BAU MULUT

Dan seperti yang sudah diperkirakan, Selanjutnya Bapaknya Ajeng mulai sakit-sakitan. Kali ini berbeda dengan gejala yang terjadi kepada Ibu dan Nenek Ajeng sebelumnya.

Si Bapak tidak coma, tapi kerap pingsan serta kejang-kejang. Kadang menghantuk-hantukkan kepalanya ke dinding. Sembari meracau tak tentu arah.

Ajeng sangat sedih melihat kondisi sang Bapak yang mengenaskan. Kadang ia terpaksa mengikat Bapaknya agar tidak melukai diri sendiri.

" Jeng... Bapak sudah nggak kuat " Rintih si Bapak, Ajeng terisak-isak sambil lalu mengikat kakinya Bapak. Ingin ia menyerah, tapi bagaimana dengan Tresno ? Pria itu sudah banyak berkorban untuk nya dan keluarga.

Tapi Ajeng kadang khawatir, bagaimana jika Ikmal menyerang Tresno ? Bagaimana jika pada akhirnya Tresno yang akan pergi meninggalkan nya.

Ajeng ketakutan sendiri, ia lari masuk ke dalam kamar kemudian bersembunyi di balik selimut.

Ikmal.... Tersenyum Iblis. Sebentar lagi ia akan melenyapkan Bapaknya Ajeng. Sengaja ia membuat si Bapak tersiksa melebihi istri dan Nenek Ajeng. Supaya Ajeng terkena beban mental.

Ayam cemani yang sudah ia siapkan, ia ambil menggunakan tangan kiri. Dan tangan kanannya mengambil belati kecil.

Ia memutar ayam itu di atas asap kemenyan, kemudian dengan tanpa ampun tangan kanannya menusukkan belati itu ke leher Ayam.

Dar-ah berdesir deras, muncrat kemana-mana termasuk mengalir pelan ke atas perapian yang membara.

" Panaaaaaassss "

Ajeng kaget mendengar suara teriakan Bapaknya, ia sigap berlari keluar kamar.

" Bapak"

Ajeng termangu di ambang pintu, terlihat si Bapak menggelepar seperti ayam yang baru saja di sembelih.

" Paa.. Nas"

Kedua mata si Bapak mendelik.

" Astaghfirullah " Ajeng bingung harus berbuat apa untuk menolong Bapaknya. Kebetulan Tresno harus pulang selama dua hari ke kampung halamannya guna menyelesaikan skripsi.

Tidak mungkin Ajeng mengganggu, karena ini adalah hal yang sangat penting bagi sang suami.

" Pak... Ngucap Pak ngucap " Hanya itu yang bisa Ajeng katakan sambil terus menangis. Tangan nya dicengkeram erat oleh Si Bapak yang terus kejang-kejang.

Tanpa sengaja Ajeng melihat air mata meleleh disudut mata si Bapak. Dari alam bawah sadarnya, Beliau menangis. Karena setelah hari ini, beliau tidak bisa lagi melindungi putri tercinta nya.

" Bapak " Hati Ajeng terenyuh, ia mengusap air mata Bapak nya.

Tiba-tiba tubuh Bapak Ajeng mengeras, matanya mendelik ke atas. Mulutnya menganga lebar.

" Pak... Pak... "

Terdengar suara seperti orang yang digorok lehernya, rupanya Ikmal mematahkan leher Ayam cemani nya dengan kuat hingga putus.

Tubuh Ayam cemani lemas, sama halnya dengan kondisi Bapak nya Ajeng. Ia meninggal dunia detik itu juga.

