BAYANGAN HITAM

Rahem, si guru honorer diam-diam mengikuti Zulkifli sepulang sekolah. Anak itu tampak sumringah dengan menaiki sepeda. Terlihat itu seperti sepeda baru.

Tiba-tiba Zulkifli menghentikan laju sepeda nya, tanpa sengaja ia bertemu dengan Pak Radit menaiki sepeda motor bersama seorang perempuan cantik.

" Itu kan Paman yang ngasih Bapak uang banyak sampek aku bisa dibeliin sepeda baru sama Bapak" Zulkifli bicara kepada dirinya sendiri.

Ia merasa ada yang aneh, bayangan hitam menyeramkan mengekori kemana pun Pak Radit pergi.

" Ada apa ini ? Kenapa dia diikuti bayangan hitam ?"

Saat Zulkifli memperhatikan Pak Radit yang sudah menjauh, tanpa sengaja matanya menangkap sosok yang bersembunyi di balik pohon besar.

Zulkifli memutar arah sepeda nya, guna menghampiri orang yang berada di balik pohon tersebut.

" Pak guru "

Rahem ketangkap basah, ia tidak bisa mengikuti Zulkifli lagi.

" Pak guru main petak umpet sama siapa?"

Rahem tersenyum bod0h, ia keluar dari persembunyiannya menghampiri Zulkifli .

" Zul mau kemana ?" Tanya Rahem mengalihkan pembicaraan. Zulkifli justru celingukan ke kiri dan ke kanan.

" Stttt Pak guru tenang saja, aku nggak akan bilang siapa-siapa kok " Zulkifli berbicara dengan setengah berbisik.

Rahem mengap , ia bingung sendiri musti ngomong apa.

" Ya udah... Kamu cepat pulang gih" Rahem menyertakan gerakan tangan menghalau ke depan supaya Zulkifli mengerti.

" Ohhh begitu rupanya, ya sudah Pak guru cepat sembunyi lagi. Zul mau pulang dulu.. Bayyyyyy" Zulkifli melambaikan tangannya kemudian memutar sepeda menuju ke arah rumah.

Rahem menghela nafas panjang, susah kalau bicara dengan orang budek.

***

Pak Radit bercumbu hangat dengan wanita cantik yang baru saja ia kenal. Anak dari desa sebelah, sudah janda dan dari golongan orang-orang tidak mampu.

Pak Radit berniat untuk menikahi wanita itu, sebagai persembahan untuk pesugihan nya. Karena persediaan emas dan permata di dalam peti sudah semakin menipis.

Wanita itu pun tidak menolak, sebab Pak Radit sangat memanjakan nya dengan uang. Kedua orang tuanya pun turut kebagian rejeki nomplok.

Tanpa curiga mereka merestui hubungan tersebut.

Ana dan Ijal baru saja pulang dari sekolah, samar-samar mereka mendengar desahan bersahutan.

Hal itu kini sudah menjadi biasa, sebab tingkah bapak mereka yang selalu membawa pulang wanita-wanita cantik.

Ijal melemparkan pandangan kepada sang Kakak, ia jenuh sekali mendengar suara desahan itu. Berharap jika menjadi tuli seperti Zul adalah hal yang terbaik bagi Ijal.

" Kita makan di rumah bibik aja yuk " Ajak Ana yang seolah mengerti apa yang dirasakan oleh adiknya.

Ijal langsung setuju, dengan tetap memakai seragam sekolah keduanya pergi ke rumah saudara Bu Ismi yang tinggal agak jauh dari rumah mereka.

" Loh... Ada Ana sama Ijal Bu " Seru Fitri sepupu Ana, keduanya berpelukan kemudian masuk ke dalam rumah.

Bu Isa yang sedang masak di dapur tergopoh-gopoh keluar. Anak-anak saudarinya itu jarang sekali datang bermain.

Ana dan Ijal menyalami bude mereka secara bergantian.

" Apa kalian sudah makan ?" Tanya Bu Isa, Ana dan Ijal menggeleng lemah.

" Ya udah tunggu sebentar, Bude lagi masak " Bu Isa kembali masuk ke dapur melanjutkan aktivitas nya.

