BAPAAAAAAAAKKKKKKK
Zulkifli melompat dari sepedanya dan membiarkan begitu saja sepeda itu tergeletak sembarangan.
Ia berlari memeluk kaki Pak Osman , pria yang baru saja akan bersiap untuk ngasih pakan ayam.
" Ada apa Zul ?" Tanya Pak Osman , Zulkifli tak menjawab. Nafas nya memburu serta wajah yang sangat khawatir. Matanya berkeliaran kemana-mana melihat di sekitar nya Apakah keadaan sudah aman?
" Pak... " Zulkifli mendongakkan kepalanya " Zul ketakutan nih, kenapa Bapak nggak nanyain Zul kenapa ?"
" Bapak sudah nanya, kamu kenapa ?"
" Ya nanyain gitu Pak, ini kan anak Bapak. Apa Bapak nggak khawatir melihat Zul gemetaran begini " Zulkifli menunjukkan kedua tangannya yang pucat pasi .
Pak Osman geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
" IYA...KA MU KE NA PA?" Pak Osman memperjelas artikulasi mulut nya.
" Itu Pak " Zulkifli beranjak sembari menunjuk jauh ke arah rumah Bu Isa " Ada bayangan hitam perempuan minta tolong biar Zul nolongin anaknya "
" Kamu kenal sama anaknya ?"
Zulkifli menjawab dengan anggukan kepala.
" Siapa ?"
" Ijal.. Ijal sama Kakaknya. Bayangan itu mengikuti Kakaknya Ijal"
Ijal??? Bukankah Ijal anak Pak Radit ?? Pak Osman bermonolog sendiri dalam hati.
Jika benar, berarti roh yang mengikuti mereka adalah Roh Bu Ismi. Pak Osman terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Zulkifli .
" Pak, kok malah bengong sih? "
Pak Osman tersadar dari lamunannya, ia langsung mengukir senyum tenang.
" Sudah, sekarang kamu mandi, ambil wudhu, terus sholat " Pak Osman berucap sambil lalu memperagakan apa yang ia ucapkan.
Zulkifli mengangguk patuh, ia pun masuk ke dalam kamar mandi yang memang ada di halaman samping rumah nya.
****
Malam harinya, Zulkifli kembali diganggu oleh suara tangisan perempuan. Namun kali ini lebih ekstrem, sebab perempuan itu terus menerus menyebut nama Zulkifli.
Dan hal itu sangat menggangu sekali.
" Diaaaaaammmmm!!!!" Zulkifli berteriak keras, seketika itu juga suara perempuan itu tidak terdengar lagi.
Zulkifli masih waspada, ia melirik secara hati-hati. Takut kalau perempuan itu tiba-tiba muncul di tempat tertentu.
Dan benar saja, sepasang tangan hitam lengkap dengan kuku panjang muncul memegang tepi ranjang.
Zulkifli terbelalak kaget, kedua tangan yang cukup mengerikan menarik kepalanya muncul dengan hanya memperlihatkan sepasang mata besar nan hitam.
Zulkifli menganga, darahnya berdesir panas dingin. Satu tangan terulur meraih kaki Zulkifli . Secara reflex Zulkifli mengelak, menendang-nendang sembarangan. Hingga tanpa sadar mengenai wajah perempuan itu.
BUK
Perempuan itu langsung terjengkang dan menghilang. Zulkifli melompat turun keluar dari kamar nya. Ia menerobos kamar Pak Osman , melompat ke atas tempat tidur Pak Osman dan bersembunyi di bawah ketiak si Bapak.
Tubuh Zulkifli gemetar ketakutan, ia menggigil dengan tubuh meringkuk dan mata terpejam.
" Kamu kenapa Zul ?"
Sontak mata Zulkifli membeliak lebar, Aneh bukan jika dia bisa mendengar suara Pak Osman . Kecuali orang yang sekarang berada di sampingnya bukan Pak Osman .
Perlahan Zulkifli mendongak, makhluk yang berwujud Pak Osman tersenyum lebar hingga sudut bibirnya mencapai telinga.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Zulkifli menjerit keras tapi tangannya melayang kan tinju tepat di wajah makhluk yang menyerupai Pak Osman .
Tinju yang cukup keras hingga tubuh si Makhluk terguling dari ranjang.
" Astaghfirullah " Pak Osman asli muncul, ia langsung membaca doa hingga setan yang meniru wajahnya lenyap menjadi asap hitam.
" Bapak " Zulkifli melompat dan langsung gendong memeluk Pak Osman . Ia menangis sesenggukan karena cukup trauma.
" Sudah sudah... Jin itu sudah pergi " Pak Osman berusaha menenangkan Zulkifli , sesekali ia mengusap lembut punggung anak itu. Hingga tangisan nya mereda.
