PENUMBALAN KE DUA

" Bapak.. " Zulkifli lega sekali akhirnya Bapaknya datang, ia digendong oleh Pak Osman agar Zulkifli bisa turun dari atas pondok.

" Jal... " Ana memanggil, namun Ijal justru menatap ke sekeliling. Ia mencari keberadaan sang Ibu.

" Ijal, Ibumu sudah meninggal nak... Dia bukan Ibumu " Pak Osman memperingati Ijal supaya tidak mencari perempuan yang memeluk nya tadi.

" Iya Dek, Ibu sudah meninggal... Yuk kita pulang " Ana mengulurkan tangannya. Namun Ijal tetap tak bergeming.

" Jal... " Zulkifli turut memanggil temannya itu.

Akhirnya Ijal menyerah, ia bangkit dan turun dari atas pondok. Mereka pulang bersama-sama menuju ke rumah masing-masing.

Setibanya di rumah, kedua adik beradik itu melihat Bapaknya asyik bermesraan dengan calon bini nya.

" Kalian sudah pulang ?" Sapa Pak Radit, Iza duduk manja dipangkuan bapaknya Ijal.

Ana diam tak menjawab, matanya menjeling tajam . Ia kecewa dengan si Bapak yang sama sekali tidak perduli dengan anak-anaknya. Dan juga jengah sama Iza, perempuan itu hanya mau mesra dengan Pak Radit. Dan tidak pernah menghiraukan Ana serta Ijal.

" Hey, kalau ditanya orang tua ya jawab !" Seru Pak Radit kesal melihat kedua anaknya justru masuk ke dalam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

" Biarin aja deh Mas, anak-anak mu memang kurang 4j4r. Mereka seperti tidak suka padaku, dari kemarin-kemarin aku diam karena takut nya kamu mengira aku hanya membual. Sekarang kamu lihat sendiri kan gimana sikap mereka? Seperti tidak diajari sopan-santun sama Ibunya "

Pak Radit tersenyum, ia mentoel pipi Iza dengan gemas. Dalam pikiran serakah pria itu, alangkah baiknya jika dia mengorbankan satu orang anak nya untuk bisa mendapatkan uang secepatnya.

Toh mereka seperti tidak menghargai dirinya sebagai seorang Ayah. Ngapain punya anak kalau tidak bisa mematuhi orang tua.

" Kak" Ijal menahan tangan Ana yang hendak menutup pintu kamar nya.

Hati Ana terluka sayup-sayup mendengar ucapan Iza kepada Bapaknya. Bisa ya Iza membuat fitnah, jika memang Ana dan Ijal tidak menghormati nya, untuk apa mereka ikut lamaran tadi siang.

" Tadi Ibu bilang kita disuruh pergi ke rumah Ibu yang ada di Desa Mangun. Ibu tidak mau kita tinggal bersama Bapak lagi "

Ana terdiam, memikirkan apa yang diucapkan oleh adiknya. Tak mudah untuk mempercayai hal itu, Tapi jika terus-menerus seperti ini. Dia dan Ijal juga pasti tidak akan betah disini.

" Kak "

Ijal menggoyang lengan Kakak nya. Ana tersenyum getir.

" Ayo kita pergi ke rumah Ibu Kak " Ijal sedikit memaksa supaya mereka mengikuti saran dari Ibunya.

" Iya nanti kalau acara pernikahan Bapak sudah selesai " Jawab Ana kemudian.

" Nggak Kak, kita pergi sekarang aja "

" Ini sudah malam Jal "

" Nggak apa-apa, nanti Bude yang nganterin Kak" Ijal tetap memaksa.

Tapi Ana terlalu lelah, ia malas untuk berjalan lagi ke rumah Fitri.

" Besok aja ya "

Ijal merengut kecewa, tapi mau gimana lagi? Ijal tidak bisa memaksa.

**

Malam semakin larut, Zulkifli sudah larut dalam mimpi. Tiba-tiba ia merasa tubuhnya seperti mengambang di udara. Perlahan Zulkifli membuka matanya.

