"Nona, jangan emosi, atau Anda akan didiskualifikasi karena bertindak tidak sesuai aturan." Bisik asisten.
"Huh!" Nona Grup Merpati mendengus. Dia pun kini harus meredam amarahnya. Walaupun dia tidak akan didiskualifikasi karena bertindak di luar aturan, tapi itu akan mempermalukan Ayahnya.
"Tunggu saat di arena nanti!" Teriaknya pada Gadis bercaping. Dara tidak menanggapi.
"Nona, sebenarnya gadis itu sangat terobsesi untuk menang. Jadi berhati-hatilah!" Bisik Lung pada Dara.
"Aku tahu!" Jawab Dara. Walaupun dia mengenal nama dan wajah Lung, namun dia tidak ingin bertindak untuk mengingatkan. Karena itu akan memakan waktu.
Sementara penyelenggara sudah memanggil para asisten untuk melihat langsung memutar undian. Nama yang muncul, itulah yang akan menjadi lawan peserta yang diwakilinya.
Hanya beberapa menit, mereka sudah kembali. "Baik! Hasil undian oleh para asisten sudah keluar. Akan segera diumumkan!"
"Pertama sekali, Gadis bercaping akan berhadapan dengan Tuan Wildan. Kedua peserta dipersilahkan naik ke arena!" Ucap pembawa acara.
Wildan dari perguruan Cakar Elang segera berlari ke panggung. Sementara Dara hanya berjalan biasa saja.
"Pertandingan dinyatakan selesai apabila salah satu lawan keluar dari arena atau jatuh dan tidak bisa bangun lagi." Kata pembawa acara. Fi pinggir arena terlihat seorang yang memegah bendera kecil berwarna putih. Apabila dia mengangkat bendera artinya salah satu peserta dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
"Silahkan memulai!"
Wildan kemudian mulai bergerak. Dia bergerak kesana-kemari. Tangannya terbuka dan membentuk cakar yang kuat. Sementara Dara tidak bergerak. Dia malah melipat tangan di dada. Ini membuat Wildan tersulut emosinya.
Wildan sudah maju dan siap menyerang. Dara masih belum bergerak. Toni langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia pun ngomel-ngomel karena mengira Dara cuma bermain-main. Padahal lawan sudah bergerak mendekatinya.
Berbeda dengan Herry, melihat Dara sangat tenang, tentu saja Dara sudah tahu kekuatan lawannya. "Harusnya dia sekuat Nona Diana atau Tuan Galang." Gumamnya.
"Ini adalah jurus Cakar Elang yang terkenal itu. Bahkan kulit kerbau pun bisa robek oleh cakar pemuda itu. Bagaimana Gadis Bercaping itu meremehkannya?" Ucap seorang penonton tak jauh dari Toni duduk. Tentu saja Toni makin khawatir.
"Benar, aku dengar, para suhu di Perguruan Cakar Elang adalah para grandmaster tak terkalahkan. Tapi memang tak sebanding jika dibandingkan dengan Perguruan Paser Kilat. Guru Galuh bahkan adalah seorang Jenderal dari Istana Naga. Tapi, tetap saja, Jurus Cakar Naga adalah termasuk yang tidak sembarangan." Sahut lainnya.
"Aku mengira ini adalah kompetisi beladiri biasa. Kalau tahi begini, aku tidak akan mengizinkan Dara untuk ikut. Walaupun dia kuat, bagaimana jika dia tidak mampu menghadapi pemuda itu?" Toni menyesali tindakannya. Namun ini sudah terlanjur, jadi dia tidak bisa mundur.
Wildan terus bergerak, dia sudah mempersiapkan serangan mematikan pada Dara. Dara masih diam menunggu serangan dari Wildan.
Wildan maju dengan cepat. Tak disangka, dia melompat tinggi, setelah itu menukik tajan ke arah Dara seperti seekor elang yang siap mencengkeram mangsanya.
"Gadis Bercaping! Jangan salahkan alu!" Teriak Wildan. Tangan Wildan siap mencengkeram kepala Dara, sementara kakinya akan dia gunakan untuk menghajar dada Dara. Dara tersenyum, saat Wildan hampir menghancurkan kepalanya, Dara mengangkat tangan kanannya, kakinya digeser ke kiri, tangan terbuka itu ia pukulkan ke bahu Wildan. Akibatnya tubuh Wildan terdorong keras ke samping dan keluar dari arena.
Wildan bangkit berdiri dan memegangi bahunya. Tulang bahunya sepertinya bergeser. Wildan ingin kembali naik ke arena, namun pria di pinggir arena sudah mengangkat bendera putih. Wildan telah kalah.
Semua orang sampai berdiri dan tidak percaya dengan yang terjadi. Toni bahkan sampai melongo dengan ekspresi yang sangat jelek.
Di tempat lain, wajah Bastian terlihat merah. Kepalanya panas, tidak menyangka gadis ini benar-benar sangat kuat. Dara hanya melepaskan sepersepuluh tenaganya. Jika dia mengeluarkan sepenuhnya, maka tub7h Wildan bisa hancur seperti yang dialami ketua gangster.
Bing justru memberikan tepuk tangan. Dia benar-benar mengagumi Dara. Namun, ketika Bastian menatapnya, Bing langsung menghentikannya dan tersenyum masam.
Beberapa detik kemudian, suara riuh penonton menggema. Dara memenangkan pertarungan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Ayay Nya Yuda
gpp sombong ye dar yg pnting menang hahaha
2024-12-25
0
Eskael Evol
mantrul thor
good job
2024-09-19
0
Sry Handayani
lanjooot
2024-04-14
2