4. (REVISI) Menunda Kematian

Rani mengatur nafasnya yang masih terengah-engah. Jantungnya berdegup kencang kala mengingat kembali moncong pisstol yang terarah padanya. Sampai beberapa lama, gadis dua puluh tahun itu hanya sanggup terduduk di atas lantai kamar hotel, dengan air mata yang terus mengalir.

Dahulu Rani selalu berpikir, pernikahan akan menjadi suatu acara sakral yang sangat indah. Setelah mengucap ijab kabul, dua insan yang telah menjadi pasangan suami istri duduk di pelaminan seperti sepasang raja dan ratu di atas singgasana, saling menggenggam tangan dan membisikkan kata-kata cinta. Lalu malamnya mereka bermesraan menghabiskan malam. Esok paginya dia akan terbangun dengan senyum indah dari suami yang menyambutnya seperti pada film-film romantis. Tapi semua mimpi itu pupus sudah. Karena yang menyambut Rani bukanlah senyuman Juna, melainkan pisstol yang siap melubangi kepalanya.

Saat sinar matahari mulai menelusup dari sela-sela jendela kamar hotel, Rani membuka mata. Ah, dia tertidur di atas lantai. Rani berharap kejadian tadi malam hanyalah mimpi belaka, sayangnya Rani langsung tertampar oleh kenyataan.

Rani bangkit dengan tertatih-tatih. Dinginnya lantai kamar menusuk kulit. Rani berjalan menuju kamar mandi dan berdiri di depan wastafel. Dari pantulan cermin, terlihatlah wajah seorang gadis yang kusut berantakan. Wajahnya sembab, matanya bengkak, rambutnya acak-acakan. Bekas-bekas air mata tersisa di mukanya.

Rani membasuh wajahnya dengan air dingin, dan itu membuat tubuhnya seketika menggigil kedinginan. Tapi Rani tidak peduli. Ia mulai melepas gaun piyamanya dan membasuh tubuh kurusnya dengan air.

Rani memejamkan mata di tengah guyuran shower. Dia bertanya-tanya dari mana semua kesalahan ini berasal. Apakah sejak Rani merengek kepada sang kakak untuk liburan bersama? Seharusnya Rani tidak melakukan itu, maka kakaknya masih hidup sampai sekarang, dan dia tidak akan mengalami hal-hal menakutkan seperti ini.

Selesai mandi, Rani membereskan semua barang-barang. Ia benar-benar bodoh, seharusnya kemarin ia kabur saja. Jika pernikahan ini tidak diinginkan kedua belah pihak, lantas kenapa masih diteruskan?

Saat sedang berberes, pintu kamar terbuka. Rani terperanjat dan seketika mematung di tempat. Tubuhnya seketika menggigil melihat siapa yang datang. Juna berdiri di depan pintu sembari menatapnya dengan tajam.

"Jangan berani-beraninya kamu kabur, karena kamu adalah tahananku. Kamu mau kabur pun percuma, karena aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia,"

Ucapan dingin Juna membuat tubuh Rani merinding. Saat lelaki itu melangkahkan kakinya mendekat, Rani mundur. Ia tak tahu benda mengerikan apalagi yang keluar dari tangan lelaki itu. Bisa jadi pisstol atau pissau guillotine. Tatapan Juna seperti sudah siap untuk membunnuhnya.

"Keluar," ucap Juna dingin. "Kita harus bulan madu, bukan?"

Setelah itu Juna berbalik pergi dari kamar.

Rani jelas kebingungan. Dalam keadaan seperti ini, untuk apa berbulan madu? Apa Jangan-jangan bulan madu hanyalah kedok Juna untuk menghabissi Rani secara diam-diam? Juna adalah seorang konglomerat generasi ketiga. Tidak sulit baginya untuk membayar seseorang memanipulasi kemmatian Rani.

"Aku harus kabur," Rani mengangkat tasnya dan bergegas keluar. Tapi, sudah ada dua lelaki bertubuh besar menunggunya di depan kamar.

"Kami diminta Tuan Juna untuk membawa Anda,"

"Aku bisa sendiri," Rani berjalan cepat mendahului mereka, tapi mereka tetap mengikuti Rani.

"Pergilah," usir Rani. "Jangan mengikutiku,"

"Maaf, tapi jika Anda berniat kabur, kami terpaksa membawa Anda dengan paksa,"

Rani menghentikan langkahnya. Dua lelaki itu sama sekali bukan tandingannya. Mereka akan dengan mudah menangkap Rani.

"Baik," Rani menghela napas panjang. "Tunjukkan jalannya,"

Rani dibimbing kedua bodyguard itu keluar dari hotel. Sebuah mobil mewah sudah menunggu di sana. Juna menyambut kedatangan Rani dengan wajah kesal.

"Lambat," gerutunya. "Aku tidak suka membuang-buang waktu,"

Rani menghela napas panjang. Tidak suka membuang-buang waktu untuk membunnuhnya kah?

"Cepat masuk!" bentak Juna. "Apa kamu mau ditemmbak?"

Rani tidak tahu mana yang lebih baik. Ditembbak sekarang di depan banyak orang atau dihabissi diam-diam saat tak ada orang. Rani membuka pintu mobil, ia berniat menunda kemmatiannya sedikit lebih lama.

Juna langsung melajukan mobilnya dengan cepat bahkan sebelum Rani selesai memakai seat beltnya.

Brumm!

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

kenapa kata "menembak" pakai 2 huruf "m" dan kata "dada" juga menjadi "dadda"? mohon author tidak membuat kata2 baru yg nantinya merusak bahasa Indonesia 🙏

2025-01-11

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

thour buat Juna bucin sm Rani biar nyesel kalau Rani ngk ngerespon 😎

2024-12-27

0

Eti Alifa

Eti Alifa

bencinya q sama juna persis sprti benciku pd sahil di awal2😬

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 1. Orang-orang Yang Ditinggalkan
2 2. Lamaran dari Kakak Ipar
3 3. Malam Pertama
4 4. (REVISI) Menunda Kematian
5 5. (REVISI) Bulan Madu
6 6. (REVISI) Tolong Saya!
7 7. (REVISI) Dimana Rumahmu?
8 8. (REVISI) Bisakah Aku Bertahan?
9 9. (REVISI) Ke Rumah Mertua
10 10. (REVISI) Bisa Gila!
11 11. (REVISI) Tante-Tante Sosialita
12 12. (REVISI) Menantu Manja
13 13. (REVISI) Salah Paham
14 14. (REVISI) Aku Ingin Cerai
15 15. (REVISI) Mama!
16 16. (REVISI) Pengasuh Untuk Ruby
17 17. (REVISI) Tak Dianggap
18 18. (REVISI) Rebut Saja Suamiku
19 19. (REVISI) Wanita Ular
20 20. (REVISI) Aku Bukan Pembantu!
21 Pengumuman Penting!
22 21. (REVISI) Aku Istrimu!
23 22. (REVISI) Jangan Kembali Lagi
24 23. (REVISI) Separuh Ingatan Rani
25 24. (REVISI) Kamu Harus Hamil!
26 25. (REVISI) Aku Mencintaimu
27 26. (REVISI) Kamu Yang Menggodaku!
28 27. (REVISI) Kenangan Ratih
29 28.(REVISI) Guru Privat Untuk Ruby
30 29. (REVISI) Papa Nggak Ganteng!
31 30. (REVISI) Ada Hubungan Apa?
32 31. (REVISI) Teman Baru
33 32. (REVISI) Wibawa Seorang Istri
34 33. (REVISI) Kabur Dari Bodyguard
35 34. (REVISI) Pergi Ke TKP
36 35. CCTV
37 36. Ulang Tahun Lily dan Amplop Misterius
38 37. Fakta Mencengangkan
39 38. Ayah Kandung
40 39. Kamu Melindungi Siapa?
41 40. Kabur?
42 41. Hasil Diagnosa
43 42. Donor
44 43. Terkuak
45 44. Egois
46 45. Kabar Baik dan Kabar Buruk
47 46. Aku Tidak Minta Dilahirkan
48 47. Jalan-jalan
49 48. Bobok Bareng?
50 49. Perpisahan
51 50. Aku Mengharapkan Hatimu
52 51. Hancur
53 52. Bahagiakan Dirimu Sendiri
54 53. Pergi
55 54. Sang Pewaris
56 55. Terpuruk
57 56. Tetaplah Bertahan Hidup
58 57. Terimakasih
59 58. Apa Kamu Mencintainya?
60 59. Aku Tidak Mencintainya
61 60. Hotel Horizon
62 61. Dua Puluh Lima Milyar
63 62. Mengabulkan Keinginanmu
64 63. Cemburu
65 64. Janji Makan Malam
66 65. Nyonya dan Tuan Muda Simpanan
67 66. Mencuri Hati Mr Kim
68 67. Aku Lebih Percaya Istriku
69 68. Kencan Pertama
70 69. Dendam
71 70. Mencari Rani
72 71. Rani Ditemukan
73 72. Pengakuan Lily
74 73. Apa Kamu Mau Bercerai?
75 74. Sebuah Pernyataan Cinta
76 75. Rumah Kita
77 76. Cuma 'Pegangan Tangan'
78 77. Sayang
79 78. Will You Marry Me Again?
80 79. Masa Depan Kita
81 80. Happy Graduation
82 81. Ruby Kembali
83 82. Ruby Mau Punya Adik!
84 83. Melahirkan Anak Kembar
85 84. Episode Spesial (1)
86 Novel Baru
Episodes

Updated 86 Episodes

1
1. Orang-orang Yang Ditinggalkan
2
2. Lamaran dari Kakak Ipar
3
3. Malam Pertama
4
4. (REVISI) Menunda Kematian
5
5. (REVISI) Bulan Madu
6
6. (REVISI) Tolong Saya!
7
7. (REVISI) Dimana Rumahmu?
8
8. (REVISI) Bisakah Aku Bertahan?
9
9. (REVISI) Ke Rumah Mertua
10
10. (REVISI) Bisa Gila!
11
11. (REVISI) Tante-Tante Sosialita
12
12. (REVISI) Menantu Manja
13
13. (REVISI) Salah Paham
14
14. (REVISI) Aku Ingin Cerai
15
15. (REVISI) Mama!
16
16. (REVISI) Pengasuh Untuk Ruby
17
17. (REVISI) Tak Dianggap
18
18. (REVISI) Rebut Saja Suamiku
19
19. (REVISI) Wanita Ular
20
20. (REVISI) Aku Bukan Pembantu!
21
Pengumuman Penting!
22
21. (REVISI) Aku Istrimu!
23
22. (REVISI) Jangan Kembali Lagi
24
23. (REVISI) Separuh Ingatan Rani
25
24. (REVISI) Kamu Harus Hamil!
26
25. (REVISI) Aku Mencintaimu
27
26. (REVISI) Kamu Yang Menggodaku!
28
27. (REVISI) Kenangan Ratih
29
28.(REVISI) Guru Privat Untuk Ruby
30
29. (REVISI) Papa Nggak Ganteng!
31
30. (REVISI) Ada Hubungan Apa?
32
31. (REVISI) Teman Baru
33
32. (REVISI) Wibawa Seorang Istri
34
33. (REVISI) Kabur Dari Bodyguard
35
34. (REVISI) Pergi Ke TKP
36
35. CCTV
37
36. Ulang Tahun Lily dan Amplop Misterius
38
37. Fakta Mencengangkan
39
38. Ayah Kandung
40
39. Kamu Melindungi Siapa?
41
40. Kabur?
42
41. Hasil Diagnosa
43
42. Donor
44
43. Terkuak
45
44. Egois
46
45. Kabar Baik dan Kabar Buruk
47
46. Aku Tidak Minta Dilahirkan
48
47. Jalan-jalan
49
48. Bobok Bareng?
50
49. Perpisahan
51
50. Aku Mengharapkan Hatimu
52
51. Hancur
53
52. Bahagiakan Dirimu Sendiri
54
53. Pergi
55
54. Sang Pewaris
56
55. Terpuruk
57
56. Tetaplah Bertahan Hidup
58
57. Terimakasih
59
58. Apa Kamu Mencintainya?
60
59. Aku Tidak Mencintainya
61
60. Hotel Horizon
62
61. Dua Puluh Lima Milyar
63
62. Mengabulkan Keinginanmu
64
63. Cemburu
65
64. Janji Makan Malam
66
65. Nyonya dan Tuan Muda Simpanan
67
66. Mencuri Hati Mr Kim
68
67. Aku Lebih Percaya Istriku
69
68. Kencan Pertama
70
69. Dendam
71
70. Mencari Rani
72
71. Rani Ditemukan
73
72. Pengakuan Lily
74
73. Apa Kamu Mau Bercerai?
75
74. Sebuah Pernyataan Cinta
76
75. Rumah Kita
77
76. Cuma 'Pegangan Tangan'
78
77. Sayang
79
78. Will You Marry Me Again?
80
79. Masa Depan Kita
81
80. Happy Graduation
82
81. Ruby Kembali
83
82. Ruby Mau Punya Adik!
84
83. Melahirkan Anak Kembar
85
84. Episode Spesial (1)
86
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!