Dan benar saja, tubuh Zulkifli tengah melayang jauh dari tempat tidur nya.

" Wwwoooooo " Zulkifli ketakutan, ia ingin turun namun seolah bumi kehilangan gravitasi nya.

" Kok bisa jadi gini sih? Apa aku sedang bermimpi ?" Zulkifli menepuk pipi nya sendiri.

" Sakit " Zulkifli merasakan perih di pipinya, jadi dia sedang tidak bermimpi.

" Apa ini maksudnya ?"

Zulkifli memakai gaya kodok untuk mendarat, namun gagal.

Tiba-tiba sosok Bu Ismi muncul, membuat Zulkifli mengayuh kakinya agar tubuhnya mundur.

" Maafkan aku, kali ini aku terpaksa memaksa mu untuk membantu Ijal "

Tangan dingin Bu Ismi meraih tungkai kaki Zulkifli , kemudian menarik nya pergi jauh melesat cepat.

Zulkifli menjerit sekuat tenaga..

AAAAAAAAAAAAAAAAA

Pak Osman terjaga, ia bergegas pergi ke kamar Zulkifli dan tidak menemukan anak angkatnya disana.

Pak Osman sudah menduga pasti roh Bu Ismi kembali lagi. Tidak ada cara lain, Pak Osman harus turun tangan. Ia meraih sorban hijau yang sudah lusuh, beserta tasbih warisan almarhum Ayahnya.

Pria yang sudah hampir separuh abad mengayuh sepeda ontel nya dengan cepat menuju rumah Pak Radit.

Malam itu Pak Radit sedang melakukan ritual persembahan dengan menuliskan nama Ana di atas kertas. Kemudian ia masukkan ke dalam peti hitam.

Setelah merapal mantra pemanggilan jin, Pak Radit memejamkan matanya. Bibirnya komat-kamit mengucapkan mantra yang harus ia baca sepanjang malam.

Bayangan hitam merayap keluar dari kamar tempat Pak Radit melakukan ritual. Bayangan itu menuju ke dalam kamar Ana dan Ijal.

Pada saat bayangan hitam itu sudah merayap masuk, tiba-tiba tubuh Zulkifli terlempar ke atas tempat tidur Ana dan Ijal.

Reflek keduanya kaget dan langsung bangun.

" Zul!!! Ngapain kamu disini ?" teriak Ana kaget.

" Zul?? Kamu kok bisa ada disini ?" Ijal ikut bertanya.

Zulkifli tidak bisa berkata apa-apa, hanya tangan nya menunjuk ke arah pintu.

Disana terlihat roh Bu Ismi tengah menahan bayangan hitam agar tidak mendekati Ana dan Ijal.

Namun Roh Bu Ismi justru ditam-par habis-habisan oleh bayangan tersebut. Sedemikian rupa Bu Ismi terus menahan makhluk yang berbentuk bayangan agar tidak mencelakai anak-anaknya.

" Ibu..." teriak Ijal, ia tidak tega melihat Ibunya dipukuli. Ijal ingin melompat tapi Zulkifli memeluk nya dari belakang.

" Diam Jal diam, jangan lakukan apapun. Kita harus kabur dari tempat ini "

" Iya Jal " Ana setuju dengan ide Zulkifli .

" Tidak Kak tidak... Ibu kita disiksa Kak, aku tidak bisa meninggalkan Ibu " Ijal berontak sambil menangis, tangan nya terulur berusaha meraih sang Ibu.

" Jal, lari Nak... Lariiii " seru Bu Ismi, ia terus menahan bayangan itu meskipun tubuh nya dipukuli dengan membabi buta.

Ijal menggeleng, tangisannya semakin pecah melihat kondisi Ibunya.

audzubillahiminasyaitonirojim...

Bayangan hitam itu terdiam, tangan nya menghentikan cambukan ke tubuh Bu Ismi.

Lantunan ayat suci semakin jelas terdengar, tiba-tiba di ujung kaki bayangan hitam itu tersulut api.

