Keduanya berangkat ke tempat tinggal orang tua Ajeng dengan menaiki kereta api. Selama dalam perjalanan, Ajeng diam seribu bahasa. Perasaan nya berkecamuk hebat, sudah lama dia tidak pulang semenjak kejadian hari itu.
Sebenarnya niat Tresno dari rumah, ia ingin lebih dekat lagi mengenal Ajeng selama perjalanan. Tapi melihat Ajeng diam begitu, membuat Tresno ciut.
Bunyi peluit sang masinis kereta terdengar, itu pertanda kereta sudah tiba ditujuan. Ajeng segera menyandang tas selempang kemudian ingin mengambil barang bawaannya di bagasi bagian atas.
Ternyata Tresno sigap mengambil kan barang-barang Ajeng lebih dulu.
" Terimakasih " ucap Ajeng, Tresno mengangguk sambil tersenyum.
Keduanya turun dari kereta, rupanya Bapak Ajeng sudah menunggu di stasiun. Sebab ia mendapatkan telfon dari Ibunya kalau Ajeng pulang bersama seorang pria.
" Bapak" Ajeng langsung berlari ke pelukan pria itu. Keduanya saling melepaskan rindu.
" Pasti Nenek yang bilang ya ?" tanya Ajeng sesaat setelah pelukan mereka merenggang.
" Ya iyalah, masa anak wedokku datang tidak aku jemput "
Ajeng tersenyum tipis.
" Ohya Pak, kenalin Ini Tresno, teman kuliah Ajeng "
Bapak Ajeng tersenyum, ia menerima uluran tangan Tresno yang nampak santun.
" Ayo kita pulang, Ibu sudah masak makanan kesukaan mu " Ajak Bapaknya Ajeng seraya merangkul bahu putrinya.
Ajeng mengangguk setuju, Tresno pun mengikuti Bapak dan anak itu keluar dari stasiun.
Tanpa Ajeng dan keluarga nya sadari, jika Ikmal sudah memasang CCTV di Area jalan depan rumah Ajeng. Guna memantau dan mendapatkan informasi mengenai gadis itu.
Hal itu sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, Ikmal tetap sabar dan yakin jika suatu saat nanti Ajeng akan pulang ke rumah orangtuanya.
Dan hari itu pun tiba, gemetar tangan Ikmal memperhatikan layar komputer nya. Bayangan wanita yang selama ini ia rindu kan , kini sudah datang.
Ikmal sama sekali tidak menyadari akan kehadiran pria lain yang berada di dalam mobil. Saking bahagianya Ikmal langsung mengambil kunci mobil dan berlari keluar.
Ocha yang sudah menjadi istri Ikmal, heran melihat sang suami pergi dengan terburu-buru. Ia meletakkan mangkok yang berisi sup ayam buatannya untuk makan siang.
" Mau kemana Mas Ikmal ya Ma?" Tanya Ocha kepada sang Ibu mertua.
" Kenapa tanya aku? Kau kan istrinya " cetus Ibunya Ikmal sinis.
Dia memang tidak suka dengan Ocha, sebab perempuan itu sengaja membuat dirinya hamil supaya bisa menikah dengan putranya. Sehingga lah terpaksa Ikmal menikah dengan Ocha disaat masih belum lulus sekolah.
Nasib baik mereka dari golongan orang berada, jadi meskipun Ikmal sudah menikah secara siri, pihak sekolah bisa diajak kompromi untuk menutupi pernikahan tersebut.
Ajeng dan kedua orang tuanya baru saja melepas rindu, tiba-tiba terdengar suara orang memanggil salam.
Ajeng merasa detak jantungnya berhenti untuk sekian detik, kemudian berpacu kembali lebih cepat dari biasanya.
Ia sangat mengenal suara itu, suara yang masih menyisakan luka dalam hatinya.
" Assalamualaikum "
Suara itu memanggil kembali, Ajeng mengepalkan tangannya. Ia mengeluarkan keringat dingin.
Si Bapak menggenggam tangan sang Anak, ia akan melindungi Ajeng bagaimana pun caranya.
Tapi Ajeng menahan si Bapak ketika hendak beranjak dari duduknya.
" Biar Ajeng yang temui dia Pak "
" Kamu serius Nak?"
Ajeng mengangguk yakin, Ia harus menghadapi Ikmal. Sudah lama dia bersembunyi dari pria itu, dan tidak mungkin selamanya dia melakukannya.
" Ajeng, biarkan Bapak saja yang menemui nya " Ibunya Ajeng terlihat cemas sekali.
" Nggak apa-apa Bu, percaya sama Ajeng yah!" Ajeng semakin meyakinkan.
