“Wahai Air! Datang dan berkumpul! Water Ball!”
Rune muncul, berputar, lalu menghilang. Sebagai gantinya gumpalan air terbuat dari mana melayang satu meter di depanku. Dengan kekuatan insting aku menahan bentuknya. Menahan dengan kontrol manaku supaya tetap berbentuk bola. Rasanya seperti membuat bola mainan dari tanah liat yang sangat lembek. Tapi, sepertinya usahaku masih belum cukup, seperti sebuah balon yang kelebihan udara, bal–bola air itu meletus. Cipratan airnya membasahi sebagian bajuku.
"Yah, basah lagi deh…" keluhku sambil menghitung jumlah bajuku yang kebasahan. "Andai saja aku punya sihir anti air itu, gak perlu sampai kerepotan basah-basahan seperti ini." Sayangnya sihir anti air itu termasuk sihir tingkat menengah dan aku belum bisa mengkasesnya di platform sihir E-magic.
Saat ini, aku sedang berlatih sihir di bawah pohon rindang di kebun depan rumah. Tempat di mana Luna pertama kali menunjukkan sihirnya kepadaku. Dari sekian banyak sihir yang aku pelajari selama seminggu ini, sihir bola air merupakan sihir yang paling ujung akhir dalam daftar sihir pemula yang aku kuasai. Tidak ada masalah saat aku merapalkan sihirnya. Yang membuatku kesusahan yaitu mengontrol bola air setelah sihir berhasil dikeluarkan. Mengendalikan bentuk bola gumpalan air terbukti susah untukku. Mungkin saja bakatku bukan di sihir air, karena tidak ada masalah saat aku mengontrol sihir-sihir lainnya. Aku dapat menerbangkan beberapa helai daun dengan sihir angin, atau menyusun balok-balok dengan sihir tanah. Entah mengapa, cairan tidak tunduk dalam kuasaku.
Masalahnya lagi, aku sekarang stuck dalam perkembangan level ether-ku. Setelah susah payah menaikkan level ether-ku dengan dua kali lipat latihan, aku berhasil mencapai level 25. Tapi kemudian, dua hari berlalu tanpa adanya perubahan apa pun dalam level ether-ku. Rasanya seperti ada sebuah tembok yang menghalangiku. Butuh sebuah aksi besar untuk menghancurkan tembok tersebut. Sayangnya, aku tidak tahu aksi apa yang harus aku lakukan.
Untuk menaikkan level ether, latihan yang dilakukan adalah dengan membiasakan diri merapalkan sihir. Tubuh akan menyerap sihir dari luar lebih cepat ketika ada kekurangan ether dalam tubuh dan otomatis memperluas gerbang ether dan mempercepat adaptasi tubuh terhadap ether, menaikkan level ether dalam prosesnya. Apakah aksi yang harus kulakukan ada hubungannya dengan latihanku aku tidak menahu. Besok, jika masih saja tak ada perkembangan, aku akan kembali ke Guild untuk berkonsultasi dengan Mbak resepsionis itu, sekaligus mengecek sampai manakah perkembanganku.
Untungnya, masih ada hal positif yang bisa diambil dari latihanku. Setelah mencoba berpuluh-puluh sihir pemula yang berada dalam Buku sihir elektronik, aku menyadari bahwa rangkaian aktivasi sihir yang sukses tidak hanya berhenti saat aku berhasil merapalkannya. Mengontrol sihir yang telah aku keluarkan juga termasuk dalam rangkaian tersebut. Seberapa banyak kekuatan yang aku inginkan saat menggunakan sihir penguat tubuh, arah angin ketika menggunakan sihir angin, tingkat suhu dalam sihir api, dan masih banyak contoh yang lainnya.
Sihir yang berhasil adalah sihir yang dapat aku gunakan sesukaku. Seperti sihir jarum air yang ditunjukkan Luna atau sihir angin yang dipanggil oleh Mbak Katrin. Mereka berdua leluasa bermain dengan sihir mereka. Maka dari itu, untuk sementara aku memutuskan menaikkan level kontrolku daripada pusing memikirkan tembok penghalang itu.
“Yosh…!!! Let’s do this! Hari ini sihir bola air harus aku kuasai!” Aku mengepalkan tinju ke atas. Tongkat sihir di genggaman. Mak Mias yang datang ke rumah untuk bersih-bersih rutinan menatapku dengan tatapan aneh melihat tingkahku.
...___...
“AAAAHHHHH!!!”
[Oi, Zen! Jangan tiba-tiba teriak gitu dong.]
[Budek nih telinga.]
[Iya tuh, ingat lu masih streaming.]