" Hah??? Panas.... Panasssss... " Makhluk itu berteriak kepanasan. Dan hal yang serupa terjadi kepada Pak Radit.

Ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba dari tubuhnya menyala api yang membakar.

" Paaanaaaassss Panaaaaaassss" Pak Radit bergulung-gulung berusaha memadamkan api, namun tidak berhasil.

Melihat keadaan yang mendukung, Zulkifli segera mengajak Ijal dan Ana untuk kabur. Tapi Ijal justru ketinggalan sandal nya, Zulkifli cepat menenteng sandal Ijal.

Ketiganya melewati bayangan hitam itu yang tengah terbakar api. Masih sempat Zulkifli memu-kul kepala makhluk itu menggunakan sandal Ijal.

" Tuman "

Gigi nya sampai bergemeletuk karena geram dengan makhluk tersebut.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Si Zul sempet2xnya mukul tuh dedemit yg mo makan tumbal🤔😱😂😂
Mo ketawa tapi Zul gak dengerkan, kan Bolot🤔😱😂😂

2024-11-13

1

kagome

kagome

setan digeplak🤣🤣🤣🤣
caranya gimana zul
aq minta resep🤭

2025-02-25

0

Yulay Yuli

Yulay Yuli

kebiasaan, gaplok yg banyak Zul 😅😅😅

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 ZULKIFLI
2 SIAPA DIA?
3 BAYANGAN HITAM
4 GOSIP PAK RADIT
5 ZUL DAN IJAL HILANG
6 PENUMBALAN KE DUA
7 GAGAL
8 PEMANGGILAN ARWAH IZA
9 SETAN DIJADIKAN PARTNER
10 TELUR JADI PITIK
11 WAJAH HANCUR
12 TALI POCONG YANG TERTANAM
13 HARI PEMBALASAN
14 ASIH
15 Ending kisah Asih
16 PIRING SEDAPUR
17 KISAH AJENG 1
18 KISAH AJENG 2
19 KISAH AJENG 3
20 BAU MULUT
21 DUA CAHAYA ANEH
22 KEMUNING
23 KEMUNING 2
24 KEMUNING 3
25 KEMUNING 4
26 KEMUNING 5
27 KEMUNING 6
28 KEMUNING AKHIR
29 BUKAN PEMBELAAN
30 MELAYANG DI UDARA
31 SAKIT HATI NYA SYASA
32 AKU SAYANG KAMU
33 TANTANGAN VOLI
34 SUSAH TIDUR
35 DUA PELAKU
36 PENGAKUAN CLEO
37 INSOMNIA
38 BERSEMBUNYI DI GUDANG
39 ANEH
40 GONDO MAYIT
41 TENTANG AIRIN
42 SURAT IJIN UNTUK NANA
43 KISAH AIRIN
44 KETAHUAN AIRIN
45 KAMU HANYA AIB
46 AKU HAMIL
47 NANA INGIN PINDAH
48 KEHANGATAN KELUARGA CLEO
49 ANAKMU
50 BENDA ANEH
51 BUKAN ANAKKU
52 GAYA BATU
53 PEMBALASAN CLEO
54 PENGAKUAN
55 SYASA KENAPA?
56 KEPALA NYEBUR
57 RENCANA MAURA
58 MENCARI HIKAM
59 NANA SEDANG TIDUR
60 SOSOK TANPA KEPALA
61 SIRAT MERAH
62 PAK ANGGA MENYERAH
63 SALAH PAHAM
64 Wulan
65 BAYANGAN HITAM
66 CINTA DIBAWA SAMPAI MATI
67 MENGINCAR DUA
68 ANGGA BARU TAHU
69 PANGGILAN ALAM
70 MASUK UNIVERSITAS
71 RASA TAKUT
72 KEDATANGAN BENDA PUSAKA
73 JIMAT UNTUK RYAN
74 ERIKA MEMBALAS
75 BUAH CINTA
76 HILANGNYA KESUCIAN
77 BALASAN UNTUK RYAN
78 BERTEMU SAHABAT
79 MENCARI KETURUNAN CAHAYA
80 KEDATANGAN TAMU TIDAK DIUNDANG
81 WAFAT
82 HARAPAN BRANDON
83 RASA SAKIT RYAN
84 SEMUANYA BERJALAN LANCAR
85 PERMINTAAN NOUR
86 DOSIS TINGGI
87 PERUBAHAN CLEO
88 HILANG
89 PELINDUNG KUJANG
90 KEBERANIAN TANPA RENCANA
91 MUSTAHIL
92 HATI CLEO
93 OBAT PENAWAR
94 GIGI TANGGAL
95 PENGORBANAN CLEO
Episodes