Tresno tahu pasti orang diluar sana memiliki masalah pribadi dengan Ajeng. Ia sudah bersiap untuk membantu Ajeng menghadapi nya jika diperlukan.
" As... " Kalimat yang hampir keluar, mendadak tertahan begitu sosok yang dinantikan menampakkan diri.
" Ajeng... " Ikmal mengambil langkah panjang, ia meraih tubuh Ajeng ke dalam pelukannya.
Tapi Ajeng berusaha mendorong dada pria gagah itu hingga menjauh. Dan dirinya menarik mundur supaya semakin menjauh.
" Ajeng ??? Apa kamu tidak merindukan ku?"
Ajeng menggeleng pelan.
" Mal, hubungan kita sudah berakhir "
Ikmal mengerutkan keningnya, wajah nya mengeras.
" Kapan?? Kita tidak pernah mengucapkan kata putus "
Ajeng membuang nafas kesal.
" Apa kamu masih merasa perbuatan mu itu benar ?"
Ikmal menjatuhkan diri di depan Ajeng, ia berlutut dengan tangan menyatu di depan wajah nya.
" Aku minta maaf, aku Khilaf Jeng... Kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan "
" Semua sudah jelas, untuk apa dijelaskan ?? Kau ingin menambah luka di hati ku?"
Ikmal menggeleng cepat.
" Aku mencintaimu, sampai detik ini pun aku sangat mencintaimu "
Pada saat itu Tresno muncul dari balik punggung Ajeng. Ibu dan Bapaknya Ajeng turut datang tapi mereka berdiam di balik pintu.
" Siapa dia ?" Tanya Tresno, Ikmal tercengang melihat keberadaan wajah asing di dalam rumah ini.
" Bukan siapa-siapa, yuk kita masuk " Ajeng mengajak Tresno masuk, karena ia malu sendiri jika Tresno sampai mengetahui kisah kelamnya.
Ikmal beranjak cepat, ia mencekal lengan Ajeng.
" Jeng, jangan gitu dong. Hubungan kita belum selesai, pria ini siapa? Kenapa kamu tidak mau mengakui aku sebagai kekasihmu"
Ajeng berusaha melepaskan cekalan tangan Ikmal, melihat hal itu, Tresno turun membantu.
" Tolong lepaskan dia " Tresno menarik Ajeng ke belakang punggung nya.
" Jangan ikut campur urusan ku dengan Ajeng, kau siapa hah??!!!" Hardik Ikmal tidak terima.
" Aku calon suaminya!"
Ikmal terbelalak kaget, bola matanya bergulir menatap Ajeng seolah menuntut penjelasan.
" Kalau kedatangan kamu hanya ingin mengganggu calon istri ku? Sebaiknya kau cepat pergi " Sambung Tresno sembari menunjuk ke luar halaman.
" Pak, Bu .... Tolong jelaskan sama laki-laki tidak tahu diri ini tentang siapa saya! Biar dia paham kalau aku lah calon suami Ajeng " Ikmal masih berusaha meminta dukungan dari kedua orang tua Ajeng.
Ibu dan Bapaknya Ajeng saling berpandangan satu sama lain.
" Nak Ikmal, tolong pulang lah... Kau sudah memiliki anak dan istri. Jadi... Sebaiknya antara kau dan Ajeng sudah tidak ada apa-apa lagi "
Jawaban Bapaknya cukup mengejutkan bagi Ajeng. Ia sama sekali belum tahu jika Ikmal sudah menikah.
" Kau kurang ajar sekali ya Mal, udah punya anak bini tapi masih memperlakukan aku seperti ini. Kau memang bajin9an " Habis sudah kesabaran Ajeng, ia tidak mau lagi bertindak menjaga hati si Ikmal.
" Ajeng, semua ini hanya rekayasa Ocha. Dia menjebak ku" Ikmal dengan tidak tahu malu masih berusaha membenarkan dirinya.
" Cukup !!! Sekarang juga kau pergi dari sini!! Aku tidak Sudi lagi melihat wajahmu !! Cepat pergi !!" Ajeng berteriak lantang.
Bagaikan dicoreng arang, Ikmal merasa terhina. Hatinya sakit dengan penolakan Ajeng di depan seorang pria lain.
" Baiklah, jangan salah kan aku Jeng jika aku membantai seluruh keluarga mu"
Ajeng terhenyak, ia merinding mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Ikmal. Pria itu pergi dengan tatapan penuh amarah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Gak sadar diri, harusnya terima dong Ocha sebagai istrimu. Legowo Cinta ditolak dukun bertindak😱😡😡
2024-11-13
0
Doni Gunawan
dendam cinta lebih baya dari dendam ke dukun santet
2024-11-25
0
Kardi Kardi
hmmm. amarah yang berlebih. istiqfarlahhh
2024-05-21
1