Ana dan Ijal nampak senang sekali bisa makan masakan sendiri. Sejak Ibu mereka tiada, kedua anak itu hanya bisa makan di warung. Karena tidak pernah ada makanan di dalam rumah.

" Bapak kalian gimana ? Sudah makan belum ?" Tanya Bu Isa.

" Bapak pasti sudah kenyang dimasakin perempuan itu " Jawab Ana.

Bu Isa menautkan kedua alisnya, ia tidak tahu maksud perkataan Ana.

" Jadi Pak de udah punya calon bini?" Fitri justru langsung cepat tanggap.

" Entah lah, perempuan yang dibawa Bapak berubah-ubah " Jawab Ana lagi.

Fitri dan Ibunya saling berpandangan heran.

" Assalamualaikum... "

Semua menoleh ke arah pintu utama di luar sana. Mereka bertanya-tanya sendiri dalam pikiran masing-masing tentang siapa yang memanggil salam.

" Assalamualaikum "

Sapaan terdengar lagi.

" Siapa Bu ?" Tanya Fitri.

" Entah lah, tunggu sebentar " Bu Isa bangkit dari duduknya lalu melangkah keluar. Rupanya Zulkifli sudah berdiri di luar pagar dengan disertai senyuman ramah.

" Oh kamu Zul " sapa Bu Isa.

" Bukan Bik... Ini Zul, anaknya Pak Osman .. Masa Bibik udah lupa " Sahut Zulkifli enteng.

Bu Isa tersenyum, anak Pak Osman memang selalu saja bisa membuat orang senyam-senyum.

" Ada apa ?" Tanya Bu Isa lagi.

" Ada Bik ada Bik.. Mangkanya saya datang kesini karena Bibik pesan telur ayam kampung kan ?"

" Pesan telur ??? " Bu Isa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Perasaan dia tidak pernah pesan telur ayam.

" Ini Bik, saya bawa spesial buat Bibik. Telur ayam kampung Jatiroto " Zulkifli menunjukkan telur ayam yang dibawa nya, ukuran nya sama saja dengan telur ayam biasa. Tapi Zulkifli memang pintar membual sehingga orang mau membeli dagangannya.

" Kau ada-ada saja, seingat ku telur ayam mu sama saja dengan telur ayam biasa " cela Bu Isa.

" Nah itu Bibik tahu, telur ayam Zul emang tok cer kan. Paman pasti jadi segar bugar habis minum telur ayam saya. Kayak muda lagi hehehehe"

Bu Isa geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis.

" Ya udah nih Bik, karena Bibik sudah langganan saya dari dulu saya kasih harga spesial. Sepuluh biji dua puluh ribu " Zulkifli begitu mahir merayu pelanggan.

" Spesial apanya, emang harganya segitu kok " Bantah Bu Isa.

Zulkifli tersenyum sembari menyodorkan telur ayam dalam bungkusan plastik hitam. Karena kasihan, Bu Isa pun terpaksa membeli telur itu.

" Tunggu sebentar ya Zul "

Bu Isa membawa telur itu masuk ke dalam rumah nya sembari mengambil uang untuk membayar.

" Siapa Bu?" Tanya Fitri, rupanya ia dan Ana serta Ijal sudah selesai makan.

" Itu si Zul, anak Pak Osman " Jawab Bu Isa.

" Oh si BOLOT " celutuk Fitri.

" Hus, jangan sembarangan kalau ngomong " Bu Isa menegur Putri semata wayangnya.

" Lah kan emang dia Bolot Bu " Fitri membela diri, Mendengar nama Zul disebut Ijal segera berlari keluar, Ana pun mengikutinya.

" Zul " Seru Ijal memanggil, tapi yang dipanggil justru tak bergeming. Duduk jongkok di depan pagar rumah Bu Isa sambil menulis sesuatu di atas tanah.

" Zul.. " Ijal berdiri di depan Zulkifli , barulah anak itu mengangkat wajahnya. Zulkifli tersenyum tapi mendadak senyuman nya hilang ketika Ana turut menghampiri.