Updated 95 Episodes

1
ZULKIFLI
2
SIAPA DIA?
3
BAYANGAN HITAM
4
GOSIP PAK RADIT
5
ZUL DAN IJAL HILANG
6
PENUMBALAN KE DUA
7
GAGAL
8
PEMANGGILAN ARWAH IZA
9
SETAN DIJADIKAN PARTNER
10
TELUR JADI PITIK
11
WAJAH HANCUR
12
TALI POCONG YANG TERTANAM
13
HARI PEMBALASAN
14
ASIH
15
Ending kisah Asih
16
PIRING SEDAPUR
17
KISAH AJENG 1
18
KISAH AJENG 2
19
KISAH AJENG 3
20
BAU MULUT
21
DUA CAHAYA ANEH
22
KEMUNING
23
KEMUNING 2
24
KEMUNING 3
25
KEMUNING 4
26
KEMUNING 5
27
KEMUNING 6
28
KEMUNING AKHIR
29
BUKAN PEMBELAAN
30
MELAYANG DI UDARA
31
SAKIT HATI NYA SYASA
32
AKU SAYANG KAMU
33
TANTANGAN VOLI
34
SUSAH TIDUR
35
DUA PELAKU
36
PENGAKUAN CLEO
37
INSOMNIA
38
BERSEMBUNYI DI GUDANG
39
ANEH
40
GONDO MAYIT
41
TENTANG AIRIN
42
SURAT IJIN UNTUK NANA
43
KISAH AIRIN
44
KETAHUAN AIRIN
45
KAMU HANYA AIB
46
AKU HAMIL
47
NANA INGIN PINDAH
48
KEHANGATAN KELUARGA CLEO
49
ANAKMU
50
BENDA ANEH
51
BUKAN ANAKKU
52
GAYA BATU
53
PEMBALASAN CLEO
54
PENGAKUAN
55
SYASA KENAPA?
56
KEPALA NYEBUR
57
RENCANA MAURA
58
MENCARI HIKAM
59
NANA SEDANG TIDUR
60
SOSOK TANPA KEPALA
61
SIRAT MERAH
62
PAK ANGGA MENYERAH
63
SALAH PAHAM
64
Wulan
65
BAYANGAN HITAM
66
CINTA DIBAWA SAMPAI MATI
67
MENGINCAR DUA
68
ANGGA BARU TAHU
69
PANGGILAN ALAM
70
MASUK UNIVERSITAS
71
RASA TAKUT
72
KEDATANGAN BENDA PUSAKA
73
JIMAT UNTUK RYAN
74
ERIKA MEMBALAS
75
BUAH CINTA
76
HILANGNYA KESUCIAN
77
BALASAN UNTUK RYAN
78
BERTEMU SAHABAT
79
MENCARI KETURUNAN CAHAYA
80
KEDATANGAN TAMU TIDAK DIUNDANG
81
WAFAT
82
HARAPAN BRANDON
83
RASA SAKIT RYAN
84
SEMUANYA BERJALAN LANCAR
85
PERMINTAAN NOUR
86
DOSIS TINGGI
87
PERUBAHAN CLEO
88
HILANG
89
PELINDUNG KUJANG
90
KEBERANIAN TANPA RENCANA
91
MUSTAHIL
92
HATI CLEO
93
OBAT PENAWAR
94
GIGI TANGGAL
95
PENGORBANAN CLEO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!