Sepeninggal Dara, Johan kembali terlihat bengis. Bau pesing di bagian bawah tubuhnya tak dihiraukan olehnya.
"Dasar tidak berguna! Kalian semua adalah sampah! Kalian membiarkan aku ditindas oleh gadis kecil itu!" Sambil berkata, tangan Johan menggebrak meja di samping kirinya. Meja itu hancur.
"Ketua! Nona Dara kembali!" Seorang anggota geng beralri dengan tergesa-gesa dan melapor.
Terlihat di pintu, Dara berjalan masuk diikuti oleh dua orang. Sesampai di dalam, Dara mencari sesuatu, namun dia tidak mendapatkan apa yang dia cari. Dara melihat meja yang hancur. Lalu menatap ke arah Johan.
Johan sangat ketakutan ketika ditatap oleh Dara. Dia sampai mundur beberapa langkah.
Dara terus mencari, sementara dua orang yang tadi bersamanya kini ikut mencarinya. "Nona! Apa ini yang Anda cari?" Tanya seseorang.
Dara mendekatinya, lalu mengambil sebuah dompet dari tangan orang itu.
"Ayo pergi!" Kata Dara. Namun sebelum pergi, Dara menuju kursi kayu yang biasa diduduki oleh Johan. Dara menendangnya dan kursi itu terbang membentur dinding. Kursi itu hancur berantakan.
Johan jatuh ke lantai, dia kembali terkencing. Kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Dara sudah pergi, namun dia masih duduk di lantai. Celananya kini benar-benar basah. Dia malu untuk bangun.
Dara pun sampai di rumah kontrakan di pinggiran Kota M. Rumah kecil itu masih ramai. Sepertinya ada tamu yang datang. Setelah mengambil makanan dan turun dari mobil, Dara menyuruh kedua orang yang mengantarnya pergi.
Dara melihat ada beberapa mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan. Dara tidak tahu tamu kakeknya orang seperti apa. Dara melangkah ke halaman. Di sana ada beberapa orang yang berjaga. Dara dihentikan oleh mereka.
"Maaf, tidak boleh masuk!" Kata seorang yang berbadan kekar.
"Aku tinggal di sini, kenapa aku tidak boleh masuk?" Celetuk Dara. Orang itu melihat Dara dengan menyelidik.
"Aku tidak yakin, Tuan Besar kami ada di dalam sedang menunggu Nona Dara." Ja2ab pengawal.
"Aku Dara!" Minggir!" Dara mendorong tubuh besar itu. Pengawal itu sampai terseret beberapa langkah.
"Dia? Kenapa dia kuat sekali?" Gumam pengawal.
Dara masuk, seorang kakek tua berpakaian bagus sedang duduk di tikar bersama kakeknya. Dara ingat, kakek itu adalah orang yang ditolongnya saat dianiaya oleh ketua gangster beberapa waktu lalu.
"Ahaha... Ini dia cucuku sudah datang. Dara, duduklah. Tuan Suganda menunggumu!" Ucap kakek. Dara pun duduk di samping kakeknya. Dia menunduk saja.
"Dara, sudah satu minggu ini aku mencari keberadaanmu. Dan hari ini aku bisa menemukanmu. Pertama, aku mengucapkan terimakasih karena pertolonganmu." Ucap Suganda.
"Tuan, bukankah itu tidak perlu? Aku menolongmu bukan berharap imbalan apapun, juga tidak perlu repot-repot berterimakasih." Jawab Dara.
"Dara, kamu tidak perlu memanggilku Tuan. Bisakah kamu memanggilku Kakek saja? Lihat, umurku dan umur kakekmu hampir sama. Aku akan sangat senang jika kamu memanggilku kakek." Sahut Suganda.
Dara menoleh ke kakek tua di sampingnya. Kakek tua itu tersenyum dan mengangguk.
"I-iya, Tuan! Eh, maksudku, Kakek." Jawab Dara lirih.
"Haha.. Aku sangat senang sekali, mulai sekarang kamu juga akan menjadi cucuku. Oh ya, Kakek juga memiliki cucu perempuan seumuranmu. Dia sekarang kuliah, semester tiga." Ucap Suganda, "Aih.. Itu tidak penting. Dara, kakek ada sedikit pemberian. Dalam kartu ini ada beberapa ratus juta. Kamu ambillah. ini bisa membantumu untuk membayar uang kuliah dan membayar asrama serta makan. Jika kurang, kamu bisa memintanya lagi. Kamu tidak perlu bekerja lagi, kan?"
"Ti-tidak, tidak. Itu terlalu banyak. Aku tidak bisa menerimanya." Sahut Dara.
"Aku adalah kakekmu, kamu jangan kenolaknya. Karena itu akan membuatku sedih." Wajah Suganda terlihat murung.
"Aih, Dara! Ambil saja. Itu adalah pemberian. Tidak baik kamu menolaknya." Kakek tua di samping Dara menjadi tidak enak hati.
Dara ragu-ragu, dia tidak yakin bisa menggunakan uang sebanyak itu, "Baiklah!" Dara mengulurkan tangannya dengan ragu dan mengambil kartu itu. Suganda terlihat sangat senang. Dia melihat gadis ini memang sangat baik. Jika orang lain yang diberi, belum tentu mereka akan menolaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Eskael Evol
lusi suganda
2024-09-19
0
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo cucunya Suganda itu cewek yg membullt nya tadi..
2024-05-06
1
Qaisaa Nazarudin
WwwooooWw kereeeennn..👏👏👏👍👍👍💪💪💪
2024-05-06
0