Bayangan seorang wanita dengan mata mengeluarkan dar-ah membuat Zulkifli langsung menundukkan kepalanya.

" Zul, main yuk " Ajak Ijal, Zulkifli menggeleng cepat.

" Tumben kau tidak pekak " Celutuk Fitri yang muncul di belakang Ana, Zulkifli terus menggeleng.

Sebenarnya ia menggeleng bukan karena mendengar ucapan Ijal ataupun Fitri. Melainkan ia mendengar permintaan tolong dari bayangan hitam yang mengikuti Ana.

Tolong...Hanya kamu yang bisa menyelamatkan anak-anak ku

Zulkifli menutup telinga, ia berlari cepat menaiki sepedanya dan kabur.

Fitri, Ana dan Ijal bengong melihat reaksi Zulkifli yang sangat aneh.

" Loh, mana Zul?" Bu Isa baru saja keluar dengan uang di tangan.

" Kabur, kayak ngeliat setan aja " Jawab Fitri sembari mengajak sepupu nya masuk ke dalam.

Bu Isa menautkan kedua alisnya, ia melihat ke arah jalan yang pasti dilalui oleh Zulkifli . Anak itu sudah tidak terlihat lagi.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Seru ini😍 Si Zul yg bikin cerita lebih hidup👍😍

2024-11-13

0

El Vita

El Vita

cerita Bolot yg pekak

2025-01-22

0

Doni Gunawan

Doni Gunawan

lanjut

2024-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 ZULKIFLI
2 SIAPA DIA?
3 BAYANGAN HITAM
4 GOSIP PAK RADIT
5 ZUL DAN IJAL HILANG
6 PENUMBALAN KE DUA
7 GAGAL
8 PEMANGGILAN ARWAH IZA
9 SETAN DIJADIKAN PARTNER
10 TELUR JADI PITIK
11 WAJAH HANCUR
12 TALI POCONG YANG TERTANAM
13 HARI PEMBALASAN
14 ASIH
15 Ending kisah Asih
16 PIRING SEDAPUR
17 KISAH AJENG 1
18 KISAH AJENG 2
19 KISAH AJENG 3
20 BAU MULUT
21 DUA CAHAYA ANEH
22 KEMUNING
23 KEMUNING 2
24 KEMUNING 3
25 KEMUNING 4
26 KEMUNING 5
27 KEMUNING 6
28 KEMUNING AKHIR
29 BUKAN PEMBELAAN
30 MELAYANG DI UDARA
31 SAKIT HATI NYA SYASA
32 AKU SAYANG KAMU
33 TANTANGAN VOLI
34 SUSAH TIDUR
35 DUA PELAKU
36 PENGAKUAN CLEO
37 INSOMNIA
38 BERSEMBUNYI DI GUDANG
39 ANEH
40 GONDO MAYIT
41 TENTANG AIRIN
42 SURAT IJIN UNTUK NANA
43 KISAH AIRIN
44 KETAHUAN AIRIN
45 KAMU HANYA AIB
46 AKU HAMIL
47 NANA INGIN PINDAH
48 KEHANGATAN KELUARGA CLEO
49 ANAKMU
50 BENDA ANEH
51 BUKAN ANAKKU
52 GAYA BATU
53 PEMBALASAN CLEO
54 PENGAKUAN
55 SYASA KENAPA?
56 KEPALA NYEBUR
57 RENCANA MAURA
58 MENCARI HIKAM
59 NANA SEDANG TIDUR
60 SOSOK TANPA KEPALA
61 SIRAT MERAH
62 PAK ANGGA MENYERAH
63 SALAH PAHAM
64 Wulan
65 BAYANGAN HITAM
66 CINTA DIBAWA SAMPAI MATI
67 MENGINCAR DUA
68 ANGGA BARU TAHU
69 PANGGILAN ALAM
70 MASUK UNIVERSITAS
71 RASA TAKUT
72 KEDATANGAN BENDA PUSAKA
73 JIMAT UNTUK RYAN
74 ERIKA MEMBALAS
75 BUAH CINTA
76 HILANGNYA KESUCIAN
77 BALASAN UNTUK RYAN
78 BERTEMU SAHABAT
79 MENCARI KETURUNAN CAHAYA
80 KEDATANGAN TAMU TIDAK DIUNDANG
81 WAFAT
82 HARAPAN BRANDON
83 RASA SAKIT RYAN
84 SEMUANYA BERJALAN LANCAR
85 PERMINTAAN NOUR
86 DOSIS TINGGI
87 PERUBAHAN CLEO
88 HILANG
89 PELINDUNG KUJANG
90 KEBERANIAN TANPA RENCANA
91 MUSTAHIL
92 HATI CLEO
93 OBAT PENAWAR
94 GIGI TANGGAL
95 PENGORBANAN CLEO
Episodes

