" Asih itu gila sayang, dia memaksa ku untuk melakukannya. Akhirnya aku mencelakai dia, dan aku takut sekali sayang. Aku membawa nya ke tempat Guruku, karena Guruku siap untuk memberi nya pelajaran "
Komar berinisiatif dengan cerita untuk membuat alasan. Ia berharap tunangan nya itu bisa percaya.
" Lalu? Kenapa banyak sekali foto mesra kalian di kostan ?"
Komar bingung, sampai dimana Nurul tahu mengenai ia dan Asih.
" Itu, Itu semua hanya foto masa lalu sayang. Dan coba kamu bayangkan seperti apa kegilaan Asih, menyimpan foto itu lalu mencetaknya dan memajang nya di Kostan aku"
Nurul manggut-manggut, hatinya lega sekali. Luka yang tadi sangat perih perlahan membaik.
" Percayalah sama aku sayang, aku hanya mencintai kamu" Komar mendekati Nurul seraya menggenggam kedua tangan wanita itu.
Hati Nurul semakin terenyuh, air matanya menetes pelan. Dengan lembut Komar mengesat air mata itu hingga mengering.
Keduanya saling berpelukan, Nurul sangat lega ternyata Komar tidak mengkhianatinya. Komar pun lega, akhirnya Nurul masih bisa ia genggam sepenuhnya.
Berbeda dengan nasib Asih, perempuan itu menjadi pelampiasan hasrat si Datuk. Ia diperlakukan seperti seekor anjing, Asih tidak berdaya. Datuk kerap kali mengancamnya akan membonoh bayi dalam perut nya jika Asih berontak.
Dan siksaan itu Asih alami hingga tiba waktu ia melahirkan. Saat inilah yang dinantikan oleh Datuk, ia akan menggunakan anak Asih sebagai jimatnya.
Ketika proses melahirkan terjadi, Datuk hanya menonton perjuangan Asih. Ia tersenyum lebar sewaktu bayi Asih sudah lahir dengan selamat.
Di depan wanita yang masih lemah tak berdaya, Datuk memakan ari-ari si Bayi, Asih menggelengkan kepala. Ia tidak rela Datuk melakukan hal tersebut.
Belum sampai disitu, Datuk pun mengambil bayi Asih yang tergeletak di lantai dan tengah menangis.
" Jangan... Jangan " Asih merintih lirih ,ia mengulurkan tangannya sebisa mungkin. Asih melihat Datuk membuka mulutnya dan menggigit tangan anaknya hingga dagingnya terkelupas. Bayi nya langsung menangis lebih kencang lagi.
Asih membeliak lebar, di depan mata nya Datuk memakan bayi itu hidup-hidup.
" Tidaaaaaakkkkk Tidaaaaaakkkkk " Asih menjerit keras sekeras-kerasnya. Hatinya sakit, jantung nya berdegup dengan cepat. Namun urat nadi dibagian lehernya terjepit, sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah.
Darah yang terpompa tidak bisa melewati aliran yang semestinya. Sehingga keluar dari lubang hidung, telinga serta mata.
Asih menggelepar, ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan linangan air mata bercampur darah.
" Eh kau mati ternyata " Celutuk Datuk tanpa rasa bersalah. Ia menghabiskan sisa daging anak Asih, kecuali bagian jantung . Karena Datuk akan menyimpan jantung bayi itu sebagai syarat untuk menyempurnakan ilmu hitam nya.
***
Pak Osman menangis mendengar kisah tragis hidup Asih hingga tiada.
" Bapak sama Ibumu tidak berhenti mencari mu Asih, aku juga ikut mencari mu "
Asih tersenyum haru.
" Aku tahu Man, tapi aku tidak bisa menampakkan diri padamu. Sebab dukun itu sudah mengurung ku dan menjadi kan tali pocong ini sebagai dinding gaib rumah Si Komar "
Pak Osman terdiam, kenapa Zulkifli bisa mengetahui keberadaan tali ini?? Sedangkan Asih sendiri tidak bisa menampakkan diri.
" Jasad mu dimana Sih?"
" Jasad ku sudah menjadi abu Man, hanya tali pocong ini yang masih utuh "
" Jika saja Kedua orang tua mu masih hidup, pasti mereka sangat sedih "
Asih tertunduk pilu, hingga Bapak dan Ibunya pun sudah menjadi arwah. Asih tidak bisa menjumpai mereka.
" Ucapkan terima kasih ku kepada anak Itu Man, sebab dia aku bisa bebas dari belenggu si Datuk. Aku pun sudah membinasakan mereka "
Pak Osman manggut-manggut tanda mengerti.
