Seperti biasa, setiap jam lima sore, Dara sudah bekerja di sebuah restoran kecil di pinggir jalan. Ketika Dara datang, restoran cukup ramai pelanggan yang mengantri. Tak sedikit dari mereka yang memang antri demi mendapat makan malam.
Restoran itu terkenal memiliki rasa yang enak. Selain itu, harganya juga cukup murah. Hal ini membuat restoran kecil itu benar-benar seperti mesin pencetak uang bagi pemiliknya.
"Kenapa kamu baru datang? Lihat sudah banyak pelanggan yang mengantri. Apa saja yang kamu lakukan yang membuatmu terlambat? Cepat layani tamu!" Suara itu sudah biasa terdengar di telinga Dara. Bosnya adalah seorang wanita paruh baya berbadan gemuk. Namun sebenarnya dia sayang pada Dara.
Dara adalah anak yang rajin juga tidak pernah melakukan kesalahan saat bekerja. Ada dua teman pelayan Dara, satu laki-laki dan satu perempuan.
"Dara! Apakah kamu sudah makan? Tanya Ajeng.
"Belum! Kita kerja dulu. Nanti baru memikirkan soal makan." Jawab Dara.
Mereka pun bekerja kembali. Mengantarkan makanan sesuai pesanan. Ada banyak orang yang berdiri menunggu giliran untuk makan. Dara melihat setidaknya ada dua puluh orang. Dara sangat hafal dengan pelanggan restoran itu.
Di antara para pengantri, Dara melihat ada lima laki-laki yang bergerombol. Mereka terlihat bukan pelanggan, tetapi orang baru.
Dara kembali untuk mengambil pesanan.
"Dara, kamu lihat lima orang itu? Tadi mereka menanyakanmu." Ujar Jojo. Dia adalah pelayan laki-laki.
"Menanyakanku? Aku tidak mengenal mereka." Ucap Dara.
"Dara! Berikan pesanan itu pada Jojo! Kamu makan dulu!" Teriak hos pada Dara. Dara menyerahkan makanan yg ada di tangannya pada Jojo, kemudian dia segera bergegas makan.
"Dara! Besok adalah hari libur, kalau kamu mau ikut, aku mau mengajak kalian ke Diana Resort. Ajeng dan Jojo akan ikut." Suara itu terdengar di belakang Dara.
"Aku tidak bisa ikut. Aku harus menemani Kakek. Aku jarang bisa bersama Kakek. Jadi aku akan pulang." Sahut Dara.
"Terserah padamu. Besok malam kita tidak jualan. Jadi kamu bisa bersama Kakekmu besok malam. Nanti kalau mau pulang, bungkuslah makanan buat Kakekmu." Kata bos.
"Terimakasih, Bos." Jawab Dara.
"Aku sudah berkali-kali bilang, jangan memanggilku bos. Panggil saja aku Bibi Ningsih. Apa kamu tidak mendengar?"
"Maafkan aku, Bibi. Aku lupa." Dara tersenyum. Bos melihat Dara adalah anak yang baik. Terakhir kali Ningsih mengunjungi Kakeknya Dara, dia mendapatkan obat yang membuatnya bisa mengurangi tekanan darahnya yang tinggi. Kakek menceritakan bahwa, sejak kecil, Dara terpisah dari orang tuanya. Dan Kakek lah yang merawatnya.
Larut malam, semua makanan telah habis terjual. Namun lima laki-laki itu masih belum pergi. Padahal makan mereka sudah habis.
"Maaf! Kami segera tutup!" Ucap Dara saat berada di hadapan mereka.
"Hei gadis, apakah namamu Dara?" Tanya salah seorang.
"Iya. Ada apa?" Dara bertanya dengan penuh selidik. Kelima orang itu saling pandang. Mereka terlihat sopan. Mereka berhati-hati saat harus berurusan dengan gadis bernama Dara. Ketuanya saja sangat hebat bisa dibunuh, apalagi mereka? Itulah yang mereka pikirkan.
"Ee... Bos kami ingin bertemu denganmu. Apa kamu bisa? Hanya sebentar. Ada beberapa hal yang ingin ditanyakan." Ucap lelaki yang bertanya tadi.
Dara menatap lima laki-laki di depannya secatra bergantian. Sementara, ditatap Dara begitu, kelima laki-laki itu menyurutkan tubuh mereka.
"Baiklah, tunggu di sana. Setelah selesai membereskan tempat, aku akan menemui kalian." Sahut Dara.
Terlihat kelima laki-laki itu sangat senang. Ternyata sangat gampang. Bukankah nantinya mereka akan mendapat pujian dari Ketua?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf
salah orang
2024-10-25
0
Herlina Abuhasan Hunowu
kenapa tdk tanya ada oerlu apa cari saya?
2024-06-09
3
Qaisaa Nazarudin
Bilang aja yg nama DARA kan bukan hanya kamu doang,Gak ada nama penuhnya kan..??
2024-05-06
1