Updated 95 Episodes

1
ZULKIFLI
2
SIAPA DIA?
3
BAYANGAN HITAM
4
GOSIP PAK RADIT
5
ZUL DAN IJAL HILANG
6
PENUMBALAN KE DUA
7
GAGAL
8
PEMANGGILAN ARWAH IZA
9
SETAN DIJADIKAN PARTNER
10
TELUR JADI PITIK
11
WAJAH HANCUR
12
TALI POCONG YANG TERTANAM
13
HARI PEMBALASAN
14
ASIH
15
Ending kisah Asih
16
PIRING SEDAPUR
17
KISAH AJENG 1
18
KISAH AJENG 2
19
KISAH AJENG 3
20
BAU MULUT
21
DUA CAHAYA ANEH
22
KEMUNING
23
KEMUNING 2
24
KEMUNING 3
25
KEMUNING 4
26
KEMUNING 5
27
KEMUNING 6
28
KEMUNING AKHIR
29
BUKAN PEMBELAAN
30
MELAYANG DI UDARA
31
SAKIT HATI NYA SYASA
32
AKU SAYANG KAMU
33
TANTANGAN VOLI
34
SUSAH TIDUR
35
DUA PELAKU
36
PENGAKUAN CLEO
37
INSOMNIA
38
BERSEMBUNYI DI GUDANG
39
ANEH
40
GONDO MAYIT
41
TENTANG AIRIN
42
SURAT IJIN UNTUK NANA
43
KISAH AIRIN
44
KETAHUAN AIRIN
45
KAMU HANYA AIB
46
AKU HAMIL
47
NANA INGIN PINDAH
48
KEHANGATAN KELUARGA CLEO
49
ANAKMU
50
BENDA ANEH
51
BUKAN ANAKKU
52
GAYA BATU
53
PEMBALASAN CLEO
54
PENGAKUAN
55
SYASA KENAPA?
56
KEPALA NYEBUR
57
RENCANA MAURA
58
MENCARI HIKAM
59
NANA SEDANG TIDUR
60
SOSOK TANPA KEPALA
61
SIRAT MERAH
62
PAK ANGGA MENYERAH
63
SALAH PAHAM
64
Wulan
65
BAYANGAN HITAM
66
CINTA DIBAWA SAMPAI MATI
67
MENGINCAR DUA
68
ANGGA BARU TAHU
69
PANGGILAN ALAM
70
MASUK UNIVERSITAS
71
RASA TAKUT
72
KEDATANGAN BENDA PUSAKA
73
JIMAT UNTUK RYAN
74
ERIKA MEMBALAS
75
BUAH CINTA
76
HILANGNYA KESUCIAN
77
BALASAN UNTUK RYAN
78
BERTEMU SAHABAT
79
MENCARI KETURUNAN CAHAYA
80
KEDATANGAN TAMU TIDAK DIUNDANG
81
WAFAT
82
HARAPAN BRANDON
83
RASA SAKIT RYAN
84
SEMUANYA BERJALAN LANCAR
85
PERMINTAAN NOUR
86
DOSIS TINGGI
87
PERUBAHAN CLEO
88
HILANG
89
PELINDUNG KUJANG
90
KEBERANIAN TANPA RENCANA
91
MUSTAHIL
92
HATI CLEO
93
OBAT PENAWAR
94
GIGI TANGGAL
95
PENGORBANAN CLEO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!