Ia sudah sangat terbiasa dengan itu.

"Selera bajunya juga jauh banget ya bedanya. Kalau Ratih dulu berkelas, elegan, beda sekali dengan Rani. Kok bisa ya saudara kandung seayah dan seibu tapi berbeda banget?"

Ikan ketiga, Rani asyik menghitung. Sementara bibirnya terus menyunggingkan senyum seperti robot.

"Makanya apa saya bilang, cari menantu itu yang setara Jeng Lily.. Contohnya seperti.. Nah itu dia, Laura! Sini!"

Rani mau tak mau ikut menolehkan kepalanya ke arah yang ditunjuk. Seorang gadis cantik berbadan tinggi langsing berjalan ke arah mereka. Jalannya juga sangat anggun, seperti berjalan di atas catwalk.

"Selamat malam tante-tante.." Sapa gadis itu dengan senyumannya yang luar biasa cantik. Rani sempat terpesona beberapa saat.

"Apa kabar Nak?" Lily memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang. "Kok nggak ngabarin Tante sih, kalau sudah balik dari Amrik?"

"Iya Tante, sorry. Laura niatnya mau kasih kejutan dengan datang langsung ke rumah Tante. Tapi ternyata malah ketemu duluan di sini,"

Rani mendengarkan percakapan mereka sembari terus memasang senyum karirnya. Tatapan Laura kemudian tak sengaja tertuju padanya.

"Loh, ini?" tunjuk Laura pada Rani seperti melihat alien. "Jangan-jangan dia.."

"Betul sekali Nak, dia ini adalah istri dari Juna setelah Ratih, namanya Rani," ujar Lily memperkenalkan Rani, ia kemudian beralih memperkenalkan Laura. "Rani, ini Laura Salim, keponakan dari Jeng Susi. Dia itu dulu sebelum ke Amrik suka menginap di rumah kita. Jadi bisa dibilang Laura sudah Mami anggap putri Mami sendiri,"

Rani menyalami Laura setelah mendengar penjelasan panjang lebar mama mertuanya. "Rani," ujarnya memperkenalkan diri.

"Laura," balas gadis itu. Entah kenapa, Rani merasa senyuman wanita itu seperti sedang mengejeknya.

"Belum lengkap tuh, Jeng.." celetuk Susi. "Jangan lupa. Laura kan dulu juga calon mantu mu,"

"Astaga," Laura tertawa. "Tante ini! Itu sudah lama sekali!"

"Tante masih inget loh kamu nangis-nangis minta nikah sama Juna," goda Susi membuat keponakannya menutup wajah malu.

"Aduh Tante, jangan bongkar-bongkar aib di sini dong!" seru Laura malu-malu.

Sementara itu, Rani mendengarkan percakapan mereka dengan dahi mengernyit. Percakapan macam apa ini? Jadi Laura pernah menyimpan perasaan pada Juna? Kenapa mereka harus membahasnya sekarang? Apalagi mereka bicara tepat di depan Rani, yang adalah istri sah dari Juna. Kenapa seolah-olah dirinya tak dianggap?

Terpopuler

Comments

Hafifah Hafifah

Hafifah Hafifah

perkumpulan ibu" yg g ada faedahnya ini yg suka pamer sana sini

2024-12-23

1

Eti Alifa

Eti Alifa

aduh lingkungannya toxic semua😭

2024-10-09

1

Eva Karmita

Eva Karmita

dasar Juna aseeeeem berhati batu sembarangan kalau ngomong 👊👊👊👊

2024-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Orang-orang Yang Ditinggalkan
2 2. Lamaran dari Kakak Ipar
3 3. Malam Pertama
4 4. (REVISI) Menunda Kematian
5 5. (REVISI) Bulan Madu
6 6. (REVISI) Tolong Saya!
7 7. (REVISI) Dimana Rumahmu?
8 8. (REVISI) Bisakah Aku Bertahan?
9 9. (REVISI) Ke Rumah Mertua
10 10. (REVISI) Bisa Gila!
11 11. (REVISI) Tante-Tante Sosialita
12 12. (REVISI) Menantu Manja
13 13. (REVISI) Salah Paham
14 14. (REVISI) Aku Ingin Cerai
15 15. (REVISI) Mama!
16 16. (REVISI) Pengasuh Untuk Ruby
17 17. (REVISI) Tak Dianggap
18 18. (REVISI) Rebut Saja Suamiku
19 19. (REVISI) Wanita Ular
20 20. (REVISI) Aku Bukan Pembantu!
21 Pengumuman Penting!
22 21. (REVISI) Aku Istrimu!
23 22. (REVISI) Jangan Kembali Lagi
24 23. (REVISI) Separuh Ingatan Rani
25 24. (REVISI) Kamu Harus Hamil!
26 25. (REVISI) Aku Mencintaimu
27 26. (REVISI) Kamu Yang Menggodaku!
28 27. (REVISI) Kenangan Ratih
29 28.(REVISI) Guru Privat Untuk Ruby
30 29. (REVISI) Papa Nggak Ganteng!
31 30. (REVISI) Ada Hubungan Apa?
32 31. (REVISI) Teman Baru
33 32. (REVISI) Wibawa Seorang Istri
34 33. (REVISI) Kabur Dari Bodyguard
35 34. (REVISI) Pergi Ke TKP
36 35. CCTV
37 36. Ulang Tahun Lily dan Amplop Misterius
38 37. Fakta Mencengangkan
39 38. Ayah Kandung
40 39. Kamu Melindungi Siapa?
41 40. Kabur?
42 41. Hasil Diagnosa
43 42. Donor
44 43. Terkuak
45 44. Egois
46 45. Kabar Baik dan Kabar Buruk
47 46. Aku Tidak Minta Dilahirkan
48 47. Jalan-jalan
49 48. Bobok Bareng?
50 49. Perpisahan
51 50. Aku Mengharapkan Hatimu
52 51. Hancur
53 52. Bahagiakan Dirimu Sendiri
54 53. Pergi
55 54. Sang Pewaris
56 55. Terpuruk
57 56. Tetaplah Bertahan Hidup
58 57. Terimakasih
59 58. Apa Kamu Mencintainya?
60 59. Aku Tidak Mencintainya
61 60. Hotel Horizon
62 61. Dua Puluh Lima Milyar
63 62. Mengabulkan Keinginanmu
64 63. Cemburu
65 64. Janji Makan Malam
66 65. Nyonya dan Tuan Muda Simpanan
67 66. Mencuri Hati Mr Kim
68 67. Aku Lebih Percaya Istriku
69 68. Kencan Pertama
70 69. Dendam
71 70. Mencari Rani
72 71. Rani Ditemukan
73 72. Pengakuan Lily
74 73. Apa Kamu Mau Bercerai?
75 74. Sebuah Pernyataan Cinta
76 75. Rumah Kita
77 76. Cuma 'Pegangan Tangan'
78 77. Sayang
79 78. Will You Marry Me Again?
80 79. Masa Depan Kita
81 80. Happy Graduation
82 81. Ruby Kembali
83 82. Ruby Mau Punya Adik!
84 83. Melahirkan Anak Kembar
85 84. Episode Spesial (1)
86 Novel Baru
Episodes

