Dulu waktu masih sekolah Menengah Atas, Ajeng memiliki hubungan spesial dengan Ikmal. Keduanya adalah pasangan sejoli yang sangat pantas, Ajeng cantik dan Ikmal pun tampan.
Banyak yang iri akan keromantisan mereka, tapi siapa yang bisa mengalahkan posisi Ikmal di hati Ajeng.
Dia pria baik serta royal, keluarga nya pun begitu pro kepada si Ajeng.
Siapa sangka hari yang cerah akan berubah menjadi hujan badai. Pada saat itu, Ajeng menerima pesan singkat dari sebuah nomor tak dikenal.
( Datang lah ke ruang OSIS )
Ajeng mengerutkan keningnya, siapa yang mengirim nya pesan. Apakah itu Ikmal ? Sebab pria itu adalah seorang ketua OSIS di sekolah.
Karena penasaran, Ajeng pun datang ke ruang yang dimaksud. Baru saja dia mendorong daun pintu, tubuhnya membeku di tempat.
Badannya mendadak panas dingin saat melihat Ikmal sang pujaan hati tengah bercumbu dengan sahabatnya, Ocha.
Lidah Ajeng terasa kelu untuk berteriak pun tak bisa.
Pada saat itu Ocha melepaskan ciuman nya seraya mendorong Ikmal ke atas meja. Ia beringsut turun untuk mengerjai si burung perkutut.
Namun mendadak Ikmal mendorong tubuh nya hingga terjengkang ke lantai. Ikmal kelabakan melihat Ajeng sudah berdiri di ambang pintu.
" Sayang..." Ikmal hendak mengambil langkah cepat untuk menghampiri kekasihnya, tapi Ajeng mengangkat tangannya dengan gemetar.
" Stop... Stop!!" Air mata Ajeng meleleh deras, dadanya sakit bagai ditusuk sembilu.
" Ma- Maaf... Aku... Sudah lancang " Ajeng mundur lalu berlari keluar. Ikmal cepat mengejar dan mencegah Ajeng untuk pergi.
" Tolong lepaskan aku, sebelum semua orang tahu kebejatan mu"
Ikmal menatap dalam anak mata gadis yang sangat dicintainya itu. Pupil matanya bergetar, membendung air yang siap membasahi pipinya yang gebu.
Di belakang mereka, Ocha berdiri penuh harap. Ia ingin memiliki pria yang dicintai sahabat nya. Ia rela melakukan apapun termasuk menyerahkan kegadisannya.
Sudut mata Ajeng menangkap sosok yang sudah berhasil membuat nya menangis. Ikmal mengikuti arah mata gadis yang berhasil ditahan nya.
" Pergilah, dia menunggu mu " Ajeng mengibas tangan Ikmal hingga terlepas. Kemudian ia menuruni anak tangga dengan cepat.
" Ajeng... Ajeng... Aku mencintaimu " Teriak Ikmal.
Langkah Ajeng tertahan, di bawah sana ada beberapa siswa yang tengah nongkrong. Mendengar teriakkan Ikmal, mereka berteriak bersamaan.
" Wuuuuuuuuu"
Derai tawa ledekan mereka menambah luka dihati Ajeng, wajahnya mendongak ke atas. Menatap Ikmal yang masih melihat nya ke bawah.
Ajeng melanjutkan langkah nya pergi dari tempat itu, ia mengambil tas sekolah kemudian ijin pulang lebih dulu kepada sang wali kelas.
Sejak kejadian itu, Ikmal sudah tidak bertemu dengan Ajeng lagi. Dia seolah-olah hilang bagai ditelan bumi.
Sudah dicoba untuk mencari ke rumah nya, namun orang tua Ajeng mengatakan jika Sang anak gadis tidak ada di rumah.
Sebenarnya Ikmal tidak percaya, tapi ia bisa apa.
" Tolong bilangin sama Ajeng ya Tante, kalau saya datang "
Ibunya Ajeng mengiyakan, Ikmal berpikir kemungkinan kedua orang tua Ajeng belum mengetahui kejadian yang mereka alami. Karena sikap mereka masih tetap hangat dan ramah.
Padahal, Ajeng sudah menceritakan semuanya. Dan meminta kepada kedua orang tua nya supaya memindahkan Ajeng ke sekolah lain.
Ajeng tidak mau bertemu Ikmal lagi, ia sangat kecewa dengan pengkhianatan yang dilakukan pria itu bersama dengan sahabatnya.
" Mal..." Susi bersama Ocha berlari menghampiri Ikmal, disini Susi juga tidak tahu apa-apa tentang perselingkuhan Ocha dan Ikmal. Ajeng benar-benar tidak mengatakan apapun kecuali kepada kedua orang tuanya.
