Sekarang giliran Juan Hadinata melawan James dari Gunung Mer. Keduanya telah bersiap di atas arena. Juan Hadinata memiliki postur tinggi. Dilatih sendiri oleh guru beladiri keluarga Hadinata.
Sedangkan James, tentu saja mendapat pelatihan dari Gunung Mer. Keduanya berbakat dalam srni beladiri.
Jian tampak sudah maju, demikian juga dengan James. Tinju Juan yang besar meluncur deras ke arah James. James menghindar dengan cepat sembari melepas pukulan ke kepala Juan. Juan menyadari pukulan lawan memiliki kekuatan penuh. Lalu menepisnya. Pukulan keduanya tidak ada yang mengena.
James yang berada di samping kanan Juan segera melancarakan tendangan ke arah perut Juan. Mau tak mau Juan harus menggulingkan tubuh nya. Dalam keadaan telentang, Juan menendang kaki James, namun James menarik kakinya. Juan segera berdiri dan langsung melancarakan serangan berikutnya.
Keduanya saling beradu serangan. Namun tak ada satupun serangan yang mengenai sasaran. Keduanya sama kuat. Pertarungan yang seimbang.
James sebagai murid Gunung Mer tentu saja tidak ingin kalah dari Juan. Detik berikutnya, James seperti sedang mengerahkan tenaga dalam. Kedua tangan diangkat, perintah otak menginginkan tenaga terpusat di kedua telapak tangan.
Juan melihatnya, dan dia melakukan hal yang sama. Lawan menginginkan keduanya beradu kekuatan. Keduanya langsung bergerak maju. Kedua tangan digunakan untuk menyerang lawan. Dan...
"Brak!"
Dua kekuatan beradu. Keduanya terpental keluar arena. Orang fi pinggir arena mengangkat bendera. Tidak ada pemenang.
Setelah pembawa acara mengumumkan bahwa keduanya gugur, kini giliran Lung dan Wang Feng yang saling berhadapan. Terlihat perbedaan usia yang cukup jauh. Lung berusia sekitar lima puluh tahun, sedangkan Wang Feng sekitar dua puluhan.
Wang Feng walaupun muda, namun badanya besar. Dia merupakan atlet tinju yang beberapa kali menjadi juara di Provinsi Selatan. Walaupun begitu, Wang Feng juga pandai beladiri lainnya. Dia juga belajar memanah, melempar pisau dan menunggang kuda.
Lung, dia adalah veteran Tentara Khusus, bawahan dari David dan Anton yang yang hebat. Bersama Ester, kini mereka dibayar mahal oleh Diana Resort sebagai penanggung jawab utama keamanan Diana Resort.
Keikutsertaannya pada ajang kompetisi ini juga sudah melalui izin dari Presiden Diana Resort, yaitu Cintya. Lung ingin menjajaki beberapa ahli beladiri muda, dia ingin merekrut beberapa jika itu memungkinkan.
"Orang Tua, apakah kamu sudah siap?" Tanya Wang Feng.
Lung tersenyum saja mendengar pertanyaan Wang Feng. Tangannya melambai-lambai memberi kode agar Wang Feng maju.
Wang Feng yang emosian, terlihat tidak senang dengan Lung yang ia anggap meremehkannya.
Lung terus saja tersenyum. Wang Feng mulai maju dengan teknik tinjunya yang mematikan. Sedangkan Lung juga mulai maju. Gerakannya datar saja seperti orang berjalan.
Keduannya akhirnya bertemu di tengah arena. Wang Feng langsung melepaskan pukulan-pukulan tinju ke arah Lung. Lung selalu bisa menghindari pukulan Wang Feng. Berkali kali Wang Feng ingin menyarangkan tinju ke bagian kepala dan perut serta rusuk Lung, namun Lung berhasil menghindarinya.
Lung mengelak, berkelit san mundur membuat Wang Feng menjadi putus asa. Kini Wang mulai menggunakan kakinya juga untuk menyerang. Namun sama saja, berbaga serangan Wang Feng masih belum bisa mengenai tubuh Lung.
"Bukankah angin tidak salah? Kenapa kamu memukulnya?" Ucap Lung dan itu membuat Wang Feng benar-benar sangat marah. Kini serangan Wang Feng tidak beraturan dan asal-asalan.
Lung tahu ini kesempatannya untuk mengakhiri pertarungan. Lung tiba-tiba mundur beberapa langkah, lalu dia maju kembali dengan melompat-lompat, setelah dekat dengan Wang Feng, Lung berhenti dan menghadap ke kiri, lalu kaki kanan dia gunakan untuk menendang ke samping dengan cepat.
Wang Feng terkejut dengan serangan mendadak ini. Terpaksa dia menggunakan kedua tangan untuk menahan serangan ke kepalanya. Akibatnya Wang Feng terseret mundur dsn hampir keluar dari arena.
Wang Feng tidak waspada, rupanya Lung tidak sampai di situ, tanpa di duga, Lung sudah berada di hadapannya dan melayangkan tinjunya ke arah Wang Feng. Wang Feng yang masih tidak menyangka akhirnya mundur satu langkah untuk menghindari tinju Lung. Pada saat itulah baru disadarinya bahwa dia jatuh keluar dari arena.
Wang Feng sangat kecewa dengan dirinya sendiri. Lung tersenyum pada Wang Feng.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Ayay Nya Yuda
emosi hanya akan membuat mu kehilangan kendali
2024-12-25
0
Ymmers
emosian….
2024-01-05
2
IndraAsya
next 😘💪
2024-01-03
2