( Cerita tentang kisah Ajeng berakhir )

" Setelah Bapak meninggal, penyakit itu berhenti. Meskipun masih kerap ada teror-teror setiap malam, entah ada orang melempar pasir ke genteng. Ada orang mencakar dinding dan sebagainya "

" Tapi setelah saya melahirkan, anak kami yang sering sakit-sakitan. Saya sudah sangat takut Pak, dan Alhamdulillah Bapak mertua saya sedikit tahu mengenai pengobatan alternatif. Jadi dia melakukannya untuk mempertahankan anak kami "

" Hingga akhirnya Bapak bermimpi agar saya mencari seorang pria tukang gali kubur yang memiliki anak tunarungu "

Semua mata beralih kepada Zulkifli yang sudah ngorok. Ia begitu menikmati tidur dengan posisi melingkar seperti huruf "e"

Pak Osman manggut-manggut.

" Kita semua harus minta pertolongan kepada Allah SWT, dan Nak Tresno.. Cukup diperhatikan, dalam melakukan zikir pasti akan ada gangguan. Jangan sampai terkecoh, kau harus tetap khusuk melakukan nya " Pak Osman memberikan peringatan yang langsung disetujui oleh Tresno.

" Baiklah kalau begitu, saya pamit pulang dulu"

" Saya antar ya Pak" Tresno menawarkan diri.

" Tidak perlu, saya bawa sepeda " Pak Osman menolak.

" Sampean bakal kesusahan naik sepeda dengan membawa Zul yang tidur "

Pak Osman melirik Zulkifli , ia tersenyum tipis.

" Nggak apa-apa "

Pak Osman menepuk pipi Zulkifli agar anak itu bangun. Tapi beberapa mencoba, Zulkifli tak bergeming sedikitpun.

Akhirnya Pak Osman pun bersedia dianterin, nanti rencananya sepeda ontel nya akan diikat di badan mobil.

Keanehan terjadi, Pak Osman tidak kuat untuk mengangkat tubuh Zulkifli . Sampai Tresno sendiri turun tangan untuk membantu. Tapi tubuh Zulkifli seperti nya sangat berat sekali. Bagaikan bongkahan batu gunung yang cukup besar.

Huuuffffff...

Pak Osman menghela nafas panjang karena kelelahan.

" Sepertinya Zulkifli harus tinggal disini, boleh titip dia kan Nak. Besok saya jemput "

" Nggak apa-apa Pak, biar besok kami antar dia sampai depan rumah " Ajeng melarang Pak Osman menjemput Zulkifli .

Pak Osman mengiyakan, ia pun pulang tanpa Zulkifli .

Sebenarnya timbul pertanyaan yang sangat mengherankan, tidak biasanya Zulkifli begini? Ada apa ini?

Malam semakin larut, Tresno bersiap melakukan sholat Sunnah yang diperintahkan oleh Pak Osman .

Semua berjalan lancar, sampai masa zikiran yang harus dibawa. Tiba-tiba angin kencang mendobrak pintu hingga terbanting keras.

Tresno merapat kan kedua mata nya sambil terus membaca zikir.

AAAAAAAAAAAAAAA

BHUK

Teriakan nyaring terdengar, tubuh Tresno merinding tapi ia tetap bertahan.

Mendadak hawa panas terasa menghangat, Tresno merasa ada sesuatu yang aneh. Ia membuka matanya pelan-pelan sambil terus mengucapkan zikir.

Rupanya di teras depan rumah nya muncul sosok hitam besar tengah merangkak pelan mendekati. Bola matanya berwarna merah menyala.

Ia terus merangkak seperti kucing yang hendak ingin menangkap tikus.

Tubuh Tresno terpaku dan zikir yang diucapkan nya terhenti secara otomatis.

Sosok itu tersenyum miring, sangat mudah untuk menakut-nakuti pria ini.

" BAPAAAAAAAAKKKKKKK "

Zulkifli tiba-tiba terbangun dari tidurnya yang sejak tadi tetap melingkar di kursi.

Sosok itu terkejut, ia melongo menatap Zulkifli yang masih mai-mai. Tresno melirik Zulkifli yang saling berpandangan dengan sosok itu.

" Kau siapa ?" Tanya Zulkifli .

GRRRRRRRR

Sosok itu memperlihatkan gigi taringnya, Supaya si Zulkifli takut. Namun Zulkifli justru menutup hidung.