" Aku dengar Ajeng pindah sekolah " sambung Susi.
" Hah??? Kemana ??" Hati Ikmal hancur seketika.
Susi menggeleng lemah.
" Kau tahu dari siapa?"
" Mbak Ika pengurus BP, Dia nanya ke aku kenapa tiba-tiba Ajeng minta surat pindah ? Apa ada masalah gitu? Ya kami jawab nggak tahu, nomornya pun tidak bisa dihubungi "
Ikmal memejamkan matanya, ia geram, marah serta kecewa. Tangan nya mengepal kemudian tiba-tiba sebuah tinju menghantam dinding.
Semua kaget, tidak menyangka jika Ikmal akan bertindak melukai dirinya sendiri.
" Kamu nggak apa-apa Mal?" Ocha bertanya sembari meraih tangan Ikmal, tapi pria itu justru menepis nya dengan kasar.
Ia menjeling Ocha tajam, kemudian pergi meninggalkan kelompoknya.
" Kok Ikmal jadi gitu sih?" Tanya Susi.
" Aku yakin pasti ada masalah yang fatal diantara mereka berdua " Terka salah satu teman Ikmal, ia melirik Ocha. Gadis itu menunduk untuk menghindari tatapan nya.
" Mal, sudah lah jangan kau selalu memikirkan Ajeng. Dia sudah pergi meninggalkan mu" Ocha berusaha membujuk Ikmal, karena sejak kejadian itu Ikmal berubah drastis. Ia sudah tidak perduli lagi dengan Ocha.
" Dan itu semua karena kamu " Jawab Ikmal sembari menunjuk wajah Ocha. Ia geram dengan perempuan itu, kalau saja lawan nya adalah laki-laki. Sudah Ikmal hantam habis dia.
" Kita melakukannya atas dasar suka sama suka Mal"
" Kau yang paksa aku!"
" Tapi kamu mau"
Ah!!! Ikmal memukul udara kosong untuk melampiaskan kemarahannya.
Ocha melangkah mendekat lalu memeluk Ikmal dari belakang. Pria itu kaget, ia mencoba melepaskan diri tapi pelukan Ocha sangat erat.
" Aku mencintaimu Mal, sangat mencintaimu. Aku tidak kan meninggalkan mu seperti Ajeng " Bisik Ocha lirih.
Ikmal tak bergeming, percuma jika harus berdebat dengan si muka tembok.
Singkat cerita, Ajeng memulai hidup baru di tempat yang baru di rumah Neneknya. Ia melanjutkan sekolah seperti biasa.
Namun hatinya sudah enggan untuk bercinta, luka akibat pengkhianatan membuat nya trauma.
Sampai akhirnya di bangku kuliah, Ajeng berkenalan dengan Tresno. Siswa senior yang menjadi pembimbing nya.
Tresno yang menyukai Ajeng sejak pertama kali bertemu, mencoba peruntungan dengan mengirim kan surat cinta.
Namun balasan nya sangat mencengangkan.
( Aku tidak ingin bercinta tanpa kejelasan, karena hal itu sangat menyakitkan. Hatiku sudah pernah terluka , dan aku sangat mencintai diriku sendiri. Tak ingin hati ini disakiti oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab )
Tresno tersenyum simpul, ia pun mengambil langkah sat set. Mendatang kan kedua orang tuanya untuk melamar Ajeng.
" Ajeng memiliki kedua orang tua yang lengkap, tapi mereka tinggal jauh dari sini. Kalau memang serius, tunggu lah mereka datang atau kalian bisa datang ke tempat tinggal nya" Jawab Nenek Ajeng.
Bapak dan Ibu Tresno menatap anak mereka seolah melemparkan pertanyaan.
Tresno tersenyum kuda, ia merasa malu sendiri karena tidak mencari tahu dulu asal usul gadis yang akan dipinangnya.
Ajeng menguping di balik dinding, ia juga tersenyum geli. Pasti Tresno mati kutu dibuat nya.
" Kok nggak bilang kalau orang tua adek nggak tinggal disini ?" Tanya Tresno saat ia bertemu dengan Ajeng dalam satu forum. Sengaja Tresno menahan Ajeng agar tidak pergi setelah kegiatan selesai.
" Mas nggak tanya kan?"
Tresno menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
" Kalau ingin menemui orang tua Ajeng, besok hari Sabtu Ajeng pulang kesana. Ikutlah sekalian "
Bagaikan mendapatkan angin segar, Tresno langsung menyanggupi tanpa pikir panjang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Semoga Outhor selalu s hat dan semangat terus ya💪🙏😘
2024-11-13
0
Doni Gunawan
oooh masalah cinta /CoolGuy/
2024-11-25
0
V3
menjeling itu artinya apa yaa , Thor ❓❓❓
2024-02-11
1