Suasana menjadi riuh, ada yang mulai percaya dengan cerita Ana dan Pak Osman . Ada yang sama sekali tidak percaya, termasuk Surya.
Mustahil Pak Radit membonoh Iza, karena setahu dia Pak Radit sangat mencintai Iza.
" Aku tetap tidak percaya, jika benar menantuku yang melakukan nya. Tidak mungkin dia cedera separah itu " Surya membantah, diantara masyarakat yang datang mengangguk setuju dengan argumen Surya.
" Datang lah malam nanti, sekarang tolong urus jenazah anakmu terlebih dahulu " Pak Osman terlihat tenang meskipun dalam batinnya berkecamuk berbagai macam perasaan.
Ia masuk ke dalam rumah nya mengajak anak-anak untuk ikut masuk.
Zulkifli bingung apa yang terjadi, ia sama sekali tidak mendengar apapun yang mereka bicarakan.
" Ada apa Pak? Kenapa Bapak banyak sekali tamunya ? Dan tidak ada satu pun yang Bapak persilakan masuk ?"
Ana menepuk paha Zulkifli yang duduk di sebelahnya.
"Mereka bukan tamu, tapi mau gorok Pak De " Ana menjelaskan dengan artikulasi yang jelas sembari memperagakan gaya orang yang disembelih.
" Hah? Siapa yang disembelih ? Ada orang mati disembelih ??"
Ana menghela nafas berat, ia geregetan menghadapi Zulkifli yang semakin parah saja kupingnya.
" Nanti malam kamu ikut Bapak Zul " Pak Osman menepuk pundak Zulkifli .
Anak itu tidak menyahut karena tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Bapaknya.
" Ijal juga ya Pak De "
Pak Osman menggelengkan kepalanya.
" Kalian harus pulang ke rumah Bu de Isa"
Ijal menolak, begitu pula dengan Ana.
" Kami akan tetap tinggal disini Pak De, sampai masalah Bapak selesai " Ana menegaskan.
Ia tidak ingin Pak Osman diperlakukan tidak adil oleh masyarakat sebab fitnah dari Bapak mereka. Apapun yang terjadi, mereka akan melindungi Pak Osman . Sebab pria itu sudah menolong mereka dari kejahatan Bapaknya.
Dalam perjalanan pulang semua masyarakat yang turut datang ke rumah Pak Osman berdiskusi satu sama lain.
" Bagaimana kalau ternyata apa yang diucapkan oleh Ana itu benar ?"
" Rasanya mustahil menantuku melakukan hal itu kepada Iza. Kalian tahu sendiri dia sangat mencintai anakku " Surya tetap yakin dengan pendiriannya.
" Kita ikuti saja apa yang dikatakan oleh Pak Osman , nanti malam kita datangi dia lagi "
Semua setuju, mereka beralih menuju rumah besar Pak Radit untuk mengebumikan jenazah Iza.
Saat proses pemakaman, Pak Radit tidak bisa melakukan apapun kecuali mengerang perih. Seolah-olah ia tidak rela melepaskan kepergian Iza.
Para Ibu-ibu turut merasakan kepiluan hati Pak Radit, ditambah lagi ada segelintir orang yang pernah mendengar ucapan Zulkifli saat mendapatkan uang dari Pak Radit.
Dan kejadian ini langsung disangkut pautkan dengan fitnah dari Pak Radit.
" Jangan-jangan benar Pak Osman yang sudah melakukan hal mengerikan ini, biar Pak Radit ngasih upah lebih banyak lagi "
" Iya, aku juga sepemikiran "
Pak Radit mendengar nya, diam-diam ia tersenyum miring. Akhirnya apa yang ia rencanakan berjalan dengan lancar.
Sekarang bagaimana dia mencari tumbal yang sudah dijanjikan. Dan sebenarnya target sudah ada dalam otak jahat Pak Radit.
Dia ingin menumbalkan Zulkifli , karena hatinya sangat dongkol dengan anak itu.
Setelah proses pemakaman selesai, beberapa warga langsung pulang. Ketika suasana sudah sepi, Pak Radit bersusah payah untuk bangun meskipun tubuhnya sangat kesakitan sekali.
Ia menyeret dirinya sendiri untuk keluar kamar lalu masuk ke dalam kamar khusus pemujaan.
Disana Pak Radit bersusah payah membuka peti hitam nya untuk melihat hasil PENUMBALAN Iza.
Rasa sakit di tubuh Pak Radit seperti terbayarkan ketika melihat isi dalam peti. Ia tertawa lepas sembari menciumi emas dan permata.