" Ihhh baunya, kau tidak pernah gosok gigi ya?"

Sosok makhluk berbulu itu terdiam, ia meniup telapak tangannya lalu mengendus udara yang keluar dari dalam mulutnya.

" Uweeeeeeekkkkkk " Eh malah mau muntah dengan bau mulut nya sendiri.

Zulkifli semakin menekan hidung nya supaya tidak mencium bau busuk.

" Cepat-cepat pergi, gosok gigi terus kesini lagi. Berulah kita main"

Sosok itu melongo.

" Emang kamu mau main sama aku?" Tanya makhluk tersebut.

" Ya maulah, cepat sana pergi !!!" Zulkifli turun dari atas kursi kemudian mendorong makhluk tersebut supaya pergi.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Oalah Zul, dikira mau main hantu2x-an ya😂😂😂 Hantunya disuruh godok gigi pula, baru mau main😂😂😂 Ada aja Si Zul👍😘

2024-11-13

0

kagome

kagome

dirumahq aja ada pak de wowo juga boro boro main zul. liat aja aq kagak berani🤣🤣🤣🤣

2025-02-26

0

Caningsih 43

Caningsih 43

zuuul kamu lucu banget siih,masa setan di ajak main

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 ZULKIFLI
2 SIAPA DIA?
3 BAYANGAN HITAM
4 GOSIP PAK RADIT
5 ZUL DAN IJAL HILANG
6 PENUMBALAN KE DUA
7 GAGAL
8 PEMANGGILAN ARWAH IZA
9 SETAN DIJADIKAN PARTNER
10 TELUR JADI PITIK
11 WAJAH HANCUR
12 TALI POCONG YANG TERTANAM
13 HARI PEMBALASAN
14 ASIH
15 Ending kisah Asih
16 PIRING SEDAPUR
17 KISAH AJENG 1
18 KISAH AJENG 2
19 KISAH AJENG 3
20 BAU MULUT
21 DUA CAHAYA ANEH
22 KEMUNING
23 KEMUNING 2
24 KEMUNING 3
25 KEMUNING 4
26 KEMUNING 5
27 KEMUNING 6
28 KEMUNING AKHIR
29 BUKAN PEMBELAAN
30 MELAYANG DI UDARA
31 SAKIT HATI NYA SYASA
32 AKU SAYANG KAMU
33 TANTANGAN VOLI
34 SUSAH TIDUR
35 DUA PELAKU
36 PENGAKUAN CLEO
37 INSOMNIA
38 BERSEMBUNYI DI GUDANG
39 ANEH
40 GONDO MAYIT
41 TENTANG AIRIN
42 SURAT IJIN UNTUK NANA
43 KISAH AIRIN
44 KETAHUAN AIRIN
45 KAMU HANYA AIB
46 AKU HAMIL
47 NANA INGIN PINDAH
48 KEHANGATAN KELUARGA CLEO
49 ANAKMU
50 BENDA ANEH
51 BUKAN ANAKKU
52 GAYA BATU
53 PEMBALASAN CLEO
54 PENGAKUAN
55 SYASA KENAPA?
56 KEPALA NYEBUR
57 RENCANA MAURA
58 MENCARI HIKAM
59 NANA SEDANG TIDUR
60 SOSOK TANPA KEPALA
61 SIRAT MERAH
62 PAK ANGGA MENYERAH
63 SALAH PAHAM
64 Wulan
65 BAYANGAN HITAM
66 CINTA DIBAWA SAMPAI MATI
67 MENGINCAR DUA
68 ANGGA BARU TAHU
69 PANGGILAN ALAM
70 MASUK UNIVERSITAS
71 RASA TAKUT
72 KEDATANGAN BENDA PUSAKA
73 JIMAT UNTUK RYAN
74 ERIKA MEMBALAS
75 BUAH CINTA
76 HILANGNYA KESUCIAN
77 BALASAN UNTUK RYAN
78 BERTEMU SAHABAT
79 MENCARI KETURUNAN CAHAYA
80 KEDATANGAN TAMU TIDAK DIUNDANG
81 WAFAT
82 HARAPAN BRANDON
83 RASA SAKIT RYAN
84 SEMUANYA BERJALAN LANCAR
85 PERMINTAAN NOUR
86 DOSIS TINGGI
87 PERUBAHAN CLEO
88 HILANG
89 PELINDUNG KUJANG
90 KEBERANIAN TANPA RENCANA
91 MUSTAHIL
92 HATI CLEO
93 OBAT PENAWAR
94 GIGI TANGGAL
95 PENGORBANAN CLEO
Episodes