Updated 86 Episodes

1
1. Orang-orang Yang Ditinggalkan
2
2. Lamaran dari Kakak Ipar
3
3. Malam Pertama
4
4. (REVISI) Menunda Kematian
5
5. (REVISI) Bulan Madu
6
6. (REVISI) Tolong Saya!
7
7. (REVISI) Dimana Rumahmu?
8
8. (REVISI) Bisakah Aku Bertahan?
9
9. (REVISI) Ke Rumah Mertua
10
10. (REVISI) Bisa Gila!
11
11. (REVISI) Tante-Tante Sosialita
12
12. (REVISI) Menantu Manja
13
13. (REVISI) Salah Paham
14
14. (REVISI) Aku Ingin Cerai
15
15. (REVISI) Mama!
16
16. (REVISI) Pengasuh Untuk Ruby
17
17. (REVISI) Tak Dianggap
18
18. (REVISI) Rebut Saja Suamiku
19
19. (REVISI) Wanita Ular
20
20. (REVISI) Aku Bukan Pembantu!
21
Pengumuman Penting!
22
21. (REVISI) Aku Istrimu!
23
22. (REVISI) Jangan Kembali Lagi
24
23. (REVISI) Separuh Ingatan Rani
25
24. (REVISI) Kamu Harus Hamil!
26
25. (REVISI) Aku Mencintaimu
27
26. (REVISI) Kamu Yang Menggodaku!
28
27. (REVISI) Kenangan Ratih
29
28.(REVISI) Guru Privat Untuk Ruby
30
29. (REVISI) Papa Nggak Ganteng!
31
30. (REVISI) Ada Hubungan Apa?
32
31. (REVISI) Teman Baru
33
32. (REVISI) Wibawa Seorang Istri
34
33. (REVISI) Kabur Dari Bodyguard
35
34. (REVISI) Pergi Ke TKP
36
35. CCTV
37
36. Ulang Tahun Lily dan Amplop Misterius
38
37. Fakta Mencengangkan
39
38. Ayah Kandung
40
39. Kamu Melindungi Siapa?
41
40. Kabur?
42
41. Hasil Diagnosa
43
42. Donor
44
43. Terkuak
45
44. Egois
46
45. Kabar Baik dan Kabar Buruk
47
46. Aku Tidak Minta Dilahirkan
48
47. Jalan-jalan
49
48. Bobok Bareng?
50
49. Perpisahan
51
50. Aku Mengharapkan Hatimu
52
51. Hancur
53
52. Bahagiakan Dirimu Sendiri
54
53. Pergi
55
54. Sang Pewaris
56
55. Terpuruk
57
56. Tetaplah Bertahan Hidup
58
57. Terimakasih
59
58. Apa Kamu Mencintainya?
60
59. Aku Tidak Mencintainya
61
60. Hotel Horizon
62
61. Dua Puluh Lima Milyar
63
62. Mengabulkan Keinginanmu
64
63. Cemburu
65
64. Janji Makan Malam
66
65. Nyonya dan Tuan Muda Simpanan
67
66. Mencuri Hati Mr Kim
68
67. Aku Lebih Percaya Istriku
69
68. Kencan Pertama
70
69. Dendam
71
70. Mencari Rani
72
71. Rani Ditemukan
73
72. Pengakuan Lily
74
73. Apa Kamu Mau Bercerai?
75
74. Sebuah Pernyataan Cinta
76
75. Rumah Kita
77
76. Cuma 'Pegangan Tangan'
78
77. Sayang
79
78. Will You Marry Me Again?
80
79. Masa Depan Kita
81
80. Happy Graduation
82
81. Ruby Kembali
83
82. Ruby Mau Punya Adik!
84
83. Melahirkan Anak Kembar
85
84. Episode Spesial (1)
86
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!