" KAU JANGAN SENANG DULU,JIKA KAU GAGAL MEMBERIKAN TUMBAL YANG AKU INGIN KAN? MAKA KAU YANG AKAN MATI"
Pak Radit terpegun mendengar suara tak berwujud menggema di dalam kamar tersebut. Ia mengangguk yakin, apapun caranya dia akan membuat Zulkifli yang menjadi tumbal.
***
Malam yang dijanjikan oleh Pak Osman sudah tiba, beliau membawa semua peralatan yang diperlukan seperti sejadah dan tasbih. Tak lupa dupa untuk pemanggil arwah.
Zulkifli yang masih bingung dengan tujuan Bapaknya, ngikut saja kemana Bapaknya pergi.
Ritual ini akan dilakukan di atas kuburan Iza, Para warga terutama Surya sudah berada di sana menunggu.
Pak Osman membentang kan sajadah, ia melakukan sholat gaib sebanyak dua rakaat. Zulkifli menunggu di belakang beliau dengan duduk bersila.
Usai sholat, Pak Osman melakukan zikir serta amalan surah Jin. Ia juga membakar kemenyan sebagai mediator pemanggil arwah.
" Ila ahli kubur Iza binti Surya, aku memanggilmu untuk datang. Bangkit lah... Bangkit lah ... Bangkit lah "
Tiba-tiba angin berhembus pelan namun sanggup mematikan seluruh lampu yang menerangi area pemakaman.
Para warga tersentak kaget, mereka merapat satu sama lain karena ketakutan. Begitu juga dengan Surya. Padahal yang dipanggil adalah Roh putri nya sendiri.
Sekali lagi Pak Osman mengulang kalimat pemanggil arwah. Tiba-tiba kuburan Iza meletup, seluruh warga terkejut, ada yang langsung memilih untuk kabur, ada juga yang pingsan di tempat.
Surya sudah gemetaran, kakinya lemas namun ia bertahan agar tidak roboh.
Gundukan tanah yang masih merah perlahan terbelah. Dan sesuatu benda putih melesat cepat ke atas langit. Suara tawa cekikikan membahana membuat beberapa orang yang masih bertahan pingsan tidak sadarkan diri.
Zulkifli merunduk dalam, ia juga gemetaran ketakutan. Mulutnya mengomel panjang lebar, ia menyesal mengikuti Bapak nya.
Seandainya dia tahu Pak Osman akan melakukan ritual pemanggilan arwah, sudah tentu dia tidak akan mau ikut.
Hihihihihihihi
Pak Osman bangkit dari duduknya, ia melambaikan tangan memanggil hantu si Iza.
" Sini Ndok.. Sini... Bapak mu ingin bicara denganmu "
" Emoh hihihihihihihihhi" Kuntilanak Iza berterbangan kesana-kemari.
" Kalau kamu tidak datang, maka iblis itu akan menjemputmu "
Ancaman Pak Osman berhasil membuat Kuntilanak Iza terdiam. Perlahan ia melayang turun.
" Bagus"
Surya menatap wujud anaknya dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sebak, Putri yang ia kasihi kini sudah menjadi dedemit.
" Kenapa kamu tiba-tiba meninggal Ndok ?" Pak Osman bertanya.
Wajah pucat itu berubah sendu, Iza tertunduk menahan pilu.
" Pak, Bapak... "
Surya tidak kuat lagi mendengar Iza memanggil. Ia menangis tergugu hingga punggungnya bergetar.
" Maafkan Iza ya Pak, Bilang juga sama Ibu... Maafkan Iza... Iza..."
WUUUUZZZZZZZZ
Angin kencang datang secara tiba-tiba, Zulkifli yang sejak tadi tertunduk langsung terjungkal ke belakang karena terlalu kencang nya angin yang datang.
Hantu Iza seperti tersedot oleh pusaran angin, ia terus memanggil Bapaknya sambil meminta tolong.
" Pak... Tolong Iza Pak... Iza nggak mau jadi tumbal Iza nggak mau Pak... Radit jahanam, dia yang bunoh Iza Paaakkkk "
Surya tercengang, tubuhnya membeku melihat anaknya tersedot dan menghilang dalam pusaran.
Setelah Iza menghilang, cuaca kembali tenang. Menyisakan keadaan yang kocar kacir akibat kuat nya angin yang datang.
" Iza... IZAAAAAAAAA " Surya berteriak histeris, tubuhnya terjerembab ke tanah. Ia memanggil nama anaknya sekali lagi sambil menangis terisak-isak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Apakah warga percaya apa yg terjadi sama Iza🤔 Sungguh penasaran🙏😘
2024-11-13
0
Doni Gunawan
lanjut
2024-11-24
0
Kardi Kardi
sing sabar paaa. SING SABARRRRR PA
2024-05-21
1