Updated 95 Episodes

1
ZULKIFLI
2
SIAPA DIA?
3
BAYANGAN HITAM
4
GOSIP PAK RADIT
5
ZUL DAN IJAL HILANG
6
PENUMBALAN KE DUA
7
GAGAL
8
PEMANGGILAN ARWAH IZA
9
SETAN DIJADIKAN PARTNER
10
TELUR JADI PITIK
11
WAJAH HANCUR
12
TALI POCONG YANG TERTANAM
13
HARI PEMBALASAN
14
ASIH
15
Ending kisah Asih
16
PIRING SEDAPUR
17
KISAH AJENG 1
18
KISAH AJENG 2
19
KISAH AJENG 3
20
BAU MULUT
21
DUA CAHAYA ANEH
22
KEMUNING
23
KEMUNING 2
24
KEMUNING 3
25
KEMUNING 4
26
KEMUNING 5
27
KEMUNING 6
28
KEMUNING AKHIR
29
BUKAN PEMBELAAN
30
MELAYANG DI UDARA
31
SAKIT HATI NYA SYASA
32
AKU SAYANG KAMU
33
TANTANGAN VOLI
34
SUSAH TIDUR
35
DUA PELAKU
36
PENGAKUAN CLEO
37
INSOMNIA
38
BERSEMBUNYI DI GUDANG
39
ANEH
40
GONDO MAYIT
41
TENTANG AIRIN
42
SURAT IJIN UNTUK NANA
43
KISAH AIRIN
44
KETAHUAN AIRIN
45
KAMU HANYA AIB
46
AKU HAMIL
47
NANA INGIN PINDAH
48
KEHANGATAN KELUARGA CLEO
49
ANAKMU
50
BENDA ANEH
51
BUKAN ANAKKU
52
GAYA BATU
53
PEMBALASAN CLEO
54
PENGAKUAN
55
SYASA KENAPA?
56
KEPALA NYEBUR
57
RENCANA MAURA
58
MENCARI HIKAM
59
NANA SEDANG TIDUR
60
SOSOK TANPA KEPALA
61
SIRAT MERAH
62
PAK ANGGA MENYERAH
63
SALAH PAHAM
64
Wulan
65
BAYANGAN HITAM
66
CINTA DIBAWA SAMPAI MATI
67
MENGINCAR DUA
68
ANGGA BARU TAHU
69
PANGGILAN ALAM
70
MASUK UNIVERSITAS
71
RASA TAKUT
72
KEDATANGAN BENDA PUSAKA
73
JIMAT UNTUK RYAN
74
ERIKA MEMBALAS
75
BUAH CINTA
76
HILANGNYA KESUCIAN
77
BALASAN UNTUK RYAN
78
BERTEMU SAHABAT
79
MENCARI KETURUNAN CAHAYA
80
KEDATANGAN TAMU TIDAK DIUNDANG
81
WAFAT
82
HARAPAN BRANDON
83
RASA SAKIT RYAN
84
SEMUANYA BERJALAN LANCAR
85
PERMINTAAN NOUR
86
DOSIS TINGGI
87
PERUBAHAN CLEO
88
HILANG
89
PELINDUNG KUJANG
90
KEBERANIAN TANPA RENCANA
91
MUSTAHIL
92
HATI CLEO
93
OBAT PENAWAR
94
GIGI TANGGAL
95
PENGORBANAN CLEO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!