“Ah, maaf-maaf. Lagi melepas frustrasi nih.”
[Kasus macam apa lagi kali ini?]
[Diputusin oleh si Mex paling.]
[Ohh… Pantesan malam ini dia solo-streaming.]
[Hayo… siapa selingkuhannya?]
“Oi!!! Sejak kapan aku dan Mex jadian, Hah?! Kami berdua laki-laki tau! Kami cuman kawan streaming! Lagian, bukan itu sumber frustrasiku.”
[Terus apa? Lose streak dalam game?]
[Gacha-nya ampas paling.]
[Aku tebak, dia habis nonton film dengan bad-ending.]
“Bukan-bukan, kali ini aku cuman frustrasi gara-gara ada satu sihir yang gak bisa aku kuasai.”
[Sihir? Lu masih melanjutkannya, Zen?]
[Sudah tak tinggal sejak lama itu.]
[Sihirnya sih seru, tapi latihannya berat.]
“Well, memang sih latihannya berat. Tapi, aku sudah ada janji dengan Mex untuk bertemu di kota sihir. Jadi, aku ingin berusaha sekuat tenaga.”
[Ohhh…]
[Wew…]
[Good luck with that.]
[So, sihir apa yang nggak bisa kamu kuasai?]
[Sihir tingkat tinggi, kah?]
“Ugh… bukan. Yang aku pusingkan cuma sihir pemula. Sihir bola air.]
[Pfffft…]
[Pfffttt…]
[Lol.]
“Hei! Kenapa malah tertawa. Aku serius ini, entah kenapa setiap kali aku memakai sihir itu, aku hanya bisa menahannya bentuknya selama sepuluh detik sebelum pecah. Basah semua bajuku jadinya.]
[Bwahahaha]
[Wkwkwkwk]
[Lolol]
[Wahahaha, ngakak aku dengarnya.]
[Adik Gue saja bisa membentuk sepuluh ikan dengan sihir itu.]
[Aduh Zen, aduh Zen, kasihan sekali kau ini.]
“Mau bagaimana lagi, aku kan masih pemula di bidang sihir. Satu-dua kesulitan ya mohon dimaklumi dong…”
[Oke-oke, alasan diterima.]
[Tenang Zen, tenang. Ngak usah cemberut. Kita saja sudah banyak yang menyerah. Cukup hebat kamu bisa bertahan hingga sekarang.]
[Yep, usahamu perlu diapresiasi.]
[Betul, betul, betul.]
“Terima kasih atas dukungannya kalian. Tapi, tetap saja aku bingung kenapa cuman sihir air yang susah aku kendalikan sedangkan yang lain tidak.”
[Hmmm…]
[Hmm… Ada yang tahu kenapa?]
[Sepertinya tidak.]
[Coba tanya si Mex, mungkin dia tahu.]
“Sepertinya aku sedikit salah bertanya kepada kalian. Ya sudah lupakan saja, besok akan aku tanyakan kepada yang ahli. Untuk sekarang mari kita lan–”
[Aku tidak tahu kenapa, tapi aku bisa menunjukkan kepadamu di mana untuk mencari solusinya.]
“Oh, ya? Dimana? Platform sihir?”
[Bukan, ada buku sihir dengan nama ‘Devil Guide’. Coba kamu searching di Google tentang buku itu.]
[Ah… buku sus itu…]
“Buku sus?”
[Well, lihat saja dari namanya, How suspicious, right?]
[Yep, sangat mencurigakan.]
“Iya sih, namanya memang mencurigakan. Tapi aku juga pernah mendengarnya dari orang yang dekat kepadaku. Dan aku juga pernah melihat sihir dari buku itu dirapalkan. Sampai saat ini tidak ada masalah. Orang yang menggunakan sihir itu juga baik-baik saja.”
[Yah, itu sih terserah kamu sendiri bagaimana untuk menanggapi buku itu.]
[Oh, tapi denger-denger buku itu bisa membuat level mana melesat dengan cepat.]
“Benarkah?! Aku juga sedang mengalami kebuntuan di level manaku. Jadi, kalau buku itu juga bisa menyelesaikan masalah kebuntuan ini, that’s killing two bird with one stone. Dimana temanmu mendapatkan buku itu?”
[Dia membelinya online, ketik saja judul bukunya di Google.]
[Oh, Zen, kalau kamu memang benar ingin membelinya, aku sarankan kamu berhati-hati dalam menggunakan buku itu.]
“Okee, akan aku coba mencarinya nanti. Untuk sekarang, mari kita lanjutkan streaming seperti biasanya. Waktunya melepas frustasi, game apa yang harus aku mainkan malam ini? Game on!”
...___...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments