Vol 1 Chapter 14 - Duel (3)

Duel berlangsung dengan sengit. Sengit dalam artian, pihak pertama melemparkan sihirnya bertubi-tubi sedangkan pihak kedua bertahan sekuat tenaga. Penonton di tribun mungkin berpikiran seperti itu. Tapi, dalam pandanganku yang terlihat malah sebaliknya. Si devil yang merasuki tubuhku kewalahan ingin menembus pertahanan Luna–yang terlihat cukup santai menangani serangan yang datang.

Sihir tingkat rendah dihindarinya dengan sedikit gerakan.

Sihir tingkat menengah ditahan oleh tameng sihir berpola tempurung kura-kura yang kokoh.

Sedangkan, sihir tingkat tinggi dengan mudahnya dibelah dua oleh pedangnya.

Tidak ada celah pada pertahanan Gadis penyihir nomor satu. Terlebih lagi, aku hampir mencapai batasnya. Mau se-ahli apa pun tingkat sihir yang dikendalikan oleh si devil. Tetap saja tubuh yang digunakan adalah tubuhku. Level ether-ku tidak bisa menyaingi Luna yang berada di level yang lebih atas.

"Cih, sepertinya tubuh ini hampir mencapai batasnya," gumam si pengendali dengan mulutku, dia juga menyadari bahwa manaku tinggal seperempat dari total awal, "I must stop, sebelum tubuh ini rusak akibat kehabisan ether."

'Yes! Akhirnya! Aku bisa bebas!' batinku kegirangan dalam hati. Aku juga mengerti akibat berbahaya jika seseorang kehabisan ether. Kekhawatiranku berkurang mendengar itu.

"Still, as expected, the news I received is really true. So, it's true the princess had killed him, ... , one of us, the devil lords" gumam si devil berlanjut. Dia juga menghentikan serangannya.

Aku mengambil nafas tajam–nafas palsu pastinya, karena tubuhku masih dikendalikan. Berkat level bahasa asing yang lumayan, aku bisa memahami gumaman si devil, kecuali bagian yang tidak jelas yang aku tebak merupakan nama sang devil yang dibunuh oleh Luna.

"How boring," sahut Luna lepas selesainya serangan beruntun. Wajahnya berkerut bosan. "Aku kecewa. Meski dengan tubuh pinjaman rekanmu yang kau sebut rendahan itu menunjukkan lebih perlawanan. Apa cuman segini kekuatan Devil bangsawan?" Luna mulai memprovokasi.

"Wah, Putri," balas devil dengan nada geram. Provokasi Luna menyinggungnya, "Aku rela jika kau membandingkanku dengan dirimu yang overpower. Tapi, kalimat barusan aku tidak bisa menerimanya. Kumohon tarik kembali kalimat Anda."

"So? Kalian para devil sama di mataku," timpal Luna tak peduli.

"Baiklah kalau begitu, awalnya aku berniat untuk menyudahkan pertarungan karena tubuh kakak Anda ini telah mencapai batasnya. Tapi, jika Putri bersikeras tidak ingin menarik kembali kalimat barusan, I will give my all!"

Sebelum aku sempat protes, ether melonjak di sekitar tubuhku. Fenomena kunang-kunang kembali terlihat. Kali ini berwarna hitam pekat. Tidak seperti biasanya, mereka bergetar hebat. Seolah mereka tidak kuat menampung banyaknya ether yang keluar.

Mantra dirapalkan. Kunang-kunang berkumpul di tongkat sihirku, membentuk sebuah pedang. Pedang ether berwarna gelap pekat.

Mantra kembali dirapalkan. Sisa kunang-kunang masuk ke dalam tubuhku. Menyelimuti seluruh tubuh.

Tanpa aba-aba, tubuhku bergerak. Berlari dengan kecepatan yang menipu mata. Lurus menuju Luna.

BLAR!!!

Bukan suara benturan besi yang menggelegar saat dua pedang bertemu, melainkan ledakan antara dua ether yang berbeda bergema di lapangan latihan. Percikan ether hitam-putih muncul akibatnya. Luna dengan mudah menangkis serangan tiba-tiba dari si devil.

"Nice, ini yang aku tunggu sejak tadi." Luna menyeringai lebar. Pedangnya bergerak menepis pedang lawan ke samping. Tubuhku melanjutkan serangan, melemparkan tendangan berputar. Luna lagi-lagi dengan mudah menangkalnya dengan tangan lalu membalasnya dengan sabetan pedang.

Si devil mundur, menghindar sekaligus berusaha mengambil jeda. Tapi, Luna tidak membiarkannya, dia mengejar. Kecepatan yang ia tunjukkan melebihi yang tubuhku tunjukkan sebelumnya. Ujung pedang Luna siap menusuk.

Jika bisa, aku ingin menutup mata karena ngeri. Runcing pedang Luna meleset beberapa sentimeter dari kepala. Si devil berhasil menghindar di akhir detik. Sayangnya, serangan Luna tidak berakhir di situ. Sabetan-sabetan selanjutnya menyusul. Masing-masing berhasil ditepis atau dihindari oleh devil dengan jarak tipis. Melihat semua ini bak berada dalam adegan aksi virtual reality. Bedanya, tubuh sendiri yang jadi taruhannya.

Susah payah, si devil berusaha mengatur jarak dengan memberikan serangan balik. Tentunya, Luna tidak mengalah. Terus menekan si devil. Keadaan berbalik dari awal. Hingga akhirnya, si devil mengeluarkan aksi nekatnya, dia mengeluarkan sihir tingkat tinggi tipe ledakan dengan jarak yang sangat dekat.

BOOM!

Ledakan menelan kami berdua. Sesaat sebelum ledakan terjadi, si devil sempat mengeluarkan sihir pertahanan sehingga tubuhku tidak terluka.

Asap ledakan mereda. Mengesankan sekali melihat Luna keluar tetap tanpa luka. Terlihat sebuah lapisan mana melindungi kulitnya dari ledakan. Cepat sekali aktivasi sihir mereka. Dalam kecepatan bertarung yang sebegitu cepatnya mereka masih sempat untuk menggunakan sihir dengan tepat.

Akibat dari ledakan itu, si devil berhasil mengambil jeda. Namun, jelas sudah bahwa dia dalam posisi kalah. Si devil tidak bisa mengungguli Luna dengan tubuh milikku. Tubuhku terengah kelelahan. Untuk berkata saja susah.

"Lumayan," komentar Luna, sambil membersihkan debu di pundak, "tapi kau perlu tubuh aslimu untuk menyeimbangiku."

Luna lanjut memasang kuda-kuda, mana putih transparan memancar dari tubuhnya. "Time to end this!" serunya lantang.

Cahaya putih melesat menuju arahku. Menyilaukan seisi lapangan. Tanpa kusadari, Luna telah menghunjamkan pedangnya tepat di hatiku. Kontrol tubuhku kembali. Kelima indraku kembali bekerja. Namun, tak ada rasa sakit yang kurasakan.

Dan seketika Luna menyabut pedangnya. Seperti layar yang mati, kesadaranku menghilang begitu saja.

...___...