Pak Osman membawa Zulkifli kembali ke kamar nya, tapi Zulkifli menolak. Ia ingin tidur di kamar Pak Osman .
Pak Osman pun menurutinya, mereka melalui sisa malam di dalam kamar bersama-sama.
Kau tidak perlu takut dengan ku, Aku mohon... Cuma kamu yang bisa menolong Ijal dan Ana. Keselamatan mereka terancam, makhluk itu akan membawa mereka ke tempat ini
Sebuah suara memenuhi alam bawah sadar Zulkifli , ia melihat banyak sekali orang dirantai, dipukul, disiksa, dipaksa untuk bekerja.
Entah apa yang mereka kerjakan, tapi nampak sangat melelahkan sekali.
Zulkifli terjaga dari tidurnya ketika ia merasa ada yang menggoyang tubuhnya. Rupanya itu Pak Osman , dari gerakan mulut nya ia menyuruh Zulkifli untuk bangun dan sholat subuh berjamaah di masjid.
Dengan malas, Zulkifli mengikuti perintah sang Bapak. Keduanya boncengan menaiki sepeda ontel pergi ke masjid untuk sholat.
" Denger-denger Pak Radit mau nikah lagi ya " Seseorang jemaah bicara dengan Pak Osman saat semua orang sudah menyelesaikan kewajibannya kepada Tuhan.
" Nggak tahu aku, emang mau nikah sama siapa ?" Balas Pak Osman .
" Itu anak Suryo yang baru beberapa bulan bercerai dengan suaminya"
" Ohhh " Pak Osman hanya menanggapi demikian.
" Enak kalo jadi wong sugih, meskipun umur beda jauh tetap aja laku sama yang muda-muda " Celutuk seseorang yang lain. Semua tertawa lepas.
" Tapi denger-denger sih sebelumnya Pak Radit tuh terlilit hutang sana-sini,Sampek minjem sama Pak Komar. Tak tahulah, tiba-tiba dia jadi kaya lagi "
" Hus jangan su'udzon, mungkin saja dia sudah menjual tanah warisan keluarga nya. Kita kan tahu Pak Radit emang sudah kaya raya sejak dulu " Pak Osman menyingkirkan pikiran buruk tentang tetangga nya itu.
" Tanah yang mana Man, Pak Radit sudah nggak punya tanah. Semua sudah ludes " Sahut orang yang lain lagi.
" Yaaa sapa tau " Pak Osman merasa jadi tak enak hati. Ia pun pamit pulang dengan alasan Zulkifli tidur lagi.
Di tengah perjalanan, dengan mata terpejam sembari memeluk Pak Osman dari belakang. Zulkifli menceritakan perihal ia melihat sosok bayangan hitam yang mengikuti Pak Radit.
Zulkifli juga mengatakan jika sosok itu berbeda dengan bayangan hitam yang mengikuti Ana. Yang mengikuti Pak Radit seperti hidup dan haus darah.
" Leh, jangan ngomong sembarangan kalau nggak tahu apa-apa " tukas Pak Osman sembari terus mengayuh sepedanya. Zulkifli tetap saja bercerita, ia tidak mendengar pendapat Pak Osman barusan.
Di sekolah, Ijal digoda teman-temannya perihal kabar Pak Radit akan menikah lagi.
" Enak ya kamu Jal, punya Ibu baru hahahahahaha "
Ijal tertunduk, hatinya sedih sekali. Andai Ibunya masih ada, pasti tidak akan seperti ini keadaannya.
Ijal lari menjauhi teman-temannya yang terus menggoda, ia meringkuk sambil menangis di belakang sekolah.
Kebetulan Zulkifli melihat Ijal menangis, ia berinisiatif untuk menghibur kakak kelasnya itu.
" Jal, kenapa kamu menangis ?"
Ijal mendongak, kedua matanya sudah sembab.
" Aneh kamu Jal, seharusnya kamu bahagia karena mau punya Ibu baru. Lihat aku ini, Aku nggak punya Ibu dan tidak tahu Ibuku kemana ? Nyuruh Bapakku cari Ibu baru, belum tentu dia laku hahahahahaha "
Ijal sedikit tersenyum mendengar celotehan Zulkifli , menurut nya lucu jika Pak Osman tiba-tiba akan menikah lagi. Beliau sudah keriput, jelek lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Semua karena Uang, segala cara ditempuh, mo halal kek, mo nggak kek, sampe bersekutu dengan Iblis pun dijabani, dilakoni, demi kepuasan duniawi 🤔😱😡
2024-11-13
0
kagome
swtan bisa kejengkang 😄
2025-02-25
0
El Vita
bisa jd tua tua keladikn
2025-01-22
0