" Pergilah dengan tenang Asih "
Asih mengiyakan, perlahan ia melayani mundur lalu menghilang diantara kabur malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti yang sudah dijanjikan, Pak Osman pergi ke rumah Ajeng Rahayu dan suami nya. Ia ditemani oleh Zulkifli , kebetulan sekolah lagi libur jadi Zulkifli bisa diajak pergi.
" Assalamualaikum " seru Pak Osman diluar pagar.
" Wa'alaikumsalam "
Terdengar jawaban yang semakin mendekat. Muncul lah suami Ajeng yang bernama Tresno, pria itu sangat antusias menyambut kedatangan Pak Osman .
Seorang tukang gali kubur yang direkomendasikan oleh Bapaknya, bahwa pria itu bisa membantu nya menangani masalah yang kini dihadapi.
Bukan sembarang Bapaknya Tresno menyebut nama Pak Osman . Karena sebelum nya beliau sudah melakukan puasa mutih selama tujuh hari dan melakukan sholat istikharah selama tujuh malam pula.
Guna mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Karena masalah yang dihadapi oleh Tresno cukup sulit.
" Mari silahkan masuk Pak Osman " Tresno mempersilahkan Pak Osman untuk masuk.
" Boleh kah saya melihat-lihat sekitar rumah nya dulu " Pak Osman justru ingin berkeliling halaman rumah yang tidak terlalu besar itu terlebih dahulu.
" Oh silahkan " Tresno tidak keberatan sama sekali.
Pak Osman mengajak Zulkifli , mereka berjalan dengan pelan memperhatikan penuh seksama.
Zulkifli tidak berani mengangkat wajahnya selama mengelilingi rumah tersebut. Ia ketakutan, penampakan yang terlihat mampu membuat nya menggigil.
" Jangan takut Zul, manusia itu lebih mulia dari pada Makhluk itu"
Pak Osman menjelaskan disertai gerakan tangan.
" Iya Pak , Zul tahu... Karena itu mereka jelek sekali "
Pak Osman tersenyum simpul.
Usai berkeliling, Pak Osman masuk ke dalam rumah Ajeng. Disana Tresno membantu istrinya menyiapkan kudapan serta minuman hangat.
" Sudah lama kalian tinggal disini ?" Tanya Pak Osman kepada pasangan itu.
Mereka saling berpandangan satu sama lain kemudian mendudukkan dirinya di kursi panjang.
" Kalau saya sejak saya menikah dengan istri saya Pak Osman , tapi kalau istri saya ya sejak dia kecil " Penjelasan Tresno diiyakan oleh Ajeng.
Pak Osman manggut-manggut, Zulkifli menyimak meskipun ia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
" Berat ini loh Leh, ini sudah lama..."
" Iya Pak De, Semua orang yang melihat rumah ini mengatakan hal yang sama. Katanya sebelum kedua orang tua saya meninggal " Jawab Ajeng.
Pak Osman kembali menganggukkan kepalanya.
" Pak kok manggut-manggut wae, kayak paham aja " Zulkifli cekikikan sambil menutup mulut nya.
" Bapak nggak budek kayak kamu " Pak Osman meraup wajah Zulkifli .
Ajeng dan Tresno senyam-senyum melihat nya.
" Sekarang anakmu dimana ?" melanjutkan percakapan nya dengan pasangan itu.
" Ada di rumah Bapak Pak Osman , Bapak terus berusaha untuk mengobati nya sendiri "
Pak Osman melirik Zulkifli yang sudah tidak bersuara, rupanya anak itu tengah memperhatikan keluar jendela. Nampak sangat serius sekali.
Ajeng dan Tresno juga ikut-ikutan melihat kemana arah pandang si Zul.
" Pak, ada yang ngintipin kita loh " Ucap Zulkifli .
Pak Osman mengangguk mengerti. Zulkifli menoleh kepada si Bapak.
" Pak " ia menepuk paha Pak Osman " Ada yang ngintipin kita " kali ini Zulkifli sampai menunjukkan dimana sepasang mata diam-diam mengintip.
" Iya Iya... Bapak denger"
" Tak kirain Bapak Bolot hehehehehe Sorry Pak"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Aduh..Duh .Zul, kamu yang Bolot, bapakmu malah balik dibilang Bolot🤔😂
Menghibur bener dah😂😂👍
2024-11-13
0
𝓐𝓷𝓾
yg jelek iya. aslinya cantik tapi separuh hewan. itu jin sih
2025-04-02
0
kagome
klo gk jelek gk serem zul🤭
2025-02-26
0