Episodes
1 Prolouge Vol 1 - Ujian hidup awal mula dirimu
2 Vol 1 Chapter 1 - Adakah Kakak yang teringgal jauh dari Adiknya?
3 Vol 1 Chapter 2 - "I'm Vtuber, So What?"
4 Vol 1 Chapter 3 - Asosiasi Sihir
5 Vol 1 Chapter 4 - Waking up in another world? Surely not, right?
6 Vol 1 Chapter 4.5 - Dibalik Sebuah Kejadian
7 Vol 1 Chapter 5 - Belajar sihir yuk!
8 Vol 1 Chapter 6 - Collab Streaming
9 Vol 1 Chapter 7 - Belajar sihir yuk!! (2)
10 Vol 1 Chapter 8 - Belajar sihir yuk!!! (3)
11 Vol 1 Chapter 9 - Ranking
12 Vol 1 Chapter 9.5 - Pertemuan Mereka
13 Vol 1 Chapter 10 - Jangan menilai buku dari sampulnya! (1)
14 Vol 1 Chapter 11 - Jangan menilai buku dari sampulnya! (2)
15 Vol 1 Chapter 12 - Duel (1)
16 Vol 1 Chapter 13 - Duel (2)
17 Vol 1 Chapter 14 - Duel (3)
18 Vol 1 Chapter 15 - Indeed, I'm in another world
19 Vol 1 Chapter 15.5 - Aftermath
20 Epliouge Vol 1 - Zen Ashen (1)
21 Epliouge Vol 1 - Zen Ashen (2)
22 Prolouge Vol 2 - Perjalan hidupmu dimulai saat kamu membuka mata
23 Vol 2 Chapter 1 - A Challenge
24 Vol 2 Chapter 2 - The journey begin
25 Vol 2 Chapter 3 - Krisis Dadakan
26 Vol 2 Chapter 3.5 - Pertanda
27 Arc 2 Chapter 4 - Pak Pamungkas
28 Vol 2 Chapter 5 - Perkakas Sihir
29 Vol 2 Chapter 6 - Menu Spesial Kamp Hunter
30 Vol 2 Chapter 7 - Sihir itu teknologi
31 Vol 2 Chapter 8 - Chilhood Friends
32 Vol 2 Chapter 9 - An Invisible hand
33 Vol 2 Chapter 9.5 - Pertanda (2)
34 Vol 2 Chapter 10 - Latihan
35 Vol 2 Chapter 11 - How many points do you want?
36 Vol 2 Chapter 12 - Latihan (2)
37 Vol 2 Chapter 13 - Rumor
38 Vol 2 Chapter 14 - Misi (1)
39 Vol 2 Chapter 15 - Hunter Tameng Perak
40 Vol 2 Chapter 16 - The Power of Mom!
41 Vol 2 Chapter 16.5
42 Vol 2 Chapter 17 - Latihan (2)
43 Vol 2 Chapter 18 - The One Behind The Mysterious Hand
44 Vol 2 Chapter 19 - The Importance of Health
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Prolouge Vol 1 - Ujian hidup awal mula dirimu
2
Vol 1 Chapter 1 - Adakah Kakak yang teringgal jauh dari Adiknya?
3
Vol 1 Chapter 2 - "I'm Vtuber, So What?"
4
Vol 1 Chapter 3 - Asosiasi Sihir
5
Vol 1 Chapter 4 - Waking up in another world? Surely not, right?
6
Vol 1 Chapter 4.5 - Dibalik Sebuah Kejadian
7
Vol 1 Chapter 5 - Belajar sihir yuk!
8
Vol 1 Chapter 6 - Collab Streaming
9
Vol 1 Chapter 7 - Belajar sihir yuk!! (2)
10
Vol 1 Chapter 8 - Belajar sihir yuk!!! (3)
11
Vol 1 Chapter 9 - Ranking
12
Vol 1 Chapter 9.5 - Pertemuan Mereka
13
Vol 1 Chapter 10 - Jangan menilai buku dari sampulnya! (1)
14
Vol 1 Chapter 11 - Jangan menilai buku dari sampulnya! (2)
15
Vol 1 Chapter 12 - Duel (1)
16
Vol 1 Chapter 13 - Duel (2)
17
Vol 1 Chapter 14 - Duel (3)
18
Vol 1 Chapter 15 - Indeed, I'm in another world
19
Vol 1 Chapter 15.5 - Aftermath
20
Epliouge Vol 1 - Zen Ashen (1)
21
Epliouge Vol 1 - Zen Ashen (2)
22
Prolouge Vol 2 - Perjalan hidupmu dimulai saat kamu membuka mata
23
Vol 2 Chapter 1 - A Challenge
24
Vol 2 Chapter 2 - The journey begin
25
Vol 2 Chapter 3 - Krisis Dadakan
26
Vol 2 Chapter 3.5 - Pertanda
27
Arc 2 Chapter 4 - Pak Pamungkas
28
Vol 2 Chapter 5 - Perkakas Sihir
29
Vol 2 Chapter 6 - Menu Spesial Kamp Hunter
30
Vol 2 Chapter 7 - Sihir itu teknologi
31
Vol 2 Chapter 8 - Chilhood Friends
32
Vol 2 Chapter 9 - An Invisible hand
33
Vol 2 Chapter 9.5 - Pertanda (2)
34
Vol 2 Chapter 10 - Latihan
35
Vol 2 Chapter 11 - How many points do you want?
36
Vol 2 Chapter 12 - Latihan (2)
37
Vol 2 Chapter 13 - Rumor
38
Vol 2 Chapter 14 - Misi (1)
39
Vol 2 Chapter 15 - Hunter Tameng Perak
40
Vol 2 Chapter 16 - The Power of Mom!
41
Vol 2 Chapter 16.5
42
Vol 2 Chapter 17 - Latihan (2)
43
Vol 2 Chapter 18 - The One Behind The Mysterious Hand
44
Vol 2 Chapter 19 - The Importance of Health

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!