Dara putri Presiden Konsorsium Merpati terlihat sangat percaya diri. Dia memposisikan dirinya sebagai putri bangsawan yang terhormat. Berdiri memilih posisi paling depan, sementara Dara bersikap biasa saja.
Dia belas peserta terlihat memang sudah siap bertanding. Sepuluh tahun lalu, kakek mengarakan bahwa kelompok mafia ini pernah melakukan kejahatan yang tidak pernah diungkap. Kakek merupakan saksi mata kejahatan mereka. Namun, kasus itu menguap begitu saja tanpa ada kejelasan.
Hal ini ada keterkaitan dengan Konsorsium Merpati yang mendukung mereka. Dara penasaran, selain karena uang, Dara juga ingin tahu bagaimana sebenarnya kekuatan mereka. Kakek sebenarnya tidak mengizinkan Dara ikut, namun melihat kekuatan Dara, Kakek akhirnya setuju.
Dara sendiri ingin mengetahui seberapa kuat raja mafia itu atau orang di belakangnya. Dara melirik ke arah gadis cantik yang berada di depannya. Tubuhnya tidak tinggi, namun dia memang langsing dan bertubuh ideal. Tingginya mungkin seratus enam puluhan sentimeter. Sedangkan tingginya adalah seratus tujuh puluh lima sentimeter.
Dara lebih unggul soal fisik dan dia lebih besar dari Nona Grup Merpati. Dara juga mengamati peserta lainnya, tidak ada perempuan, semuanya laki-laku dan perawakan mereka lumayan bagus. Terutama murid-murid dari Gunung Mer.
Semuanya tidak masalah baginya. Hanya saja dia berpikir, kenapa gadis cantik ini diundang? Apakah gadis ini layak? Pikirnya.
"Perhatian, setiap peserta bersiap di kudanya. Kami akan membagikan tujuh anak panah yang berbeda, dan kalian bisa langsung bergerak dan menembak target yang bergerak." Ucap seorang anggota penyelenggara.
Dua belas orang masing-masing memegang tujuh anak panah, setiap orang menjadi seperti pendamping. Pakaian orang-orang itu juga memiliki warna yang sama dengan warna anak panah dan memiliki angka yang sama di pangkal anak panah.
Penyelenggara kemudian memegang pistol, "Duar!" Suara letusan itu menandai pertandingan memanah sudah dimulai.
"Kalian kira bisa menang dariku? Huh!" Teriak Nona Grup Merpati. Lalu kudanya sudah bergerak dengan cepat. Para peserta laki-laki pun mulai bergerak. Mereka adalah orang-orang kuat yang menang dalam babak kualifikasi mengalahkan ratusan peserta lainnya Dara masih belum bergerak. Dia tampak seperti sedang berbicara dengan kudanya.
Kuda berwarna putih itu meringkik tanda mengerti. Kaki depan terlihat diangkat tinggi berkali-kali.
Sementara Dara putri angkat Presiden Grup Merpati berada di posisi depan. Anak panah pertama dilepaskan dan mengenai tepat di tengah sasaran. Semua orang terlihat bersorak memberi dukungan ke peserta yang menjadi favorit mereka.
Kuda putih milik Dara bergerak, awalnya bergerak lambat, namun lama kelamaan menjadi cepat dan sangat cepat. Dara melepaskan anak panah pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima. Orang-orang berhenti bersorak. Mereka tak percaya dengan yang dilakukan gadis bercaping. Nona Grup Merpati yang berada di depan hanya kurang dua anak pah. Anak panahnya selalu tepat sasaran.
Anak panah keenam sudah dilepaskan oleh Nona Grup Merpati. Namun semua orang terkejut karena gadis bercaping kini tepat berada di belakangnya dan melepaskan anak panah. Kedua anak panah seperti berlomba menuju tengah sasaran. Namun setengah jalan, anak panah gadis bercaping mendahuluinya dengan cepat dan menancap tepat di tengah sasaran. Anak panah milik Gadis cantik segera menyusul dan menyentuh anak panah Dara.
Anak panah itu bergerak ke samping dan meleset jauh dari sasaran. Nona Grup Merpati mendengus marah. Kini posisi kedua gadis itu sejajar, Dara berada di posisi yang lebih jauh dari sasaran.
Nona Grup Merpati sengaja menghalangi Dara dengan segala upaya. Dara tidak kehabisan akal, dia masih menunggu lawan melepas anak panah. Benar saja yang ditunggu akhirnya tiba, Dara putri angkat Presiden Konsorsium Merpati melepaskan anak panah.
Anak panah melesat sangat cepat. Gadis itu tersenyum penuh kemenangan dan mengejek Gadis Bercaping. Saat gadis itu mengejeknya, kuda milik Dara melompat tinggi, Dara melepaskan anak panah dan melesat dengan sangat cepat, bahkan mampu menyusul anak panah milik Nona Grup Merpati.
Dan saat itulah anak panah Dara menyentuh anak panah Nona Grup Merpati yang mengakibatkannya terpental dan melesat ke tanah. Sementara anak panah Dara menjadi tegak lurus dan menancap sempurna tepat ri tengah sasaran. Kemudian kuda putih milik Dara melesat dengan kencang seteh berputar dan kembali ke tempat semula.
Tampak penonton bersorak riuh sekali. Kini mereka punya favorit baru, yaitu Gadis Bercaping.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Ayay Nya Yuda
keren thorrrrr
2024-12-25
0
Regina Putry
kereeen dara gadis bercaping
slalu semangat thor
2024-07-13
4
Ymmers
ga sabar nunggu updates yg banyak thor.. 😊👌
happy holidays and happy new year 🎊🎆🎈 ⭐️2024 ⭐️
2023-12-30
4